
Mereka dilatih dengan keras agar mereka menjadi kuat dalam waktu yang dekat. Memang ini sedikit egois, tapi peperangan akan terjadi dalam jangka waktu yang dekat.
Beberapa orang sudah mulai lemas dan lelah. Tapi dengan sisa kekuatan mereka, mereka meneruskan latihan berpedangnya. Xiao Moon merasa kasihan dan memberhentikan latihannya.
"minumlah air dari kelapa muda itu, makan juga dagingnya"dingin Xiao Moon.
Semua anggota bulan biru dan prajurit neraka mengambil satu-satu kelapa muda itu. Mereka membukanya dengan pedang mereka. Keluarlah air murni dari kelapa muda itu.
Sebenarnya ini adalah pertama kalinya mereka minum air kelapa muda. Ketika mereka meminum seteguk, terdapat rasa manis dan segar masuk kemulut mereka.
Mereka dengan rakusnya meminum air itu. Lantas mereka membuka kelapa muda dan memakan dagingnya. Xiao Moon senang karna mereka selalu bersemangat.
Karna memang hari ini sudah siang, Xiao Moon membubarkan latihan dan dilanjutkan nanti sore.
.........
Xiao Moon pergi kekamarnya dan menyiapkan air untuk berendam. Selesai menyiapkan, Xiao Moon segera mencelupkan dirinya di air hangat itu.
Wangi melati dan mawar bercampur menjadi satu dan membawa ketenangan bagi yang menghirupnya.
Selesai berendam Xiao Moon segera mengambil hanfu putih polos dan menggeraikan rambutnya.
"sudah lama aku tidak mengunjungi dimensiku"gumam Xiao Moon.
Tiba-tiba saja Ji Hua dan Ji Sun keluar dari dimensi dan duduk disebelah Xiao Moon. Xiao Moon yang melihat mereka keluar hanya diam sambil melihat-lihat pakaian yang ada didepannya.
"pakaian aneh apa itu nona?"tanya Ji Sun.
"ini adalah pakaian Jendral ku didunia ku dulu"ucap Xiao Moon.
Ya, Xiao Moon sedang melihat-lihat pakaiannya itu. Dia lalu mengajak Ji Hua dan Ji Sun untuk masuk kedimensinya.
........
Didalam dimensi, Xiao Moon melihat jika Ji Sue dan Ji Han sedang bermain. Ji Sue itu juga merupakan hewan legenda suci ilahi, jadi dia bisa menjadi manusia.
"nananaa"senang Ji Han lalu merangkak mendekati Xiao Moon.
Dengan semangatnya, Xiao Moon menggendong bayi beruang berbulu emas dan perak itu.
"kau semakin berat Ji Han"keluh Xiao Moon.
Ji Han yang mendengar itu pun tertawa riang. Dia sangat senang bertemu dengan nona pahlawannya. Dia juga mengetahui itu dari ayahnya sendiri, Ji Sue.
Karna sudah tidak kuat menggendong Ji Han, Xiao Moon menurunkannya. Dia mengelus kepala Ji Han lalu beranjak pergi kesebuah ruangan.
Xiao Moon memasuki ruangan yang isinya penuh dengan berbagai kain sutra dari dunianya dulu maupun disini.
"kalau hanya aku seorang tidak akan selesai"gumam Xiao Moon.
"apa ada yang bisa kubantu nona?"tawar Ji Hua yang tiba-tiba masuk.
__ADS_1
Xiao Moon mengangguk lalu duduk disalah satu bangku. Ji Hua menurut lalu duduk disebelah Xiao Moon.
"bagaimana caranya?"tanya Xiao Moon.
"nona kan bisa menggandakan diri, dengan tubuh gandamu maka kita akan lebih mudah membuat baju yang nona inginkan"jelas Ji Hua.
"lalu kau akan membantuku apa?"ketus Xiao Moon.
"begini(membisikkan)"bisik Ji Hua.
Xiao Moon mengangguk lalu mulai menyusun rencana sesuai dengan yang Ji Hua jelaskan tadi. Xiao Moon mulai pergi ketengah dan membuat dirinya menjadi 4 bagian.
Xiao Moon lantas duduk menyila dan membiarkan 3 tubuh palsunya bekerja. Xiao Moon mulai membentuk tangannya dan menutup mata.
Sementara Ji Hua menempelkan kedua tangannya kepundak Xiao Moon dan menyalurkan energi serta menyerap energi disekitar. Bisa dibilang Ji Hua sebagai distributor, mengambil dan menyalurkan energi.
Selain itu, Ji Hua juga menambahkan kecepatan agar kinerja mereka berlalu dengan cepat.
Berbeda dengan ketiga tubuh palsu Xiao Moon. Dipunggung mereka terdapat sebuah cahaya seperti tali yang menghubungkan langsung dengan tangan Xiao Moon.
Mereka bekerja dengan kendali Xiao Moon dengan cepat. Kecepatan itu juga dia dapat dari bantuan Ji Hua.
Kinerja ini membutuhkan sesuatu yang besar, kalian ingin tahu apa yang sedang dilakukan mereka(?). Mereka sedang membuat baju untuk prajurit neraka yang berwarna hijau, membuat baju untuk organisasi bulan biru yang berwarna hitam dan yang terakhir membuat baju Jendral berwarna hitam.
