Ardelia Christy

Ardelia Christy
Karir


__ADS_3

"Alkan, ayo kita berangkat", ucap Christy sembari menunggu di depan pintu mansion dengan Jeno.


"Iya mom, i'm coming mom", ucap Alkan sambil membawa tas ranselnya dan berlari menuju Christy.


"Ayo", ucap Jeno.


Mereka langsung masuk ke dalam mobil, sang supir pun menjalankannya menuju Bandara Incheon.


Sekitar 20 menit mereka pun sampai di bandara. Beberapa bodyguard menyambut kedatangan mereka.


"Lewat sini Miss", ucap salah satu bodyguarnya.


Christy, Jeno, Alkan dan beberapa bodyguard berjalan mengikuti sang bodyguard yang memandu jalan mereka agar tak terkena hambatan.


"Eh itukan Alexix"


"Alexix siapa?"


"Alexix Virkan model yang terkenal itu lho"


"Wih, cantik juga ternyata"


"Eh, itu siapa yang disebelahnya kayaknya pacarnya deh, tapi kok ada anak kecil ya?"


"Mungkin saudaranya kali"


"Serasi banget udah kayak keluarga kecil"


"Eh cowoknya ganteng dong, pen gw gebet deh"


Banyak pujian yang di lontarkan oleh semua orang, tapi Christy, Jeno dan Alkan hanya menganggapinya dengan muka datar.


Kini mereka berada di ruang terbuka, disana pesawat yang akan ditumpanginya sudah berada didepan mata, tak lupa dengan pramugari, pilot dan, beserta crew lainnya menyambut mereka.


Phoenix Victory Quiet Airlands


Salah satu pesawat yang dirancang khusus oleh Christy saat melakukan perjalanan jauh. Pesawat ini hanya ada 1 didunia, itu karena Christy sendirilah yang merancangnya, dalam pembuatannya pesawat ini menghabiskan biaya sekitar 6 triliun rupiah.


Tak hanya pesawat ini saja yang dipunyai Christy. Ia memiliki 30 helikopter yang bernama Pegasus-1 hingga Pegasus-30, 5 Jet yang bernama Charless, VLINE, X-One, X-AE 1, Z-YUVVY, dan 5 Pesawat terbang yang bernama Cendrax Diamond Magic, Xenta Eqwar Ethav Plane, Loudy Christavos Plane, Pentaxin Argenta Xenan Airlands, dan Phoenix Victory Quiet Airlands.

__ADS_1


"Welcome miss", ucap salah satu pramugari.


"hmm"


Christy, Jeno dan Alkan pun masuk ke pesawat dan duduk di kursi masing masing. Tak menunggu waktu lama, pesawat pun lepas landas.


Indonesia~~


Jika kalian bertanya keberadaan Davian, maka jawabannya adalah Indonesia. Yap, 3 tahun yang lalu Davian beserta tangan kanannya pergi ke Indonesia karena urusan pekerjaan dan akhirnya mereka memilih menetap kembali ke Indonesia.


Kini yang mengambil alih BDM adalah Davian. Jika kalian bertanya bagaimana bisa?, itu bisa terjadi karena pertemuan tak sengaja antara Athur dan Davian.


Flash back on...


Taman.....


"Bang gw duluan ya", ucap Dika.


"Hmm", jawab Athur.


Athur melangkahkan kakinya menuju mobil miliknya. Di pertengahan jalan, tak sengaja ia menabrak seseorang yang berjalan berlawanan.


Bruk....


Athur yang merasa tak asing dengan suara itu langsung mendongakkan kepalanya. Betapa terkejutnya mereka saat melihat satu sama lain.


"Athur?"


"Davian?"


"Bisa kita bicara sebentar?", tanya Athur.


Davian pun menyetujuinya.


Mereka memutuskan untuk menuju ke cafe terdekat.


"Jadi bagaimana keadaanmu?", tanya Athur.


"Seperti yang kau lihat, aku baik", jawab Davian.

__ADS_1


"Kenapa kau kembali?", tanya Athur.


"Itu karena a....", ucap Davian terpotong.


"Apa kau tau yang terjadi pada Christy sekarang?", tanya Athur.


"Hmm aku tau, aku sungguh menyesal", ucap Davian dengan wajah yang tersirat penyesalan.


"Apa kau baru menyesalinya sekarang?", tanya Athur.


Davian hanya diam saja, ia tidak bisa menjawabnya karena memang itulah kebenarannya.


"Apa kau tau, setiap saat Christy selalu menanyakan keberadaanmu, dimana dia?, kapan dia kembali?, kenapa kau meninggalkannya tanpa menemuinya?", ucap Athur.


"Bahkan sampai sekarat ia selalu menanyakanmu, tapi apa sampai dia sudah tiada kau tak pernah menemuinya", ucap Athur.


"Maafkan aku, aku sungguh menyesal tapi ini demi kebaikannya", ucap Davian.


"Jika memang demi kebaikannya kau tidak akan pergi dan meninggalkannya, tapi apa kau malah mementingkan egomu itu sendiri", ucap Athur.


"Apa kau tau, dia sudah sangat menderita!, dimana kau saat dia memerlukanmu, hah!", ucap Athur.


"Dimana kau saat di berjuang melawan hidup dan matinya, dimana kau saat dia sudah terbujur kaku, jawab aku dimana kau saat semua itu terjadi padanya!", ucap Athur.


Davian hanya diam mematung, sebegitu kah orang yang ia cintai menderita. Apa dia terlalu egois?.


"Huh, waktuku tak banyak aku harus pergi, renungilah itu, jika kau menyesalinya temui aku di markas", ucap Athur.


Athur pun pergi meninggalkan Davian yang sedang termenung sendiri.


Flash back off...


Sementara, apa kabar dengan Devan dan kawan kawan?. Jika kalian bertanya apa yang terjadi pada Devan, maka jawabannya adalah OH Company. Yap, ia sudah mengambil alih perusahaan keluarganya, semenjak lulus dari kuliahnya ia sudah menikah dengan Bella yang merupakan tunangannya.


Jangan lupakan juga kawan kawannya. Arga Anggara, sama seperti Devan ia sudah diberi tanggung jawab oleh daddynya untuk mengurus perusahaan milik keluarga, hanya saja ia tidak workaholic seperti Devan. Mereka berdua masih berhubungan seperti waktu mereka masih SMA.


Eva Anggara, ia sudah menjadi seorang desainer sukses dan terkenal. Sudah banyak ajang lomba internasional fashion yang ia ikuti.


Milla Berlina, sama seperti Devan dan Arga, ia juga diberi tanggung jawab sebagai penerus Berlina Company yang merupakan perusahaan milik keluarganya.

__ADS_1


Regina Smith, tak mau ketinggalan ia juga sudah menjadi wanita karir yang sukses, ia memegang kendali atas S'T Company.


Meskipun begitu mereka berlima masih berhubungan, hanya saja tak seerat saat adanya Christy.


__ADS_2