Antara Waktu Dan Dimensi Xiao Moon

Antara Waktu Dan Dimensi Xiao Moon
Dimensi Moon


__ADS_3

Malam hari tiba, Moon segera membaringkan tubuhnya dan berpikir.


'apa kalungku ikut bersamaku?"batin Moon.


Moon menatap langit dengan tatapan kosong.


Karna tidak bisa tidur dan bosan, akhirnya Moon memutuskan untuk berjalan-jalan disini.


Moon menyibak selimutnya lalu berjalan keluar dengan cadarnya. Moon menatap sekitar kagum, lalu dia mendapati sebuah bangunan yang dijaga pengawal.


Moon menghampiri kedua pengawal itu untuk bertanya. Moon menyapa mereka terlebih dulu.


"selamat malam paman, ini bangunan apa?"tanya Moon sambil menunjuk bangunan itu.


"selamat malam putri"ucap mereka kompak.


"menjawab putri, ini adalah perpustakaan"lanjut salah satu pengawal itu.


Moon mengangguk lalu masuk kedalam. Hanya cahaya obor yang menerangi tempat itu. Moon melihat penjaga perpus juga ada disitu sedang meminum kopinya.


"permisi paman, apa kau tidak lelah berjaga disini?"tanya Moon.


"eh putri, hormat pengawal kepada putri"ucap penjaga itu gelagapan.


"tidak perlu formal"ucap Moon datar.


"hehe iya putri, oh iya tadi putri bertanya kan, jadi kami bergantian putri"ucap penjaga itu menunduk.


Moon mengangguk lalu mulai memilih buku. Moon berjalan ke rak buku paling pojok. Disana terdapat buku tipis, sampulnya terdapat tulisan 'xiao'.


'lah, inikan seperti marga yang ada dikalungku'batin Moon heran.


Tanpa basa-basi lalu mengambil buku itu lalu membacanya. Moon semakin serius membacanya sampai tengah malam. Saat itu juga Moon selesai membaca.


Moon membawa buku itu untuk diambil. Dia menuju ke arah penjaga itu lalu pamit. Tidak lupa juga Moon juga berpamitan dengan dua pengawal.


Moon berlari kecil kekamarnya. Sesampainya dikamar dia langsung merebahkan tubuhnya. Moon masih belum bisa tidur, dia berpikir untuk mencari kalungnya.


Moon mencari dileher, bawah bantal, bawah kasur, bawah ranjang. Sekian lama mrncari akhirnya ketemu dilaci.


"akhirnya ketemu kalungnya"ucap Moon senang. Dia memakai kalung itu, tiba-tiba matanya berubah menjadi biru langit. Gaunnya berwarna biru laut, bahkan terdapat mahkota kecil dikepalanya.


"kau cantik Moon, tapi sayangnya aku tidak boleh memperlihatkan mata biru ini dan kalung ini, karna akan menyebabkan sebuah peperangan hihihi"Moon terkekeh sendiri sambil menatap cermin.


"kurasa kau akan jadi teman curhatku cermin"ucap Moon sambil menunjuk cermin.


Moon kemudian melipat tangannya dimeja rias. Moon tidak lupa mencopot kalungnya dan menyimpannya dikantong, seketika matanya berubah menjadi hitam kecoklatan.


Moon menenggelamkan kepalanya dimeja dan tertidur pulas. Kalau nanya soal cadar udah dilepas.


.


.


.


.


.


Pagi haripun tiba, bibi Li yang melihat Moon tertidur dimeja pun membangunkannya. Bibi Li sudah melihat wajah asli milik Moon jadi dia tidak perlu kaget.


Moon terbangun lalu menguap. Moon merentangkan otot-otot tubuhnya. Moon sudah melihat disampingnya ada bibi Li.


"bibi Li aku ingin mandi bisa kau siapkan air"ucap Moon datar.


"baik putri"ucap bibi Li lalu beranjak pergi.


Moon keluar dari kamarnya sembari menunggu air untuk mandi. Moon melihat jika para pelayan sedang membersihkan halaman.


"bibi-bibi apa makanan sudah siap?"tanya Moon.


"sudah putri, hanya tinggal menghangatkan"ucap salah satu pelayan menunduk.


"lebih baik kalian beristirahat"ucap Moon datar lalu beranjak pergi.


Moon tidak lupa saat keluar memakai cadarnya. Moon lalu pergi kekamarnya dan menemui bibi Li.


"bibi Li siapkan makanannya dibawah pohon mangga dan apel terus buat beberapa cemilan"pinta Moon.


"baik putri, airnya juga sudah siap"ucap bibi Li menunduk.


