
Xiao Moon POV
Aku melihat pria itu dengan gagahnya menghadang para bandit yang menggodaku. Wajahnya cukup tampan dengan rahang yang gagah dan kuat. Tapi mungkin putra mahkota Yi Sun yang menurutku paling tampan.
"haha liat, seorang pria tampan menghadangi kita yang sebanyak ini"ucap salah satu bandit yang menggodaku.
"menyingkirlah dariku, atau kubunuh kalian"ucap pria tampan itu.
Aku hanya diam berpura-pura ketakutan dan gemetar. Aku melihat jika pria itu mulai mengeluarkan pedangnya.
"aku mohon jangan lawan mereka, mereka terlalu banyak"mohonku sambil memegang tangan pria itu.
AUTHOR POV
Pria itu mengisyaratkan untuk menjauh darinya. Xiao moon menurutinya dan mulai memperhatikan pria itu bertarung.
Para bandit mulai mati dan menyisakan bandit terkuat. Pria tampan itu sudah kewalahan melawan bandit yang tersisa.
Tanpa sadar bandit terkuat menyerang pria itu dengan gesit dan cepat. Bisa dilihat jika bandit itu berada diranah atas level 8 sedangkan pria itu berada diranah atas 7.
Bandit itu berhasil melukai lengan pria itu dengan belatinya yang beracun. Akibatnya pria itu lemah dan kehilangan kesadaran.
bruuk
Lalu dia ambruk tiba-tiba, beruntung saat itu Xiao Moon dengan gesit menangkapnya. Dia lalu menyandarkan pria itu disalah satu pohon.
"wahwahwah, gadis cantik kini tinggal kau sendiri hahaha"tawa bandit itu.
Awalnya wajah Xiao Moon biasa saja. Tapi saat melihat wajah bandit itu, wajahnya menjadi dingin dan menatap tajam bandit itu.
"ck, pria najis cuih"ucap Xiao Moon kemudian meludah didepan bandit itu.
"dasar gadis j*lang!"teriak bandit itu marah.
Kemudian bandit itu mulai menyerang Xiao Moon secara bruntal. Sementara yang diserang menghindar dengan baik.
"wah, sepertinya gadis ini cukup kuat, apa berarti kau bukan dari benua ini"ucap bandit itu.
Xiao Moon menyeringai, dia tidak ingin lama-lama karna racun pada pria itu mulai bereaksi. Dengan gesit Xiao Moon mulai menyerang dengan beladirinya.
Bandit itu berhasil dibuat kewalahan oleh Xiao Moon. Tinggal satu serangan lagi bandit itu akan gugur. Xiao Moon memulai jurusnya yang sangat indah. Tapi keindahan itu menyiratkan sesuatu yang menyeramkan.
buuss
sriing
Keluarlah pisau angin transparan yang menyerang bandit itu. Sedangkan bandit itu tidak bisa menghindar karna dia tidak bisa melihat pisau angin itu. Pisau angin itu memotong kedua tangan bandit itu.
"akkh dasar kau j*lang!"teriak bandit itu.
__ADS_1
Xiao Moon diam dengan seringaiannya yang sangat menyeramkam. Dia lalu mengeluarkan elemen apinya yang berwarna biru dan mulai membakar kedua kaki bandit itu.
Yah memang, Xiao Moon mempunyai semua elemen yang ada didunia ini. Sementara elemen yang ada didunia ini ada elemen air, api, angin, tumbuhan, cahaya, petir, tanah, kayu, alam dan bumi.
back to topic
Kedua kaki bandit itu terbakar habis menyisakan sebagian tubuhnya, bandit itu masih hidup. Xiao Moon kemudian mengangkat salah satu tangannya dan keluarlah petir ditangannya.
Xiao Moon mengendalikan petir itu untuk menyerang bandit itu. Diarahkannya petir itu pada leher sang bandit itu.
sreet
Kepala bandit itu menggelinding menuju kebawah kaki Xiao Moon. Xiao Moon lantas menghampiri pria itu dan memeriksa keadaanya.
Racun yang memasuki tubuhnya cukup berbahaya dan penawarnya cukup langka. Untung Xiao Moon menyimpan penawarnya dari racun itu.
Kemudian dia meminumkan penawar itu pada pria itu dan mengobati lukanya. Selang beberapa lama, pria itu sadar meskipun belum genap.
"uuh lenganku sakit"keluh pria itu.
"jangan disentuh kainnya, tanganmu itu kotor"ucap Xiao Moon sambil menangkis tangan pria itu yang hendak menyentuh lengannya.
