Ardelia Christy

Ardelia Christy
Ngidam


__ADS_3

Christy segera menaruh tas dan bekal yang ia bawa di meja kerja milik Jeno kemudian ia berjalan mendekati suaminya.


"Mas", panggil Christy sembari menarik kursi yang di duduki Jeno.


Jeno yang sedari tadi begitu fokus dengan berkas penting pun menoleh. Sontak ia kaget melihat istrinya berada di hadapannya, belum sempat mengucapkan satu kata, ia dikejutkan oleh tindakan Christy yang tiba-tiba mencium bibirnya.


Tanpa membuang kesempatan Jeno pun membalas ciuman Christy. Mereka berdua pun saling membalas satu sama lain. Semakin lama suasana semakin panas, kini Christy berada di pangkuan Jeno. Sementara, tangan Jeno mulai bergerlya kemana-mana. Mereka pun melakukannya di ruang kerja.


30 menit kemudian...


"Hmm Jeno", panggil Christy.


"Hmm", jawab Jeno sembari memeluk Christy.


"Lepas". Jeno pun menggelengkan kepalanya.


"Aku lebih menyukai panggilan mas", ucap Jeno sembari memeluk erat istrinya.


"Jeno", panggil Christy yang tidak di hiraukan suaminya tampannya itu.


"Sayang". Jeno mengulum senyumnya.


"Suamiku". Masih bisa menahan senyumnya.


"Mas suami", panggil Chrusty dengan suara mengalun.


Jeno pun tak kuat dibuat baper oleh Christy.


"Ah sayang..., kamu harus tanggung jawab", ucap Jeno sambil mencium kepala istrinya dan mengeratkan pelukannya, Christy pun tersenyum manis.


"Tanggung jawab apa?"


"Ya tanggung jawab, kamu udah bikin suamimu semakin mencintaimu", ucap Jeno sembari tersenyum senang.


Tak sengaja mata Christy melihat jam di meja kerja suaminya.


"Astaga mas, kamu belum makan siang", ucap Christy sembari melepaskan pekukan Jeno.


"Ahh, nanti saja", ucap Jeno cemberut karena Christy telah mengganggu kesenangannya.


"Mas, kamu harus makan nanti kamu sakit", ucap Christy sembari membenarkan pakaiannya.


Christy pun segera berdiri untuk meraih kotak bekal yang ia bawa.


Belum sempat meraih kotak bekal, tiba-tiba kepalanya di dera rasa pusing dan mual yang hebat, ia pun kehilangan keseimbangan dan tak sadarkan diri.


Dengan cepat Jeno meraup tubuh istrinya yang hendak terjatuh.


"Sayang, bangun sayang", ucap Jeno yang terkaget sembari menggoyangkan tubuh Christy.


"Astaga sayang". Dengan cepat Jeno menggendong tubuh Christy dan menaruhnya di kamar pribadinya.


"Belgar, Reza, cepat kemari!" Perintah Jeno dari telepon kantor yang berada di kamar pribadinya.


Dengan Cepat Belgar dan Reza menghampiri atasannya.


"Iya tuan", ucap Reza.


"Kau cepat telpon dokter dan kau Belgar, ambilkan segelas air hangat dan kotak obat", ucap Jeno.


"Baik tuan", ucap Belgar dan Reza bersamaan, mereka pun segera melaksanakan perintah atasannya.


Setelah 2 bawahannya pergi, Jeno segera melepas sepatu dan aksesoris yang dipakai oleh Christy. Setelah itu menyelimuti tubuh Christy hingga ke dada.

__ADS_1


"Sayangku, ada apa denganmu. Kau suka sekali membuat suamimu ini khawatir", ucap Jeno sembari menggosokkan tangan Christy dengan tangannya.


Tok... tok...


"Tuan ini air hangat dan kotak obatnya", ucap Belgar sembari menaruh sebuah nampan di atas nakas.


Tak berselang lama Reza pun menghampiri mereka.


"Dimana dokternya?" Tanya jeno.


"Segera sampai tuan", jawab Reza.


"Hubungi dia, surub cepat", pinta Jeno.


"Baik tuan", jawab Reza.


Belum sempat Reza menghubungi dokter, tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka lalu di iringi oleh suara seseorang yang panik.


"Siapa yang sakit?", tanya Dio panik. Pria itu membawa tas dan jas dokternya.


"Cepatlah!" Ucap Jeno yang tak sabar.


Dio pun segera mendekati ranjang dan mulai memeriksa keadaan Christy.


