Ardelia Christy

Ardelia Christy
Mansion baru


__ADS_3

"Zain, tolong masukan barang barang yang sudah dikemas kedalam bagasi", ucap Christy pada salah satu bodyguard milik keluarganya.


"Baik nona", ucap Zain.


Hari ini keluarga Alexandra dan Adipati akan pindah ke Mansion baru. Kini keluarga Adipati sedang berada di Mansion Alexandra. Devan, Arga, Eva, Regina dan Milla pun hadir ikut membantu kepindahannya.


Mereka susah mengetahui kejadian kemarin yang menyebabkan keluarga Alexandra dan Adipati pindah ke Mansion baru dan tinggal bersama.


"Apakah kau sudah memasukannya?", tanya Christypada Zain


"Sudah nona", ucap Zain.


"Kau boleh pergi, antarkan barang barang itu ke Mansion Victory", ucap Christy.


"Baik nona", ucap Zain.


Bodyguard itu pun melaksanakan perintahnya.


"Apakah kalian semua sudah siap?", tanya Christy.


"Iya kami sudah siap semua", ucap Ardel.


"Tak ada baranya yang tertinggal kan?", tanya Christy.


"Tidak", jawab Ardel.


"Baiklah, ayo masuk ke mobil kita akan berangkat", ucap Christy.


Mereka semua pun masuk ke mobil masing masing. Christy yang berada di mobilnya sendiri pun mulai manjalankan mobilnya.


Sudah 15 menit Christy mengendarai mobilnya, ia pun sampai disebuah Mansion yang luasnya 2 kali luas mansion Alexandra.


Tin... Tin...


Gerbang pun terbuka, Christy menjalankan mobilnya memasuki halaman Mansion. Ia pun memberhentikan mobilnya di pintu utama, lalu keluar dari mobilnya.


"Woah, ini bener Mansion kamu Christy?", ucap Alex.


"Iya abang ini mansion Christy", ucap Christy.


"Wah ini bagus kek lagi di istana gitu", ucap Lea.


Christy pun melangkahkan kakinya memasuki Mansion. Pintu Mansion terbuka dengan sendirinya, menampilkan para pelayan yang berbaris rapi disisi kiri dan kanan. Para pelayan itu pun menunduk, saat Christy berjalam melewati mereka.


Ia pun berhenti.


"Dimana Vano?", tanya Christy kepada salah satu pelayan yang sedang sibuk mengurusi nona mereka.


"Tuan berada di dalam Miss", ucap pelayan itu.


Sudah menjadi kebiasaan untuk para pelayan saat nonanya memasuki Mansion mereka akan berbaris lalu melepaskan jaket, mengambil tasnya dan melepas sepatu tuanya.


Keluarga dan sahabat sahabat melongo takjup saat memasuki pintu utama Mansion. Mereka pun bingung saat beberapa pelayan mengerumuni anak dan juga sahabatnya, akan tetapi mereka memilih diam.


Pelayan itu pun pergi setelah selesai dengan tugas mereka.


"VANO....", teriak Christy.


Tak lama seorang lelaki muda dan tampan yang mengenakan setelan jas hitam keluar dari lift , dengan aura kepemimpinannya ia berjalan kearah Christy. Keluarga dan sahabatnya pun terpesona dengan lelaki itu terkecuali Christy dan Devan yang hanya memancarkan wajah dinginnya.


"Bunny kau sudah datang?", ucap Vano.


"Belum, aku belum datang", ucap Christy sinis.


"Hahahaha, kau ini", ucap Vano sambil mencubit hidungnya.

__ADS_1


"Yak", ucap Christy saat Vano mencubit hidungnya dan itu membuat Vano tertawa.


Devan yang melihat kejadian itu langsung terbakar cemburu. Ia pun memasang wajah yang lebih dingin lagi.


"Oh, apakah itu keluargamu bunny?", tanya Vano sambil meliah ke arah belakang Christy.


"Hmmm", jawab Christy.


Vano pun memperkenalkan dirinya.


"Senang bertemu dengan Anda semua, perkenalkan saya Vano, saya adalah suaminya", ucap Vano yang sukses membuat semua orang terkejut.


2 orang lelaki menghampiri mereka dengan menggunakan setelan jas yang sama seperti Vano.


"Aku adalah tunangannya", ucap Angga.


"Dan aku adalah pacarnya",ucap Diko.


Tak lama seorang lelaki muda dengan rahang yang tajam hidung yang mancung bibir yang tipis dan kulit yang putih mengenakan jas berwarna biru gelap dengan gagahnya berjalan ke arah meraka.


"Sayang kau datang hmm", ucap Athur sambil mengecup pipinya dan merangkul punggung Christy.


Keluarga dan sahabatnya pun menjadi bingung apa yang mereka lihat, wajah Devan pun semakin menjadi saat melihat pacarnya dicium oleh lelaki lain.


Christy pun melihat kearah Vano, Angga dan Diko. Ia pun menarik telinga Vano lalu menendang Angga dan Diko hingga tersungkur ke lantai.


"Apa yang kalian lakukan", ucap Christy dingin.


"Aduh... aduh.. maafkan kami bunny kami tidak akan mengulanginya lagi", ucap Vano sambik mengaduh kesakitan.


"Iya Princess kami menyesal, kapok deh gw ikut rencana Diko, nggak lagi deh", ucap Angga.


"Lah, kenapa jadi gw bukannya yang ngerencanain ini bang Vano?", ucap Diko.


