Antara Waktu Dan Dimensi Xiao Moon

Antara Waktu Dan Dimensi Xiao Moon
Chapter 18


__ADS_3

Hutan tempat Xiao Moon berada adalah hutan yang paling kecil tapi panjang. Sehingga ketika ingin keluar hutan ini hanya memerlukan waktu yang sedikit.


"kapan kita sampai?"tanya Xiao Moon.


"entahlah, kita lurus saja baru keluar hutan, tapi beberapa meter lagi sebelum keluar hutan terdapat desa kecil"jelas pangeran Mo Wei.


"sepertinya kita harus menginap dulu, ini sudah malam"lanjut Xiao Moon.


Pangeran Mo Wei mengangguk dan memimpin jalan menuju kedesa kecil tersebut. Kini didepan mereka terdapat sebuah desa yang damai. Sepertinya ada sesuatu yang menarik, seperti pertunjukan.


"wah ada festival yah"senang pangeran Mo Wei.


"lebih baik kita lihat dulu"ajak Xiao Moon kemudian menghampiri keramaian itu.


Dilihatnya semua warga desa sedang duduk membentuk lingkaran dengan api unggun ditengahnya. Mereka semua sedang bernyanyi, menari dan bermain musik.


Xiao Moon menatap takjub pada desa yang satu ini. Disini sangat nyaman sekali seperti tidak ada apa-apa. Para warga yang ada disana pun menoleh karna merasa seperti ada seseorang.


Para warga itu mendapati Xiao Moon dan pangeran Mo Wei. Lalu salah satu warga disana berdiri dan menghampiri Xiao Moon juga pangeran Mo Wei.


"kalian ini pendatang ya, mari kita duduk bersama"ajak warga itu.


"tapi... "


"terimakasih"ucap Xiao Moon menyela perkataan pangeran Mo Wei.


Kemudian Xiao Moon ikut duduk melingkar dan menyaksikan pertunjukan. Kali ini para warga akan mempertunjukan kesenian tari.


Para penari mulai menengah dan membentuk lingkaran mengelilingi api unggun. Mereka menggerakkan badan mereka dengan alunan musik yang indah.


"wahwahwah desa kita ini desa yang beruntung ya"warga 1.


"benar, aku tidak pernah menyesal tinggal disini"warga 2.


Mereka melihat tarian itu dengan senang dan gembira, hingga tarian itu selesai dilanjutkan kesenian musik. Para warga yang ahli dalam bidang musik pun segera maju satu per satu.


Alunan mereka sangat indah dan menyenangkan. Didalam alunan musik ini menyiratkan tentang rasa bersyukur terhadap tuhan.


"ekhem, barangkali pendatang baru kita ingin menampilkan sesuatu"ucap kepala desa.


"hmm, tentu saja"ucap Xiao Moon.


"baiklah, nona dan tuan ingin menampilkan apa?"tanya kepala desa itu.


"aku akan memainkan seruling, sementara temanku akan menari"ucap Xiao Moon.

__ADS_1


"a...aku tidak bisa me...menari, aku ini laki-laki"sela pangeran Mo Wei.


"kau menarilah dengan pedang"bisik Xiao Moon ditelinga pangeran Mo Wei.


Pangeran Mo Wei kemudian mengangguk dan berdiri. Xiao Moon mulai mengeluarkan seruling biru kesayangannya dari dimensi.


Xiao Moon pergi ketengah dan mulai meniup seruling itu. Berbeda dengan pangeran Mo Wei yang mulai mengeluarkan pedang dan mencoba untuk menari.


Alunan seruling yang menyiratkan sebuah keberanian seorang ksatria. Tarian yang menambahkan kesan pada tampilan mereka berdua.


Hasil dari kepercayaan diri Xiao Moon juga pangeran Mo Wei tidak sia-sia. Mereka berdua menampilkan sesuatu hal yang indah dan menakjubkan.


Tidak terasa penampilan mereka berdua telah berakhir. Semua warga yang ada disana bersorak gembira dengan suara tepuk tangan. Dibawah cahaya bulan Xiao Moon membungkukkan diri hormat.


Begitu juga dengan pangeran Mo Wei, dia menaruh tangan kirinya didada dan membungkuk.


"wah hebat, penampilan kakak beradik itu sangat indah"ucap warga 1.


"iya, kakak beradik itu sangat kompak"ucap warga 2.


Xiao Moon yang mendengar kata-kata kakak beradik itupun hanya menghela nafas pelan. Berbeda dengan pangeran Mo Wei yang tersenyum senang. Ya, karna dia tidak pernah dipuji, disayang, ataupun dianggap.


Pangeran Mo Wei lebih dianggap seperti anak buangan. Nasibnya sangat menyedihkan mengingat keluarganya yang selalu menelantarkannya.


