Antara Waktu Dan Dimensi Xiao Moon

Antara Waktu Dan Dimensi Xiao Moon
Chapter 27


__ADS_3

Didalam kamar, Xiao Moon melamun menatap luar jendela. Dia baru saja mandi dan berganti pakaian. Hari ini dia sangat tidak senang, mood nya hancur.


"huah, hari ini aku sangat bosan"keluh Xiao Moon.


Dia lalu beranjak dari kursinya dan pergi dari kamarnya menuju kedanau kesayangannya. Pada saat itu malam hari tiba, jadi pemandangan danau sangat indah dengan cahaya bulan.


Segeralah Xiao Moon duduk disebuah gazebo. Ditemani dengan semilir angin yang menyejukkan hati. Tapi ketenangan itu hilang saat Xiao Moon merasakan ada orang yang mengawasinya.


"keluarlah, jangan sembunyi"ucap Xiao Moon dengan santai.


Orang yang sendari tadi hanya mengawasi dari jauh pun segera turun. Dia adalah putra Mahkota empu atas yang membawa sebuah bungkusan kecil.


"ternyata aku ketahuan"ucap putra mahkota empu atas.


"untuk apa kau kesini, cepat pergi sebelum aku mengusirmu"ketus Xiao Moon.


"padahal aku membawa tanghulu untukmu, tapi tidak apa, aku akan memakannya sendiri"ucap putra mahkota empu atas ingin beranjak pergi.


Xiao Moon yang mendengar nama tanghulu pun segera berdiri dan menghentikan langkah putra mahkota empu atas Yi San.


"mm baiklah, mari kita duduk digazebo"ucap Xiao Moon tetap pada pendiriannya.


Putra mahkota empu atas mengembangkan senyumannya dan segera mengikuti Xiao Moon dari belakang. Setelah itu mereka duduk saling berhadapan.


"ada apa kemari?"tanya Xiao Moon.


"aku minta maaf soal tadi, aku tidak bermaksud....


"lupakan yang tadi"ucap Xiao Moon memotong kalimat putra mahkota empu atas.


Putra mahkota empu atas lantas memberikan tanghulu yang dia beli tadi dipasar. Dengan sigap Xiao Moon mengambil tanghulu dan memakannya.


"pelan-pelan Moon'er"ucap putra mahkota empu atas Yi San.


uhuk uhuk uhuk


Xiao Moon tersedak tanghulu saat mendengar kata-kata 'Moon'er' keluar dari mulut putra Mahkota empu atas Yi San. Putra mahkota empu atas langsung mengambil minuman dan meminumkannya pada Xiao Moon.


"apa kau merasa baikan?"tanya putra mahkota empu atas.


"yah, aku sudah baikan"balas Xiao Moon.


Lalu mereka berdua saling menatap dan tertawa lepas. Entah karena apa mereka tertawa, yang pastinya mereka hanya merasa aneh.


........


Keempat ketua kelompok terus memperhatikan putra mahkota empu atas Yi San dan Xiao Moon dari jauh. Mereka sangat terlihat akrab.


"apa kau pikir mereka berdua saling mencintai?"tanya ketua Jin.


"aku harap tidak, bagaimanapun juga Queen Alexa masih gadis"timpal ketua Li.


"ya, jangan sampai Queen Alexa mencintai seseorang terlalu dalam"ucap ketua Ying.


"maka dari itu kita harus memantau Queen Alexa, Queen masih kecil dan seharusnya Queen berada di akademi"lanjut ketua San.


Mereka berempat terus memperhatikan Xiao Moon dari jauh dengan sangat hati-hati. Sebenarnya Xiao Moon merasakannya tapi dia sangat malas hari ini untuk meladeninya.

__ADS_1


"Xiao Moon, apa aku boleh menambahkan prajuritku untuk ikut pasukanmu?"tanya putra mahkota empu atas Yi San.


"tentu, itu akan menjadi pengalaman bagi prajuritmu"jawab Xiao Moon.


"tapi bagaimana caranya?"tanya putra mahkota empu atas lagi.


"besok kau akan tau, lagi pula aku juga akan ikut"ucap Xiao Moon.


Putra mahkota empu atas Yi San mengangguk dan melanjutkan berbicaranya. Mereka berdua mengobrol hingga tengah malam.


"huh, aku sudah mengantuk, sebaiknya kau cepat pulang"usir Xiao Moon.


"baiklah, tidur yang nyenyak"ucap kembali putra mahkota empu atas Yi San.


Xiao Moon lantas meninggalkan putra mahkota empu atas untuk pergi kekamarnya.


..........


kamar Xiao Moon


Xiao Moon segera mencuci kakinya dan pergi ketempat tidur. Sebelum tidur, dia melakukan ritualnya yaitu menatap langit kamar dan berdoa.


'tuhan, aku harap aku dapat bahagia selamanya tanpa beban'batin Xiao Moon lalu tertidur.


..........


Pagi pun tiba, kicauan burung membangunkan seorang gadis yang sedang menutup mata. Gadis itu segera mencuci wajahnya dan segera merapikan tempat tidurnya.


Dia segera keluar kamar dan menatap kedua pasukan iblis yang berjaga kamarnya.


"menjawab nona, para ketua sedang berada di 'Jiedai Shi'"jawab pasukan iblis itu.


Xiai Moon pun pergi melesat untuk menuju ke Jiedai Shi. Disana adalah tempat dimana anggota bulan biru menerima tugas dari kliennya.


