
Sudah dua hari semenjak Christy sakit, sekarang ia kembali melakukan aktivitas kembali. Sementara kakeknya sudah kembali ke London. Kini ia tengah berkutat dengan berkas berkas yang menumpuk.
"Dek nanti jam 1 siang ada janji ma klien di A'r Cafe ", ucap Leya.
Christy pun melihat jam yang ada di pergelangan tangannya. 12.30 itulah yang ia lihat.
"Yaudah, berangkat sekarang", ucap Christy.
Mereka pun berangkat menuju A'r Cafe. Sesampainya disana, sudah ada klien yang menunggunya. Mereka pun memulai rapatnya.
Tak lama mereka pun mengakhiri pertemuan. Christy dan Leya pun kembali ke perusahaan.
"Dek, lu mau kopi?", tanya Leya pada Christy.
"Gw ngga bisa minum kopi", ucap Christy.
"Trus mau dibuatin apa?", tanya Leya.
"Tolong buatin gw matcha kak", ucap Christy pada Leya.
"Oke", ucap Leya.
Leya pun pergi meninggalkan Christy dengan berkas berkas di ruangannya.
"Akhirnya selesai juga", ucap Christy sambil merenggangkan otot ototnya.
"Dek ini match lu", ucap Leya sambil memberikan segelas matcha pada Christy.
"Kak, berkasnya ada lagi ngga?", tanya Christy.
"Udah itu aja, emang kenapa?", ucap Leya.
"Yaudah, gw ada urusan", ucap Christy.
Christy pun meminum matchanya sampai habis.
"Kak gw cabut dulu ya", ucap Christy.
"Woke ati ati", ucap Leya.
Christy keluar dari ruangannya dan berjalan menuju parkiran. Ia pun memasuki mobilnya dan menjalankannya menuju A'r Company.
__ADS_1
Ia pun sampai di A'r Company, tak lupa ia mengganti pakaiannya dan memakai topengnya. Ia pun memasuki gedung dan menuju ruangannya.
"Dek ini berkas yang harus di tanda tangani", ucap Mishal sambil memberikan setumpuk berkas.
"Gimana keadaan perusahaan baru kita?", tanya Christy pada Mishal.
"Udah 50% dek", ucap Mishal.
"1 bulan ini harus sudah selesai semua", ucap Christy pada Mishal.
"Oke dek", jawab Mishal.
Chrsity pun melanjutkan pekerjaannya, sementara Mishal tengah berkutat dengan laptopnya.
Siang berganti malam, tak terasa sudah 5 jam ia berkutat dengan berkas berkasnya.
"Kak, ada berkas lagi ngga?", tanya Christy pada Mishal.
"Cuman itu dek", jawab Mishal.
"Yaudah ini udah selesai semua, gw mau pulang dulu", ucao Christy.
Christy pun menuju mobilnya dan menjalankannya menuju Mansion Diamond. Di tengah perjalanan, iphone Christy berbunyi dan menunjukan nama Dr. Kim. Ia pun mengangkat panggilan itu lewat earphonenya.
"Hmm", jawab Christy.
"Kamu dimana sekarang?", tanya Kim.
"Lagi dijalan, ada apa?", jawab Christy.
"Cuman mau bilang abang udah buat janji sama dokter spesialis di Singapura", ucap Kim.
"Kenapa di Singapura, kan di sini juga banyak dokter lainnya", ucap Christy.
"Karena disana peralatannya lebih canggih, dek", ucap Kim.
"Huh, kapan kita berangkat?", tanya Christy.
"Besok sore kita ke Singapura, penginapan dan tiket udah abang atur", ucap Kim.
"Oke", jawab Christy.
__ADS_1
Tut....
Sambungan pun terputus.
Tak lama ia pun sampai di Mansionnya. Ia pun memarkirkan mobilnya digarasi, lalu memasuki Mansion. Seperti biasa, ia kan disambut oleh pelayannya.
"Lia kamu sudah pulang", ucap David.
"Sudah pah, yang lain mana?", tanya Christy.
"Lagi di ruang keluarga", ucap David.
Christy dan David pun menuju ruang keluarga.
"Kamu sudah pulang", ucap Samuel.
"Belum, ya sudahlah dad", ucap Christy.
"Yayaya terserah padamu", ucap Samuel.
"Mom, dad, pah, mah ada yang ingin Christy omongin", ucap Christy.
"Ada apa?", tanya Samuel.
"Besok Christy harus ke Jepang, temen Christy ngadain acara pernikahan", ucap Christy bohong, sebenarnya ia akan pergi ke Singapura cuman tak ingin keluarganya tahu ia pun terpaksa berbohong.
"Kok mendadak", tanya Ardel.
"Christy aja baru tahu sekarang mom, dia minta Christy buat nemenin dia sebelum acara pernikahan", ucap Christy.
"Berapa hari kamu disana?", tanya David.
"Kira kira 2 minggu pah", ucap Christy.
"Ya sudah daddy ijinkan kamu pergi ke Jepang", ucap Samuel yang dilanjutkan anggukan semua keluarganya.
"Kapan kamu berangkat?", tanya Ratih.
"Besok sore mah", ucap Christy.
"Ya sudah kamu istirahat dulu, sudah makan malam?", tanya Ardel.
__ADS_1
"Sudah mom", ucap Christy.
Christy pun menuju kamarnya, tak lupa ia melakukan ritual malamnya.Setelah selesai, ia pun meminum obat yang diberikan Dr. Kim padanya, Tak lama ia pun terlelap.