
halo gess hari ini aku buat chapter tapi sedikit, buat kakak kakak yang lupa tingkatan kultivasi silahkan lihat dibawah ini.
~tingkat Jendral
~tingkat Jendral petarung
~tingkat kaisar
~tingkat kaisar petarung
~ranah bawah
~ranah atas
~ranah iblis
~ranah dewa-dewi
~ranah abadi
Setiap tingkatan terdapat level 1-9.Ranah dewa-dewi dan ranah abadi, itu adalah tingkatan yang paling sulit dicapai dan yang paling sulit menerobos.
Tapi ada salah satu putra mahkota yang mencapai ranah dewa-dewi, dan dia dikatakan sebagai seorang yang jenius.
oke selesai penjelasan, kalau ada yang tidak paham mohon bersabar, karna author bukan orang yang pandai berkata-kata.
oO0Oo
Xiao Moon menjelajahi hutan itu dengan wajah gembiranya. Mata birunya menatap sekitar takjub, hutan bambu yang bernuansa biru itu sangat menggoda.
"aku akan beristirahat disini"ucap Xiao Moon lalu duduk berteduh disalah satu bambu disana.
Xiao Moon mengeluarkan cemilan yang tadi dia beli dan segera memakannya. Saat tengah asik makan, Xiao Moon dikagetkan dengan bambu yang roboh dibelakangnya.
"apa itu?"tanya Moon pada dirinya sendiri.
Dia melihat jika didepannya kini terdapat sebuah pintu masuk yang terbuat dari bambu. Karna heran, Xiao Moon memasuki pintu itu
Ketika sampai didalamnya, Xiao Moon disuguhi pemandangan yang menakjubkan. Sebuah taman bunga dengan danau ditengahnya. Ditengah danau itu terdapat busur biru yang melayang.
__ADS_1
"apakah itu busurnya?"heran Moon.
Diapun berenang dan mencoba mengambil busur itu. Saat memegang busurnya, Xiao Moon melayang layaknya seperti seorang dewi kehidupan. Dipunggungnya terdapat sayap berwarna putih besar.
"hm, dimana panahnya?"tanya Moon sambil menatap sekitar.
Dia pun mencoba mencermati busur itu. Sebenarnya Xiao Moon ingin iseng saat dia menarik tali busur itu layaknya sedang ingin memanah. Tiba-tiba saja sebuah panah muncul, panah indah dengan aura warna biru disekitarnya.
Ujungnya yang terbuat dari besi berkualitas terbaik. Xiao Moin menarik busur itu dan melepaskannya. Panah itu melesat cepat layaknya cahaya dan menancap didinding tanah itu.
"hihihi, kenapa disini warna biru semua"heran Xiao Moon.
Dia hendak berjalan tapi malah tercebur didanau. Dia lupa kalau dirinya tadi melayang. Xiao Moon tercebur dengan busur itu.
"his, kau itu membawa masalah saja"kesal Xiao Moon pada busur itu.
Xiao Moon pun mencoba berenang ketepi danau. Setelah sampai ditepian, dia segera menatap dirinya yang basah kuyup.
"terserah"ucap Xiao Moon lalu pergi.
Dia tidak menghiraukan bajunya yang basah karna air. Dia juga membawa busurnya dengan elegan layaknya seorang pemanah sejati.
"sepertinya cukup untuk hari ini"gumam Xiao Moon lalu merubah matanya menjadi coklat.
Xiao Moon berjalan dengan dingin, kecantikannya tidak pudar karna memang dia tidak memakai topeng. Dia berjalan untuk pergi kegerbang utama.
Sesampainya disana, dilihatnya semua orang berkumpul untuk melepaskan lelah. Tapi tatapan mereka beralih pada Xiao Moon yang kini basah kuyup.
Xiao Moon lupa tidak menutup wajahnya, jadi dia menjadi sorotan orang disana. Xiao Moon berjalan dengan wajah dingin. Busur ditangannya menambahkan kesan seperti seorang ksatria. Xiao Moon sebenarnya tidak mengeluarkan auranya. Tapi aura agungnya terpancar entah dari mana.
Semua orang terpana dengan kecantikan itu. Rambut basah serta pakaiannya juga yang basah menambah nuansa keagungannya
"bukankah itu busur legenda itu"
"iya itu busurnya, hah bagaimana bisa wanita itu mendapatkannya"
"dia hebat, jenius, cantik pula, aku ingin dia menjadi istriku"
Xiao Moon yang mendengar itupun tersadar. Dia segera memasukkan busurnya dan mengambil tanah. Segera saja tanah itu dia bedakkan diwajahnya. Lalu dia mengacak acak rambutnya dan merobek pakaiannya lalu memakainya sebagai cadar.
__ADS_1
"apa kalian liat-liat?"ketus Xiao Moon.
"maaf nona, apa kau benar mendapatkan busur legenda itu?"tanya salah satu penatua disana.
"iya"jawab singkat Xiao Moon.
"apa nona ingin menjadi salah satu murid akademi kami"ucap penatua itu.
"maaf, aku tidak tertarik, mungkin lain kali saja"ucap Xiao Moon sopan.
Lalu dia berlalu pergi begitu saja. Tapi langkahnya terhenti saat tangannya dipegang oleh seseorang.
"Moon'er"ucap orang itu.
Xiao Moon pun menoleh kebelakang dan mendapati putra mahkota Ming yang menatapnya sendu.
"apa?"tanya Moon.
"aku ingin kau kembali padaku"jawab putra mahkota Ming.
"aku tidak tertarik"ucap Xiao Moon lalu pergi.
"jika kau mau bersamaku, aku akan kembalikam kalung yang diambil oleh ayahanda!"teriak putra mahkota Ming.
Xiao Moon menghentikan langkahnya. Itu sukses membuat putra mahkota Ming tersenyum senang. Xiao Moon lantas melirik dan tersenyum sinis.
"aku sudah tidak butuh"ketus Xiao Moon lalu melanjutkan langkahnya.
Putra mahkota marah dengan perlakuan Xiao Moon. Dengan sengaja putra mahkota Ming mencekik salah satu pengawalnya.
"putra mahkota"ucap orang kepercayaan putra mahkota.
"apa?!"jawabnya.
"lepaskan pengawal yang kau cekik"ucap orang kepercayaan itu takut.
Putra mahkota Ming lalu melepaskannya dan berlalu pergi diikuti yang lainnya.
MKASIH YANG UDAH DUKUNG, LIKE AND KOMEN, NANTI AUTHOR UP LAGI KALAU LIKENYA NELEBIHI 9. KALAU MAU BERTANYA SILAHAN KOMEN ☺☺☺
__ADS_1