
Hari berganti hari, bulan berganti bulan. Sudah 3 bulan semenjak Jeno di diagnosa terkena komplikasi ginjal. Hingga saat ini Christy dan anak buahnya masih belum bisa menemukan ginjal yang cocok untuk Jeno karena ginjal Jeno termasuk type langkah jadi sulit untuk menemukan pendonor yang memiliki type ginjal yang sama dengan Jeno.
Keadaan Jeno semakin lama semakin memburuk, ia harus segera mendapatkan pendonor ginjal secepatnya, tetapi seakan tuhan berkehendak lain. Dokter dan para tenaga medis lainya sudah mulai pasrah akan keadaan Jeno, sementara Christy masih tetap berusaha mencari pendonor ginjal untuk Jeno.
Seperti biasa, setelah menjemput Alkan di sekolah, Christy dan Alkan selalu menjenguk Jeno.
"Sayang, mommy sudah mengupaskan apel untuk mu", ucap Christy.
"Iya mom, tinggal sedikit lagi", ucap Alkan yang tengah melakulan sesuatu di handphone miliknya.
"Mana mom?", Tanya Alkan yang sudah selesai dengan pekerjaannya.
"Ini", jawab Christy sembari memberikan piring yang berisikan potongan apel.
Tak lama Handphone Christy berdering, ia pun segera mengangkat panggilan itu.
"Bagaimana?", Tanya Christy
"Maaf Miss, sampai saat ini kami masih belum menemukan pendonor yang tepat ", ucap Anak buahnya.
Tut...
Panggilan terputus.
"Bagaimana mom, apakah pendonornya sudah ditemukan?", tanya Alkan.
"Masih belum, mommy semakin khawatir dengan keadaan daddy mu boy" ucap Christy.
Alkan yang tengah melihat kearah Jeno, tiba tiba dikejutkan dengan suatu hala yang tak terduga.
"Mom mom, itu mom", ucap Alkan.
"Ada apa?", tanya Christy sembari menyerit keheranan.
"Mom, jari daddy gerak gerak mom" ucap Alkan.
Christy langsung menatap kearah Jeno, dan benar saja ia melihat bahwa jemari Jeno bergerak. Ia pun bergegaa memencet tombol darurat.
Tak lama datanglah dokter Rafa dan 2 suster.
"Dok, tolong periksa dia, aku melihat jari tangannya bergerak dok", ucap Christy khawatir.
"Baiklah nona, silahkan Anda keluar", ucap dokter Rafa.
Christy dan Alkan langsung bergegas keluar dari ruang rawat Jeno, sementara dokter Rafa dan 2 suster sedang memeriksa kondisi Jeno.
"Dok bagaimana ini, keadaannya semakin memburuk sudah tidak ada lagi harapan", ucap salah satu suster.
Saat dokter Rafa dan 2 suster tengah berbincang mengenai keadaannya jeno, tiba tiba Jeno membuka matanya.
"Christy" ucap Jeno dengan lemah.
"Dok, pasien sudah sadar" ucap suster A.
Dokter Rafa langsung memeriksa keadaan Jeno.
"Mom, minumlah", ucap Alkan semabri memberikan botol air kepada Christy.
Tak lama Davian datang lalu berjalan mendekati Christy dan Alkan.
"Bagaimana keadaan Jeno, kenapa kalian berada diluar" tanya Davian.
"Daddy sedang di periksa oleh dokter Rafa", ucap Alkan.
Ceklek...
Seorang dokter keluar dari ruang inap Jeno dengan diikuti 2 suster dibelakangnya. Christy langsung menghampiri dokter Rafa.
"Dok, bagaimana keadaan Jeno?", tanya Christy.
"Keadaannya sudah lebih baik, bahkan tuan Jeno sudah sadar dan beliau mencari Anda, Anda bisa menjengukanya sekarang", ucap dokter Rafa.
"Terima kasih dok", ucap Christy.
__ADS_1
Dokter Rafa pun pergi dari hadapan Christy begitupun dengan 2 suster itu.
Christy bergegas masuk kedalam ruangan Jeno.
"Sayang", panggil Jeno.
"Sayang bagaimana keadaanmu, apa ada yang sakit?", tanya Christy yang khawatir.
"Aku tidak apa apa sayang", ucap Jeno.
"Dad, kenapa kau tidurnya lama sekali, mommy sampai sedih, bahkan mommy sering kali melewatkan jadwal makannya kalo bukan Alkan yang mengingatkannya mommy tidak kan makan dad", ucap Alkan.
"Christy", panggil Jeno dengan halus.
"Aku tidak apa apa, kamu boleh menghawatirkan aku, tapi jaga kesehatanmu jangan seperti ini", ucap Jeno pada Christy.
"Hmm, Maafkan aku, aku sangat menghawatirkan mu", ucap Christy dengan pandangan sayu.
Jeno tersenyum nmendengar ucapan Christy.
"Jadi kamu mulai menghawatirkan ku ya?" ucap Jeno yang bermaksut menggoda Christy.
"A...aaku, aku tidak emm... tidak...", ucap Christy yang terbata bata.
"Tidak apa hayo", ucap Jeno yang semakin bersemangat menjahili tunangannya itu.
Kring... kring...
Bunyi Handphone Christy.
"Em... sebentar, aku harus menjawab panggilan", ucap Christy.
Jeno pun mengangguk paham. Christy pun bergegas keluar dari ruangan Jeno.