Mereka bekerja dengan sangat keras dan sangat fokus. Cahaya biru menerangi ruangan itu yang gelap. Ketiga tubuh palsu Xiao Moon perlahan menghilang lalu memudar.
Begitu juga dengan Xiao Moon yang membuka matanya itu. Dia menghampiri satu set baju untuk prajurit nerakanya nanti. Baju itu hampir mirip dengan baju tentara didunianya dulu lengkap dengan topinya.
Setelah melihat baju untuk organisasinya, Xiao Moon beralih pada baju Jendral hitam itu. Ini untuk para ketua kelompok, dilengan pada baju itu terdapat kain warna biru melingkar. Dikain biru itu terdapat lambang bulan sabit berwarna merah.
"selesai, tinggal satu langkah lagi"ucap Xiao Moon segera merapal mantra tapi terhentikan.
"nona, sebaiknya kita istirahat dulu karna hari ini cukup menguras tenaga"tegur Ji Hua.
"baiklah"datar Xiao Moon kemudian keluar dari ruangan diikuti Ji Hua.
........
Xiao Moon pergi kedanau tempat air suci berada. Disana Xiao Moon mencelupkan dirinya lalu bersila dibawah air. Dia tidak akan mengambang karna gravitasinya yang kuat.
Xiao Moon menyerap semua Qi spiritual dalam air itu. Qi spiritual itu tidak akan pernah habis meskipun telah beribu-ribu tahun.
Berbeda dengan Ji Hua yang mulai berlarian panik menuju ke Ji Sun, Ji Sue, dan Ji Han. Ketiga hewan itu yang melihat Ji Hua panik pun heran.
"kau kenapa Ji Hua?"tanya Ji Sue.
"entahlah, aku baru ingat nona itu mempunyai riwayat penyakit yang mematikan"panik Ji Hua.
"apa?!"teriak Ji Sue dan Ji Sun.
"penyakit apa itu?"tanya Ji Sun mulai panik.
__ADS_1
"penyakit itu sangat langka sekali, terjadi sekali dalam seumur hidup, dan itu terjadi pada nona Xiao Moon"jelas Ji Hua.
Mereka tidak akan kaget dengan kata-kata 'Xiao', karna mereka sudah mengetahuinya.
"penyakit itu namanya bradycardia, penyakit itu langka disini tapi tidak dengan didunia nya nona dulu"lanjut Ji Hua.
"bradycardia?"tanya Ji Sun.
"bradycardia atau jantung yang lemah, aku takut nona kenapa-napa"khawatir Ji Hua.
"apa tidak ada penawarnya?"tanya Ji Sue.
"ada, yaitu mutiara besar merah muda"jawab Ji Hua.
"apa?!, bukannya mutiara itu hanya satu didunia ini, apalagi yang besar, itu sangat susah untuk ditemukan"histeris Ji Sun.
Mutiara besar merah muda adalah salah satu penawar bradycardia. Mutiara itu sangat mahal jika dilelang karna itu hanya satu.
Besarnya itu hanya sebesar telur ayam, yang membedakan hanya saja mutiara itu berbentuk bundar.
........
Berbeda dengan Xiao Moon yang masih berada didalam air suci itu. Dia masih fokus menyerap Qi meskipun beberapa kali dia memegang dadanya yang mulai melambat.
'sial, jantungku kumat lagi'batin Xiao Moon.
Dia dengan cepat segera menaikkan dirinya keatas. Setelah sampai diatas, Xiao Moon mendudukkan dirinya sambil mengambil nafas pelan-pelan.
Ji Hua yang melihat Xiao Moon lantas didekatinya. Wajah Xiao Moon seketika pucat pasi saat merasakan dadanya berdetak lebih lambat daripada sebelumnya.
"nona bertahanlah"ucap Ji Hua lalu menggendong Xiao Moon yang lemas menuju kekamarnya.
Dia melewati Ji Sun dan Ji Sue begitu saja. Sementara Ji Sun dan Ji Sue ikut panik, mereka segera mengikuti Ji Hua yang berlari menggunakan qinggongnya.
........
Sesampainya dikamar Xiao Moon, Ji Hua segera meletakkannya pelan-pelan. Dia menatap Ji Sun dan Ji Sue.
"Ji Sun, ambilkan pil pereda sakit"ucap dingin Ji Hua.
"Ji Sue, bantu aku untuk menghangatkan nona"ucap Ji Hua.
Mereka berdua langsung menuruti perintah Ji Hua. Ji Sun menggunakan teleportasinya pergi keruang tempat pil yang selama ini dibuat Xiao Moon.
Berbeda dengan Ji Sue yang mengeluarkan energi hangatnya ketubuh Xiao Moon. Sementara Ji Hua mulai mengatur suhu dalam kamar Xiao Moon menjadi lebih sedang.
Xiao Moon merasa nyaman pada tubuhnya itu. Pakaian yang semula basah menjadi kering, tapi jantungnya masih sakit. Hingga datang Ji Sun membawa dua pil pereda sakit.
Pil itu diminumkan pada Xiao Moon dengan pelan-pelan. Karna itu adalah pil buatan Xiao Moon, jadi efeknya bekerja sangat cepat. Tidak lama kemudian Xiao Moon tertidur pulas karna jantungnya sudah bekerja seperti semula.
***
__ADS_1
Terimakasih bagi yang sudah baca karya saya. Maaf jika membosankan dan kurang menarik. Jangan lupa like, komem, and sarannya