
Kring... Kring.... Kring....
Bel istirahat berbunyi, semua siswa siswi AHIS, berbondong bondong menuju kantin. Kini Devan, Arga, Axel, Lea, Milla, dan Regina tengah memesan makanan. Tak lama Bella datang dan menuju kearah mereka.
Sekarang Bella bersekolah di AHIS, ia sekelas dengan Eva, Regina dan Milla. Milla dan Regina sendiri sudah tahu tentang Bella dari Devan bahwa Bella akan pindah ke sekolah mereka, tetapi kini mereka memilih untuk pura pura tidak mengenalnya.
"Hai kalian", ucap Bella.
"Hai juga", balas Milla yang sudah tiba duluan bersama dengan Regina.
Bella pun memilih duduk di sebelah Devan yang tengah bermain dengan ponselnya.
"Hai", sapa Bella pada Devan.
Devan pun tak menanggapi Bella.
"Dev?, kamu kok nyuekin aku sih", ucap Bella kesal.
"Eh, maafin aku sayang, aku ngga tau kalo kamu disini, maafin aku ya", ucap Devan pada Bella.
Bella dan Devan sudah resmi bertunagan 2 hari yang lalu sejak kepulangan Devan dari Mansion Diamond, kejadian ini sudah di ketahui seluruh keluarga dan teman temannya, mereka pun setuju dengan itu. Kini persahabatan mereka berdelapan semakin erat.
Sementara, perasaan Devan kepada Bella semakin besar karena perlakuan Bella yang selalu perhatian padanya.
__ADS_1
"Woi Bro", ucap Alex.
"Eh gw laper nih, pesenin dong", ucap Arga.
"Hilih, kebiasaan lu", ucap Axel.
"Yaudah kalian mau pesen apa biar gw sama Regan yang pesen", ucpa Axel.
"Samain aja, biar gampang", ucap Milla.
"Oke", jawab Regan.
"Ekkhem, yang jomblo mah bisa apa, yekan", ucap Milla saat melihat keromantisan Devan dan Bella.
"Berasa dunia milik berdua", ucap Arga.
"Hooh, kalo mau berduaan tuh di tempat yang pas, jangan disini", ucap Eva.
"Suka suka gw", ucap Devan.
Axel dan Regan pun memesan makanan mereka. Tak lama pesanan mereka lun tiba.
"Nih pesenan kalian", ucap Regan.
__ADS_1
Mereka pun menyantap makanannya masing masing.
Di Singapura, Christy tengah bersantai di balkon bersama Kim dan Zain. Dikarenakan hari ini Zain tidak bertugas, ia memilih menemani Queen kesayangannya.
"Dek, kita pulang besok", ucap Kim.
"Iya", jawab Christy.
"Queen, jangan terlalu banyak pikiran, itu tidak bagus untuk kesehatanmu", ucap Zain.
"Aku hanya memikirkannya, sudah bertahun tahun dia menghilang, aku rindu padanya", ucap Christy sambil tersenyum.
"Suatu saat ia pasti kembali Queen, kau tahu kan alasannya mengapa ia pergi", ucap Zain.
"Demi aku dia memilih pergi, aku masih ingat dengan benar saat ia bersamaku, melindungiku, mengobatiku, membuatku ceria aku benar benar rindu padanya", ucap Christy sambil membayangkan seseorang yang pernah mengisi hidupnya sebelum Devan.
DAVIAN VICTOR CHARLESS, itulah nama yang masih terpahat di dalam hatinya Christy. Sejuta kenangan indah bersamanya berputar kembali di pikirannya. Seorang Jendral BDM, benar benar mengambil alih hatinya.
Orang yang dulu membantunya membangun BDM, menemaninya saat terpuruk, melindunginya seperti seorang kakak, selalu ada untuknya, dan yang selalu memberi semangat. Karena suatu hal, Davian memilih pergi jauh untuk melindungi Christy.
"Sudahlah dek, mungkin dia memiliki alasan untuk itu, ayolah berhenti bersedih, besok kita akan pulang ke Indonesia", ucap Kim.
"Yang dikatakan Kim benar Queen, besok kau harus pulang dan sekarang waktunya kau istirahat", ucap Zain.
__ADS_1
Yang dikatakan mereka benar, besok gw pulang ke Indonesia, seharusnya gw memikirkan gimana caranya supaya keluarga gw ngga tau tentang penyakit gw, batin Christy.
Christy pun mengangguk, mereka pun masuk kedalam.