
FlashBack On...
"Dad, Alkan ijin pergi ke taman", ucap Alkan.
"Apa mau daddy temankan?", tanya Jeno.
"Tidak usah dad, Alkan hanya ingin membeli ice cream disana", ucap Alkan.
"Baiklah kalau begitu, ini ambillah", ucap Jeno sembari memberikan uang seratus ribu berjumlah 2.
"Untuk apa dad, kau memberiku ini?", tanya Alkan bingung.
"Ambil saja, katamu kau ingin membeli ice cream", ucap Jeno.
"Aku tidak memerlukannya dad, lagi pula uangku sudah sangat cukup untuk membeli 20 mobil berharga 5 milyar, dan kemungkinan itu akan terus bertambah", ucap Alkan.
"Daddy tau, tapi daddy hanya ingin titip, tolong belikan daddy ice cream juga seperti biasa", ucap Jeno.
"Ku pikir dady akan memberiku uang, ya sudah aku pergi dulu", ucap Alkan sambil melangkah pergi.
"Tunggu", ucap Jeno yang menghentikan langkah Alkan.
Jeno kembali mengeluarkan uang seratus ribu berjumlah 5 dari dalam dompetnya.
Sepertinya daddy ingin memberiku uang lagi, batin Alkan.
"Ada apa dad?, apa kau ingin memberiku uang?, sudah kubilang bahwa aku tidak....", ucapan Alkan terputus.
"Ini, berikan ini kepada mang ujang, kemarin daddy meminjam uang kepadanya, dan bilang kepadanya sisanya untuk dia", ucap Jeno.
"Kupikir daddy akan memberiku uang untuk membeli ice cream, emang daddy meminjam berapa?", tanya Alkan.
"Lima puluh ribu", ucap Jeno.
"Baiklah, aku pergi dulu", ucap Alkan sambil berjalan kembali.
"Tunggu dulu", ucap Alkan.
"Ada apa lagi dad?", tanya Alkn geram.
"Ini, ini untukmu belilah ice cream", ucap Jeno sambil memberikan uang lima ribu dan sepuluh ribu uang sudah tak berbentuk.
Dengan senang hati Alkan menerima uang itu, setelah menerima uang itu seketika wajahnya berubah masam.
"Apa hanya 15 ribu, dan sudah tidak berbentuk pula", ucap Alkan sembari mengangkat uangnya ke udara.
"Kau sungguh jahat dad, untuk anakmu kau memberikannya uang 15 ribu dan sudah tak berbentuk, sedangkan orang lain kau memberikannya ratusan ribu dengan keadaan uang yang masih bagus", protes Alkan.
"Hey, meskipun hanya 15 ribu, kau bisa mendapatkan seporsi bakso dan juga es teh jadi jangan protes, daddy sedang tidak ada pemasukan sekarang", ucap Jeno.
"Haiss, aku pergi", ucap Alkan sembari memasang wajah cemberut.
Sementara itu, Jeno tersenyum puas karena sudah mengerjai anaknya itu.
Dengan wajah cemberut Alkan keluar dari mansion. Sebelum ia pergi membeli ice cream ia menyempatkan diri untuk bertemu mang ujang yang merupakan tukang kebun milik Christy.
"Mang, ini dari daddy kemarin daddy minjem uang Mang ujang 50 ribu", ucap Alkan sambil memberikan uang seratus ribu berjumlah 5.
"Ini kebanyakan atuh den", ucap Mang ujang.
"Kata daddy sisanya buat Mang ujang", ucap Alkan.
"Kalau gitu terima kasih den", ucap Mang ujang.
"Iya Mang, yaudah Alkan pergi dulu", pamit Alkan.
"Emang mau kemana den?", tanya Mang ujang.
"Mau ketaman beli ice cream", jawab Alkan.
"Sendirian?", tanya Mang ujang.
"Iya, yaudah Alkan pargi dulu", ucap Alkan.
__ADS_1
"Hati hati den", ucap Mang ujang.
"Iya", jawab Alkan.
Alkan pun pergi keluar area mansion dan berjalan ketaman yang ada didekat mansionnya.
Ditengah perjalanan sebuah mobil hitam berhenti didepan Alkan. Alkan pun mengerutkan keningnya.
Tak lama dua orang pria berbaju hitam keluar dari mobil dan berjalan kearah Alkan. Mereka pun menarik Alkan dan mencoba membawanya masuk kedalam mobil.