"Halo, bagaimana?" tanya Christy.
"Miss, ada kabar baik, kami menemukan pendonor yang tepat untuk Tuan Jeno di Kota D" ucap anak buahnya yang berada di Kota D.
"Apa?", ucap Christy kaget.
"Besok Nona, dan kami juga sudah mempersiapkan berkas berkas yabg diperlukan nantinya"
"Yasudah, cepat kamu urus lainnya aku akan bicara dengan dokter Rafa soal hal ini"
"Iya Miss"
Tut...
Panggilan pun terputus.
"Ya tuhan, terima kasih karena kau sudah menjawab doaku ini" ucap Christy sembari menyatukan kedua tangannya.
Christy bergegas menuju ruang kerja Dokter Rafa ubtuk memberitahukan hal ini.
Tok... tok... tok...
"Masuk"
"Silahkan duduk Nona Christy" ucap Dokter Rafa.
Christy pun duduk di kursi yang berada di depan meja Dokter Rafa.
"Ada kabar baik dok" ucap Christy.
"Kami telah menemukan pendonornya dan sekarang berada di Kota D" ucap Christy.
"Wahh, ini berita bagus nona, Kota D sangat dekat dengan kota ini nona" ucap Dokter Rafa.
"Lalu kapan Jeno ditangani dok?" tanya Christy.
"Setelah pendonor tiba disini dan menyetujui persyaratannya kita akan langsung menjalankan prosedurnya" ucap Dokter Rafa.
"Baik dok, terima kasih" ucap Christy.
__ADS_1
Setelah berbincang dengan Dokter Rafa, ia pun keluar dari ruang Dokkter Rafa dan kembali ke ruang inap Jeno.
"Mom, kau habis dari mana, kenapa lama sekali?", tanya Alkan.
"Mommy habis dari taman", ucap Christy bohong.
"Oh", jawab Alkan sembari mengangguk paham.
Keesokkan harinya, Jeno pun melakukan prosedur operasi. Seluruh keluarga Alexandra Adipati beserta Christy dan Alkan sedang menunggu di depan ruang operasi dengan perasaan cemas.
Ting...
Lampu dadurat berubah menjadi hijau.
Tak lama keluarlah Dokter Rafa dari ruang operasi dengan setelan baju hijau, penutup kepala, sarung tangan dan masker.
"Dok, bagaimana?", tanya Christy.
Dokter itu pun melepas maskernya.
"Operasinya berjalan dengan baik, Anda tidak perlu cemas, sebentar lagi Tuan Jeno akan siuman, kami akan memindahkannya ke ruang inap", ucap Dokter Rafa.
Mendengar ucapan Dokter Rafa seluruh keluarga memanjatkan puji syukur kepada tuhan.
"Baik dok, terima kasih", ucap Christy.
Setelah Dokter Rafa pergi, tak lama keluarlah beberapa suster yang sedang mendorong brangkar Jeno menuju ruang inapnya.
"Alkan, kamu ikut oma ya, mommy akan segera kembali", ucap Christy.
"Mau kemana mom?", tanya Alkan.
"Mommy ingin menyelesaikan administrasi dulu" ucap Christy.
"Iya mom" ucap Alkan.
Christy pun bergegas menuju tempat administrasi.
"Bagaimana, apakah kalian sudah menyelesaikan administrasinya" tanya Christy pada anak buahnya.
"Sudah Miss", ucap anak buahnya.
Saat berbincang dengan anak buahnya disebelah mereka terdapat sepasang suami istri tengah memohon kepada pengurus administrasi.
"Nona, kami mohon" ucap lelaki paruh baya itu.
"Maaf pak, bapak harus membayar biaya administrasinya lebih dulu, baru pihak rumah sakit akan mengoperasi anak bapak" ucap pengurus administrasi.
"Nona, kami mohon, tolonglah kami kasiani anak kami nona, kami janji akan membayarnya" ucap wanita paruh baya yang merupakan istri dari lelaki itu.
"Maaf ibu, kami tidak bisa" ucap pengurus administrasi.
"Ada apa ini?" tanya Christy saat tak sengaja mendengar obrolan mereka.
"Begini Nona, bapak ini memaksa untuk mengoperasi ankanya, sedangkan beliau belum membayar administrasinya", ucap pengurus administrasi.
"Nona, kami mohon" ucap lelaki paruh baya itu.
"Tidak bisa, bapak" ucap pengurus administrasi.
"Emm, pak kalau boleh tau anak bapak sakit apa?" tanya Christy.
"Kanker darah nak, dan harus segera dioperasi karena penyakitnya sudah semakin parah" ucap lelaki paruh baya.
"Arjin, tolong kamu urus administrasi untuk anaknya, kamu harus menangani semuanya, berikan anaknya dokter dan perawatan yang terbaik, aku yang akan menanggung semua biayanya" ucap Christy pada anak buahnya.
"Baik nona" jawab Arjin sembari menundukan kepalanya.
"Nona, terima kasih banyak nona, tetima kasih" ucap sepaaany suami istri itu yang tak henti hentinya mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Christy.
"Iya sama sama, jika bapak dan ibu perlu sesuatau, anda bisa memintanya kepada anak buah saya" ucap Christy.
"Terima kasih banyak nak, hatimu sungguh mulia nak" ucap Supri yang merupakan nama dari lelaki paruh baya itu.
__ADS_1
"Iya pak, sama sama" ucap Christy.