
Xiao Moon sudah belanja beberapa makanan dan kebutuhan lainnya. Kini Xiao Moon tinggal kembali kepenginapan untuk menemui pangeran Yi Xuan.
Zen berlari dengan cepat membelah kerumunan dipasar. Dan itu membuat debu bertebaran dimana-mana, bahkan para warga memaki-maki pelakunya.
......
Tidak lama Xiao Moon sampai dipenginapan, sebalum masuk Xiao Moon tidak lupa mengikat Zen ditempat kuda yang sudah disediakan.
“Zen, kau jangan lari dariku”ancam Xiao Moon.
“Tentu nona, untuk apa aku lari darimu”ucap Zen percaya diri.
Xiao Moon mengangguk-angguk sambil menepuk pelan punggung Zen. Lalu Xiao Moon melangkahkan kakinya menuju kekamar pangeran Yi Xuan.
Belum juga Xiao Moon naik dilantai dua, dilantai satu ada keributan yang menganggu Xiao Moon. Karna merasa heran, Xiao Moon menghampiri kerumunan itu.
Dicelah-celah kerumunan, Xiao Moon dapat melihat seorang 4 prajurit terluka parah. Dan disana Xiao Moon dapat melihat pangeran Yi Xuan yang mencoba berdiri dibantu Shu yang terluka parah.
“Ada apa ini?”tanya Xiao Moon dingin.
Ya kebetulan sekali Xiao Moon kali ini menutup dirinya menggunakan tudung. Jadi semua orang tidak melihat jelas wajah aslinya.
Pangeran Yi Xuan menoleh dan mendapati Xiao Moon dengan aura yang sangat dingin. Pangeran tersenyum senang dan mencoba berjalan ke arah Xiao Moon dibantu Shu. Karna tidak tega, Xiao Moon segera mendekati pangeran Yi Xuan dan Shu.
“Hey nona, kenapa kau membela pecundang seperti mereka?”ucap salah satu pria dengan nada sinis.
“Kau pikir mereka pecundang?”ucap Xiao Moon dengan nada penuh penekanan.
“Shu gege, Xuan gege, sebaiknya kita kembali kekamar”lanjut Xiao Moon sambil memapah pangeran Yi Xuan di ikuti 4 prajurit yang terluka.
Ketika sudah sampai kamar, Xiao Moon mempersilahkan ke empat prajurit yang terluka untuk masuk. Awalnya mereka menolak, tapi karna ancaman Xiao Moon mereka langsung setuju.
Xiao Moon mulai menumbuk bahan-bahan obat untuk menutupi luka prajurit dan Shu. Apalagi keadaan pangeran Yi Xuan yang seharusnya istirahat tapi malah berada dalam kerusuhan.
...........
__ADS_1
Xiao Moon sudah selesai menyembuhkan semua prajurit. Kini para prajurit bisa bertugas seperti semula. Sekarang, dikamar hanya tinggal Xiao Moon, pangeran Yi Xuan dan Shu.
“Gege, ceritakan apa yang terjadi”ucap Xiao Moon sambil menyilangkan tangannya didepan dada.
“Tadi aku berjaga didepan pintu dan ada salah satu pangeran bangsawan yang memesan kamar ini, akan tetapi sang pemilik mengatakan kalau kamar ini sudah dipakai”Jelas Shu pelan-pelan.
“Karna pangeran itu sangat sombong, dia bersikeras untuk memakai kamar ini meskipun harus mengorbankan seseorang, karna pangeran Yi Xuan sedang istirahat, aku tidak ingin pangeran itu menganggu”lanjut Shu.
Xiao Moon mengangguk-anggunk paham, jadi bisa disimpulkan kalau pangeran bangsawan itu ingin merasa yang paling tinggi dan yang paling terpandang diantara yang lain.
Tapi kenapa harus kanar ini(?), jika masalah itu Xiao Moon dapat menyimpulkan, ini adalah kamar terbaik diantara lainnya dan kamar ini sangat mahal untuk ditempati.
“Saat itu aku sedang tidur, tapi aku mendengar keributan diluar, karna aku heran jadi aku membuka pintu dan mendapati para prajuritku terluka, lantas aku mendorong pangeran bangsawan itu hingga jatuh kelantai satu dan menimbulkan keributan”jelas pangeran Yi Xuan.
Xiao Moon berdiri lantas menuju kearah tangga, tujuannya adalah untuk mengintip apakah pangeran bangsawan itu sudah pergi atau belum. Ketika mengintip, Xiao Moon mendapati pangeran bangsawan yang sedang menahan emosinya itu.
Karna sudah lama Xiao Moon tidak menganggu seseorang, kali ini pangeran bangsawan itulah korbannya. Xiao Moon mulai mendekati pangeran bangsawan itu dengan menutupi wajahnya agar tidak mencolok.
