Ardelia Christy

Ardelia Christy
Kencan


__ADS_3

Jam menunjukan pukul 20.00, Christy saat ini tengah sibuk bersiap siap untuk pergi kencan dengan Devan. Sudah 3 jam ia mencari baju tetapi tidak ada yang cocok.


"Astaga, kamar lu kenapa dek?, kek kapal pecah begini?", ucap Alex.


"Abang Christy bingung nau pakek baju apa", ucap Christy.


"Lah, emang lu mau pergi kemana dek?", tanya Alex.


"Mau ke...", ucap Christy terputus.


"Mau kencan ma Devan?", sambung Alex.


"Kok lu tau bang?", tanya Christy kebingungan.


"Ya tau lah orang Devannya ada dibawah lagi sama Axel", ucap Alex.


Christy pun hanya menggaruk garuk kepalanya.


"Make baju seadanya, Devan ga suka cewek ribet", ucap Alex.


"Hmmm", jawab Christy.


"Yaudah, gw kebawah dulu ya", ucap Alex.


Christy pun mengambil kaus biru laut dengan tulisan Queen dan celana jeans hitam, tak lupa ia pun mengambil hoodie berwarna hitam.


Setelah memakai pakaiannya, ia pun memoleskan sedikit bedak bayi dan liptin, lalu menggerai rambut hitamnya,


Christy pun mengambil sepatu kets warna putih lalu membawa iphonenya dan memasukkannya ke saku jeansnya, tak lupa ia membawa kartu kreditnya.


Christy pun turun dan berjalan menuju ruang tamu.


"Gw pinjem adek lu", ucap Devan.


"Jangan ampe lecet", ucap Alex.


"Kagak lu pulangin juga kagak napa napa", ucap Axel.


"Abang", protes Christy.


Sontak mereka tertawa akibat melihat ekspresi yang dikeluarkan Christy.


Setelah berpamitan mereka berdua masuk ke mobil devan, devan pun menjalankan mobilnya.


Di dalam mobil, mereka berdua sibuk dalam pikiran masing masing. Tidak ada yang berani membuka percakapan. Christy yang tidak betah berdiam diri, mencoba memberanikan diri untuk bertanya.


"Emm... Dev", panggil Christy.


"Iya?", jawab Devan.


"Kita mau kemana?", tanya Christy.

__ADS_1


"Nanti kamu juga tau", ucap Devan.


Kesunyian pun kembali melanda.


Tak lama mobil Devan berhenti di sebuah taman. Devan pun turun lalu memutari mobilnyauntuk membukakan pintu Christy.


"Silahkan tuan putri", ucap Devan.


"Terima kasih pangeran", ucap Christy.


Devan pun menggandeng tangan Christy untuk memasuki taman. Christy tak henti hentinya mengagumi taman ini.


"Wah, bagus banget", puji Christy.


Hingga mereka sampai disebuah danau buatan.


"Baguskan?", tanya Devan.


"Bener, disini bener bener tenang", ucap Christy.


"Kamu tau nggak?, kamu itu cewe pertama yang aku ajak kesini, jarang banget lho ada cewe yang suka diajak kesini", ucap Devan sambil menatap langit malam.


Christu pun membalasnya dengan senyuman.


"Kamu bener nggak semua cewe suka tempat ini", ucap Christy.


Mereka pun tenggelam dalam pikiran masing masing.


"Kamu suka makan dipinggir jalan nggak?", tanya Devan.


"Kamu mau makan apa?, disini ada baso, sate, ketoprak dan lainnya", ucap Devan.


"Aku pengen Ketoprak, tapi yang pedes", ucap Christy.


"Jangan keseringan makan pedes", ucap Devan.


"Tapi aku maunya pedes", ucap Christy sambil mengeluarkan puppy eyes nya.


"Yaudah tunggu bentar ya", ucap Devan.


Tak lama devan pun datang membawa 2 piring yang berisikan ketoprak.


"Ini pesenan kamu", ucap Devan sembari memberikan piring tang berisikn ketoprak kepada Christy.


"Thanks", ucap Christy.


"Sama sama", balas Devan.


Mereka pun menghabiskan makanan sambil menikmati pemandangan. Setelah memakan ketoprak, merekapun memutuskan untuk pulang.


Di Mansion Adipati, keluarga Adipati akan makan malam bersama. Lea pun turun dan menuju meja makan.

__ADS_1


"Dimana abang kamu?", tanya David.


"Masih dikamar pah", ucap Lea.


"Pah, tadi di sekolahan Lea ketemu Lia pah", ucap Lea.


"Apa kamu bilang?", tanya David.


"Iya pah Lea ketemu Lia, ternyata dia lagi nyamar jadi nerd, trus namanya kalo nggak salah Christy deh pah", ucap Lea.


Ratih yang mendengar itu pun langsung menatap Lea.


"Siapa yang kamu katakan tadi Lea?", tanya Ratih.


"Lia mah, Lia kita", ucap Lea.


"Pah, Lia kita pah", ucap Ratih kepada David.


Tak lama Regan pun turun. Lalu berjalan melewati meja makan.


"Mau kemana kamu Regan", tanya Devan tegas.


"Anda tidak perlu tahu", ucap Regan.


"Regan, kamu mau kemana nak?, mama udah masakin masakan kesukaan kamu", ucap Ratih dengan lembut.


"Terima kasih nyonya tapi saya tidak membutuhkan belas kasihan Anda", ucap Regan dingin.


"REGAN..., jaga ucapan kamu. Dia mama kamu",ucap David.


"Huh, mama?, ucap Regan.


Apakah masih bisa disebut ibu setelah membuang putri kandungnya?", ucap Regan mengejek.


"REGAN, papa tidak pernah mengajarkanmu seperti ini",ucap David sambil menahan amarah.


"Regan maafkan mamah sayang", ucap Regan.


"Saya tidak akan pernah memaafkan anda", ucap Regan.


"Bang, sempe kapan lu nggak maafin mama sama papa bang, kita semua juga menderita bang", ucap Lea.


"Menderita?.....", ucap Regan.


LIA BAHKAN LEBIH MENDERITA DARI KALIAN SEMUA. APAKAH KALIAN TAU SETELAH KALIAN MEMBUANGNYA, LIA BERUBAH. BERUBAH MENJADI DINGIN, TAK ADA LAGI LIA YANG CERIA...."? ucap Regan.


"Yang ada hanyalah Christy yang dingin", sambung Regan.


Deg...


Bagaikan disambar petir disiang bolong.

__ADS_1


"Dan satu lagi, aku tidak akan memaafkan kalian sebelum kalian meminta maaf pada Lia, camkan itu", ucap Regan dingin dan tajam.


Regan pun melenggang pergi keluar Mansion.


__ADS_2