"Ayo cepat ikut kami", ucap salah satu pria itu.
"Hey, kenapa aku harus ikut dengan mu?", tanya Alkan.
"Tidak usah banyak tanya, kau bawa dia ke mobil", ucap pria itu pada temannya.
"Hey", ucap Alkan.
Alkan pun mencoba memberontak.
"Hey, berhentilah memberontak menurut atau kau tiada disini", ancam pria itu sambil menodongkan sebuah pisau.
"Ku, beraninya kau mengancamku!", ucap Alkan.
"Kau hanya anak kecil, kau bukan apa apa bagi kami", ucap pria itu meremehkan.
Tanpa basa basi, dengan kelincahannya ia berhasil mengalahkan pria yang ada di hadapannya itu.
"Dasar anak kecil, hey kalian serang dia", ucap pria itu.
Dengan senang hati Alkan membalas serangan lawan. Meskipun badan Alkan lebih kecil dari pada lawannya, tetapi kelincahan dalam jurus bela diri sudah tudak bisa diragukan lagi. Dengan mudah ia berhasil mengalahkan lawannya.
"A...ampun, kami mohon ampun", ucap pria yang tadi menodongkan pisau kepada Alkan.
"Cih, mangkanya jangan meremehkanku", ucap Alkan.
Alkan pun menghubungi seseorang. Tak lama sebuah mobil hitam berhenti di tempat mereka berada.
"Hmmm", jawab Alkan.
"Siapa yang menyuruh kalian?", tanya Alkan.
"Tidak ada yang menyuruh kami", jawab pria itu.
"Kau ingin bicara sebenarnya atau kau berhenti bernafas disini", ancam Alkan.
"Tidak jangan, Jho... Jhonatan yang menyuruh kami", ucap pria itu.
"Kenapa?", tanya Alkan.
"Mereka menyuruh kami membawamu ke mansion Diamonnd", jawab pria itu.
"Diamond?", guman Alkan.
"Kau bawa aku kesana", ucap Alkan pada pria itu.
"Kau bawa mereka berdua, sementara pria ini ikut denganku", ucap Alkan sembari menunjuk kepada orang yang sudah menyerangnya tadi.
"Kalian berdua ikut denganku", ucao Alkan sambil menunjuk pada anak buanya.
Mereka pun menjalankan perintah masing masing. Sementara Alkan pergi ke mandion Diamond dengan satu musuh dan dua anak buahnya.
Flashback off...
"Apakah kau tidak curiga dengan anak itu?", tanya Christy meremehkan.
"Bagaimana kalau anak itu hanya mempermainkanmu?", tanya Christy sambil tersenyumi menyeringai.
"Hahaha, aku tidak akan bisa dikalahkan oleh seorang anak kecil ini", ucap Jhonatan.
"Apa kau ingin melihat kekuatanku?", tanya Alkan.
Alkan pun melayangkan pukulan kepada Jhonatan.
__ADS_1
"Berani beraninya kau anak kecil", geram Jhonatan.
Jhonatan pun menodongkan pistolnya kearah Alkan. Ia langsung menembakkan pelurunya ke arah Alkan. Alkan yang melihat itu hanya diam dan menatap Jhonatan tajam.
Jhonatan dibuat geram, karena peluru yang ia tembakkan selalu meleset dari sasaran. Karena kehabisan kesabaran ia pun menembak Alkan dengan brutal dan lagi lagi tembakannya meleset.
Sementara Keluarga Alexandra Adipati dibuat geram oleh Christy. Bagaimana bisa seorang anak kecil sedang dalam keadaan bisa dibilang sangat sangat berbahaya tetapi tidak ada yang mencoba membantunya bahkan Christy hanya melihatnya dengan santai.
"Apa kau buta?, apa kau tidak melihat anak kecil itu ditembak, hah!", geram Lea.
"Bagaimana kalau dia terkena tembakan itu, hah!", ucap Lea.
"Lebih baik kau diam saja, atau kau ingin membantunya?", tanya Christy.
"Lebih baik aku membantunya dari pada kau yang hanya melihat tanpa belas kasih, kau memang seorang pembunuh, hatimu sudah sangat buruk hingga menolong anak itu saja kau tidak mau", ucap Lea.
