
Setelah menyelesaikan pekerjaannya, Alkan pun segera menemui daddynya di ruang keluarga.
Dari kejauhan dirinya melihat sepasang suami istri yang dikenalinya sedang bermesraan. Melihat itu, Alkan hanya memutarkan bola matanya malas.
"Ck, dasar tidak tau tempat", guman Alkan.
Alkan pun meneruskan langkahnya yang sempat terhenti.
"Ada apa dad?", tanya Alkan pada Jeno.
"Tolong pesankan mommy pizza keju dan nasi padang", ucap Jeno.
"Kenapa tidak daddy saja?" Tanya Alkan sembari duduk di singel sofa.
"Kau tak lihat daddy sedang memangku mommymu? Lagi pula hp daddy sedang di cas", ucap Jeno sinis.
"Biar aku saja yang membawa mommy ke kamar", ucap Alkan.
Semenjak kehamilan Christy ayah dan anak menjadi sering cekcok memperebutkan perhatian Christy.
"Mommy mu sedang tidur boy, dia tidak mau jauh-jauh dari daddy jadi pesankan saja apa yang mommymu minta, biar daddy yang membawa mommy mu ke kamar".
Jeno langsung membawa Christy menuju kamar mereka dan meninggalkan Alkan sendiri di ruang keluarga.
"Huh", Alkan menghela nafas.
Ia pun meraup handphone miliknya lalu memesankan makanan yang mommy nya inginkan. Setelah beres, Alkan berniat kembali ke kamarnya untuk melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda.
Dikamar, Jeno membaringkan Christy di kasur, tak lupa dirinya juga membenarkan posisi tubuh Christy dan memasangkannya selimut agar istrinya bisa tidur dengan nyaman. Setelah itu, Jeno membaringkan tubuhnya di sisi lain kasur, ia pun ikut terlelap sembari merengkuh tubuh istrinya.
Jam menunjukkan pukul 3 sore namun sepasang suami istri masih setia berada di alam mimpi. Christy terusik dari tidurnya saat dirasa sesuatu menimpa perutnya.
"Emmh"
Perlahan tapi pasti Christy membuka matanya lalu melihat hal yang mengusiknya tadi. Sebuah tangan kekar tengah memeluk dirinya dari arah belakang, aroma maskulin yang ia kenali tak luput dari indra penciumannya.
"Sudah bangun, hmm?"
Suara serak nan parau mengagetkan dirinya.
"Emm, mas", panggil Christy.
Ia memutarkan tubuhnya agar berhadapan dengan Jeno, lalu masuk kedalam dekapan Jeno.
"Hmm"
"Lapar", cicit Christy.
"Hmm, jam berapa sekarang?" Tanya Jeno sembari tangan kirinya meraih sebuah jam di meja nakas.
"03.40"
"Mau mandi atau langsung makan?" Tanya Jeno sembari mengelus kepala Christy.
"Makan".
"Ayo turun, pasti Alkan sudah membelikan makanan yang kamu inginkan", ucap Jeno sembari bangkit dari kasur.
Mereka pun lantas berjalan keluar menuju dapur.
Sesampainya di dapur, Jeno meminta tolong Nina untuk menghangatkan makanan yang di beli Alkan tadi siang. Sementara itu, Christy memilih duduk di meja makan sembari bermain game di ponsel milik Jeno.
5 menit kemudian makanan pun siap dihidangkan. Dengan sigap, Jeno mengambil piring Christy lalu mengisinya dengan makanan.
"Makanlah", ucap Jeno.
Christy langsung menyantap makanannya.
---
Waktu berjalan begitu cepat, tak terasa kehamilan Christy sudah memasuki bulan ke 9. Dirinya dan Jeno sudah tak sabar menantikan kehadiran anak perempuan mereka.
"Sayang, kamu meninggalkan susumu lagi", ucap Jeno.
Ia menghampiri Christy yang tengah duduk di pinggir kolam sembari membawa segelas susu ibu hamil lalu memberikannya pada Christy.
"Terima kasih sayang", ucap Christy lalu meminum susunya.
Sementara itu dari dalam mansion terdengar suara Alkan yang memanggil mommy nya sembari mengelus seekor singa di sampingnya.
"Bi, dimana mommy?" Tanya Alkan pada Nina.
"Nona berada di belakang tuan muda, bersama Tuan Jeno", jawab Nina.
Melihat seekor singa disebelah majikannya, Nina pun bergidik ngeri.
"Come on Kitty kita hampiri mommy", ucap Alkan sambil menarik tali yang tersambung di leher singa itu.
__ADS_1
"Mommy", panggil Alkan.
"Iya boy", jawab Christu tanpa memalingkan pandangannya.
Terlihat Jeno tengah mengelus perut istrinya, sedangkan Christy mengelus pelan rambut Jeno.
"Mom, lihat apa yang aku bawa".
Mendengar ucapan Alkan, Jeno dan Christy pun menoleh.
Seekor singa putih berdiri dengan gagahnya disamping Alkan, sontak itu membuat Jeno dan Christy terkejut.
"Kitty", ucap Christy sembari menatap singa itu dengan tatapan binarnya.
Ia pun bergegas bangkit untuk menghampiri singa itu namun dicegah oleh Jeno.
