
Kring..... kring...... kring..... kring....
Kring..... kring...... kring..... kring....
"Aduh, kenapa berisik sih, kagak tau gw baru tidur juga", gerutu Christy karena tidurnya terganggu oleh alaram yang menurutnya menyebalkan.
Tak..
pyarr......
Christy pun membanting alaramnya, ia pun melanjutkan tidurnya.
Tok... Tok... Tok...
"Miss", ucap Jeno sambil mengetuk pintu kamar Christy.
Tok... Tok... Tok...
Jeno pun mengetuk pintunya lagi. Merasa tak ada jawaban ia pun memberanikan diri membuka pintu kamar bosnya.
Ceklek...
Ia pun terkejut saat melihat bosnya tengah tertidur dikasur kesayangannya padahal ia harus melakukan pemotretan.
"Miss ayo bangun Miss", ucap Jeno yang sedang membangunkan bosnya itu.
"Ihhhh, apa sih Jeno gw masih ngantuk ini", ucap Christy kesal karena sudah 2 kali tidurnya diganggu.
"Ayo bangun miss, lu ada pemotretan hari ini", ucap Jeno kesal.
"Kan jam 9 pemotretannya, masih lama pula", ucap Christy.
"Masih lama dari mananya, udah jam setengah sembilan", ucap Jeno.
"Hmmm"
1....
2....
"WHATTTTTT......"
"GW TELAT", ucap Christy.
Christy pun bengun dari kasurnya dan lari menuju kamar mandi.
"Lu kenapa kagak bilang", ucap Christy dari dalam kamar mandi.
"Kan udah gw bangunin tapi lunya aja yang kebo", ucap Jeno sambil mengganti aksennya dengan lu-gw.
Begitulah jika mereka hanya berdua bertemu, mereka akan memakai aksen lu-gw dan juga beberapa kata mutiara yang indah.
Sebenarnya umur Jeno lebih tua dari pada Christy, tetapi ia tidak mau dipanggil dengan embel emebel seperti kakak, abang dan sejenisnya. Menurutnya panggilan itu membuatnya sangat tua. Tetapi ia sendiri memilih memanggil Christy dengan panggilan Miss, alasannya karena Christy adalah bosnya. Dengan terpaksa Christy pun menyetujui perkataan Jeno.
Tak lama Christy pun keluar dari kamarnya. Ia memakai crop top berwarna putih dengan celana jeans berwarna biru dan juga gardigan berwarna hitam. Tak lupa ia mengepang rambutnya menjadi kucir kuda dan juga topi berwarna putih bertengger manis dikepalanya. Ia pun memakai satu boot berwarn hitam.
"Yok", ucap Christy.
Christy dan Jeno pun keluar dari kamar Christy dan menuju ke mobil yang sudah Jeno siapkan.
"Miss, lu kagak sarapan?", tanya Jeno.
"Kagak, nanti aja", ucap Christy.
Mobil mereka pun berjalan menuju tujuan. Tak lama mobil mereka pun sampai di studio pemotretan. Tempatnya yang tak jauh dari mansion Christy, membuat mereka tak membutuhkan waktu lama untuk sampai ke studio tersebut. Mereka pun turun dari mobil dan masuk ke dalam studio tersebut.
"Sillyehamnida, Mr. Jeno?", panggil seorang wanita.
"Ah....ne...., Annyeong haseyo", ucap Jeno.
__ADS_1
"Kabarku baik, apakah ini model yang kau bicarakan itu?", ucap wanita itu.
"Ah ye, perkenalkan ini Alexix dan ini Kim Minseo, manager barumu", ucap Jeno sambil memperkenalkan mereka berdua.
"Annyeong, naneun Kim Minseo kau bisa memanggilku Minseo", ucap Minseo sambil berjabat tangn dengan Christy.
"Ah, namaku Alexix, mannaseo pangawoyo (senang bertemu dengan Anda)", ucap Christy.
"Ternyata kau sangat cantik, benar benar cantik, sampai sampai aku terpesona dengan kecantikanmu", ucap Minseo.
"Ah, terima kasih atas pujiannaya", ucap Christy sambil tersenyum.
"Cha, kita harus menemui manager park dulu, Mr. Jeno aku akan meminjam dia serbentar", ucap Minseo.
"Ah, jangan terlalau formal, kau bisa membawanya", ucap Jeno.
