
Kini Angga, Devan, Arga, Regina, Milla dan Eva berada di depan pintu ruang latihan.
"Kalian bisa pergi kekamar kalian masing masing", ucap Angga.
"Bolehkah kami ikut denganmu?", tanya Eva.
"Emmm.... kalian tunggu sini", ucap Angga.
Angga pun masuk keruangan dan menutup pintunya lagi.
"Dek, lu ngapain panggi gw", tanya Angga.
"Gw mau tes kemampuan bela diri lu", ucap Christy.
"Gw doang?", tanya Angga.
"Kagak, ama yang lainnya juga", ucap Christy.
"Eh tuh diluar ada temen temen lu tuh, boleh masuk kagak?", ucap Angga.
"Serah lu", ucap Christy.
Angga pun keluar dari ruangan itu.
"Kalian boleh masuk, tapi jangan ada yang mengganggu saat kami sedang melakukan sesuatu", ucap Angga.
"La kenapa?", tanya Arga.
"Nanti kalian juga tau", ucap Angga.
Mereka pun masuk ke ruang latian. Di sana terdapat ring tinju, dan beberapa samsak tak lupa beberapa kursi dan meja juga ada disana.
Devan, Arga, Eva, Milla, dan Regina duduk di kursi yang tersedia. Sementar itu Angga menghampiri Christy yang tengah berada di ring tinju. Athur dan Diko memasuki ruangan.
"Cih lama", ucap Christy.
"Hehehe, sorry", jawab Diko.
Sementara Vano sedang berada di depan pintu ruangan latihan Christy hanya berdiam diri sambil berdebat dengan batinnya sendiri.
Apa gw masuk aja ya?, batin Vano.
Tapi kalo gw masuk ntar mereka ngetawaiin gw lagi, batin Vano.
Tapi kalo gw kagak ntar si nenek sihir nambah hukumannya lagi, batin Vano.
"Masuk ajalah, ntar kena hukum si nenek sihir lagi kalo kagak nurutin dia, kalo hukumannya gantung terbalik atau sejenisnya gw mah kagak masalah, lah ini hukumannya kek begini hancur dah imag gw", guman Vano.
Ceklek...
"Buahahahahahh", tawa Angga karena melihat penampilan Vano yang begitu aneh.
Devan dan Eva dkk yang melihat penampilan Vano hanya bisa menahan tawa mereka.
"Lah lu kenapa dandan kek begini", ucap Diko sambil tertawa.
"Emang napa, suka suka gw lah", ucap Vano ketus.
"Bukan gitu bro, cuman kek aneh aja gitu dandanan kek begini tapi masih pakek jas, harusnya kan pakek rok atau gaun tuh biar makin cucok", ucap Angga.
"Nah bener tuh", sambung Diko.
Devan dan Eva dkk yang dari tadi menahan ketawa akhirnya tertawa terbahak bahak terkecuali Devan yang hanya tersenyum. Vano yang mendengar ucapan Diko dan Angga lasung semakin menekukkan wajahnya.
"Stop stop, gw panggil kalian kesini untuk latihan bukan untuk ketawa ketiwi, kalian mau latihan pa kagak nih gw udah nunggu lama lho", ucap Christy.
Mendengar ucapan Christy semua orang langsung terdiam.
__ADS_1
"Tapi dia dulu yang mulai", ucap Vano.
"Mau ditambah hukumannya, ngga usah lempar batu sembunyi tangan", ucap Christy.
"Maaf", ucap Athur dkk bersamaan.
Christy pun berjalan pergi keluar ruang latihan, sebelum benar benar pergi Athur langsung bertanya pada Christy.
"Dek mau kemana?", tanya Athur.
"Makan, keburu mati kelaperan nunggu kalian, kagak tau apa gw udah kelaperan dari tadi bela belain ngelatih kalian dulu eh malah ketawa ketiwi", protes Christy sembari berjalan keluar ruang latihan.
Di ruang makan, semua orang tengah berkumpul.
"Abang dimana Princess", ucap Ardel.
"Ngga tau mom, mungkin sibuk pacaran kali", jawab Axel.
"Siapa pacar Christy, Xel?", tanya Samuel.
"Devan dad", ucap Axel.
"Apa?", tanya David.
"Iya Christy dan Devan tuh pacaran pa", ucap Alex.
"Daddy punya ide", ucap Samuel.
Samuel pun memberi tahu ide jahilnya.
"Oke", ucap Alex
"Siap", ucap Regan.
Christy pun sampai di meja makan ia pun langsung duduk di kursinya.
