
Pagi pun tiba, semua orang melakukan aktivitas seperti biasa.
"Mom, Alkan berangkat", ucap Alex sambil mencium pipi Christy.
"Hati hati boy", ucap Christy.
Alkan pun berjalan menyusul Jeno yang sudah menunggunya. Merrka pun berangkat menuju sekolah Alkan.
Karena bosan Christy pun menghabiskan waktunya berlatih dance di ruang dance miliknya. Sudah banyak lagu yang ia gunakan untuk mengiringi dancenya itu, sesekali ia juga mencoba gerakan baru.
Ditengah latihannya tiba tiba iphone milik Christy berbunyi. Ia pun mengambil iphonenya dan mengangkat panggilan itu.
"Hallo Miss", ucap kharan di telpon.
"Hmm", balas Christy.
"Bisakah Anda ke markas segera", ucap Kharan.
"Ada apa?", tanya Christy sembari mengerutkan keningnya.
"Ada masalah Miss", ucap Kharan.
"10 menit, aku sampai", ucap Christy.
Christy pun mematikan sambungan telponnya sepihak. Dengan cepat ia pun menuju pintu utama mansion.
"Reson tolong kamu jaga mansion, aku ada urusnan penting dan jangan lupa jemput Alkan juga", ucap Christy.
"Baik Miss", jawab Reson.
Ia langsung masuk ke dalam mobilnya dan mengendarainya menuju markas. Tak sampai 10 menit ia sudah berada di markasnya.
"Selamat datang Miss", ucap anak buahnya.
"Dimana Kharan?", tanya Christy.
__ADS_1
"Jendral sudah menunggu Anda di ruang misi", ucap anak buahnya lagi.
Dengan cepat ia langsung menuju ruang yang dimaksud anak buahnya tadi.
Ceklek...
"Ada masalah apa?", tanya Christy to the point.
"Jhonatan empriss", ucap Kharan.
"Kenapa dengan pria itu?, apa yang dilakukannya?", tanya Christy.
"Dia sudah mengetahui tentang dirimu, sepertinya ada yang sengaja membocorkannya", ucap Kharan.
"Sampai dimana dia tau tentang diriku?", tanya Christy.
"Di mengetahui bahwa kau pemilik A'r Company, Leader dari BDM dan juga", ucap Kharan.
Christy mengerutkan dahinya.
"Dan juga ia mengetahui kalo kau adalah anak dari keluarga Alexandra Adipati, dia juga merencanakan penyerangan terhadap keluargamu", ucap Kharan.
"Sial, apa pihak BDM sudah mengetahuinya?", tanya Chrtisty.
"Sepertinya sudah, tetapi mereka pun mengetahui bahwa kau masih hidup", ucap Kharan.
"Cari tau dalang yang menjadi sumber permasalahaan ini, siapkan pasukan jika sewaktu waktu ada serangan mendadak", ucap Christy.
"Dan juga jangan ada yang bergerak sebelum perintahku, kita lihat dulu apa yang akan dilakukan BDM", ucap Christy.
"Baik Miss", jawab Kharan.
Christy pun keluar dari ruang misi dan menuju ke ruangannya. Sesampainya dieuangan miliknya ia langsung mengambil laptop yang ada di laci mejanya. Ia pun memasukan sebuah sandi untuk membuka laptop itu.
Dengan lihai jari jemari Christy bergerak diatas keyboard, sebuah rekaman CCTV tetampang jelas dilayar laptop miliknya. Layar itu menampilkan sebuah rekaman CCTV BDM.
__ADS_1
Mata coklat milik Christy bergerak seakan sedang meneliti sesuatu. Didalam rekaman itu terdapat 3 orang lelaki yang ia kenal berada di sebuah ruangan. Salah satu dari mereka seakan memberikan sebuah informasi.
"Gawat bang", ucap Vano dalam rekaman itu.
"Ada apa?", tanya Athur.
"Geng Tarantula sudah mengetahui tentang siapa sebenarnya Christy, dia juga berencana menyerang keluarga Christy", ucap Vano.
"APA!!, Bagaimana bisa dia mengetahui tentang Christy?", ucap Davian.
"Sepertinya ada yang sengaja membocorkannya", ucap Athur.
"Cari tau siapa yang membocorkannya, dan juga awasi gerak gerik Tarantula itu", ucap Davian.
"Baik", jawab Vano.
Christy pun menutup rekaman CCTV itu. Ia pun mematikan laptopnya dan mengembalikannya ke tempat semula.
"Apa kau tidak cape dengan semua ini?", tanya Mawar yang merupakan alter agonya.
"Entahlah, rasanya semua begitu sulit untuk dijalani", ucap Christy sembari menutup matanya.
"Kenapa kau tidak melepaskannya saja?"; tanya Mawar.
"Terkadang ada rasa putus asa yang timbul dalam diri, rasa ingin melepas semua dan menjalani hidup yang sederhana dan bahagia, tetapi setiap kali ingin melepas beban ini rasanya begitu terasa berat", ucap Christy.
"Terlalu banyak tanggung jawab yang harus aku pikul", ucap Christy.
"Kau wanita hebat, mungkin jika itu wanita lain mereka tidak akan mampu menanggung beban seperti dirimu, kau begitu spesial", ucap Mawar.
"Aku sudah mengenalmu lama, dibalik ketegaranmu kau sebenarnya rapuh, aku akan selalu bersamamu aku tidak akan pernah meninggalkanmu", ucap Mawar.
"Thank's sudah selalu menemaniku", ucap Christy.
"Itu sudah menjadi kewajibanku", ucap Mawar.
__ADS_1