
Kring... kring... kring...
Tak...
Christy pun mematikan alaramnya, ia pun bangkit dari kasurnya, lalu melenggang pergi untuk bersiap siap.
Ceklek
Pintu walk in closet terbuka, menampilakan Christy dengan dandanan nerdnya. Ia pun bergegas turun kebawah.
"Morning", ucap Christy.
"Too", balas semua orang yang ada di meja makan.
Christy mengambil roti lalu menaruh parutan keju dan memakannya. Tak lupa ia juga meminum susunya.
"Bang Christy dulu ya", ucap Christy.
"Lu kagak bareng kita dek?", tanya Axel.
"Kagak", jawab Christy.
"Yaudah ati ati", ucap Alex.
Christy pun bergegas kemobilnya, lalu melajukannya menuju sekolahan. Tak lama Christy pun sampai disekolah, seperti biasa ia pun memarkirkan mobilnya di parkiran khusus pemilik AIHS.
Ia pun melenggang pergi menuju kelas.
Kring.... kring.... kring...
Bel berbunyi, menandakan bahwa kegiatan kbm di mulai.
"Buka paket halaman 85", ucap Pak Ali.
"Baik pak", jawab semua murid.
Semua murid langsung membuka halaman 85, terkecuali Christy dkk. Mereka sedang asyik dengan dunianya sendiri.
Tiba tiba sebuah suara mengagetkan mereka.
"Christy, Eva, Milla, Regina", panggil Pak Ali.
Mereka pun terkejut lalu melihat kearah sumber suara.
"Apa yang kalian lakukan, bukannya mendengar materi yang bapak sampaikan malah enak enak tidur", ucap Pak Ali.
"Lari keliling lapangan 20 putaran", ucap Pak Ali lagi.
Mereka pun dengan terpaksa keluar dari kelas dan melaksanakan perintahnya.
"Gila tuh bapak bapak, masa suruh lari keliling lapangan 20 kali, mana panas lagi", protes Milla.
"Iya nih, kagak asik tuh bapak bapak", sambung Regaina.
"Bagimana kalo kita lomba lari, yang kalah traktir kita semua", tawar Christy.
"Oke, gw setuju", ucap Eva.
"Gw juga", ucap Milla.
"Gw juga", ucap Regina.
Mereka pun memulai perlombaannya.
1...
2...
3...
Go....
Murid melihat mereka dengan sedang berlari langsung berhenti untuk menonton mereka. Semakin lama murid yang menonton mereka semakin banyak.
Tuh nerd bukannya dihukum ya?
Iya
Kok kayaknya mereka santai aja, kayak kagak ad capeknya
Devan dkk yang melihat segerombolan siswa AIHS langsung menghampiri mereka.
"Woi, ada apa nih?", tanya Arga.
"Eh, itu kak para nerd lagi pada dihukum", ucap salah satu siswa.
"Hah?, dihukum", ucap Arga.
Mereka pun melihat Christy dkk secara dekat. Betapa terkejutnya mereka saat melihat Christy dkk lari mengelilingi lapangan dengan baju basah akibat keringatnya dan rambut yang terurai, membuat mereka terkesan seksi.
"Wow", ucap Arga.
"So seksi", ucap Axel.
Cantik, batin Devan.
Devan pun berlari menuju kantin, tanpa disadari oleh teman temannya. Ia pun membeli 1 botol air mineral dan langsung membayarnya.
Saat di lapangan, Christy masih memimpin diputaran pertama sampai putara ke 18.
"Gila, kurang 2 putaran lagi, mana nih lapangannya besar banget nyesel gw desain nih lapangan", guman Christy.
Setelah mereka menyelesaikan putaran terakhir mereka pun langsung berteduh di pinggir lapangan.
"Gila, cape gw", ucap Milla.
"Eh, yang menang tadi siapa?", tanya Regina.
"Yang menang Christy yang kalah Regina" ucap Milla.
"Nah, jadi lu harus traktir kita semua", ucap Christy.
"Iye iye, gw traktir kalian semua, tapi dikantin sekolah, oke?", ucap Regina.
__ADS_1
"Oke", jawab Christy.
Tak lama seseorang yang tengah membawa sebotol air berlari kearah Christy dkk.