Moon mengangguk lalu pergi ketempat pemandian. Moon melakukan ritual mandi sambil bersenandung. Selesai mandi Moon hendak mengambil hanfu, akan tetapi dia urungkan.


"kalau pakai hanfu ribet, kebetulan ruang dimensiku ada barang-barang modern dulu yang hilang, hihi ternyata rumahku dulu kosong karna aku masukkan semua kedimensiku"gumam Moon terkekeh sendiri.


Moon kemudian mengeluarkan celana jeans panjang, kaos puih pendek, serta topeng biru. Moon memakai itu semua. Moon menggunakan topeng yang hampir menutupi semua wajahnya kecuali bibir dan dagu.


Topeng warna biru dengan ukiran rumit disekitarnya, celana jeans panjang serta kaos putih pendek menambahkan kesan modernnya. Rambut diikat kuda, sungguh kecantikan modern.


Moon lalu keluar menggunakan pakaian modernnya. Moon bingung dimana semua orang. Karna Moon tidak menemukan mereka akhirnya dia pergi ketaman. Dia melihat semua sudah siap disana tapi tidak melihat pelayan dan pengawal.


Akhirnya Moon pun memutuskan memanjat pohon mangga dan apel. Selesai memanjat kedua pohon itu Moon memilih menunggu didahan pohon apel.


Dilihatnya dari kejauhan terdapat banyak pengawal dan pelayan yang membawa bungkusan dan kue kecil. Moon bingung akhirnya dia memilih duduk.


Para pelayan dan pengawal menatap keatas kaget. Bagaimana tidak, disana ada pakaian asing yang melekat pada seorang gadis. Mereka heran pakaian model apa itu.


Moon yang melihat kebingungan dimata mereka segera turun. Moon menatap mereka heran karna masing-masing dari mereka membawa nampan.


"ini pakaian buatanku bibi-bibi, paman-paman"ucap Moon datar.


"hehe putri sangat pintar, oh iya putri selamat ulang tahun!"ucap bibi Li dengan senyum hangat.


"selamat ulang tahun putri!"ucap mereka serempak.


"apa hari ini ulang tahunku"tanya Moon dingin.


"tidak putri, tapi kami bisa merayakannya hari ini karna saat ulang tahun putri...kami tidak punya uang"ucap bibi Li menunduk sedih.


"lalu apa tidak dirayakan keluargaku?"tanya Moon makin dingin.


"menjawab putri, tidak pernah"ucap bibi Li menitikkan air mata.


Moon terdiam, dia mencoba untuk tidak menangis tapi tidak bisa. Mata Moon mulai berkaca-kaca dan menangis. Dia memeluk bibi Li dengan erat disertai tangisannya.


"terima kasih bibi Li, terima kasih bibi-bibi, terima kasih juga paman-paman huhuhuhu!"tangis histeris Moon terduduk ditanah sambil menatap kebawah.


Lalu Moon bangun dan memeluk pengawal dan pelayan yang jumlahnya 40 itu.


"sudahlah putri, putri tak perlu menangis"ucap


bibi Li sambil memegang pundak Moon.


"dimana yang lainnya?"tanya Moon yang masih menitikkan air mata.


"yang lain tidak bisa ikut putri karna ada tugas, dan mereka menitipkan salam untuk putri"ucap salah satu pengawal bernama San.


"baiklah letakkan nampan hadiah itu disana, dan mari kita makan dulu"ucap Moon sambil menunjuk tempat yang terdapat meja.


Mereka semua menuruti perintah Moon lalu duduk bersama membentuk lingkaran besar. Moon sangat senang karna dapat merasakan kasih sayang meski harus dari pelayan dan pengawal.


Mereka berbincang-bincang, tertawa, dan bercanda.


"putri, kau tau saat kau ulang tahun 3 bulan lalu, bulannya saat itu warna biru terang"ucap bibi Li dengan antusias.


"lalu saat kelahiranku bulannya warna apa?"tanya Moon juga heran.


"saat putri lahir bulannya sungguh aneh putri, pada waktu sore menjelang malam sudah terlihat bulan warna putih besar bundar, dan saat malam, bulannya berwarna merah besar, saat tengah malam bulannya warna biru bulat besar, saat itulah putri lahir"jelas pengawal San antusias.

__ADS_1


"hahaha, kalian ini lucu"ucap Moon tertawa terbahak-bahak.


Para pengawal dan pelayan senang karna dapat melihat putri Moon tertawa. Mereka juga sempat kaget saat melihat perubahan drastis putri Moon. Tapi mereka bersyukur, dengan itu mereka akan lebih mudah menjaga putrinya.


