Antara Waktu Dan Dimensi Xiao Moon

Antara Waktu Dan Dimensi Xiao Moon
Pulang


__ADS_3

Pagi yang cerah pun tiba, Xiao Moon dengan yang lainnya sudah bersiap untuk pulang kebenua Tengah. Mereka juga mendapat kabar bahwa permaisuri empu atas sedang jatuh sakit, jadi mereka harus bergegas pulan'g.


“Untuk menghemat waktu gunakan teleportasiku saja”ucap Xiao Moon.


“Xi Mei, apa kau bisa teleportasi?”tanya pangeran Yi Xuan kaget.


Bagaimana tidak, Xiao Moon masih gadis tapi sudah bisa menggunakan teleportasi. Sepertinya Xiao Moon akan menjadi penerus yang bisa diandalkan.


“Ya gege, tutuplah mata kalian”ucap Xiao Moon datar.


Pangeran Yi Xuan, Shu beserta prajurit lainnya mengangguk mengerti. Lalu mereka melakukan apa yang Xiao Moon katakan. Tidak lama cahaya mengelilingi mereka dan mereka dengan cepat lenyap begitu saja. Berhubung teleportasi itu dilakukan dikamar pangeran Yi Xuan, jadi tidak ada orang yang melihat.


.........


Mereka sampai didepan gerbang kekaisaran empu atas. Tapi disana ada yang aneh, kenapa tidak ada yang menjaga gerbang depan. Xiao Moon segera masuk dan mencoba memeriksa. Seperti biasa, tempat itu masih tetap indah dan segar.


Tapi ini bukan waktunya menikmati keindahan itu. Xiao Moon segera pergi kekediaman permaisuri empu atas untuk melihat keadaannya. Disetiap perjalanan Xiao Moon sama sekali tidak menemukan pelayan maupun prajurit.


“Kenapa Ayahanda ceroboh”gumam Xiao Moon. Wajahnya menjadi dingin, entah kenapa dia merasakan aura pengkhianat dikekaisaran. Ini akan sangat berbahaya jika Xiao Moon tidak segera menemukannya.


Segera Xiao Moon mempercepat langkahnya. Tidak lama kemudian, Xiao Moon berhenti didepan pintu kamar permaisuri empu atas. Dibukanya pintu itu dan Xiao Moon dapat melihat semua orang disana. Semua yang ada didalam menoleh, terutama kaisar empu atas.


“Moon'er”ucap kaisar empu atas sambil memeluk Xiao Moon.


Xiao Moon membalas pelukan itu dan segera melepaskannya. Dia menghampiri ranjang dimana permaisuri empu atas terbaring disana.


Sementara itu pangeran Yi Xuan yang baru saja datang karena tadi dia harus mengurus penjagaan. Dia lalu menatap ayahnya yang sedang menatap sendu permaisuri empu atas.


“Ayah”ucap pangeran Yi Xuan.


Suara pangeran Yi Xuan sukses membuat kaisar empu atas menoleh dan meneteskan air matanya. Sekian lama tidak bertemu, tapi pada akhirnya mereka dipertemukan kembali disini. Tapi kebahagiaan mereka setengah saja, karna saat ini keadaan permaisuri sedang kritis.


“Apa yang terjadi pada Ibunda ayah?”tanya pangeran Yi Xuan khawatir.


“Sejak kemarin, dia tidak membuka matanya, aku sudah memanggil tabib jenius tapi ini percuma”sedih kaisar empu atas.


Pangeran Yi Xuan menghela nafasnya, dia mendekati ranjang permaisuri empu atas. Disana Xiao Moon mencoba untuk mencari kesalahan pada diri permaisuri empu atas. Tangan Xiao Moon yang tadinya menyentuh dahi permaisuri empu atas pun dilepaskannya.


“Kalian, berikan udara segar sedikit untuk permaisuri, jika kalian berkumpul seperti ini maka udara segar akan terhambat”ucap Xiao Moon pada prajurit dan nelayan.


“Baik putri”ucap semua prajurit dan nelayan.