Minseo pun mengajak Christy menemui manager Park.
Tok.... tok.... tok.....
"Masuk"
Minseo dan Christy pun masuk ke ruangan manager Park itu.
"Manager Park, aku membawa calon model yang aku bicarakan kemarin", ucap Minseo.
"Ah, duduklah dulu", ucap manager Park.
"Ah...ne", ucap Minseo.
Mereka pun duduk dikursi yang telah disediakan.
"Jadi ini model itu", ucap manger Park sambil melihat kearah Christy.
"Ne manager Park, jadi bagaimana?", ucap Minseo.
"Alexix Virkan", ucap Christy.
"Nama yang indah, baiklah kau diterima", ucap manger Park.
"Benarkah tuan?", ucap Christy.
"Ah....ne, dan jangan terlalu formal panggil manager Park saja", ucap manager Park.
"Baiklah, sepertinya aku punya projek yang sesuai denganmu, datang lah besok kita akan melakukan pemotretan", ucap manager Park.
"Ah ne, kamsahamnida(terima kasih) manager Park", ucap Christy.
"Ne", ucap manager Park.
Tok.... tok.... tok.....
Ceklek...
"Manager Park, gawat", ucap seorang pria yang tiba tiba masuk ke ruangan manager Park.
"Ada apa?", tanya manager Park.
"Model yang harus melakukan pemotretan hari ini tidak bisa hadir, dia mengalami cidera dikakinya", ucap pria itu.
"Apa?", ucap manager Park.
"Apa tidak ada model yang bisa menggantikan Rose?", tanya manager Park.
"Tidak ada manager Park, Jennifer sedang berada di perancis, Tiffani sedang melakukan pemotretan majalah H&M dan kita tidak punya model yang cocok untuk projek ini selain mereka berdua", ucap pria itu.
"Bagaimana ini?, jika tidak ada model yang mengisi projek ini, kita akan rugi besar", ucap manager Park bingung.
"Ah manager Park, aku punya saran bagaimana kalo Alexix menjadi model pengganti Rose?", ucap Minseo.
__ADS_1
"Apa kau yakin, Alexix bisa melakukannya?", tanya manager Park.
"Tenang saja manager Park, serahkan semuanya padaku", ucap Minseo.
"Baiklah kalau begitu", ucap manager Park.
"Jihyung, ajak Alexix keruang make up dia akan mengganti Rose di projek ini", ucap manager Park.
"Baik manager Park", ucap Jihyung.
Mereka pun pergi dari ruangan manager Park dan menuju ruang make up.
"Tolong kau make up dia", ucap Jihyung pada asistennya.
"Baik tuan", ucap asistennya.
Christy pun masuk kedalam ruang make up. dituntun oleh asisten Jihyung. Ia pun di make up sesuai dengan tema projek ini, tak lupa rambutnya diubah warnanya dengan cat yang tidak permanen. Tak lama Christy pun selesai di make up.
"Wah, kau sangat cantik", ucap seorang yang telah merias Christy.
"Ah, terima kasih pujiannya", ucap Christy.
Tak lama Jihyung pun masuk ke ruang make up.
"Bagaimana?, apakah sudah selesai?", tanya Jihyung.
"Sudah, lihatlah ini", ucap sang perias.
"Wah, sangat menganggumkan", guman Jihyung.
"Kau sangat cantik, aku yakin kau akan jadi model terkenal dalam sekejap", ucap Jihyung.
Christy hanya membalas dengan senyuman.
"Baiklah, ayo kita lakukan pemotretannya sekarang", ucap Jihyung.
Christy pun melakukan pemotretan. Dalam pemotretannya ia beberapa kali harus mengubah penampilanya.
Baik....
Senyum sedikit...
Oke....
1...
2...
3...
Cekrek
Oke, satu kali lagi....
1...
2...
3....
Cekrek
"Bagus, aku tidak pernah mendapatkan model yang sesempurna ini", ucap Jihyung sambil melihat hasil fotonya.
"Baiklah, pemotretannya sampai disini, besok datanglah kemari, kita harus melakukn beberapa pemotretan untuk projek mu besok", ucap Jihyung pada Christy a.k.a Alexix.
"Baik tuan", ucap Christy.
Christy pun kembali ke ruang make up untuk mengganti pakaiannya.
__ADS_1