
Para petinggi mulai datang secara bergantian. Banyak juga Kaisar yang datang ke pemakaman Ratu empu atas. Ini yang ditunggu-tunggu, dari pintu masuk terlihat kaisar dari kekaisaran Mo bagian Timur datang menghampiri Kaisar empu atas. Nampak juga Kaisar Ming di sampingnya juga Putra mahkota.
“Kaisar Mo memberi salam pada paduka Kaisar empu atas” hormat Kaisar Mo sambil membungkuk. Lalu dilanjutkan dengan Kaisar Ming dan Putra mahkota.
”Hamba memberi salam pada paduka Kaisar empu atas” ucap Kaisar Ming sambil melirik Xiao Moon. Begitu juga Putra mahkota, dia dari awal terus menatap Xiao Moon dengan tatapan serakah. Karna Xiao Moon risih dengan tatapan itu, dia segera memutar otak.
”Ayahanda Moon pergi keluar sebentar untuk mencari angin” ucap Xiao Moon sambil menunduk. Setelah di izinkan pergi, dia pergi mengajak Bixi untuk ke taman utama Kekaisaran empu atas. Putra mahkota yang melihat kesempatan langsung mengikuti Xiao Moon.
'sudah kuduga dia akan mengikutiku' batin Xiao Moon sambil melirik kebelakang. Dia juga menatap Bixi yang cemas karna di ikuti oleh Putra mahkota. Bixi sedikit tersentak saat Xiao Moon memegang pundaknya itu. Tapi karna hal itu dia menjadi lebih tenang.
Sampai lah mereka di taman utama, saat itu juga Putra mahkota langsung keluar dari persembunyiannya dan hendak menyentuh pundak Xiao Moon. Tapi tangannya langsung di tangkis oleh Bixi dengan tatapan kesalnya.
“Tunggu, kau seperti pelayan dari seseorang deh....” ucap Putra mahkota sambil mengingat sesuatu, itu membuat Bixi berkeringat dingin. Dia menatap Xiao Moon yang hanya tersenyum tipis, karna sebelumnya dia sudah meniupkan bubuk pelupa saat Putra mahkota dibawa pulang.
“Ada apa kau mengikutiku?” tanya Xiao Moon dengan nada dingin. Putra mahkota yang tadi terdiam tersentak kaget dan langsung sadar.
“Pembunuh dari keluargamu belum ditemukan tapi kau sudah menghilang begitu saja? aku khawatir padamu...aku takut kalau kau terbunuh” jelas Putra mahkota dengan nada yang melas.
“Itu bukan urusanmu, toh keluargaku tidak pernah peduli denganku” ucap singkat Xiao Moon yang membuat Putra mahkota mengeraskan rahangnya.
“Kau ini harus menjadi penerus dari ayahmu yaitu menjadi Jendral...kau ini masih dibawah Kekaisaran Ming” tandas Putra mahkota dengan nada sinis dan tatapan mata meremehkan “Ah tapi kau bisa juga kok naik pangkat, tapi kau harus menjadi Ratuku” lanjut Putra mahkota Ming.
__ADS_1
Bixi semakin jengkel mendengar perkataan Putra mahkota, dia menggulung lengannya dan melayangkan tinju ke wajahnya “Kau harus bersikap sopan santun pada nonaku!” teriak Bixi sambil menunjuk Putra mahkota. Yang dipukul hanya bisa melotot marah sambil memegangi wajahnya yang kena pukul.
“Pelayan sepertimu tidak pantas memukulku dasar rendahan!” Putra mahkota hendak melayangkan tamparan terhadap Bixi, tapi tangannya itu tertahan oleh tangan Xiao Moon. Segera Xiao Moon melepaskannya dan mengelapnya dengan sapu tangan lalu di lempar ke bawah kaki Putra mahkota.
“Kau tau Putra mahkota? sekarang derajatku itu lebih tinggi daripada derajatmu, aku ini sudah menjadi anak dari Kaisar empu atas dan kau tidak boleh lancang padaku atau pun pada milikku, paham?” jelas Xiao Moon dengan tatapan dingin mengarah ke Putra mahkota. Dia sedikit tersentak kaget atas perilaku Xiao Moon yang berbeda ini.
“Apa yang terjadi padamu Moon'er? bukankah kau mencintaiku? aku juga mencintaimu dan aku akan menerimamu apa adanya” ucap Putra Mahkota dengan aktingnya yang membuat Xiao Moon jijik.
“Kalau kau mencintaiku dan menerimaku apa adanya kenapa dulu membuangku? menganggapku tidak ada? berkhianat padaku? itu semua kau lakukan, dan...sekarang ini kita tidak bertunangan jadi menyingkirlah dari hadapanku” ujar Xiao Moon yang membuat Putra mahkota tidak bisa berkata-kata lagi. Dia menatap Xiao Moon dengan wajah yang kecewa.
“Moon'er....”