Pasalnya Christy tengah mengenakan crop top dan celana olahraga yang dibalutkan dengan jubah hitam, tak lupa ia memakai sarung tangan yang dibuat khusus untuk berlatih tinju.
"Abis latian bela diri tapi kagak jadi", ucap Christy.
"Lah napa?", tanya Axel.
"Keburu mati kelaperan", ucap Christy.
"Sejak kapan kamu bisa bela diri princes?", tanya Samuel.
"Sejak, daddy mengirimku di tinggal bersama Kakek", ucap Christy.
Kakek Christy merupakan pensiunan Jendral yang sangat disegani diseluruh dunia, beliau merupakan ayah dari daddynya. Sedangkan Oppa Christy adalah pengusaha, beliau dan istrinya dibunuh oleh rival bisnisnya, beliau merupakan ayah dari mommynya. Mereka berdua sangat menyayangi Christy.
Tak lama Devan dan Eva dkk menghampiri mereka.
"Ayo nak kalian makan bersama kami", ajak Ardel.
"Iya tante", ucap Milla.
"Kamu jangan panggil om dan tante, panggil aja mommy dan daddy biar sama kayak Christy", ucap Ardel pada Milla.
"Iya sayang, dan jangan panggil om dan tante, panggil mama sama papa aja dan kalian juga gitu, oke!", ucap Ratih.
"Iya tan, eh... ma", ucap Milla.
"Eka, tolong panggil Athur dan yang lainnya untuk menemui ku sekarang", ucap Christy pada salah satu pelayan yang ada disana.
Tak lama Athur dkk sampai dimeja makan.
"Ada apa dek?", tanya Athur.
__ADS_1
"Duduk", ucap Christy dingin.
"Tapi dek...", ucap Athur yang merasa tidak enak dengan keluarga Christy.
"Duduk, kagak tau apa tuh kursi masih banyak yang kosong", ucap Christy.
Mereka pun duduk di kursi masing masing.
"Eka, tolong kamu panggil mereka, kita akan makan siang bersama", ucap Christy.
"Tapi miss", ucap Eka.
"Aku tidak suka mengulangi perkatan ku", ucap Crhristy.
"Baik miss", ucap Eka.
Para pelayan pun duduk di bangku mereka. Mereka pun memulai makan siang dengan tenang.
"Christy, ada yang ingin daddy sampaikan ke kamu", ucap Samuel setelah mereka menyelesaika makan siang.
"Ada apa dad?", tanya Christy.
"Apakah kamu sudah punya pacar?", tanya Samuel.
"Emmm itu...", ucap Christy yang sudah mulai membaca situasi dan juga batin semua orang.
"Kalau gitu, daddy mau menjodohkan kamu dengan anak dari teman daddy", ucap Samuel.
"Tapi dad, Christy sudah memiliki pacar", ucap Christy santai.
"Siapa pacar kamu?, kamu harus putus dengannya Christy", ucap Daddy.
"Tapi Om, anda tidak bisa memperlakukan Christy seperti ini, biarkan dia memilih jalannya sendiri Om", ucap Devan menengahi.
"Nak sebaiknya kau tidak ikut campur dalam hal ini, dan lagi pula Christy putriku, aku berhak melakukan yang terbaik untuknya", ucap Samuel.
"Yang dikatakan daddymu benar nak", ucap David pada Christy.
"Tapi Om...", ucap Devan.
"Sebenarnya siapa kau nak, kenapa melarang perjodohan ini", tanya Ardel.
"Ma, pa Mom, Dad aku mencintai seseorang, pahamilah aku", ucap Christy.
"Siapa yang kau cintai Christy", tanya Daddy.
"Saya mencintai anak Anda om, dan kami sudah berpacaran", ucap Devan mengaku.
Mereka pun saling menatap satu sama lain.
"Lihatlah sayang, akhirnya ia mengaku", ucap Samuel pada istrinya.
"Jadi, pacarnya Devan", ucap Ardel.
"Anak kita sudang besar sekarang", ucap Ratih.
Christy yang sudah tahu rencana keluarganya ia akhirnya berpura pura tidak tahu.
"Oh, jadi kalian memepermainkan Christy", ucap Christy.
Mereka semua tertawa.
"Iya sayang, karena kamu tidak memberitahukan pada kami, ya terpaksa kami melakukan ini", ucap Ratih.
"Jadi anak daddy menyukai Devan", ucap Samuel menggodanya.
"Dad berhentilah menggodaku", ucap Christy.
__ADS_1
Mereka pun tertawa bersama sama.