
Hai, aku Kim Jeno. Aku lahir di Korea Selatan. Aku merupakan anak dari seorang profesor dan desainer, ibuku seorang desainer sedangkan ayahku seorang profesor.
Kedua orang tuaku meninggal karena kecelakan yang menimpa mereka dan meninggalkanku dengan hutang hutang mereka disaat umurku 16 tahun, rumah orang tuaku pun disita, kemudian aku pun tinggal dengan nenekku. Setelah aku lulus SMA, nenekku pun meninggalkan ku.
Dari situlah perjuanganku dimulai, aku mulai mengambi part time di beberapa tempat untuk menyambung hidupku. Setahun kemudian aku mencoba mendaftarkan diri disalah satu universitas ternama, karena kepintaranku aku pun diterima dan mendapatkan beasiswa full. Ya aku sangat bersyukur tuhan telah memberiku otak yang cerdas.
Hari hari aku lewati dengan kegiatan biasaku, tak ada yang spesial. Hanya pergi ke kampus untuk belajar setelah selesai, aku pun pergi ke tempat ku bekerja part time hingga malam hari.
Tak terasa hari hariku kuhabiskan hanya dengan kegiatan itu itu saja hingga aku lulus kuliah. Aku pun memutuskan untuk melamar kerja di sebuah perusahaan.
A'r Company, ya aku melamar kerja di A'r Company, perusahaan milik istriku. Sebenarnya aku masih tak menyangka jika istriku adalah pemilik dari A'r Company. Dibalik wajah cantiknya tersimpan rahasia rahasia yang memebuatku sangat mengaguminya.
Aku pun melangkahkan kakiku memasuki lobby perusahaan. Elegan, mewah, dan gemilang, itulah yang rasakan saat memasuki lobby perusahaan. Dilihat dari arsitektur lobby nya sudah menunjukkan bahwa perusahaan ini benar benar memiliki kekuasaan yang kuat di pasar dunia.
Langkahku pun terhenti di depan meja resepsionis. Tiga wanita mengenakan pakaian kerja yang terlihat sopan tetapi malah membuatnya anggun dengan riasan naturan diwajahnya sedang menjawab panggilan dibalik meja respsionis.
"Selamat pagi tuan, ada yang bisa saya bantu?" tanya salah satu resepsionis itu yang memiliki nama Lee yoona.
"Pagi, saya ingin melamar kerja" ucapku.
Resepsionis itu pun mengangguk.
"Dengan tuan?" tanya Yoona.
"Kim Jeno" jawabku.
"Baiklah tuan Jeno, anda bisa langsung ke ruang HDR, mari saya antar" ucap Yoona.
Aku pun mengikutinya memasuki lift, ia langsung menekan tombol 6 dan lift pun bergerak naik menuju lantai 6.
Ting...
Bunyi lift.
Kami bergegas keluar dari lift, tak membutuhkan waktu lama kami pun sampai di depan ruang HDR dan Yoona langsung mengetok pintunya.
Tok... Tok...
"Masuk" jawab seseorang dari dalam ruang.
Ceklek...
Yoona pun masuk kedalam dan meninggalkanku yang masih didepan pintu.
"Maaf tuan, ada yang ini bertemu dengan Anda" ucap Yoona.
__ADS_1
"Siapa?"
"Seorang pria yang ingin melamar kerja" ucap Yoona.
"Suruh dia masuk"
Yoona pun keluar dan memanggilku untuk masuk.
"Silahkan tuan, Tuan Willy telah menunggu Anda" ucap Yoona.
Mendengar perkataannya aku pun masuk kedalam, terlihat seorang pria yang mengenakan setelan jas dan kacamata yang bertengger manis di hidungnya tengah duduk di kursi kebesarannya. Tak lupa terlihat sebuah name tag di atas meja yang memperlihatkan nama, jabatan dan gelanya.
"Silahkan duduk" ucapnya.
Aku pun duduk di kursi yang berada didepan meja kerjanya.
"Dengam tuan?"
"Kim Jeno" ucapku.
"Tuan Jeno, sesuai dengan informasi Anda ingin melamar kerja, apakah benar begitu?" tanyanya.
"Iya benar tuan, saya ingin melamar kerja" ucapku.