"mmm nona, bolehkah aku memanggilmu mei mei?"tanya pangeran Mo Wei.


"mei mei, jangan panggil aku dengan marga Mo ya..."pinta pangeran Wei.


Xiao Moon mengernyitkan dahinya bingung.


"kenapa?"tanya Xiao Moon.


"besok aku akan ceritakan"jawab pangeran Wei.


Xiao Moon mengangguk lalu bergabung dengan yang lain.


oOo


Pagi haripun tiba, matahari menyinarkan cahayanya yang terang tapi tidak panas. Xiao Moon semalaman bermalam didesa kecil ini setelah mendapatkan tempat menginap. Kini dia sedang bersiap-siap untuk pergi lagi.


Dilihatnya pangeran Wei yang sedang berpamitan dengan warga disana. Sesudah berpamintan, Xiao Moon segera menghampirinya.


"gege Weiwei, ayo berangkat, kami pamit dulu ya paman"pamit Xiao Moon pada kepala desa.


"hati-hati nona, tuan"ucap para warga.

__ADS_1


"nona, tuan, jika kalian punya waktu luang, desa ini akan terbuka untuk nona dan tuan"ucap kepala desa dengan tersenyum.


"kami pergi dulu"ucap pangeran Wei.


Mereka berdua pun pergi meninggalkan desa itu menuju keluar hutan. Ditengah perjalanan, Xiao Moon menagih penjelasan pada pangeran Wei.


"mana janji gege semalam, janji dimana gege tidak boleh menggunakan marga Mo"ucap Xiao Moon.


"jadi seperti ini......."


Dulu pangeran Wei adalah pangeran terbijaksana diantara yang lain. Meskipun dia tidak kuat seperti saudara-saudaranya, tapi dia sangat disegani. Dia sering berpikir sebelum bertindak.


Tapi suatu hari terdapat fitnah mengenai pangeran Wei. Rumor mengatakan jika pangeran Wei melakukan semua itu demi mengambil kursi putra mahkota.


Semua orang bahkan keluarganya membencinya. Pangeran Wei mencoba membenahi fitnah itu dengan berhenti keluar dari kediamannya dan lebih mengurung diri.


Rumor itu sudah dilupakan, tapi saat rumor itu mulai hilang datang lagi rumor lain. Dimana disitu mengatakan bahwa pangeran Wei ingin membunuh putra mahkota Mo.


Semua orang percaya begitu saja, padahal belum ada bukti. Tapi kelicikan itu mungkin akan selalu menang. Dengan segala cara putra mahkota Mo membuat bukti palsu dengan sebuah surat berisi tentang pembunuhan putra mahkota Mo.


Dan saat itulah pangeran Wei diasingkan disebuah gubuk kecil. Saat waktu pengasingan selesai, bukannya disayang tapi malah dibenci. Itu membuat pangeran Wei putus asa dan sering keluar dari kediaman untuk mencari ketenangan.


"jadi begitu ceritanya, lalu apa gege masih sayang pada mereka?"tanya Xiao Moon.


"awalnya iya, tapi saat mendengar rencana bahwa kekaisaran Mo akan menyerang kekaisaran empu atas sebagai pengkhianat dan menguasai dunia atas, aku jadi benci keluargaku"sedih pangeran Wei.


Xiao Moon membelalakkan mata dan menatap pangeran Wei yang sedang bersedih.


"a....apa gege tau strategi kekaisaran Mo?"tanya Xiao Moon gugup.


"yah aku tau, memangnya kenapa?"tanya pangeran Wei.


"sebenarnya aku dari kekaisaran Ming, salah satu kekaisaran yang juga akan membantu kekaisaran Mo, kekaisaran empu atas sudah mengetahui rencana bahwa kekaisaran Mo, Ming dan Bo akan menyerang seorang penguasa dunia atas"ucap Xiao Moon.


"lalu aku menyamar menjadi prajurit dikekaisaran Mo untuk memata-matai, aku dikirim oleh kekaisaran empu atas"lanjut Xiao Moon.


"aku bisa membantumu"tawar pangeran Wei.


"iyakah, dengan begini pekerjaanku akan lebih mudah, terima kasih gege"senang Xiao Moon.


Pangeran Wei mengangguk setuju, dia sangat senang ada orang yang menyayanginya. Dengan ini, dia tidak lagi kesepian.


Bersambung.......


***

__ADS_1


Maaf author baru up ya karna author kedatangan tamu berupa saudara. Maaf jika cerita saya kurang menarik para pembaca karna author ini tidak jago.


Jangan lupa like, komen, and sarannya yah, maaf kalau ada typo, maaf juga mungkin akhir2 ini author jarang up.


__ADS_2