
"Kalian mau pesen apa?, biar gw sama Milla yang pesen", ucap Regina.
"Gw mie ayam sama lemont tea", ucap Eva.
"Samain", ucap Christy.
Regina dan Milla langsung memesankan makanan mereka, sedangkan Christy dan Eva memilih duduk dibangku.
Kring.... Kring... Kring...
Bel istirahat kedua berbunyi, Semua murid berhamburan menuju kantin. Tak lama Devan, Alex, Arga dan Axel yang merupakan most wanted memasuki area kantin.
"Guys, duduk dimana nih, tempatnya pada penuh semua", tanya Arga.
"Duduk dipojokan ae lah", jawab Alex.
"Bukannya tu meja di tempatin nerd", ucap Axel.
"Bodo amat", jawab Devan.
Mereka pun langsung menuju meja Christy. Sedangkan dimeja Christy dkk Regina dan Milla datang sambil membawa makanan.
"Makanan datang", ucap Regina.
"Nih, makanan kalian", ucap Milla.
Mereka pun memakan makanan mereka, tapi acara makan mereka terganggu akibat kedatangan sekumpulan most wanted.
"Hai, gw boleh duduk sini nggak", tanya Arga.
Christy dkk langsung menghentikan kegiatan mereka lalu menat mereka, kecuali Christy yang masih setia dengan makanannya.
"Boleh", jawab Milla.
"Thank's", ucap Arga.
Para most wanted pun duduk, lalu mereka memesan makanan.
"Kita boleh kenalan nggak?", ucap Axel.
"Boleh kok", jawab Regina.
"Nama gw Axel", ucap Axel.
"Nama gw Arga", ucap Arga.
"Gw Alex", ucap Alex.
"Devan", ucap Devan.
Semua orang yang ada dimeja itu melongo, bagaimana tidak, Devan memperkenalkan dirinya dengan wajah datar dan itu hanya 1 kata.
"Eh, maaf temen gw emang gitu orangnya, maklum prince ice", ucap Axel.
__ADS_1
"Eh, ga papa kok", jawab Milla.
"Nam kalian siapa?", tanya Arga.
"Nama gw Milla", ucap Milla.
"Gw Regina", ucap Regina.
"Gw Eva", ucap Eva.
"........"
Mereka semua langsung menatap Christy yang tengah asik dengan makanannya. Christy merasa ditatap langsung menoleh dan memperlihatkan tatapan tajamnya.
"Apa...?", tanya Christy.
"Nam....", ucapan Regina langsung dipotong oleh Christy.
"Christy", ucapnya dengan nada datar dan dingin.
Ternyata ada yang dingin dari Devan, batin Arga.
Kok datarnya ngelebihin gw?, mana udah cantik, manis lagi, batin Devan.
Tuh kan dinginnya keluar, batin Milla.
Dingin amat mbaknya ntar jodoh lho ama prince ice, batin Regina.
Batin mereka berdua tapi masih bisa didengarkan oleh Christy.
"Brisik", ucap Christy.
"Hehehe peach", ucap Eva, Regina dan Milla bersamaan.
Devan dkk yang melihat kejadian itu sontak bingung, padahal dari tadi mereka semua diam dan tak ada yang bicara karena sibuk denagn makanannya.
"Kalian kenapa?", tanya Alex.
"Ga papa kok", jawab Milla.
merekapun melanjutkan kegiatannya masing masing.
BRAKKK....
Meja mereka dipukul kencang oleh seseorang, membuat mereka telonjak kaget kecuali Christy.
"EH, AYAM..."
"EH, SETAN...."
"ASTAGA KAGET GW"
"Eh, setan lu ngapain kesini", tanya Arga.
__ADS_1
"Ih sayang, kamu kok gitu sih sama aku", ucap salah satu dari mereka.
"Dih jijik gw", ucap Axel.
"Eh nerd, ngapain lo duduk sama most wanted sekolah, mending lo pergi deh", ucapnya.
"lo siapa SOK merintah kita", ucap Regina sambil menekankan kata sok.
"Dasar nggak tau malu ya lo" ucapnya lagi.
"Kenalin, gw Sisca perempuan paling cantik di AIHS, anak donatur terbesar disini, Anak dari keluarga terkaya nomor 20 didunia", ucap Sisca.
"Kenalin gw Ratna, Anak dari keluarga terkaya nomor 21 didunia", ucap salah satu dayangnya.
"Lo pasti tau gw, kenalin gw Jesica, Anak dari keluarga terkaya nomor 22 di dunia", ucap Jesica.
"Apa kata lo perempuan paling cantik?, Heh lo tu harusnya ngaca, baju kekecilan, rok kurang bahan, bedah tebel 5 cm, bibir merah kek disengat lebah aja dibilang cantik", ucap Milla.
"Dan apa kata lo tadi, keluarga terkaya nomor 20, 21 dan 22 didunia??, gitu aja bangga mbak, masih ada yang diatas lo", ucap Regina.
Sontak semua murid di kantin menertawakannya. Sisca dkk yang tidak terima dipermalukan, langsung membela diri.
"Heh, lo jangan belagu ya, mentang mentang sekolah disini jalur beasiswa aja bangga," ucap Sisca.
"Kenyataanya kan gitu", ucap Milla.
Sisca pun merasa kesa karena ucapan Milla.
"Sayang, mereka jahat sama aku", ucao Sisca pada Devan.
Tetapi Devan tidak menanggapi omongan Sisca.
Christy yang merasa semaik terganggu, langsung memberikan ucapan pedas.
"Mbak, kalau mau cari mangsa jangan disini, ini sekolah bukan temoat cari mangsa", ucap Christy dingin.
"Beraninya lo, gw nggak akan segan segan ngeluarin lo dari sekolah ini, lo taukan gw anak donatur terbesar disini", ucap Sisca.
"Benarkah?, bukankah donatur terbesar dari keluarga terkaya nomor 1 sampai 11, sedangkan keluarga lo hanya 2%", ucap Christy dingin sambil mengeluarkan aura pembunuh dan menatap tajam kearah Sisca.
"i....itu....", ucap Sisca gagap.
"Oh, jadi selama ini kita dibohongin"
"Cih anak keluarga terkaya nomor 20 aja belagu"
"Apa?, cuman 2% aja sok berkuasa"
"Tunggu aja nerd pembalasan dari gw", ucap Sisca.
"Dengan senang hati", ucap Christy sambil menunjukkan smirknya.
Sisca yang merasa sangat dipermalukan akhirnya memilih pergi.
__ADS_1