"Nih", ucap Devan.
Devan pun menyodorkan air minum yang ia bawa kepada Christy.
"Thank's", ucap Christy sambil tersenyum.
Devan pun duduk di sebelah Christy sambil mengelap keringat Christy dengan sapu tangannya. Eva dkk yang melihat dua sejoli itu melongo tak percaya. Tak lama Alex dkk datang sambil membawa botol air menghampiri mereka.
Mereka pun menyodorkannya kepada Eva dkk, dengan senang hati Eva dkk menerima botol air tersebut.
"Cape ya?", ucap Devan.
"Iya cape banget mana lapangannya gede lagi", jawab Christy.
Alex dkk dan Eva dkk melongo melihat kelakuan mereka berdua.
"Wih, prince ice udah dilelehkan oleh princess ice", ucap Axel dramatis.
"Wih, bentar lagi gw dapet pajak jadian nih", ucap Arga tak kalah dramatis.
Devan pun memutarkan bola matanya dengan malas.
"Gw laper nih, kantin yok, mumpung ditraktir", ucap Christy.
"Widih traktiran, yok", ucap Arga.
Mereka pun menuju kantin. Sesampainya di kantin mereka segera berbagi tugas.
"Eh, Duduk dimana nih?", tanya Axel.
"Duduk kek biasanya aja", ucap Alex.
"Eh, lu mau makan apa, biar gw ama Regina yang beliin", tanya Arga.
"Gw bakso sama jus buah naga",ucap Christy.
"Yang lain?", tanya Regina.
"Samain aja dah, dari pada ribet", ucap Eva.
"Oke kalo gitu, ada yang mau nambah", tanya Arga lagi.
"Gw, nambah gado gado 1 porsi, seblak 1 porsi, baragor 1 porsi ama siomay 1 porsi", ucap Christy sambil mengetuk ketuk jarinya di meja.
Mereka langsung melihat kearah Christy, Christy yang mendapat tatapan dari Alex dkk dan Eva dkk, hanya mengangkat bahunya.
"Emang kamu sanggup, makan itu semua?", ucap Devan.
Christy pun hanya menganggukan kepalanya. Arga dan Regina langsung memesan makanan mereka. Tak lama pesanan mereka tiba.
"Nih, makanan kalian", ucap Arga.
Mereka pun memakan makanan mereka.
Christy hanya menganguk.
Uhuk.... uhuk...
"Tuh kan, kamu kalo dibilangin bandel sih, jadinya keselek kan", ucap Devan.
"Nih airnya, minumnya pelan pelan aja sweety", ucap Devan.
Byurrr....
"Eh monyet, lu kalo kaget kagak usah nyeburin jus lu", ucap Axel geram karena terkena semburan Arga.
"Uhuk.... uhuk...., air woi air gw keselek nih", ucap Milla.
"Nih air", ucap Regina sambil memberikan segelas air.
Devan dan Christy yang melihat tingkah mereka, seketika bingung.
"Eh, Dev lu kagak salah ngomong kan?", tanya Axel.
"Hah, salah ngomong?, ngomong paan?", ucap Devan.
"Lu tadi manggil Christy dengan sebutan sweety", ucap Arga.
"Lah emang kenapa?, kagak boleh?", jawab Devan datar.
"Bukanya kagak boleh, tapi lu ama Christy kan kagak pacaran, kagak punya hubungan apa apa", ucap Axel.
"Kata siapa kita kagak punya hubungan", ucap Devan sambil melihat Christy.
"Lah, kan emang gitu kenyataannya kan?", ucap Regina.
"Gw adalah pacarnya dan Christy adalah pacar gw, jadi gw berhak ngasih sebutan kasih sayang ke pacar gw", ucap Devan.
"HAH", ucap Alex dkk dan Eva dkk bersamaan.
"Eh, lu jadi orang jangan, becanda", ucap Arga.
"Jangan mainin perasaan adik gw dong, lu mau gw tonjok?", ucap Alex geram.
"Siapa coba yang bercanda?", ucap Devan.
"Mana buktinya kalo lu pacaran ama Christy", tanya Milla.
"Lu semua mau bukti?", tanya Christy.
"Ya iyalah", ucap Regina.
Chup...