"Apa yang kalian lakukan sebelumnya?" Tanya Dio pada Jeno.


"Tidak ada, hanya kegiatan rutin kami", jawab Jeno dengan wajah polos.


"Dia hanya kelelahan, sepertinya istrimu melewatkan makan siangnya", ucap Dio.


Mendengar perkataan Dio, Jeno pun tersadar atas kelalaiannya.


"Jangan membuat istrimu kelelahan dan berikan istrimu makanan yang bernutrisi itu akan menguatkan kandungannya", ucap Dio.


"Ya istrimu lah Jaenudin!, jangan bilang lu kagak tau!" Ucap Dio.


"APA!! ISTRI GUE HAMILLL, DEMI APAA!!" Teriak Jeno kaget sekaligus gembira.


Mendengar suara keramaian, Christy pun terbangun.


"Sshh". Christy pun berusaha menyenderkan badannya ke headboard.


"Sayang kamu hamil!" Pekik Jeno sembari menghampiri Christy lalu memeluknya.


"Hamil? Siapa yang hamil?"


"Kamu sayang".


"Aku hamil?"


"Iya", ucap Jeno sembari melepas pelukannya lalu mengelus perut Christy.


"Disini ada anak kita", ucap Jeno sembari tersenyum senang.


Melihat tingkah Jeno, Dio pun memutarkan bola matanya.


"Heh Jaenudin!, jaga istrimu baik-baik!" Ucap Dio.


"Iya iya syirik aja, sana!" Hadrik Jeno.


Dio dan 2 asisten Jeno pun pergi meninggalkan sepasang suami istri.


"Sayang besok kita cek ke dokter kandungan ya, ajak Alkan juga. Pasti Alkan senang dapet kabar ini", ucap Jeno.

__ADS_1


Christy mengangguk senang meskipun dirinya masih belum percaya dengan kehamilannya.


---


Kandungan Christy mulai memasuki bulan ke 4, banyak perubahan yang terjadi pada Christy. Entah kenapa disaat mengandung Christy semakin manja dengan suaminya dan itu pun tak disia siakan oleh Jeno.


Seperti saat ini, entah kenapa dirinya ungun sekali memeluk suami tampannya.


"MAS JENO!", Teriak Christy yang tengah menonton film di ruang keluarga.


"Jangan teriak-teriak sayang, tenggorokanmu nanti sakit", jawab Jeno yang sedang menuruni anak tangga. Ia pun segera menghampiri istri kesayangannya itu.


"Ada apa bumilku sayang?" Tanya Jeno sembari merangkul istrinya dari belakang, tak lupa dirinya memberikan kecupan ringan di kepala Christy.


"Mas, peluk", ucap Christy manja.


"Uh manjanya". Jeno lantas berputar arah, ia pun duduk disamping Christy kemudian memeluknya.


Christy yang dipeluk dari samping langsung bangkit kemudian duduk di pangkuan Jeno dengan posisi menghadap suaminya itu.


"Anak daddy minta apa hmm?" Tanya Jeno sambil mengelus perut Christy dari depan sembari merangkul pinggang istrinya agar tidak terjatuh kebelakang.


"Mau makan pizza keju", ucap Christy pelan.


"Sama apa lagi?"


"Sama nasi padang".


"Yaudah, daddy beliin sekarang ya?"


"No!, pengen di peluk daddy", ucap Christy sembari menatap wajah Jeno.


Melihat tatapan Christy, Jeno pun menggigit bibir bawahnya karena tak kuasa menahan rasa gemasnya.


"Iya, nanti daddy suruh Alkan beli ya". Christy mengangguk pelan.


Jeno pun merengkuh tubuh Christy kemudian menepuk punggungnya, tak lama Christy pun tertidur.


"Nina", panggil Jeno.


"Iya tuan", jawab Nina sembari berlari dari arah dapur.


"Tolong panggilkan Alkan", ucap Jeno.


"Baik tuan".


Nina pun bergegas memanggil Alkan di kamarnya.


Tok... tok...


"Siapa?" Tanya Alkan dari dalam kamar.


"Nina, tuan muda".


Alkan pun memepersilahkan Nina untuk masuk.


"Ada apa?" Tanya Alkan yamg sedang berkutat di depan laptopnya.


"Maaf tuan muda, Anda di panggil oleh tuan untuk segera ke ruang keluarga", ucap Nina.


"Hmm, aku akan kesana sebentar lagi", ucap Alkan.


"Baik tuan". Nina pun pamit undur diri, lalu keluar dari kamar Alkan.

__ADS_1


__ADS_2