Aku pun langsung memberikan CV ku kepadanya dan ia langsung membaca CV ku.
"Datanglah besok pagi, jam 8 memakai pakaian formal, kami akan melakukan test kepada Anda besok bersama dengan calon pegawai lainnya" ucapnya.
"Dan jika ada informasi lainnya kami akan menghubungi anda lewat email" lanjutnya sembari mengambil salinan CV ku dan memberikan CV yang asli kepadaku.
"Baik tuan Willy, terima kasih banyak" ucapku sembari mengulurkan tanganku.
"Sama sama tuan Jeno, kami tunggu kedatangan Anda di A'r Company" ucapnya sembari membalas uluran tanganku.
Aku keluar dari ruangnnya dan dan langsung bergegas pulang.
Keesokan harinya, kini aku tengah berada di ruang tunggu, sebentar lagi namaku akan dipanggil untuk melakukan test, aku pun sengat gugup.
Sekitar 15 orang datang kemari untuk melakukan test bersama ku. Tak lama, tibalah gikiranku.
Aku pun masuk kedalam ruang test, terlihat sebuah kursi dan meja berada ditengah tengah ruang Dan jangan lupa terdapat 3 juri didepanya. Aku pun mendudukan tubuhku dikursi itu dan sesi tanya jawab pun dimulai.
Setelah selesai aku pun keluar dari ruangan itu.
"Tuan dan Nyonya, test hari ini telah usai, Anda bisa kembali pulang dan untuk hasilnya akan kami kirim lewat email" ucap sekertaris HDR.
__ADS_1
Mendengar ucapannya aku pun kembali pulang dan menuggu hasil test ku dikirim lewat emali.
Keesokan harinya aku bersiap dengan pakaian formalku dan segera berangkat menuju perusahaan A'r Company.
Ya, seperti yang kalian baca, aku diterima bekerja di A'r Company. Perusahaan paling terkemuka di dunia. Dan lebih terkejutnya lagi aku diterima sebagai asisten CEO yang merangkap sebagai sekertaris utama CEO.
"CEO"
Membayangkan diriku di kursi manager saja tidak pernah dan ini malah menjadi asisten CEO yang merangkap sebagai sekertaris utama.
Pikiranku pun dipenuhi tentang bagaimana sosok CEO A'r Company. aku pun membayangkan seorang pria dengan ketegasan, aura intimindasi, dan ke perfect kannya yang membuat siapa saja bergidik ngeri.
Sampailah aku disebuah ruang HDR, Tuan Willy pun mengantarku menuju ruangan CEO yang terletak di lantai 30.
Dengan perasaan gelisah aku mengikutinya dari belakang, disini kami memakai lift khusus CEO karena hanya lift itu lah yang bisa mengakses hingga lantai 31, sefangkan untuk lift umum bisa mengakses hingga lantai 31 tetapi untuk lantai 30 hanya lift khusus CEO saja yang memiliki akses.
Ting...
Pintu lift pun terbuka, terlihat hanya ada 1 ruangan, 2 meja kerja, dapur dan toilet di lantai ini.
Kami pun sampai di depan pintu ruangan yang bertuliskan CEO.
Tok... tok...
"Masuk" ucap seseorang dari dalam ruangan.
Terdengar suara wanita yang menyaut dari dalam ruangan. Tetapi jika pun atasanya wanita bisa saja dia memiliki kepribadian itu.
"Ikutlah masuk" ucap Tuan Willy.
Setelah ia membuka pintu ruangan CEO aku pun masuk dan diikuti olehnya.
Terlihat seorang wanita tengah duduk dikursi kebesarannya sembari bergelud dengan kertas kertas.
"Ada apa?" tanyanya sembari melihat kearah kami.
Apa?, kukira atasanku adalah wanita yang sudah memiliki anak atau paling tidak umurnya sudah matang, tetapi ini dilihat saja sudah ketebak bahwa wanita ini maksudku gadis ini adalah anak SMA.
Aku pun melihat name tag di mejanya.
Ardelia Christy
"Bagus juga namanya" batinku
"Maaf menggangu Miss, saya hanya mengantar asisten baru Anda" ucap Tuan Willy.
__ADS_1
"Apakah dia?" tanyanya datar.
"Iya Miss" jawab Tuan Willy.