Setelah selesai mereka kembali kepekerjaan masing-masing. Moon dibantu bibi Li membawa hadiahnya.


"maaf putri hadiahnya sedikit dan murah"ucap bibi Li sambil menunduk sedih.


"tidak apa, begini saja aku sudah bersyukur, terima kasih ya bibi"ucap Moon lalu memeluk bibi Li.


Moon menghabiskan waktunya dengan bibi Li hingga sore menjelang malam. Moon pergi mandi dan segera mengganti dengan hanfu polos birunya.


Moon merentangkan tubuhnya yang pegal. Tapi tiba-tiba waktu santainya terganggu saat pengawal datang.


"maaf mengganggu putri, tapi jendral Lue memanggil anda untuk kehalaman"sopan pengawal itu.


"baik kau boleh pergi"ucap Moon dingin.


Moon segera keluar dari kamarnya, dari awal dia memang sudah memakai cadarnya. Moon berjalan melewati koridor-koridor yang panjang sampai akhirnya sampai dihalaman utama.


Disana sudah ada jendral Lue, pangeran Lue Kai, putri Lue Sin, putri Lue yue dan ketiga selir. Moon juga melihat para pengawal dan pelayan sudah bersujud. Moon mendekati mereka dengan menatapnya dingin.


"ada apa"tanya Moon dingin singkat.


"dasar jal*ang!, mana sopan santunmu!"teriak Selir pertama.


Moon mengacuhkannya, dia menguap karna bosan.


"langsung intinya"ucap Moon dingin.


Jendral Lue sudah terpancing emosi dia memgambil cambuk yang dibawa pengawal. Para pengawal dan pelayan kembali bersujud meminta ampun.


"berdirilah kalian, kalian tidak berhak bersujud, kalian tidak boleh bersujud didepan tua bangka ini"ucap Moon yang mulai mengeluarkan auranya.


Seketika semua berdiri. Berbeda dengan jendral Lue yang makin marah dia mengangkat cambuknya lalu diarahkan keMoon. Moon tak berkutik dari tempat.


ctar


ctar


Moon terkena cambukan hingga darah mengalir dalam dirinya. Semua pengawal dan pelayan mulai menangis. Moon tidak tega melihat mereka menangis lalu memegang cambuk itu dan menariknya.


Sehingga jendral jatuh terduduk ditanah. Jendral makin marah, akhirnya dia meminta tangan kanannya dan orang kepercayaannya untuk membawa Moon ketengah kota malam hari.


..........


Moon dibawa ketengah kota dengan diseret. Sebenarnya Moon bisa saja melepaskan diri, akan tetapi dia ingin melihat apa yang dilakukan bangka itu.


Moon diikat ditiang dan diberi cambukan. Karna mendengar suara cambukan, para warga mulai keluar dan mencemoh Moon.


"buka cadarnya!"perintah jendral Lue.


Moon membelalakkan matanya, dia tidak mungkin membongkar wajahnya. Moon pun mendendang tiang yang terbuat dari kayu hingga patah. Moon lari dari kerumunan menuju hutan.


"si*l, tangkap dia!"teriak jendral Lue.


Para pembunuh bayaran pun segera mengejar Moon hingga masuk ke hutan neraka. Sementara Moon sudah mulai lelah. Dia terduduk dan bersandar disalah satu pohon. Moon mencoba melepaskan ikatan tangannya.


Setelah terlepas dia masih mengatur nafasnya pelan. Moon mengambil kalung permata birunya lalu mengusapnya. Tiba-tiba Moon hilang dari hutan itu.


Saat Moon membuka matanya, dia dihadapkan pemandangan yang sangat indah dan luas. Moon mencoba berjalan dan bersandar disalah satu batu itu.


Saat Moon mulai menutup matanya ada sesosok tampan yang menggendong dirinya. Dia tidak bisa memberontak karna dia sudah lemas dan lelah. Moon diletakkan diatas batu besar dan dibaringkan disana.


Disekitar batu itu terdapat kolam yang tidak terlalu dalam. Moon merasa rasa lelahnya berkurang saat lelaki itu menempelkan jari telunjuknya dikening Moon.


Setelah beberapa saat, Moon akhirnya benar-benar sadar. Moon mendudukkan dirinya, dilihatnya pria itu sesaat. Pria itu tersenyum lalu memberi hormat ala bawahan.


"siapa kau?"tanya Moon.


"saya adalah hewan kontrak nona"ucap pria itu menunduk.


"hewan kontrak?, bahkan aku belum berkultivasi"heran Moon.


"oh, lalu?"tanya Moon singkat.