"Yain biar cepet", ucap Jack pada Christy.
Christy pun tak membalas ucapan Jack.
Alkan yang mendengar mommy nya dihina langsung mengeluarkan amarahnya. Dengan cepat ia mengambil pistol yang ada di tangan Jhonatan lalu mengarahkannya di kedua kaki Jhonatan.
Jhonatan terjatuh, ia tak kuasa untuk berdiri. Alkan pun mendekat kepada Jhonatan, ia langsung menampar wajah Jhonatan.
"Kau sungguh membuatku muak tuan Jhonatan, hanya karena aku anak kecil kau bisa meremehkanku", ucap Alkan dingin dan menusuk.
"Bawa dia kemarkas, dan kalian kembalilah", ucap Alkan pada Kharan.
Kharan pun menjalankan perintah Alkan.
"Kalian lepaskan ikatan mereka", ucap Alkan sambil menatap kearah kaluarga Alexandra Adipati dan lainnya.
"Mom, apakah mereka keluarga yang kau banggakan itu?", tanya Alkan sembari menatap sinis kearah keluarga Alexandra Adipati.
"Kenapa aku tidak yakin kalau mereka keluarga yang selalu kau banggakan?", ucap Alkan.
"Alkan", ucap Christy.
"Tidak mom", ucap Alkan.
Deg...
Semua orang menatap kearah Alkan dengan tatapan penyesalan. Tiba tiba seorang pria berlari ke arah Christy.
"Apa kalian tidak apa apa?", tanya Jeno yang khawatir.
"Tidak dad, mommy benar benar tidak baik baik saja, mereka telah menghina mommy dad, mereka mengatakna bahwa mommy seorang pembunuh dan memiliki hati yang buruk", ucap Alkan.
"Apa!", ucap Jeno tak percaya.
"Apa kalian tau, mommy ku adalah orang yang paling baik didunia. Dia selalu mengajarkanku tentang kebaikan, di sama sekali tidak pernah memarahi ku, dia mengajarkanku artinya hidup. Disaat semua orang berpaling dariku mommy ku selalu ada untuk, tetapi kalian malah menghinanya", ucap Alkan.
"Mommy ku bahkan selalu membanggakan kalian semua, dia selalu menceritakan kebaikan tentang kalian kepadaku. Disaat mommy berjuang melawan kematian, kalian tidak begitu peduli pada mommy ku", ucap Alkan.
Ucapan Alkan itu membuat hati mereka terasa hancur. Mereka baru menyadari kesalahan yang mereka perbuat.
"Apa kalian tau apa yang mommy ku lakukan saat ia sembuh dari penyakitnya?", tanya Alkan.
"Mommy bekerja keras, mommy ku bekerja keras untuk menjadi orang yang berpengaruh didunia hanya untuk membuat kalian bangga, di siang hari dia berlatih menjadi dancer terkenal, melakukan begitu banyak pemotretan untuk menaikkan namanya dibidang model dan dimalam hari ia bekerja mengatur perusahaan agar stabil dan terus berkembang, untuk siapa?, hanya untuk kalian. Agar kalian tidak malu memiliki anak seperti dirinya, agar kalian tidak malu memiliki teman sepertinya, agar kalian tidak malu memiliki kakak dan adik seperti dirinya", ucap Alkan panjang lebar.
Deg...
Semua alasan yang Alkan lontarkan seakan menghancurkan mereka. Mereka benar benar sangat menyesal.
"Mom mulai sekarang berhentilah memikirkan orang yang tidak pernah memikirkanmu, hiduplah seperti yang kau inginkan mom, sudah cukup kau menyiksa dirimu", ucp Alkan sambil menghapus air mata Christy yang mengalir membasahi pipinya.
"Kau memang putra kami boy, aku bangga padamu kau melindungi mommymu", ucap Jeno.
"Ayo mom dad kita pergi dari sini", ucap Alkan.
Alkan, Christy dan Jeno berjalan pergi keluar mansion.
Christy pun langkahkan kakinya keluar dari mansion, sementara Samuel dan lainnya terduduk lemas. Mereka sungguh sangat menyesali apa yang mereka perbuat. Kini tujuan mereka adalah meminta maaf kepada Christy. Entah apa yang dilakukan Christy nantinya, ingin memaafkan mereka atau tidak mereka juga tidak tahu
__ADS_1