Antara Waktu Dan Dimensi Xiao Moon

Antara Waktu Dan Dimensi Xiao Moon
Beradu dengan maut


__ADS_3

Semakin lama, hari semakin sore dan mulai petang. Xiao Moon dan juga binatang kontraknya membuat tenda serta api unggun. Ketika selesai, Xiao Moon pergi ketepi pantai dan menggali pasir.


“Nona, apa yang kau lakukan?”tanya Ji San.


“Aku hanya mencari kerang dan bayi kepiting”ucap Xiao Moon. Ji San lantas melihat tanah yang digali Xiao Moon. Ketika cukup dalam, terdapat kerang kecil disana, bahkan ada banyak.


“Apa itu bisa dimakan?”tanya Ji San yang hanya dibalas anggukan oleh Xiao Moon.


“Bagaimana caranya?”tanya Ji San sekali lagi.


“Kau akan tau nanti”balas Xiao Moon.


Xiao Moon terus mengambil kerang yang dia temukan. Kerang itu dikumpulkan dikarung yang sudah dusediakan. Ketika kerang sudah mencapai setengah karung, Xiao Moon menyerahkannya pada Ji Hua.


“Ji Hua, rebus kerang-kerang ini dan bumbui”ucap Xiao Moon.


“Baik nona”balas Ji Hua dengan menerima karung itu.


Xiao Moon menggeret tangan Ji San dan mengajaknya ke suatu tempat. Ji San yang digeret hanya pasrah dan mengikuti kemana arah Xiao Moon pergi.


Dan mereka sampai di tepi pantas, tepi pantai itu sedikit jauh dengan tempat perkemahan. Ji San yang dibawa kesini sempat bingung.


“Nona ap...auuuu”ucapan Ji San terhenti saat dia merasa kesakitan dikakinya.


“Ada apa Ji San?”tanya Xiao Moon.


“Ada hewan kecil yang mencubitku”keluh Ji San sambil memegang kakinya.


Xiao Moon mencoba melihat apa yang membuat Ji San kesakitan. Dan hewan itu adalah kepiting yang terinjak oleh Ji San. Xiao Moon tersenyum dan mengambil kepiting itu.


“Ini hanya kepiting, oh iya aku mengajakmu kesini untuk menangkap kepiting-kepiting itu”ucap Xiao Moon.


“Bagaimana caranya?”tanya Ji San.


Xiao Moon kemudian menggenggam sebuah pasir dan melemparkannya pada kepiting itu. Kepiting yang menjadi sasaran Xiao Moon tidak berjalan lagi karna tertutup pasir tebal.


Lalu Xiao Moon mengambil kepiting itu dengan memegang cangkangnya. Dia menaruh kepiting itu dikarung yang dia sempat bawa.


“Bagaimana, mudah kan?”tanya Xiao Moon yang dibalas senang oleh Ji San. Mereka berdua pun menangkap banyak kepiting untuk makan nanti malam.


Mereka kembali dengan membawa satu karung penuh dengan kepiting. Itu membuat mereka berdua kesulitan. Ji Hua yang melihat itu segera membantu dan meletakkannya dekat api unggun.


“Ji Hua, kita masak kepiting ini bersama kerang tadi”ucap Xiao Moon sambil menyeka keringatnya. Lantas Xiao Moon mendekati tempat perebusan kerang dan kepiting.

__ADS_1


Mereka bertiga memasak bersama, berbeda dengan Ji Sue yang sedang menidurkan Ji Han.


...........


Pagi hari sudah tiba, Xiao Moon bangun lebih awal dan membereskan sisa makanan tadi malam. Setelah selesai, Xiao Moon menatap laut dari kejauhan.


Xiao Moon berlari dan berjalan diatas air laut yang luas itu. Rasanya seperti sedang berada dikebebasan. Berjalan diatas air seperti berjalan disebuah keberhasilan.


“Ini sesuatu yang menyenangkan”gumam Xiao Moon. Xiao Moon lalu menutup mata dan berjalan untuk mejuju ketengah. Ji Hua yang melihat itu segera berlari untuk menghampiri Xiao Moon.


“Nona itu berbahaya!”teriak Ji Hua yang membuat Ji San dan Ji Sue terbangun.


“Ada apa Ji Hua?”tanya Ji Sue.


Ji Hua mengabaikan pertanyaan Ji Sue dan masih fokus ke Xiao Moon. Ji Sue dan Ji San segera beralih kearah tatapan Ji Hua. Mereka mendapati Xiao Moon yang berjalan menuju ombak yang cukup tinggi dan besar.


“Nonaa!”teriak Ji San. Ji San segera merubah dirinya menjadi rubah dan berlari menuju kearah Xiao Moon.


“Ji San hentikan!”teriak Ji Hua.


“Kita harus selamatkan nona sebelum terkena ombak”khawatir Ji San.


“Tapi kita juga akan dalam bahaya”jawab Ji Hua tambah khawatir.


Ji Sue yang melihat itu berpikir keras. Sekian lama berpikir, Ji Sue mendapatkan cahaya terang. Dia segera menggendong Ji Han dan menggeret tangan Ji Hua.