Pria itu lantas terdiam dan melihat sekitar saat kesadarannya sudah kembali sepenuhnya. Dia melihat jika para bandit itu sudah pada mati. Lantas dia menatap Xiao Moon yang sedang memasak air.
"apa kau baik-baik saja nona?"tanya pria itu.
"hm"jawab Xiao Moon singkat.
"minum ini, aku sudah menambahkan beberapa herbal didalamnya, ini akan mengurangi rasa sakit dilukamu"ucap Xiao Moon datar.
"terimakasih"ucap pria itu mengambil gelas itu lalu meminumnya.
Pria itu menatap wajah Xiao Moon yang tertutup topemg itu. Rambutnya yang masih digulung dengan sumpit.
"aku pangeran kedua dari kekaisaran Mo, namaku Mo Wei, kau bisa memanggilku Wewei"ucap pria itu mengulurkan tangannya.
"pufft apa 'Wewei', nama yang lucu"ucap Xiao Moon sambil menahan tawa.
"namaku Xaxa"lanjut Xiao Moon menatap datar pangeran Mo Wei.
Pangeran Mo Wei menarik tangannya kembali dan tersenyum canggung. Mereka berdua memulihkan diri mereka dipinggir sungai itu. Tak terasa hari sudah malam, dan keadaan pangeran Mo Wei belum sepenuhnya pulih.
"sebaiknya pangeran Wewei kembali kekediaman anda"ucap Xiao Moon sambil membuat api unggun.
"lalu bagaimana denganmu?"tanya pangeran Mo Wei.
"aku baik-baik saja"jawab datar Xiao Moon
"sepertinya nona bukan dari benua ini"ucap pangeran Mo Wei menyelidik.
__ADS_1
"ah itu sebenarnya, aku menunggu ayahku yang sedang mencari kayu bakar, jadi pangeran Wewei bisa kembali dulu"jelas Xiao Moon.
Pangeran Mo Wei nampak berpikir sejenak dan kembali menatap Xiao Moon.
"lalu ilmu pengobatan itu?"tanya pangeran Mo Wei.
"ilmu pengobatan itu tidak menimbulkan kultivasi atau kekuatan kecuali seorang alkemis yang menggunakan elemen"jawab Xiao Moon.
Pangeran Mo Wei menganggukkan kepalanya mengerti.
"lantas siapa yang mencincang tubuh bandit yang terkuat"ucap pangeran Mo Wei sambil menunjuk bandit yang mati mengenaskan.
"huft, tadi ada pria asing lain yang menolongku dan pergi begitu saja"ucap Xiao Moon datar.
Pangeran Mo Wei mengerti dan mulai berdiri meskipun berat. Xiao Moon menatap heran kearah pangeran Mo Wei yang hendak berdiri itu.
"kau mau kemana?"tanya Xiao Moon.
"aku akan pulang dulu"jawab pangeran Mo Wei.
"sebaiknya kita pulang bersama, tidak baik bagi dirimu yang keluar dari hutan sendirian"ucap Xiao Moon.
"lalu, bagaimana ayahmu?"tanya pangeran Mo Wei.
"ayahku bisa pulang sendiri"jawab Xiao Moon kemudian ikut berdiri dan berjalan.
Xiao Moon berjalan dimalam hari yang gelap dengan obor ditangannya diekori pangeran Mo Wei.
"kau ini satu-satunya gadis yang tidak hormat pada pangeran"ketus pangeran Mo Wei.
"tidak ada untungnya"jawab ketus Xiao Moon.
"oh iya, kenapa kau dan ayahmu mencari kayu bakar hingga diperbatasan itu, bahkan sampai sekarang kalian belum pulang?"tanya pangeran Mo Wei.
"sejak kapan seorang pangeran secerewet ini"gumam Xiao Moon.
Gumaman itu masih bisa didengar oleh pangeran Mo Wei. Dia lalu mensejajarkan langkahnya dengan Xiao Moon.
"kenapa kau tidak membuka topengmu?"tanya pangeran Mo Wei.
"ck, diam"ketus Xiao Moon.
Dia sangat kesal dan menyesal telah bertemu dengan pangeran cerewet seperti Mo Wei. Meskipun dia seorang pangeran, Xiao Moon tidak akan ada hormat-hormatnya sekalipun.
Tapi dia akan menghargai orang yang bersedia menolongnya seperti sekarang. Yah meskipun tadi Xiao Moon hanya ekting saja agar tidak menimbulkan kecurigaan.
****
Maaf ya guys baru up, soalnya author lagi nyari kata-kata yang pas. Jangan lupa like, komen, and sarannya yah.
__ADS_1
Maaf juga kalau hari ini jarang up dan banyak typo