Ketika mereka bubar, udara segar pun segera memasuki ruangan itu. Xiao Moon menghampiri tabib yang sendari tadi merawat permaisuri empu atas. Terlihat kakek itu melamun dan pandangannya kosong, dengan ini bisa dikatakan bahwa tabib itu sedang dikendalikan orang lain.

__ADS_1


Untuk mengambil kembali kesadaran tabib itu, Xiao Moon menyerap ilmu hitam dan ilmu sihir yang ada dalam diri tabib itu. Jika orang biasa yang menyerap ilmu hitan dan sihir, maka bisa dikatakan orang itu akan meledak. Tapi berhubung Xiao Moon yang menyerapnya, tidak akan terjadi apa-apa.


“Nak, apa yang kau lakukan?”tanya kaisar empu atas.


“Tabib ini sudah dikendalikan oleh ilmu hitam dan sihir, setelah dia sadar aku akan menginterogasinya nanti”ucap Xiao Moon tanpa membuyarkan konsentrasinya.


Cukup banyak Xiao Moon menyerap ilmu hitam dan sihir itu. Hal ini membuat tenaga Xiao Moon terkuras, tapi disisi lain Xiao Moon mendapatkan kekuatan baru, yaitu ilmu hitam dan sihir. Dia akan menggunakan ilmu itu sebaik mungkin agara tidak merugikan orang lain.


Memang tabib itu sudah sadar, akan tetapi tubuhnya lemah. Xiao Moon menyuruh Shu untuk membaringkan tabib itu diranjang lain. Sementara itu Xiao Moon tinggal menyembuhkan permaisuri empu atas.


'Apakah jiwa permaisuri sedang berada didimensi yang berbeda...'batin Xiao Moon.


Ia mengatakan itu karena tubuh permaisuri terus mengeluarkan keringat. Kalau sudah seperti ini Xiao Moon harus turun tangan langsung. Dia menatap kaisar empu atas dan pangeran Yi Xuan secara bergantian.


“Ayahanda, Xuan gege, sepertinya jiwa permaisuri berada dalam dimensi yang berbeda, aku harus turun tangan langsung”jelas Xiao Moon.


“Tapi apakah dia baik-baik saja?”tanya kaisar empu atas yang hanya dapat anggukan dari Xiao Moon.


“Ibunda permaisuri baik-baik saja, Xuan gege raciklah pil penurun demam untuk permaisuri, berikan pil yang kau buat pada permaisuri saat demam datang”jelas Xiao Moon yang hanya dibalas anggukan dari pangeran Yi Xuan.


Lalu Xiao Moon pergi meninggalkan mereka untuk menuju ke istana neraka. Dia ingin meminta bantuan dari para ketua. Selain itu dia juga ingin melihat kemajuan istana neraka kali ini.


“Ayah tadi kau memanggil Xi Mei dengan sebutan Moon”ucap pangeran Yi Xuan heran.


Sementara pangeran Yi Xuan bertambah heran. Mereka menghentikan obrolannya dan beralih pada permaisuri empu atas. Mereka tidak bisa jika tertawa sementara permaisuri sedang kesusahan.


........


Didahan pohon, Xiao Moon memantau semua dari kejauhan. Semua berjalan sesuai keinginannya, mereka mulai menjadi kuat dan tidak terkalahkan. Suatu hari nanti Xiao Moon akan membuat organisasi dan tentaranya menjadi legendaris.


Karna ingin melihat sampai mana mereka berlatih, Xiao Moon melemparkan panah dari busur birunya. Pasukan yang ada disana segera menangkis panah itu dan waspada.


“Siapa itu keluar!”teriak salah satu prajurit.


Semua prajurit mulai berkumpul dan memasang ancang-ancang. Bisa dibilang respon mereka cukup baik, Xiao Moon akan memberikan sedikit kejutan untuk para ketua dan Jendral pasukan iblis.


Karna tidak ingin lama-lama, Xiao Moon turun dengan anggun dan mendekati para prajurit itu. Karna disana hanya ada prajurit baru, jadi mereka tidak mengenal Xiao Moon.