“Ayo Bixi kita pergi” Xiao Moon memotong pembicaraan Putra mahkota dan pergi begitu saja. Saat ini dialah yang menang karna sudah membungkam mulut si Putra mahkota Ming itu. Bixi sendiri merasa lega dan juga bangga terhadap nonanya itu. Nona yang selama ini dia lihat tidak seperti yang dia pikirkan.
“Apa kau tidak apa-apa nak?” tanya Kaisar empu atas saat melihat raut wajah Xiao Moon yang lelah.
“Tidak apa ayah...” balas Xiao Moon dengan tersenyum. Para tamu yang berdatangan sudah semakin banyak. Diluar istana sudah seperti sunami. Banyak warga yang berkerumun untuk melihat dan memberi penghormatan terakhir pada Ratu mereka.
Sepanjang upacara Xiao Moon hanya menatap jasad Ratu pucat pasi. Sekarang Kaisar akan kesusahan karna pekerjaannya. Dan Xiao Moon yang muncul secara tiba-tiba seperti ini pasti menghebohkan dan akan memunculkan rumor yang tidak-tidak.
“Kaisar empu atas sudah lama kita tidak bertemu ya?” ucap seseorang tiba-tiba, Xiao Moon menoleh dan melihat Kaisar Mo dengan wajah yang percaya diri. Disampingnya terdapat Putra mahkota Mo, tapi Xiao Moon tidak bisa menemukan pangeran ke 2 Mo Wei.
__ADS_1
“Ada perlu apa? aku masih sibuk” jawab tegas Kaisar empu atas dengan tatapan tidak suka. Dari dulu sampai sekarang hubungan Kaisar Mo dan Kaisar empu atas tidak selalu baik.
“Maaf Kaisar empu atas, tapi aku harap kau memperkenalkan keluargamu padaku, untuk mengundangnya ke pesta ulang tahunku yang akan diadakan 3 hari lagi” ucapan Kaisar Mo membuat Xiao Moon dan juga Kaisar empu atas kaget. Seharusnya seminggu lagi tapi kenapa tiba-tiba 3 hari lagi, bukankah itu terlalu cepat
'Jadi kau ingin merayakan kematian Ratu dengan pesta ulang tahunmu ya?' batin Xiao Moon sambil menatap malas Kaisar Mo. Selama ini dia pikir Kaisar Mo akan merencanakan hal yang berbahaya ternyata hanya ini. Lalu Kaisar Mo mengambil gelas kosong dan di isikan dengan minuman anggur merah.
“Semuanya! 3 hari lagi aku akan mengadakan pesta ulang tahunku dengan sangat meriah, aku harap para Kaisar, Pangeran, Putri, para Bangsawan serta Ratu untuk hadir di pesta ulang tahunku!” teriak Kaisar Mo mengumumkan pesta ulang tahunnya. Kaisar empu atas hanya bisa menahan amarahnya saat melihat Kaisar Mo itu. Kaisar Mo mengangkat gelasnya tinggi-tinggi dan bersulang dengan para bangsawan disana.
...........
Pemakaman mendiang Ratu empu atas pun dilaksanakan. Mayat Ratu empu atas ditaruhnya ke peti kaca yang dihiasi berlian. Kaca itu dibopong oleh banyak orang untuk dibawa ke Istana Mawar hitam. Istana Mawar hitam adalah istana khusus untuk pemakaman para keluarga Kekaisaran empu atas. Penghormatan terakhir dilakukan oleh para ksatria dan para prajurit. Para warga berteriak sebagai tanda perpisahan pada mendiang Ratu empu atas.
Setelah upacara pemakaman mendiang Ratu empu atas, Kaisar Mo menaiki lantai dua dan melihat para tamu dari atas. Para tamu terdiam menunggu Kaisar Mo mengucapkan sesuatu. Tidak lama Kaisar Mo terlihat mengangkat bibirnya.
“Karena Ratu dari Kekaisaran empu atas telah wafat....tanggung jawab sebagai Ratu akan aku alih tugaskan ke putriku, Xiao Moon!” teriak Kaisar Mo dengan lantang. Lalu Kaisar Mo mempersilahkan Xiao Moon untuk naik dan berada disampingnya.
Semua mata tertuju padanya, ada yang berbisik sinis ada juga yang merasa heran, tapi ada juga yang merasa senang. Semua orang lalu membungkuk secara bersamaan untuk memberikan hormat pada Xiao Moon yang sudah sah memiliki status sebagai Putri dari Kekaisaran empu atas.
Begitulah pemakaman mendiang Ratu empu atas berlangsung. Para tamu mulai pulang satu persatu tidak terkecuali para Kaisar. Karena 3 hari lagi mereka harus menghadiri ulang tahun Kaisar Mo. Xiao Moon pun juga harus pergi ke pesta ulang tahun itu karna sekarang statusnya adalah seorang Putri dari Kekaisaran empu atas.
***
__ADS_1
Halo gusy◉‿◉ update nya lama ya? iya soalnya saya hiatus karena akun ini sempat hilang beberapa bulan, maaf ya( ꈍᴗꈍ) saya akan memaksimalkan usaha saya untuk melanjutkan novel ini