Dengan percaya dirinya Xiao Moon duduk disebelah pamgeran bangsawan itu tanpa permisi. Pangeran bangsawan lantas berdiri dan menatap tajam Xiao Moon.
“Siapa kau, beraninya kau duduk disebelahku!”
Ketika mendengar jawaban Xiao Moon, pangeran bangsawan itu semakin marah. Dadanya naik turun, bahkan tangannya menggenggam seperti ingin memukul Xiao Moon.
“Prajurit seret dia pergi!”perintah pangeran bangsawan dengan tegas.
Para prajurit bergegas untuk mengusir Xiao Moon, tapi sebelum tangan mereka menyentuh tubuh Xiao Moon, Xiao Moon sudah mementalkan mereka menggunakan elemen anginnya.
“Apa yang kalian lakukan cepat tangkap dia!”teriak pangeran bangsawan itu.
Para prajurit sedikit ragu untuk mendekati Xiao Moon yang kali ini sangat menyeramkan karna aura yang kuat menyelimutinya. Pangeran bangsawan itu tambah marah dan mengambil salah satu pedang untuk menebas kepala Xiao Moon.
Tapi karna pergerakan pangeran bangsawan itu mudah ditebak dan banyak celah, jadi Xiao Moon dengan gampangnya menghindari pedang itu.
Jujur saja, keahlian pedang dibenua Timur cukup lemah dan mudah ditebak. Dengan begini beban perang kekaisaran empu atas sedikit berkurang.
__ADS_1
“Sudah cukup, keahlian pedangmu begitu buruk hingga membuat mataku sakit”ucap Xiao Moon dengan nada mengejek.
“Diam kau!”teriak pangeran bangsawan itu marah. Semua orang mulai berkumpul karna perkelahian dipenginapan itu. Ada rasa senang, kaget, begitu juga puas, karna selama ini pangeran bangsawan itu selalu membuat masalah dimanapun.
Dan sekarang gadis kita Xiao Moon akan memberantas orang sombong didepannya ini. Xiao Moon masih menghindar dan belum melawan, dia ingin meregangkan otot-ototnya sebentar.
“Sepertinya ini membuang-buang waktu”ucap Xiao Moon, lalu dia menggunakan tangan kosong menggores leher pangeran bangsawan itu menggunakan kukunya.
Yah tenang saja, goresan itu tidak dalam sehingga tidak memutuskan saraf-saraf penting disana. Tapi jika tidak diobati segera itu akan infeksi karna Xiao Moon sudah mengotori tangannya dengan racun bubuk buatannya.
“Uups pasti sakit, itu belum cukup jika dibandingkan dengan perilaku licikmu selama ini”ucap Xiao Moon sambil meninggalkan pangeran bangsawan itu yang sudah terduduk lemah.
“Awas saja kau”Ucap pangeran bangsawan lemah.
Para prajurit segera memapah pangeran bangsawan itu untuk pergi dari penginapan. Berbeda lagi para warga yang melihat adegan itu, mereka tertawa dan tersenyum senang karna dapat melihat pangeran sombong itu kesakitan.
............
Sementara Xiao Moon kini sedang memberesi barang-barangnya untuk pergi keesokan harinya. Dia tidak akan menginap dipenginapan ini, Xiao Moon lebih memilih untuk berjalan-jalan dimalam hari.
“Gege Shu, gege Xuan, malam ini aku akan pergi berjalan-jalan, kalian sebaiknya istirahat saja”ucap Xiao Moon datar. Shu dan pangeran Yi Xuan mengangguk secara bersamaan.
“Sebaiknya kalian makan dulu, aku ingin mandi”ucap Xiao Moon berjalan kepemandian sambil membawa pakaian.
“Sebaiknya kami berdua makan dibawah”ucap pangeran Yi Xuan dengan nada canggung.
Xiao Moon tersenyum tipis dan mengangguk paham. Kemudian dia melanjutkan jalannya dan segera melakukan ritual mandi.
Didalam pemandian, Xiao Moon merenungkan semuanya disana. Dia mengingat-ingat semua kesalahannya, dan mengingat putra mahkota empu atas Yi Sun yang belum ada kabar.
“Bahkan dia saja baru pergi, kenapa aku mengkhawatirkannya”gumam Xiao Moon.
Suatu hari nanti setelah tugas Xiao Moon didunia atas selesai, dia akan mencari putra mahkota empu atas Yi Sun kemanapun itu.
***
__ADS_1
*Hayo lo, maap yeh author baru up, author masih sibuk dengan perkerjaan lain, tapi ditunggu aj up up pan selanjutnya.
Jangan lupa like komen, sharenya jg biar makin rame, maaf kalau membosankan tidak nyambung maupun typo😊 good bye all*.