
Christy mengambil buket bunga mawar yang ada di tangan kiri Jeno.
Apakah dia menolakku?, batin Jeno sembari menutup matanya.
Kali ini ia benar benar siap untuk mendengar penolakan Christy. Christy yang mendengar batin Jeno langsung tersenyum manis.
"Apa kau tidak ingin menyematkan cincin itu padaku?", ucap Christy.
Sontak saja Jeno langsung membuka matanya dan menatap ke arah Christy.
"A...apa?", ucap Jeno kaget.
"Apa kau tidak ingin menyematkan cincin itu padaku?", ucap Christy lagi.
Mendengar ucapan Christy, Jeno langsung tersenyum lebar. Ia pun menyematkan cincin itu pada jari Christy. Jeno pun langsung berdiri.
"Apa kau juga tidak ingin menyematkan cincin itu pada tunanganmu ini?", goda Jeno.
Dengan tersenyum Christy pun menyematkan cincin yang memiliki desain yang sama dengan cincinnya.
Setalah Christy menyematkan cincin itu pada jari Jeno, Jeno pun langsung memeluk Christy.
"Aku mencintaimu", ucap Jeno.
"Aku juga mencintaimu", jawab Christy.
Semua orang pun berbahagia melihat pasangan itu.
Deg...
Apa ini, apakah aku sudah kalah?, batin Davian.
Apakah sampai disini saja kisah kita?, kisah tentang kita berdua?, jika saja waktu itu aku tidak meninggalkanmu gadis kecilku, mungkin kau masih bahagia dengan ku sekarang, batin Davian.
Jika saja aku tidak mementingkan egoku dan meninggalkanmu waktu itu, aku memang seorang pengecut, hahaha... aku memang sudah kalah sebelum memulai kisah kita dari awal, batin Davian.
Semoga kau bahagia dengannya gadis kecilku, batin Davian sembari tersenyum.
Kau memang bukan untuk ku Christy, semoga kau bahagia, batin Devan.
Semua orang pun mengucapkan selamat pada Christy dan Jeno. Tak lama Alkan pun menghampiri mereka.
"Wih dad, gimana? Mulus kan?", ucap Alkan sembari menaikan salah satu alisnya
"Wah, tepat sasaran malah", ucap Jeno sambil tertawa.
"Jadi ini rencana mu boy?", tanya Christy.
"Iya dong mom, Alkan gitu lho", ucap Alkan sambil mengusap ujung hidungnya dengan jempolnya.
"Tapi kamu suka kan sayang?", goda Jeno.
"Mana ada", elak Christy.
"Buktinya kamu langsung nerima lamaran aku", ucap Jeno.
"Yain aja biar cepet", ucap Christy.
Tiba tiba seorang menghampiri mereka.
"Kakek", ucap Christy.
"Hai cucuku", ucap Alexandra sambil memeluk Christy.
"Kakek datang", ucap Christy.
"Cucuku ini sedang berulang tahun dan bertunangan masa kakek tidak datang", ucap Alexandra.
"Bagaimana keadaanmu cucuku?", tanya Alexandra.
"Aku baik kek", jawab Christy.
"Bagaimana keadaanmu?", tanya Alexandra pada Jeno.
"Saya baik tuan Alexandra", jawab Jeno.
"Jangan terlalu formal, panggil saja aku kakek", ucap Alexandra.
"Baik kek", ucap Jeno.
"Eh?, siapa ini?, apa ini anakmu Christy?", ucap Alexandra.
"Iya kek", jawab Christy.
__ADS_1
"Wah ternyata aku punya cicit laki laki", ucap Alexandra senang.
"Hello son, siapa namamu?", tanya Alexandra.
"Namaku Alkan tuan", jawab Alkan.
"Panggil aku kakek buyut, aku ini kakekmu bukan majikanmu", ucap Alexandra.
"Baik kakek buyut", ucap Alkan.
"Bagaimana kebarmu Mr.Dragon?", bisik Alexandra pada Alkan.
Sontak Alkan terkejut bukan main, bagaimana bisa kakek buyutnya tau siapa dirinya yang sebenarnya.
"Dia tau semuanya boy, kakek buyutmu itu memang benar benar hebat", ucap Christy.
"Mommymu benar son, kakekmu ini sangat hebat dan kamu harus menjadi muridku agar kehebatanmu sama seperti mommymu", ucap Alexandra.
"Ayo son kita kesana, kakek ingin menghabiskan waktu bersamamu", ucap Alexandra.
"Baik kek, mom dad, Alkan pergi dulu", pamit Alkan.
"Iya boy", ucap Christy.
"Pergilah boy", ucap Jeno.
Alkan pun pergi mengikuti Alexandra. Tak lama Eva dkk datang menghampiri Jeno, Alkan dan Christy.
"Wezzz, dah tunangan ae ni dugong", goda Milla.
"Hooh, mana calonnya romantis pula, pen deh gw digituin", ucap Regina.
