
Kini Christy sedang berada di ruang kepala sekolah.
"Hua bosennnnn", ucap Christy.
"Glen, gw laper lu ngga ada makanan?", tanya Christy.
"Nih", ucap Glen sambil melemparkan beberapa bungkus snack ke arah Christy.
Tok... tok... tok...
"Siapa?", tanya Christy pada Glen.
"Entahlah", ucap Glen.
"Masuk", ucap Glen.
Ceklek...
"Christy", panggil Samuel.
"Daddy, mommy, papa, mama?", ucap Christy.
"Kamu ngapain disini Christy?", tanya Ratih.
"Em.. Christy habis bantuin kepala sekolah ma ngerekap siswa untuk olimpiade", bohong Christy.
"Daddy, mommy, papa, mama tumben kok kesini?", tanya Christy.
"Oh, kami baru aja ada pertemuan para donatur", ucap Ardel.
"Oh gitu", ucap Christy.
Tak lama seseorang datang dan melaporkan sesuatu pada Christy.
"Miss gawat Miss, saya baru mendapatkan berita bahwa musuh akan menyerang sekolah Anda Miss", ucap Tino.
"Gawat, amankan seluruh siswa dan yang lainnya, bawa ke ruangan XQ, aku akan menghadapinya", ucap Christy.
"Tapi Miss punggung Anda mengalami cidera", ucap Tino, seketika keluarganya kaget saat mendengar hal itu.
"Tak masalah bagiku kau lakukan saja tugasmu", ucap Christy.
Tino pun menjalankan tugasnya.
"Apa masih ada disini?", tanya Christy pada Glen.
"Disana", ucap Glen sambil menunjukkan sebuah rak buku.
Christy pun mendekati rak buku itu, lalu memasukan sebuah kode dan rak itu pun terbuka. Disana terdapat beberapa senjata, baju misi dan rompi anti peluru berjumlah 5 yang sudah Christy rancang sedemikian rupa.
"Kalian pakai ini", ucap Christy sambil memberikan rompi anti peluru.
"Tapi untuk apa?", tanya David.
__ADS_1
"Pakai saja", ucap Christy datar.
Mereka pun memakai rompi anti peluru, sementara Christy melepas bajunya dan menggantinya dengan baju misi lalu memasang peralatan di tubuhnya.
"Christy, apa kau tudak memakai rompi anti peluru?", tanya Glen.
"Tidak, rompi ini hanya berjumlah 5", ucap Christy sambil memasukkan senjata ke sepatunya.
"Tidak, kau harus memakainya ini sangat berbahaya Christy", ucap Glen.
"Aku tidak membutuhkan rompi itu, lagi pula tidak ada gunanya aku memakai itu", ucap Christy sambil mengikat rambutnya.
"Setidaknya untuk melindungi nyawamu Christy", ucap Glen.
"Kalian tenang saja", ucap Christy.
"Ayo kita keluar", ucap Christy sambil memasang topeng yang ia gunakan saat bertugas.
Dengan perlahan Christy pun membuka pintu, saat dirasa aman ia pun memberi kode dan keluar dari ruangan itu. Mereka pun menuju ruangan XQ yang dipimpin oleh Christy.
Ruanga XQ merupakan ruangan khusus yang terletak di lantai dasar, tempatnya yang tersembunyi tidak disadari oleh semua orang. Ruangan ini berukuran cukup besar hingga bisa memuat seluruh warga sekolah AHIS, temboknya sendiri terbuat dari beberapa lapisan yaitu besi dan baja yang disusun berselingan. Ruangan ini dapat menahan ledakan dan benturan keras. Di ruangan ini juga terdapat saluran oksigen, toilet, dan layar pantau CCTV.
Christy dan yang lainnya pun sampai diruangan itu.
"Kalian masuklah, dan kau Glen aku serahkan semuanya padamu, jika ada apa apa kau harus menghubungiku", ucap Christy.
"Bang Al, tolong kamu jaga mereka semua", ucap Christy.
"Tapi kamu mau kemana?, diluar sedang dalam keadaan bahaya", ucap Alex.
Christy pun menutup pintu ruangan itu dan bergegas kearah lapangan utama, sementara Glen langsung menyalakan layar pantau CCTV dan menyambungkannya ke kamera yang berada di lapangan utama.
"Dimana ketua kalian?", ucap Leader King Cobra.
"Aku disini", ucap Christy.
"Wah, Leader dari para Leader mafia disini rupanya", ucapnya.
"Tidak usah basa basi, apa maumu?", tanya Christy dengan tegas.
"Aku hanya ingin membalasmu karena kau sudah menghancurkan markas besarku", ucap Leader King Cobra.
"Apa kau yakin bisa melawanku tuan Xanlex Margaretta?", ucap Christy mengejek.
"Omong kosong, SERANG MEREKA", ucap Xanlex.
