Ardelia Christy

Ardelia Christy
Kebenaran 1


__ADS_3

Dari arah pintu utama seorang perempuan yang diikuti oleh anggotanya berjalan memasuki mansion.


"Apa kau tidak ingin menyambutku TUAN JHONATAN EMPRISS?", ucap Christy sambil menekan nama Jhonatan.


Perhatian semua orang langsung terpusatkan pada Christy.


Siapa wanita itu?, batin semua orang terkecuali Jhonatan dan Christy dkk.


"Wah, sungguh sebuah kehormatan bagiku Leader dari segala Leader nyonya Empriss", ucap Jhonatan.


"Sejak kapan margamu menjadi namaku?", ucap Christy sambik mendudukan dirinya di sofa singel.


"Sebentar lagi margaku akan tersematkan dinamamu", ucap Jhonatan.


"Cih, bahkan aku tidak sudi mendengar namamu", ucap Christy.


"Apa yang kau inginkan sampai kau repot repot menyandera mereka?", tanya Christy.


"Menikahlah denganku", ucap Jhonatan.


"Menikah?, kau pikir jika aku menikah denganmu A'r Company akan menjadi milikmu begitu!", ucap Christy.


A'r Company?, apakah wanita itu pemilik A'r Company?, batin Devan.


Siapa mereka?, apa mereka gangster baru?, batin Vano.


Kenapa aku merasa tidak asing dengan wanita itu?, batin Davian.


Kenapa aku merasa seperti mempunyai ikatan terhadap wanita muda ini?, batin Ratih.


Aku mengenal aura itu tapi siapa dia?, batin Athur.


Semua kata batin yang mereka ucapkan didengar langsung oleh Christy.


"Apa yang aku dapatkan jika menikah denganmu?", tanya Christy.


"Kau akan menyandang gelar sebagai istri dari penguasa dunia", ucap Jhonatan dengan percaya diri.


"Untuk apa kau memberikan ku jabatan itu, bahkan gelar yang kau maksud itu sudah melekat dalam diriku dan jangan berharap kau bisa merebutnya dariku secara paksa", ucap Christy


"Apa kau menyadari kesalahanmu, Tuan Jhonatan?", tanya Christy lagi.


"Kesalahan?, apa kau bergurau", ucap Jhonatan.


"Apa perlu aku sebutkan?", tanya Christy.

__ADS_1


"Baiklah aku akan menyebutkannya, pertama kau sudah berani menyandera orang yang tidak berdosa, kedua kau sudah berani mengajakku menikah denganmu, dan yang ketiga kau sudah berani mengusik ketenanganku TUAN JHONATAN EMPRISS", ucap Christy.


Christy pun bangkit dari duduknya, ia langsung berjalan ke arah Jhonatan.


"Kau sudah berani mengusik ku tuan Jhontan, apa kau benar benar ingin menantang mautmu sendiri rupanya?", ucap Christy.


Bugh....


Christy melayangkan pukulan ke wajah Jhonatan, Jhonatan pun tersungkur ke lantai. Sementara anak buah Jhonatan langsung mengarahkan senjata ke arah Christy sedangkan anggota Blue Black mengarahkan senjata mereka ke arah anak buah Jhonatan.


"Berani beraninya kau menghajarku, hah!", teriak Jhonatan.


"Apa kau tidak takut kalau aku akan membongkar rahasia terbesarmu?", ucap Jhonatan lagi.


"Apa kau mendapatkan rahasia terbesarku hingga kau berniat membongkarnya?", ucap Christy.


"Bongkar saja aku tidak peduli", ucap Christy lagi, sembari berjalan ke arah sofa yang ia duduki tadi.


"Apa kau sungguh tidak peduli NONA ARDELIA CHRISTY ALEXANDRA ADIPATI", ucap Jhinatan sembari menekan nama Christy.


Deg....


APA!!, batin semua orang tak percaya.


Tidak mungkin, batin Ratih.


"Untuk apa kau menyandera mereka", ucap Christy sembari menghentikan langkahnya.


Ia pun melepas topeng yang ia gunakan, lalu melemparkannya kearah Xecal.


"Lawanmu adalah aku", ucap Christy sembari membalikkan badannya menghadap semua orang.


"CHRISTY", TERIAK semua orang terdekatnya secara bersamaa.


"Kau tuan Jhonatan, kau sudah berani mengusik ketenanganku", ucap Christy.


"Apa yang harus aku lakukan terhadapmu?", tanya Christy.


"Kharan lumpuhkan anak buahnya, aku mau tau apa yang ia lakukan saat anak buahnya dilumpuhkan dan jangan lupa amankan mereka", ucap Christy pada Kharan sembari menunjuk kearah orang terdekatnya dahulu.


Tanpa basa basi Kharan pun memerintahkan anggotanya untuk melumpuhkan musuh. Pertempuran pun terjadi di luar mansion. Sudah banyak anak buah Jhonatan yang tumbang, para anggota Blue Black hanya membuat musuhnya tumbang saja. Pertempuran berakhir dengan kemenangan pihak Blue Black.


"Kau lihat bukan, kau sudah kalah tuan", ucap Christy dengan tenang.


"A....ampun Queen, kumohon ampuni aku", ucap Jhonatan sambil bersujud menghadap Christy.

__ADS_1


"Hahhahahhaha", tawa Jhonatan.


Tak lama ia pun tertawa sambil bangkit dari sujudnya.


"Kau pikir kau sudah merasa menang ?", tanya Jhonatan.


Christy mengangkat alisnya sebelah.


Tak lama dua orang pria yang merupakan anak buah Jhonatan datang sambil membawa seorang anak laki laki yang tak lain adalah Alkan.


"Hey lepaskan aku, berhentilah memegangku dengan tangan kotormu itu", ucap Alkan sembari memberontak.


"Cepat bawa dia kemari", ucap Jhonatan pada dua orang itu.


"Baik bos, berhentilah memberontak ayo cepat jalan", ucap salah satu dari mereka.


Mereka berjalan melewati Christy.


"Eh ada mommy, hai mom", sapa Alkan.


Christy membalas dengan senyuman.


"Apa mereka mereka menyakitimu boy?", tanya Christy.


Kenapa anak kecil itu memanggil Christy dengan sebutan mommy, apa itu anak Christy?, tapi bagaimana bisa?, kalau benar begitu apa dia sudah menikah?", batin Davian kecewa.


Davian merasa penantiannya kini sia sia, tetapi dia tidak langsung putus asa.


Aku harus mencari informasi, batin Davian.


"Berhentilah memegangku", ucap Alkan sambil menyentak kedua tangan pria berbadan lebih besar darinya.


Sekali hentakan tangan kedua pria itu langsung terlepas.


"Kau lihat mom, aku baik baik saja", ucap Alkan.


Christy membalas dengan anggukan.


"Kenapa kalian melepasnya, tarik dan bawa kemari", ucap Jhonatan.


Kedua pria itu hanya mengangguk dan mengikuti perintah Jhonatan.


"Kau lihat Christy, anakmu sudah berada di genggamanku", ucap Jhonatan sembari memainkan pistolnya di kepala Alkan.


"Apa kau yakin?, bagaimana kalau anak itu hanya mencoba bermain main dengan mu?", ucap Christy.

__ADS_1


"Apa kau maksudnya, aku tidak akan mudah dibodohi oleh bocah kecil ini", tanya Jhonatan.


__ADS_2