"Selamat ya, cie yang baru aja ganti status", ucap Eva.
"Hahaha, iya", jawab Christy.
"Hey bro, jagain sahabat gw ini, jangan sampe buat di nangis", ucap Regina.
"Aku janji", ucap Jeno sambil melihat ke arah Christy.
"Eh Mill", panggil Eva saat melihat Milla sedang menatap ke arah Alkan yang sedang berbicara dengan Alexandra.
Alkan yang ditatap pun merasah risih, ia langsung pergi dari sana.
"Eh Mill", panggil Regina.
"Lu kenapa?", tanya Eva.
"Eh kagak kenapa napa kok", ucap Milla.
"Eh Christ, itu anak lu?", tanya Milla pada Christy.
"Iya kenapa?", jawab Christy heran.
"Ganteng banget, buat gw aja yah mumpung gw jomblo nih", ucap Milla.
"Dih, ogah gw punya menantu modelan kek lu", ucap Christy.
"Napa kan gw cantik", ucap Milla pede.
"Cantik sih iya, tapi masak aja kagak bisa", ucap Regina.
"Ih gw bisa masak lho", ucap Milla.
"Masak apa?", tanya Regina.
"Masak air lah", ucap Milla.
"Emang anak gw tanaman, setiap hari lu kasih air", ucap Christy.
"Ya mau gimana lagi, gw cuman bisa masak air doang", ucap Milla.
---
Hari silih berganti, sudah satu bulan semenjak pertunangan Jeno dan Christy. 2 bulan lagi adalah hari pernikahan mereka.
Hubungan Christy dengan keluarganya mulai membaik, begitu pun dengan Davian dkk dan Devan dkk. Malah seminggu sekali Christy selalu meluangkan waktunya berkumpul dengan sahabatnya dan juga datang ke markas BDM.
Seperti biasa setiap pagi Jeno, Christy dan Alkan sarapan bersama. Suara dentingan sendok dan garpu memenuhi ruang makan.
Ting... tong...
Bel rumah berbunyi.
__ADS_1
"Mom siapa itu?", tanya Alkan.
"Sebentar, Mommy akan membukakan pintunya", ucap Christy.
Christy pun berjalan ke arah lintu utama.
Ceklek...
"Mommy, mama?", ucap Christy.
"Halo sayang", sapa Ardel.
"Ayo masuk mom, ma", ucap Christy.
"Siapa sayang?", tanya Jeno yang sudah menyelesaikan sarapannya.
"Mama dan mommy", jawab Christy.
"Ma, mom", sapa Jeno.
"Hai Jeno, bagaimana kabarmu nak?", tanya Ratih.
"Baik ma", jawab Jeno.
"Dimana cucuku yang pintar itu?", tanya Ardel.
"Oma, eyang", panggil Alkan.
"Hai cucuku, bagaimana kabarmu", tanya Ardel.
"Alkan baik oma", ucap Alkan.
"Eyang dan oma membuatkanmu brownis coklat kesukaanmu son", ucap Ratih.
"Wah mana brownisnya eyang?", tanya Alkan.
"Ini sayang", ucap Ratih sambil memberikan sebuah kotak makanan berwarna merah.
Alkan pun membuka kotak itu.
"Ekhmm boy", ucap Christy.
"Emm hehehe mom", ucap Alkan sembari meringis saat mendapatkan tatapan tajam dari mommynya.
"Kau harus berangkat sekolah boy, mommy akan memasukannya ke kotak makan siangmu", ucap Christy.
"Siap mu", ucap Alkan.
Christy pun menuju dapur, dengan cepat Christy memindahkan beberapa potongan brownis ke kotak makan Alkan dan Jeno. Ia pun kembali sembari membawa dua kotak makan.
"Ini boy", ucap Christy sembari memberikan kotak makan berwarna hijau pada Alkan.
"Dan ini punyamu", ucap Christy sembari memberikan kotak makan berwarna biru pada Jeno.
"Ayo dad kita berangkat", ucap Alkan.
"Ayo", jawab Jeno.
"Sayang aku berangkat dulu", ucap Jeno sambil mencium kening Christy.
"Ma, mom Jeno berangkat dulu", pamit Jeno.
"Iya, hati hati", ucap Ardel.
"Bye mom, oma eyang", pamit Alkan.
"Hati hati son", ucap Ratih.
"Hati hati boy", ucap Christy.
"Em mom, ma ayo duduk Christy buatkan teh dulu", ucap Christy.
"Em, tidak usah nak, mommy dan mama langsung pulang saja", ucap Ardel.
"Iya sayang, anak anak pasti sedang menunggu", ucap Ratih.
"Baiklah kalau begitu", ucap Christy.
"Kapan kapan pulanglah kerumah", ucap Ardel.
"Iya mom nanti Christy kerumah kok", ucap Christy.
"Ya sudah mama dan mommy pulang dulu", ucap Ratih.
__ADS_1
"Bye sayang", ucap Ardel.
"Bye mom", jawab Christy.