Pertempuran pun terjadi, dengan tangan kosong Christy melawan anak buah King Cobra. Dalam waktu 5 menit sudah 100 orang yang tumbang ditangan Christy. Jika dilihat dari jumlah, jumlah anggota King Cobra lebih banyak yaitu berkisar 300 anggota sedangkan pada jumlah anggota BDM hanya sekitar 30 anggota. Tetapi jangan salah, orang yang ditugaskan Christy merupakan anggota tingkat A yang bisa menumbangkan sekitar 50 orang dalam waktu beberapa menit.
Kini Christy tengah berhadapan dengan Xanlex. Semua anggota King Cobra telah gugur tak bersisa, sedangkan anggota Christy masih berjumlah 30 orang.
"Kau sudah kalah tuan Xanlex", ucap Christy sambil tersenyum menyeringahi.
"Hahaha, tapi aku belum mengakuinya", ucap Xanlex sambil tertawa.
__ADS_1
"Baiklah", ucap Christy.
Mereka pun bersiap untuk menyerang satu sama lain. Xanlex pun mengambil pedang yang dibawanya lalu menyerang Christy. Christy pun mengambil samurainya lalu menangkis tebasan pedang Xanlex, pedang milik Xanlex pun terjatuh dari tangannya, dengan cepat Christy menendang bagian perut Xanlex, ia pun terjatuh.
Christy pun memukul dibagian area vital hingga Xanlex memuntahkan darah. Tak lama Xanlex pun tak sadarkan diri. Christy pun berdiri lalu pergi menjauh.
"Kalian bereskan semua", ucap Christy.
"Baik Miss", ucap anggotanya.
Tiba tiba Xanlex terbangun dan berusaha mengambil pedangnya, ia pun berdiri lalu mengarahkan pedangnya kearah Athur. Christy yang melihat itu langsung menarik Athur lalu memutarkan tubuh mereka.
Xianlex pun tumbang akibat tertembak di bagian jantung, setelah menarik pedangnya. Seketika keadaan menjadi hening.
"Christy", lirih Athur yang shock akibat kejadian itu.
Christy pun terjatuh dengan posisi tengkurap dan punggung yang mengeluarkan banyak darah.
"CHRISTY", teriak Glen saat melihat kejadian itu dari layar pantau CCTV.
Semua orang yang mendengar teriakan Glen langsung melihat kearahnya. Keluarga dan teman teman Christy langsung mendekat kearah Glen dan melihat layar monitor.
"Christy", ucap Ardel yang shock saat melihat keadaan anaknya.
Ardel dan Ratih pun terjatuh dan menangis histeris, sedangkan Samuel dan David tak kuasa menahan air mata.
Pintu ruangan XQ pun terbuka, Glen langsung berlari kearah lapangan utama dan diikuti oleh keluarga Christy. Glen pun memangku kepala Christy lalu melepaskan topengnya.
"Christy bangun Christy", ucap Glen sambil menangis.
"Husss, ja...nga..n me....me...na...ngis", ucap Christy sambil memegang wajah Glen.
"Cepat panggil ambulan", teriak Athur.
"Christy bangun nak hiks, ini mommy", ucap Ardel sambil menangis.
"Mo...mmy ja..nga me...na..ngis", ucap Christy sambil menahan rasa sakit.
"Dad, pa ma...afkan Chris....ty ji....ka Chris....ty sa...lah, daddy da....n papa ha....rus menja....ga ke...luarga....kita sa...at Christy ng..ga ada", ucap Christy.
"Duo A da.....n bang Re...gan, a...ku mo..hon ja....ga ju...ga ke...luar....ga kita", ucap Christy.
"Iya, abang janji tapi kamu harus bertahan Christy", ucap Alex sambil menangis.
Tiba tiba pandangan Christy mulai kabur dan pendengarannya pun semakin melemah.
Tuhan, apakah ini akhir hidupku?, jika iya aku mohon jaga keluargaku, aku sangat menyayanginya tuhan, biarkan mereka merasakan kebahagia saat aku tidak ada disamping mereka tuhan, batin Christy.
Tuhan tolong sampaikan pesanku pada mereka, aku sangat menyayangi mereka, aku selalu menikmati kebersamaan dengan mereka tuhan, aku bahkan tidak bisa marah pada mereka, batin Christy.
Kenangan bersama keluarganya berputar kembali di ingatan Christy. Tiba tiba pandangan Christy semakin kabur dan Christy pun tak sadarkan diri.
"CHRISTY, BANGUN CHRISTY BANGUN JANGAN TINGGALKAN KAMI NAK",ucap Ratih yang menangis histeris.
__ADS_1
"Papa mohon padamu nak, jangan pergi nak", ucap David.
Tak lama Ambulan pun datang, Christy pun dibawa kerumah sakit A'r Hospital yang tempatnya tak jauh dari AHIS. Semua siswa beserta staf dan guru dipulangkan, sementara keluarga, Devan dan Eva dkk beserta Athur dan Glen menuju rumah sakit A'r Hospital.