“Siapa kau?!”tanya salah satu prajurit.


Xiao Moon hanya tampak menyeringai dan melancarkan beberapa serangan ringan. Para prajurit mulai menangkis serangan yang dibuat Xiao Moon. Salah satu prajurit malah meneriaki Xiao Moon sebagai penyusup. Hal itu membuat semua penghuni istana neraka menyerang Xiao Moon.


“Ada apa ini?”tanya seorang pria yang keluar dari pintu masuk aula. Xiao Moon sangat mengenali suara itu, ya itu adalah suara ketua San.

__ADS_1


“Ketua San!”teriak Xiao Moon.


Ketua San pun menoleh kearah sumber suara. Disana dia mendapati gadis cantik yang sedang dikepung beberapa prajurit. Tidak lama ketua San tersenyum dan mendekati Xiao Moon.


“Kalian ini tidak sopan, lepaskan Queen Alexa”ucap dingin ketua San.


Para prajurit disana kaget dan tercengang, jadi gadis cantik yang mereka serang adalah Queen mereka. Jika memang iya mereka berpikir nyawa mereka akan melayang. Ketua San menggeleng kepala lalu mengusap pelan kepala Xiao Moon.


“Ternyata Queen semakin tinggi”ucap ketua San sambil tersenyum.


Xiao Moon hanya mengangguk dan menatap prajurit yang menyerangnya tadi. Mereka terlihat pucat dan bergetar ketakutan. Lalu salah satu dari mereka terduduk dan bersujud untuk memohon maaf.


“Hamba minta maaf Queen, hamba tidak tau bahwa anda adalah Queen Alexa”ucap salah satu prajurit itu sambil menitikkan air mata.


Lalu semua prajurit mulai bersujud dan meminta maaf. Xiao Moon yang melihat itu cukup risih dan tidak suka. Melihat wajah Xiao Moon yang terlihat risih, ketua San pun segera menyuruh para prajurit untuk bangun.


“Aku tadi menyerang kalian hanya untuk memastikan kekuatan kalian sampai mana”ucap Xiao Moon.


Para prajurit disana kaget sekaligus lega. Setidaknya mereka masih diberi kesempatan untuk setia pada Queen mereka. Lalu Xiao Moon malambaikan tangan dan berpamitan untuk menemui yang lainnya.


“Ketua San, dimana yang lainnya?”tanya Xiao Moon.


“Mereka berada diarea pelatihan prajurit”jawab ketua San.


“Kalau begitu kita pergi kesana”ucap Xiao Moon bersemangat.


Sepanjang perjalanan Xiao Moon dan ketua San saling bertukar cerita. Tidak terasa mereka sampai diarea pelatihan. Disana ketua Li ketua Jin dan ketua Ying sedang melatih. Mereka tidak merasakan kedatangan Xiao Moon. Tapi berbeda dengan Jendral pasukan iblis, dia langsung menyadari Xiao Moon.


“Hormat hamba pada Queen Alexa”ucap Jendral pasukan iblis.


Semua langsung beralih menatap Xiao Moon dan segera memberi hormat. Para ketua disana segera berjalan mendekati Xiao Moon. Termasuk ketua Ying yang secara spontan langsung memeluk Xiao Moon.


“Queen Alexa, aku merindukanmu”ucap ketua Ying memeluk erat Xiao Moon.


“Ketua Ying, aku ti...tidak bisa bernafas”ucap Xiao Moon sesak.


Bukannya ketua Ying melepaskan,'-'... pelukannya malah semakin erat. Para ketua disana tertawa, berbeda dengan para prajurit baru yang kebingunan. Mereka bertanya apakah boleh berperilaku seperti itu terhadap Queen Alexa.


***


Maaf telat up, akhir2 ini mood author lagi down. Tapi jangan lupa tinggalkan jejak berupa like and komen. Bagikan novelnya juga yah bantu-bantu author.


Ditunggu episod selanjutnya, maaf kalau terbelit-belit, membosankan ataypun ada typo.

__ADS_1


__ADS_2