Pria itu menyayat tangan Moon lalu meneteskan darah Moon kekeningnya. Seketika kening pria itu bercahaya mengeluarkan sebuah gambar trisula berwarna biru.


"hebat"gumam Moon.


"nona skarang sudah menjadi tuan saya"ucap pria itu lalu mengubah dirinya menjadi phoniex biru lalu duduk dipangkuan Moon.


"bukannya kau ini adalah raja hewan spirit?"tanya Moon datar.


"ya itu aku, aku sudah berada ditingkat legenda suci ilahi"ucap phoniex itu antusias.


"siapa namamu?"tanya Moon.


"aku tidak punya nama"jawab phoniex itu.


"baiklah namamu skarang Ji Hua"jawab Moon sambil mengelus bulu Ji Hua.


NOTE:Tingkat Kultivasi hewan spirit


~tingkat rendah


~tingkat menengah


~tingkat tinggi


~tingkat suci


~tingkat ilahi


~tingkat legenda


~tingkat legenda suci ilahi


Setiap tingkatan memiliki level 1-6. Jika ingin mencapai tingkat legenda suci ilahi, harus melewati ujian dewa petir, yaitu harus tersambar petir sebanyak enam kali.


back to topic


Moon terdiam, dia ingin kembali tapi takut dihukum lagi karna dia belum berada ditingkatan tinggi. Moon menatap Ji Hua lalu bertanya.


"Ji Hua kau tau tempat yang tepat untuk berkultivasi?"tanya Moon.


"tempat yang diduduki nona adalah tempat yang tepat, dan jika nona ingin berkultivasi sebaiknya nona berendam dikolam"ucap Ji Hua.


"baiklah, kau bisa minggir"ketus Moon.


"cih, baiklah"ucap Ji Hua lalu beranjak pergi.


Moon merendamkan dirinya dikolam itu. Seketika luka dan racun yang ada ditubuh Moon segera keluar. Selesai berendam, Moon naik di batu besar itu lalu membentuk lotus.


NOTE:1 hari didimensi Moon\=1 jam didunia nyata


Moon menyerap semua qi yang ada disana. Suara ledakan mulai berbunyi, tandanya Moon telah menerobos.


.


.


.


.


.


Sudah 1minggu Moon berkultivasi sama dengan 7jam diluar. Moon segera membuka matanya.

__ADS_1


Mata biru langit yang sangat cerah, rambut hitam pekat nan panjang, muka oval tubuh ramping dan wajah putih halus seperti salju, bibir semerah cerry tanpa polesan apapun dan tanpa cadar. Matanya tajamnya bak pedang yang sedang menatap seorang pria tengah bersantai. Sebuah wajah yang lebih cantik daripada dewi atau pemandangan apapun.


Ya, gadis berumur 15 tahun itu adalah Moon, oh tidak, lebih tepatnya Xiao Moon. Anak dari penguasa dunia keabadian, putri mahkota 'empu abadi'.


Moon berjalan menuju Ji Hua yang sedang bersantai. Dia duduk disampingnya lalu menyeringai.


"Ji Hua bahkan kau tidak menyambutku"dingin Moon dengan mata tajamnya.


"hah nona, kau sangat cantik"ucap Ji Hua kaget lalu menoleh. Dilihatnya gadis cantik yang sedang duduk sampai-sampai Ji Hua mimisan.


"hidungmu keluar darah"ucap Moon datar.


"eheh, nona sudah mencapai ranah iblis level 5?"tanya Ji Hua memastikan.


"ya tapi itu kurang memuaskan"sedih Moon sambil mengotak-atik tanah.


NOTE:tingkat kultivasi


~tingkat jendral


~tingkat jendral petarung


~tingkat kaisar


~tingkat kaisar petarung


~ranah bawah


~ranah atas


~ranah iblis


~ranah dewa-dewi


~ranah abadi


Setiap tingkatan terdapat level 1-9, ada satu ranah lagi yaitu ranah kekosongan, tidak ada satupun yang pernah menginjak ranah itu. Bahkan ranah dewa-dewi dan abadi tidak ada yang bisa apalagi ranah kekosongan.


back to topic


Ji Hua hanya bisa menggelengkan kepala saat mendengar itu kurang memuaskan. Ji Hua menatap Moon sembari tersenyum lalu berkata.


"kau menyimpan semua barangmu yang dulu ada disana(sambil menunjuk tempat), dan kau pergilah keperpustakaan untuk mengetahui lebih banyak lagi"ucap Ji Hua beranjak pergi.


Moon menatap Ji Hua sejenak lalu ikut beranjak pergi. Pertama-tama dia ingin ke perpustakaan lalu pergi ketempat barang-barang modernnya.