Berbeda dengan Xiao Moon yang masih fokus dengan dirinya. Sebenarnya dia juga tahu tentang laut ini, tapi dia bertujuan ingin berlatih disini. Lebih tepatnya beradu dengan maut.


'nona, apa yang nona lakukan, segera menjauh dari ombak'telepati Ji Hua.


'jangan membuat konsentrasiku buyar Ji Hua, aku hanya sedang berlatih'balas Xiao Moon.


'tapi nona ini berbahaya'balas Ji San dalam telepati.


Xiao Moon tidak membalas, dia lebih memilih untuk menyempurnakan gerakan beladirinya. Mungkin dia juga bisa menciptakan beladiri baru.


Tidak terasa sekarang Xiao Moon berada didepan ombak yang naik turun itu. Xiao Moon membuka matanya dan menatap ombak itu dingin. Wajahnya yang tidak memakai topeng itu mampu membuat ombak ketakutan.


Mata Xiao Moon yang sudah berubah menjadi biru langit, menambahkan aura keagungan dalam diri Xiao Moon. Dia segera menyerang ombak yang ada didepannya.


Yang benar saja, karna ombak itu memiliki jiwa, ombak itu menyerang balik dengan air yang berbentuk akar pohon yang cukup besar.


“Heh, ternyata kau juga ingin bermain denganku”ucap Xiao Moon.

__ADS_1


“Gadis kecil, kau ini keturunan Xiao dan kau berani datang kesarang musuh”ucap suara itu entah berasal darimana.


Xiao Moon mengernyitkan dahinya tidak senang. Kenapa dewa laut dengan keluarga Xiao bermusuhan. Mungkin Xiao Moon akan menyelesaikan ini.


“Jadi kau adalah setengah dari jiwa dewa laut?”tanya Xiao Moon yang masih waspada.


“Hahaha, tentu apa kau takut?”tanya suara itu dengan nada sinis.


Xiao Moon menjadi tidak senang dengan kesombongan dewa laut. Xiao Moon segera menggerakkan kaki dan tangannya untuk menyerang akar air itu.


Jika kalian berpikir mustahil itu salah. Karna akar air itu bukan seperti air yang biasa ditemui. Akar air itu sudah layaknya seperti tangan dan sama kerasnya seperti baja.


Dan hanya beladirilah yang mampu menundukkan dewa laut yang sekarang sedang beradu dengan Xiao Moon. Berbeda dengan Xiao Moon yang terbang di udara dan menendang pucuk dari akar air itu.


Akar air itu segera terlempar dan menyatu dengan air laut biasa. Sementara ombak yang tadi hanya naik yurun pun menyatu dan membentuk tangan yang sangat besar.


“Gadis, nyalimu besar juga”ucap sinis suara itu.


“Cuih, kau!”teriak Xiao Moon.


Xiao Moon segera memanjat tangan itu dengan kaki, terbang lalu berputar. Layaknya seorang shinobi yang sedang memberantas musuh utamanya.


'nona apa perlu bantuan?'tanya Ji Hua dalam telepati.


'tidak'jawab Xiao Moon singkat.


Jika kalian berpikir, kenapa tidak menggunakan kekuatan saja(?). Itu dikarenakan ombak itu hanya bisa dikalahkan dengan beladiri. Jika dengan Qi itu hanya akan sia-sia.


Xiao Moon terus melayangkan tangannya di ombak yang sekarang berbentuk tangan yang besar. Tendangan demi tendangan dan semakin lama ombak iti semakin melemah.


“Bagaimana kau bisa mengalahkanku h?!”teriak marah suara itu.


Tangan ombak itu merubah wujud menjadi manusia air yang sangat banyak. Xiao Moon sempat kaget karna ombak itu dapat berubah-ubah wujud dalam jumlah yang banyak.


Manusia air itu dengan ganasnya melawan Xiao Moon dari berbagai arah. Xiao Moon dengan santai menghindarinya tapi juga tidak menurunkan kewaspadaan. Dia tidak ingin ceroboh dalam menundukkan dewa laut.


'Apa sekarang yang harus aku lakukan'batin Xiao Moon. Dia lalu menendang satu-persatu inti kepala mereka agar menyatu dengan laut kembali. Tapi sia-sia karna mereka akan menyatu jika ditendang Xiao Moon


Xiao Moon masih mencoba mencari titik terang agar dapat mengetahui sisi lemah semua manusia air ini. Setelah mencari tanpa berhenti menghabisi manusia air, Xiao Moon menemukan cahaya merah yang menyilaukan matanya.


Dan cahaya itu berada dileher salah satu manusia air. Dengan segera Xiao Moon memotong kepungan dengan menendang mereka dan menghampiri manusia dengan cahaya merah itu.


Segera manusia air menyerang Xiao Moon secara brutal karna mampu meneronerobos. Xiao Moon masih dengan fokus kearah leher manusia air untuk menendangnya. Meskipun begitu dia tidak boleh menurunkan kewaspadaannya

__ADS_1


***


Jangan lupa like, rate, komen, like and sharenya yah. Maah kalau ada typo dan kesalahan dalam berkata-kata, ataupun kesalahan dalam alur cerita :)


__ADS_2