
Christy tengah berada di ruang kerjanya, seperti biasa ia akan mengecek beberapa file yang dikirim oleh beberapa sekertarisnya lewat emailnya.
Tok... tok... tok...
"Masuk", ucap Christy.
Ceklek...
"Miss, nona Mishal ingin bertemu dengan Anda", ucap Reson.
"Persilahkan dia masuk", jawab Christy.
"Baik Miss", jawab Reson.
"Silahkan nona", ucap Reson pada Mishal.
Mishal pun berjalan masuk.
"Ini berkas yang lu minta", ucap Mishal.
"Hmm", hawab Christy.
Christy pun membaca berkas yang dibawa oleh Mishal.
"Ada lagi?", tanya Christy.
"Cuman ini, sama yang kemarin gw kasih ke lu buat ditanda tangani", ucap Mishal.
"Nih", ucap Christy sambil memberikan kembali berkas yang baru saja ia tanda tangani.
"Dan ini berkas yang kemarin", ucap Cgriaty sembari memberikan sebuah map berwarna hijau.
"Oke gw bawa ini", ucap Mishal.
"Yaudah gw balik dulu", ucap Mishal.
"Hmm ati ati", ucap Christy.
Mishal melangkah pergi keluar ruang kerja Christy. Sementara, Christy masih bergelut dengan berkas berkas lainnya.
Deg...
"Kenapa perasaan gw ngga enak?", batin Christy.
Prang...
Tiba tiba sebuah pigura terjatuh.
"Apa itu?", ucap Christy saat mendengar suara benda yang terjatuh.
Christy bangkit dari duduknya dan berjalan kearah pigura itu.
"Kenapa bisa jatuh", ucap Christy sambil melihat kearah dinding tempat pigura itu berada sebelum terjatuh.
Ia pun mengambil foto yang ada di dalam pigura itu.
"Kenapa perasaanku ngga enak ya?, dan kenapa foto Jeno jatuh", ucap Christy.
Ia pun mengecek paku yang ada di dinding.
"Ngga kenapa kenapa kok, tapi kenapa bisa jatuh?", ucap Christy.
"Mungkin perasaanku aja kali", ucap Christy.
Christy menungut pecahan kaca dan juga pigura yang sudah pecah agar tidak mengenai kakinya. Setelah selesai ia pun kembali berkutat dengan berkas berkasnya.
Di lain tempat, Jeno sedang berada di cafe yang terletak tak jauh dari gedung Second Group. Ia dan asistennya baru saja melakukan pertemuan dengan kliennya.
"Kai, kamu bisa kembali ke kantor dulu, saya akan keluar sebentar", ucap Jeno pada asistennya.
__ADS_1
"Baik tuan", jawab Kai.
Jeno keluar dari Cafe B&C lalu berjalan menuju mobilnya. Ia pun masuk kedalam mobil dan mengendarainya menuju jalanan.
Karena lampu merah, mobilnya pun berhenti. Kebosanan tiba tiba melanda dirinya, untuk mengusir kebosanan ia pun menyalakan audio yang ada dimobilnya.
Lampu lalu lintas akhirnya berubah menjadi hijau, dengan segera Jeno melajukan mobilnya.
Tiba tiba....
Braakkkk...
Tiba tiba dari jalur kiri sebuah truk berkecepatan tinggi menerobos lampu lalu lintas dan menabrak mobil Jeno hingga terseret sejauh 100 meter dari tempat kejadian tabrakan.
Jeno yang mengalami benturan keras karena tabrakan itu berusaha menjaga kesadarannya. Tetapi karena benturan keras yang ia alami dikepalanya mengakibatkan pendarahan yang hebat di kepalanya. Sedikit demi sedikit kesadarannya pun mulai menghilang.
"Christy", ucap Jeno sebelum ia benar benar tak sadarkan diri.
Davian dan Athur yang baru saja membeli roti di dekat tkp mendengar suara benturan keras yang dihasilkan dari tabrakan. Karena penasaran mereka berdua langsung melihat sekeliling. Davian dan Athur mendapati beberapa warga tengah bergerumun, mereka pun mencoba bertanya kepada salah seorang warga disana.
"Permisi, ada apa ini?", tanya Davian.
"Ada kecelakanan mas", ucap warga itu.
"Kecelakan?", tanya Athur.
"Iya mas, itu", ucap warga itu sambil memberi akses kepada Davian dan Athur untuk melihat kejadian yang sebenarnya.