Moon memasuki perpustakaan yang sangat besar dan sepi. Dia mendengus kesal karna disini pencahayaannya kurang. Moon pun menyibak korden yang ada dijendela, seketika ruangan yang gelap kembali terang.


Moon mengambil salah satu buku lalu membacanya.


.


.


.


.


.


.


Selesai membaca buku. Moon segera pergi ketempat barang-barangnya. Moon mendapati barang-barang modernnya yang ada disana.


"wah ternyata mobilku disini!"


"hey liat ini. pakaianku disini semua!"


"3 ponsel kesayanganku juga ada!"


"laptop ku juga ada!"


"waw ini semua punyaku, ini barang-barangku!"


Semua itu dikatakan Moon dengan berteriak. Moon mempunyai ide yang cemerlang. Dia akan membangun PLTA disini juga panel surya. Didunianya dulu juga pernah ada tugas seperti ini.


"dengan ini aku bisa leluasa menggunakan listrik"kata Moon bangga.


Moon segera mengeluarkan bahan-bahan pembuat PLTA dan panel surya.


.


.


.


.


Sudah 1tahun Moon didimensinya, sama saja sudah 360 jam didunia nyata atau 15 hari. Moon berhasil membuat PLTA dan panel surya serta kabel listrik lainnya. Dia juga sudah mencapai tahap ranah dewa-dewi level 5.


"nona makanan sudah siap"teriak Ji Hua.


"iya iya sebentar"jawab Moon.


Moon datang dengan pakaiannya yang ada didunia modern. Pakaian dimana saat dia menjalankan tugas sebagai pemimpin organisasi bulan biru.


Moon mengikat rambutnya, sekaligus memakai topeng yang setara dengan warna bajunya.


"bagaimana penampilanku Ji Hua?"tanya Moon sambil berkacak pinggang.


"cantik, tapi topengnya terlalu kecil"saran Ji Hua.


"ya memang benar, topeng ini hanya menutupi sekitar mata, nanti aku akan membuat topeng setengah wajah bagian atas yang hanya memperlihatkan bagian bibir dan dagu"jawab Moon dengan ekspresi datar.



(Xiao Moon, dengan baju yang tadi)



(Ji Hua dalam bentuk manusia)


Ji Hua mengangguk, sementara Ji Hua hanya memakai hanfu biru serta jubahnya. Mereka kemudian duduk untuk makan bersama. Setelah makan mereka kembali berbicara.


"Ji Hua kau tau cara agar aku bisa menerobos dengan cepat, setelah mencapai tahap ini sangat susah untuk naik, aku juga harus kuat agar dapat pergi kedunia keabadian"sedih Moon.


"kau bisa mengambil inti roh dari hewan spirit beruang emas"ucap Ji Hua.


"bukankah beruang itu langka?"tanya Moon.


"ya memang, tapi itu cara satu-satunya agar bisa menerobos dengan cepat"ujar Ji Hua.


"dimana aku bisa mendapatkannya?"tanya Moon datar.


"kau bisa mendapatkannya dihutan neraka"ujar Ji Hua.


Moon mengangguk, lalu dia meminum air putih. Moon mencoba berpikir untuk berbisnis sesuatu seperti didunia dulu. Dia akan membangun rumah sakit modern plus bajunya, membangun mall dan lainnya.


Moon kemudian juga berpikir akan membuat organisasi bulan biru seperti dulu. Moon lalu tersenyum menyeringai.


"Ji Hua apa saatnya aku harus keluar?"tanya Moon dingin.


"tapi bagaimana dengan mata birumu?"tanya Ji Hua khawatir.


"aku sudah mempelajari pengubah warna mata, jadi aku bisa menggunakan kalung itu"jawab Moon santai.


"tapi bagaimana jika kalung itu ketahuan?"tanya Ji Hua sekali lagi.


"aku kan menyembunyikannya dibelakang baju"ketus Moon.

__ADS_1


Ji Hua lalu mengangguk, sementara Moon senang karna dapat keluar dari dimensinya. Moon keluar dimensinya dengan bajunya yang sama, tapi topengnya berbeda. Dia memakai topeng setengah wajah yang hanya memperlihatkan bagian bibir dan dagu. Warnanya pun setara dengan bajunya.


oke, terimakasih bagi yang sudah mampir, yang sudah like,komen dan lainnya, semoga mendapatkan pahala ya, kalau ada kekurangan silahkan komen atau beri saran. Maaf juga ceritanya bertele-tele, dan juga ada typo😊😊😊😊


__ADS_2