Jiedai Shi berada didekat penginapan terkenal diseluruh kekaisaran Ming. Xiao Moon juga sengaja memilih untuk menempatkan Jiedai Shi disana karna tempatnya yang strategis.


...........


Sampailah Xiao Moon disana, disana sudah sangat banyak orang yang mengantri karna Xiao Moon mengadakan bantuan bagi para korban bencana. Dia langsung menemui ketua San saat mengingat tugasnya kemarin.


Sekian lama mencari, Xiao Moon melihat ketua San yang berada diruang kerjanya. Segeralah Xiao Moon menghampiri ketua San.


"ketua San"sapa Xiao Moon.


"Queen, ada apa Queen kemari?"tanya ketua San.


"aku ada tugas untukmu"ucap Xiao Moon.


"tugas apa Queen?"


"aku ingin kau kemari(mengeluarkan peta), pergilah kedesa ini dan amankan semua warga yang ada disana, karna desa ini dekat dengan titik peperangan terjadi, oh iya aku juga akan ikut, begitu juga dengan prajurit putra mahkota empu atas"jelas Xiao Moon.


"baik Queen, tapi bagaimana dengan tugas hamba?"tanya ketua San.


"itu akan aku selesaikan setelah ikut denganmu, bagaimanapun juga aku akhir-akhir ini tidak ada kerjaan"timpal Xiao Moon.


Ketua San mengangguk kemudian menggulung semua tugasnya dan segera berteleportasi menuju ruang kerja Xiao Moon. Setelah selesai ketua San pun kembali menghadap Xiao Moon.

__ADS_1


"Queen hamba kembali"ucap ketua San.


"bagus, bawa beberapa pasukanmu dan segera pergi kehalaman istana putra mahkota empu atas, aku akan menyusul"timpal Xiao Moon kemudian pergi.


Xiao Moon segera menemui ketua Li, ketua Ying dan ketua Jin. Sementara ketua San Segera mengumpulkan para pasukannya dan segera pergi kehalaman istana putra mahkota empu atas.


"ketua Li, aku akan pergi keperbatasan terlebih dahulu"ucap Xiao Moon saat bertemu dengan ketua Li dan kedua ketua kelompok lainnya.


"Queen sebentar, ini adalah laporan bisnis kita di ibukota"ucap ketua Li sambil mengeluarkan 5 gulungan.


"hmm, sebaiknya semua gulungan taruh saja diruang kerjaku, aku akan mengerjakannya nanti"ucap Xiao Moon.


"baik Queen Alexa"ucap mereka bertiga kompak.


Padahal sebelum Xiao Moon mengucapkan itu, ketua Ying dan ketua Jin sudah mengeluarkan sebuah gulungan lagi. Hari ini dan besok Xiao Moon akan sangat sibuk.


Setelah mengurusi hal gulungan, Xiao Moon segera pergi ke halaman istana empu atas. Dia melesat dengan cepat hingga kecepatannya tidak bisa dipungkiri.


...........


Sampailah Xiao Moon di istana empu atas, bisa dilihat jika semua sudah siap untuk berangkat, hanya tinggal menunggu Xiao Moon.


"mari berangkat"ajak Xiao Moon.


Semua orang mengangguk, lalu Xiao Moon menuntun mereka untuk membentuk lingkaran dan bergandengan tangan. Dengan begitu Xiao Moon lebih mudah untuk membawa mereka ketempat tujuan.


clingg


Sebuah cahaya muncul ditengah-tengah mereka. Cahaya itu sangat menyilaukan hingga membuat semua orang harus menutup mata.


Cahaya pun berangsur-angsur menghilang. Saat cahaya benar-bebar hilang, mereka sudah benar-benar pergi. Kepergian mereka tanpa putra mahkota empu atas karna dia ada urusan penting.


..........


Sampailah mereka didesa dekat dengan perbatasan itu. Desa disana sepertinya sangat damai karna disana mendapat penjagaan dari prajurit perbatasan.


Lalu Xiao Moon memimpin perjalanan untuk lebih memasuki kedesa yang ramai itu. Semua orang sangat heran dengan pasukan itu, apalagi dengan Xiao Moon yang memakai topeng serta pakaian yang sangat berkarisma.


Semua orang segera memberi jalan dan menunduk hormat. Mereka melakukan itu karna melihat jika pakaian Xiao Moon adalah pakaian yang biasanya para penguasa pakai.


Sementara Xiao Moon hanya acuh dan mencoba mencari orang yang mencolok dari semua orang disini. Dan tatapan Xiao Moon jatuh pada kakek tua dengan pakaian putih serta tongkat ditangannya.


Xiao Moon segera mendekati kakek itu dan menyapanya dengan baik dan halus. Bagaimanapun juga kakek itu sudah tua dan wajib dihormati.


"mmm, permisi kakek apa kau kepala desa disini?"tanya Xiao Moon.


"ya nona, saya adalah kepala desa disini"ucap kakek itu teguh.


Xiao Moon cukup salut dengan kakek yang satu ini. Kakek ini tidak mudah menyerah dalam menjaga desa meskipun butuh bantuan dari orang lain.


"maaf nona, ada apa nona kemari?"tanya seseorang dari belakang kakek itu, Xiao Moon mengira itu adalah cucunya.


****


Halo author up lagi ni, bagaimana apakah ada kekurangan, kalau ada komen yah karna setiap novel itu tidak ada yang sempurna.


Maaf kalau ada typo, jangan lupa like and komen, bubey tunggu kelanjutannya

__ADS_1


__ADS_2