Christy langsung mencium pipi Devan sebentar. Mereka yang mengetahui itu langsung terjolak kaget. Devan yang dicium Christy, langsung membulatkan matanya.
"Itu buktinya",ucap Christy.
"Sweety",panggil Devan dengan memelas.
__ADS_1
"Apa", jawab christy.
"Mau lagi, tapi disini",ucap Devan sambil menunjukkan bibirnya.
Christy langsung menatap Devan tajam, Devan yang ditatap hanya menyengir tak jelas.
"Ekhemmm"
"Kalo mau berdua liat liat situasi dong", protes Arga.
"Kasian yang jomblo nih", sambung Mila.
"Pj cuy", ucap Axel
"Besok gw traktir di kantin sekolah", ucap Devan.
"Oke", ucap Arga.
Mereka pun menghabiskan makanan mereka sambil bersenda gurau.
Berbeda dengan Sisca dkk, saat mereka melihat kejadian itu mereka langsung menuju meja Christy dan Devan dkk.
BRAKKK......
"Eh nerd, lu berani banget ngerebut pacar gw", ucap Sisca.
"Idih, siapa pacar lu?", tanya Arga.
"Devan lah", ucap Sisca dengan pedenya.
"Eh Dev, emang lu mau pacaran ama si ondel ondel?", tanya Axel pada Devan.
"Ogah gw pacaran ma ondel ondel",ucap Devan datar.
"Ih sayang kamu kok gitu",ucap Sisca.
"Ewh, jyjyk gw", ucap Milla.
"Apa lu nerd", balas Jesica.
"Eh nerd lu mending pergi dari sini",ucap Sisca sambil menyenggol Christy.
Christy yang sedang makan pun terganggu.
"Pergi",ucap Christy Dingin.
"Eng...nggak gw gak akan pergi sebelum lu pergi dari sini", ucap Sisca sambil menutupi kegugupannya.
"Pergi", ucap Christy.
"Enggak", jawab Sisca.
"Pergi atau gw...", ucap Christy.
"Gw apa?, lu berani ama gw hah?", ucap Sisca.
Christy pun mangguyur kuah bakso yang ia makan tadi kearah Sisca.
Akhh....
"Heh lu apain temen kita?", ucap salah satu dayang dayangnya.
"Huh, sebaiknya lu tolongin tuh temen", ucap Christy tegas an dingin.
"Awas lu nerd", ucap Ratna.
Christy pun berjalan melenggang pergi.
"Eh, lu mau kemana?", tanya Eva.
"Gw kagak nafsu makan", jawab Christy.
"Eh, gw ikut", ucap Eva.
Eva dkk dan Devan dkk pun keluar dari kantin dan menyusul Christy.
Dilain sisi Regan dan Lea yang menyaksikan kejadian itu pun hanya menatap Christy dengan tatapan penyesalan.
"Bang Lia kita udah berubah", ucap Lea.
"Hmm", balas Regan lalu meninggalkan Lea yang masih dikantin.
"Bang kapan lu berubah?", guman Lea pelan.
Lea pun memutuskan untuk kembali ke kelasnya.
Sebenarnya Regan dan Lea sudah mengetahui yang kalo Christy adalah Lia mereka.
Flash back on...
"Pak, saya ijin ke toilet", ucap Lea.
"Oh, ya silahkan", ucap Pak Boim.
Lea pun melangkahkan kakinya sambil bersenandung ria.
Saat tiba di pintu toilet, ia mendengan suara seseorang.
"Bisa gila gw lama lama kek gini",ucap seseorang yang tak lain adalah Christy.
Lea yang penasaran pun mengintip kedalam, ia melihat Christy yang sedang menghapus make up nerdnya.
Lia, batin Lea.
Lea pun terlonjak kaget, Christy yang mendengar batin seseorang pun langsung mencari sumber suara itu.
Lea yang merasa bahwa dirinya ketahuan langsung bersembunyi.
Sementara itu Christy yang melihat pintu toilet itu bergoyang langsung membukanya kasar, ia pun tak menemukan seseorang. Christy menggidikan bahunya lalu melanjutkan kegiatannya lagi.
Lea yang merasa dirinya sudah aman langsung berjalan menuju kelas Regan dan menceritakan kejadian ini.
Flash back of...
__ADS_1