"Oh jadi kamu bang?", ucap Christy sambil menarik telinga Vano lebih keras.


"Kalian masuklah dulu, aku akan menyusul", ucap Christy kepada keluarga dan sahabatnya.


Mereka pun menuruti perkatan Christy.


"Aku harus memberimu pelajaran Vano", ucap Christy sambil memikirkan hukuman apa yang pantas untuk Vano.


"Sudah sudah ayo masuk", ucap Athur.


Mereka berlima pun masuk kedalam. Kini keluarga dan sahabat sahabatnya berada di ruang utama. Christy pun tiba di ruang utama.


Ia pun duduk di kursi singlenya.


"Barang barang kalian sudah berada di kamar kalian", ucap Christy.


"Disini ada 5 lantai, lantai 1 terdapat ruang utama, dapur, ruang makan dan kamar pelayan. Lantai 2 terdapat kamar yang berjumlah 20 yang dilengkapi kamar mandi dan walk in Closet. Lantai 3 terdapat tempat gmy, ruang dance, ruang santai, perpustakaan, ruang dance, ruang karaoke, bioskop, ruang game, ruang kerja daddy dan papa. Lantai 5 terdapat ruang santai outdor, kolam renang dan helipad", ucap Christy dengan rinci.


"Bagaimana dengan lantai 4?",tanya Regan.


"Lantai 4 terdapat kamarku, ruang kerjaku dan perpustakaan pribadiku, intinya lantai 4 adalah zona pribadiku",ucap Christy.


"Hmmm baiklah", ucap Alex.


"Di belakang Mansion terdapat lapangan basket, lapangan golf, kolam renang, lapangan serba guna dan taman", ucap Christy.


"Bang Diko akan memberitahu dimana kamar kalian dan Arga, Devan, Eva, Regina dan Milla kalian juga akan diberitahu dimana kamar kalian oleh bang Angga", ucap Christy.


Mereka pun segera mengikuti Angga dan Diko. Sementara itu Christy, Vano dan Athur menuju ruang kerja Christy.


"Sekarang aku akan memberimu pelajaran", ucap Christy sambil mengeluarkan smirknya.

__ADS_1


"Pakailah ini", ucap Christy sambil memberikan sebuah bandana berbentuk telinga kelinci berwarna hitam dan juga sebuah wig panjang berwarna hitam.


"Ganti yang lain dong Christy, masa iya gw disuruh pakek beginian", ucap Vano.


"Pakai atau hukuman bertambah", ucap Christy.


Vano pun menuruti perkataan Christy, d3ngan terpaksa ia pun memakai bandana dan juga wig itu.


"Sudah", ucap Vano sambil cemberut.


"Emmm... sepertinya ada yang kurang", ucap Christy sambil mengetuk ketuk dahinya.


"Ah, ya!", seru Christy.


Ia pun mencari sebuah benda yang ada di laci meja kerjanya.


"Ini dia", ucap Christy sembari membuka tutup liptin berwarna merah.


"Mendekatlah", ucap Christy pada Vano.


"Aaa...tidak aku tidak mau memakainya", ucap Vano.


Ya tuhan, bantulah aku imag menjadi seorang pria tulen akan hancur, batin Vano.


"Kemari!", perintah Christy.


Dengan terpaksa ia pun berjalan mendekati Christy sembari menatap Athur dengan tatapan memohon.


Bang tolongin gw, batin Vano.


Seakan mengerti arti dari tatapan Vano, Athur langsung mengalihkan pandangannya. Dengan pasti Chtisty langsung mengoleskan liptin miliknya pada bibil Vano.


"Sudah, jangan berpikir kalau ingin melepasnya, kau harus menggunakannya seharian penuh", ucap Christy.


"Ta...tapi", ucap Vano.


"Tidak ada tapi tapian", ucap Christy ketus.


Athur pun menggendong Christy ala koala dibelakang, lalu pergi dari sana dan meninggalkan Vano.


"Woi, tunggu", ucap Vano sambil berlari.


Dilain tempat, Angga, Devan, Arga, Regan dan Milla tengah berjalan melihat lihat isi Mansion.


"Emmm, kita boleh tanya nggak?", ucap Eva.


"Silahkan", jawab Angga.


"Nama lu siapa?, trus ada hubungan apa lu sama Christy?", tanya Regina.


"Gw Angga, gw abangnya Christy", ucap Angga.


"Bukannya Christy cuman punya 3 abang ya?", ucap Arga.


"Memang mereka adalah abang yang sebenarnya, tapi aku, Diko, vano dan bang Athur sudah menganggap Christy sebagai adik kami, kami bertemu saat di L.A. Waktu itu kita adalah anak gelandangan, orang tua kami meninggal, Christy memungut kami, memberi tempat tinggal, menyekolahkan kami hingga memberi pekerjaan kepada kami", ucap Angga.


"Tak hanya kami yang mendapat kehidupan baru. Kami sangat menyayanginya, kami selalu menjaganya, kami tidak ingin Christy terluka", ucap Angga lagi.


"Tuan, Miss memanggil anda", ucap pelayan itu.


"Dimana dia?", tanya Angga.


"Miss berada di ruang latihannya", ucap pelayan itu lagi.


"Baiklah, kau boleh pergi", ucap Angga.

__ADS_1


Pelayan itu pun pergi, mereka pun segera menuju ke ruang latihan.


__ADS_2