Karena diberi akses oleh salah seorang warga, Davian dan Athur melihat ke arah tkp. Mereka melihat sebuah truk dan mobil hitam merk BMW mengalami kerusakan parah.
"Sepertinya ada orang didalamnya", ucap Athur pada Davian.
"Tunggu...", ucap Davian.
"Sepertinya aku mengenal mobil itu", ucap Davian.
Davian dan Athur saling memandang satu sama lain.
Mereka pun langsung berlari menuju mobil hitam itu. Davian langsung mengecek orang yang ada di dalam mobil BMW itu.
"Oh tidak, Jeno bangun Jeno, Jeno", ucap Davian.
"Athur, bawa mobil ke sini, kita harus bawa dia ke rumah sakit secepatnya", ucap Davian.
Athur langsung berlari menuju mobilnya, ia pun memarkirkannya di dekat tkp, sementara Davian tengah menghentikan pendarahan yang pada kepala Jeno.
Mereka berdua langsung membawa Jeno menuju rumah sakit terdekat.
---
"Dokter, suster", panggil Davian.
Tak lama beberapa suster dan juga dokter menghampiri mereka berdua sambil membawa sebuah brangkar.
Jeno pun dipindahkan ke atas brangkar dan dibawa ke ruang IGD, sementara Davian dan Athur menunggu di depan ruang IGD.
Mereka berdua masih syok dengan apa yang terjadi pada Jeno yang notebennya adalah tunangan dari Christy dan sebentar lagi mereka akan mengadakan acara pernikahan.
"Dav", panggil Athur.
Davian pun menatap kearah Athur.
"Hubungi Christy", ucap Athur.
"Tapi", ucap Davian.
"Hubungi aja, dia berhak tau tentang apa yang terjadi pada tunangannya", ucap Athur.
Davian pun menghubungi Christy.
__ADS_1
---
Narang gyeorhonhae jullae ?
Narang pyeongsaengeul hamkke sallae
Mendengar iphonenya berbunyi Christy pun mengambil iphonenya.
"Kenapa Jendral menelponku?", ucap Christy bingung.
Ia pun mengangkat panggilan itu.
Tut...
"Halo", ucap Davian.
"Ada apa?", tanya Christy.
"Kamu bisa ke rumah sakit sekarang ngga?", tanya Davian.
"Kenapa?", tanya Christy.
"Ini penting", ucap Davian.
"Nanti aku sharelock lokasinya", ucap Davian.
Tut...
Panggilan pun terputus.
"Hah?", ucap Christy kebingungan.
Ting...
Tak lama sebuah notifikasi muncul di layar iphonenya.
Ia pun membuka notifikasi itu dan mendapati pesan dikirim oleh Davian. Karena sudah mendapati lokasi yang dimaksud, Christy pun bergegas menuju lokasi.
"Mom", panggil Alkan saat melihat Christy.
"Eh Alkan, kapan sampainya?", tanya Christy.
"Barusan mo, mommy mau kemana?", tanya Alkan.
"Mommy mau kerumah sakit, ada urusan", ucap Christy.
"Alkan ikut mom, Alkan bosan", ucap Alkan.
"Yaudah, ayo", ucap Christy.
"Reson, aku dan Alkan akan keluar sebentar, tolong jaga rumah", ucap Christy pada Reson.
"Baik Miss", jawab Reson.
Christy dan Alkan masuk kedalam mobil dan mobil yang mereka tumpangi berjalan menuju jalanan.
"Mom, kenapa kita ke rumah sakit, siapa yang sakit mom?", tanya Alkan.
"Entahlah boy, mommy baru saja mendapatkan telpon dari uncle Davian", ucap Christy.
"Uncle Davian?", tanya Alkan untuk memastikan.
"Iya", jawab Christy.
Mobil mereka pun melesat membelah jalanan yang penuh kendaraan. Saat melintas di sebuah perempatan, Alkan dan Christy mendapati beberapa polisi yang berjaga dan mengatur lalu lintas.
"Sepertinya baru saja terjadi kecelakaan mom", ucap Alkan.
"Iya, kau benar boy", ucap Christy.
__ADS_1
Kenapa aku merasa tidak asibg dengan mobil itu, batin Alkan saat melihat sebuah mobil hitam merk BMW.
Seperti mobil milik daddy, tapi bisa saja orang lain mempunyai mobil yang sama seperti milik daddy kan, batin Alkan lagi.