"No baby, jangan lari kau sedang hamil sayang".
Christy pun meringis mendengat tuturan suaminya itu.
"Come here", ucap Christy.
Alkan melepaskan tali yang mengikat di leher kitty. Kitty pun berjalan mendekati Christy.
"Uh sayang", ucap Christy gemas sembari mengelus elus kepala Kitty, tak lupa memberikan kecupan kecupan gemasnya.
"Uh gemasnya kucing kecilku", ucap Christy sambil mengelus punggung Kitty yang dibalas oleh endusan dari Kitty.
Merasa ada makhluk asing di perut tuannya, Kitty pun mencoba mengendus perut Christy.
"Temani mommy mu, daddy mau ke kamar mandi sebentar", ucap Jeno.
"Oke dad".
Alkan pun duduk di samping Christy.
"Temani Kitty main boy, dia pasti senang", ucap Chtisty.
Alkan bangkit dari duduknya, ia mengambil bola tenis dibawah kursi lalu mengajak Kitty untuk bermain di seberang kolam.
Christy tersenyum senang, ia menikmati waktu santainya dengan melihat Alkan dan Kitty bermain sambil merendam kakinya di kolam renang.
Ditengah kesenangannya melihat aktifitas Alkan dan Kitty, Christy merasakan adanya cairan yang mengalir dari pahanya. Ia lantas mengangkatkan kakinya dari kolam laku bangkit untuk berdiri.
"Au... sh...", pekik Christy sembari memegang perutnya.
"Mom, apa yang terjadi?" Tanya Alkan pada Christy dengan wajah khawatir.
Alkan pun menuntun Christy untuk duduk di bangku santai.
"Sepertinya mommy akan melahirkan, tolong panggil daddy mu", ucap Christy sembari mencoba bersikap tenang.
"Baiklah, aku akan panggil daddy".
Alkan berlari masuk ke dalam, ia pun berteriak memanggil Jeno. Jeno yang berada di kamar langsung keluar melihat apa yang terjadi.
"Ada apa boy? Dimana mommy mu?" Tanya Jeno.
"Dad, mommy akan melahirkan, cepat kita harus membawanya ke rumah sakit", ucap Alkan pada Jeno.
"Kakek, bagaimana keadaan mommy, apakah mommy baik baik saja?" Tanya Alkan sembari melihat pintu ruangan yang tengah tertutup.
"Alkan tidak tega melihat mommy kesakitan, kek".
"Percayalah pada kakek, mommymu kan baik-baik saja", ucap David sembari menenangkan cucunya.
Sebenarnya ia juga khawatir melihat anaknya yang tengah berjuang untuk melahirkan, namun dirinya harus tegar agar bisa menenangkan cucunya yang dilanda kekhawatiran.
Oeekkk..... Oeekkkk.....
Tak berselang lama terdengar suara tangisan bayi, semua orang yang tengah menunggu Christy merasakan kelegaan.
__ADS_1
Sekitar 15 menit dokter ditemani dengan dua orang suster keluar dari ruang persalinan.
"Dok, bagaimana keadaan anak kami?" Tanya Samuel.
"Puji tuhan, ibu dan bayinya sehat, kalian bisa menjenguknya sekarang, setelah ini ibu dan bayinya akan dipindahkan ke ruang rawat namun kalian bisa menjenguknya terlebih dahulu", ucap dokter.
Semua orang bernafas lega, dokter dan dua suster pun pamit kemudian pergi dari hadapan mereka.
"Daddy", panggil Alkan pada Jeno yang sedari tadi menemani istrinya di ruang persalinan.
"Hey boy", jawab Jeno.
"Aku ingin melihat adik bayi dad", mata Alkan tertuju pada box bayi yang berada di sebelah kiri brankar.
"Kemarilah boy, sapa adik perempuanmu", ucap Jeno sembari menggendong putri tercintanya yang baru saja lahir.
"Wahh, lucunya", ucap Alkan.
"Ya ampun cantik sekali cucuku", ucap Ardel terkagum, begitu juga dengan Ardel.
"Bagaimana keadaanmu sayang?", tanya Samuel pada Christy.
"Aku baik dad", ucap Christy sembari tersenyum.
"Kau memang anakku yang hebat", ucap Samuel.
"Mom, siapa nama bayinya?" Tanya Alkan.
"Entahlah, tanyakan pada daddymu, daddymu belum memberikan nama untuk adik perempuanmu", ucap Chrisy.
"Dad, ayo berikan nama pada adik perempuan, ucap Alkan.
"Berikan saja nama snow white, karena adik cantik secantik snow white", ucap Alkan.
Jeno dan yang lainnya pun tertawa mendengar ucapan Alkan.
"Daddy sudah menyiapkan sebuah nama untuk adikmu boy".
"Siapa namanya dad?"
"Kim Bestari Maudia".
Lengkap sudah kehidupan Christy dengan kehadiran bayi perempuannya, kisah yang tak pernah ia pikirkan akan berakhir bahagia. Kini dirinya benar-benar merasakan arti keluarga yang sesungguhnya. Ia berharap tiada lagi rintangan yang menghadang keluarganya. Cukup sudah cerita kelam dimasa lalu, kini saatnya ia hidup dengan damai bersama keluarganya.
__ADS_1
...\=\= TAMAT \=\=...