Ardelia Christy

Ardelia Christy
Bahagia


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang membahagian untuk Christy. Sebentar lagi dirinya akan menyandang status baru.


Tok... tok...


Ceklek...


"Christy", panggil Samuel sembari membuka pintu kamar.


Terlihat seorang wanita berbalutkan pakaian pengantin berwarna putih sedang duduk di atas kasur.


"Ayo nak kita turun, sudah waktunya", ucap David.


Christy pun berdiri lalu menghampiri kedua ayahandanya.


"Kamu sangat cantik, nak", ucap Samuel sembari tersenyum manis.


"Papa jadi tak tega melepaskanmu", ucap David sembari memeluk Christy.


"Sudahlah dad, pa, sudah waktunya", ucap Christy.


"Ayo", ucap Samuel sembari lengannya kepada Christy, begitupun David.


Christy pun melingkarkan kedua tangannya di lengan ayahandanya.


Mereka pun keluar dari kamar dan berjalan menuju Altar. Terlihat seorang pria berbalutkan setelan tuxedo berwarna putih berdiri di altar yang memiliki konsep in door dengan didampingi oleh pendeta. Disebelah kirinya terdapat purta tercintanya yang berbalutkan setelan tuxedo sama dengan prianya.


Pria itu pun menatap kearah Christy dengan tatapan takjub, begitu pun dengan seluruh tamu undangan.


Sesampainya dialtar Samuel dan David memberikan tangan putri mereka kepada calon pengantin pria.


"Nak, tolong jaga Christy", ucap David.


"Ini sudah menjadi tugasku, pa".


"Jangan sampai kau membuatnya menangis, aku tak akan segan segan mengambilnya kembali", ucap Samuel.


"Aku bejanji akan membahagiakan Christy dengan sepenuh raga ku dan akh berjanji tidak akan membuatnya menangis".


Setelah itu Samuel dan David kembali duduk di tempatnya. Mereka berdua pun mengucapkan janji suci.


"Di hadapan Tuhan, Imam, para orang tua, para saksi,  maka saya Kim Jeno , dengan niat yang suci dan ikhlas hati telah memilihmu Ardelia Christy Alexandra Adipati menjadi istri saya. Saya berjanji untuk selalu setia kepadamu dalam untung dan malang, dalam suka dan duka, di waktu sehat dan juga sakit, dengan segala kekurangan dan kelebihanmu. Saya akan selalu mencintai dan juga menghormatimu sepanjang hidupku." ucap Jeno.


"Di hadapan Tuhan, Imam, para orang tua, para saksi,  maka saya Ardelia Christy Alexandra Adipati, dengan niat yang suci dan ikhlas hati telah memilihmu Kim Jeno menjadi suami saya. Saya berjanji untuk selalu setia kepadamu dalam untung dan malang, dalam suka dan duka, di waktu sehat dan juga sakit, dengan segala kekurangan dan kelebihanmu. Saya akan selalu mencintai dan juga menghormatimu sepanjang hidupku." ucap Christy.


"Setelah mengucapkan janji suci, dengan ini kalian sudah sah menjadi suami istri dihadapan Tuhan, agama dan negara" ucap Pendeta.


"Silahkan mencium pasangan kalian", ucap Pendeta.


Jeno dan Christy saling menatap satu sama lain sembari saling melempar senyuman, Jeno pun menarik tengkuk Christy sembari mencium bibir Christy sesekali ********** pelan.


Prok... prok... prok...


Tepukan tangan para tamu undangan menggema di seluruh ruang.

__ADS_1


Samuel, Ardel, David, dan Ratih terlihat menatap kedua pengantin dengan tatapan bahagia sesekali terlihat bulir air mata kebahagiaan menetes.


Tiba tiba beberapa kelopak mawar mulai jatuh dari atas mereka dan terlihat beberapa orang memasuki aula.


"Maaf, apakah aku terlambat?" ucap Davian.


"Emm... sepertinya iya", ucap Davian lagi.


Davian dkk lah yang barusan memasuki aula, terlihat mereka mengenakan setelan jas hitam.


"Apakah kalian suka dengan kejutanku ini?" tanya Davian.


"..."


Semua orang terdiam.


"Kenapa?, aku hanya menghadiri undangan adik kecilku" ucap Davian dengan polosnya dan mengundang gelak tawa semua orang.


"Tidak, kau tidak salah, kemarilah aku ingin memeluk kalian", ucap Christy.


Davian dkk pun menghampiri Christy dan Jeno.


"Hais, kupikir kau akan bersama diriku di altar, ternyata bersama dengan cecurut ini", ucap Davian yang dihadiai tatapan tajam dari Jeno.


"Cepatlah menyusul", ucap Jeno datar sembari merangkul posesif pinggang Christy.


"Hmm", balas Davian sembari memutarkan bola matanya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=♡♡♡♡\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Ada apa?, apa kakimu sakit?" tanya Jeno.


Jeno pun menuntun Christy untuk duduk, ia kemudian berlutut dihadapn Christy sembari meraih kaki kanan Christy.


"Kakimu memar", ucap Jeno sembari melepaskan sepatu berhak tinggi milik Christy.


"Kaki mommy kenapa dad?" tanya Alkan.


"Kaki mommy mu memar", ucap Jeno.


"Pelayan", panggil Alkan.


"Iya, tuan muda", ucap Pelayan.


"Tolong ambilkan air hangat untuk kaki mommyku" ucap Alkan.


"Baik tuan muda", jawab Pelayan.


Pelayan itu pun pergi.


"Kenapa kaki Lia ?" tanya Lea.


"Kelamaan berdiri jadi memar kakinya", jawab Jeno.

__ADS_1


"Masih lama ya acaranya, aunty?" tanya Alkan.


"Lumayan sih, tapi kalo Lia pen istirahat istirahat aja dulu", ucap Lea.


"Engga kak, ngga enak ama yang lainnya", ucap Christy.


Tak lama pelayan suruhan Alkan menghampiri mereka sembari membawa wadah berisi air hangat.


"Ini tuan", ucap Pelayan itu sembari memberikan wadah berisi air hangat pada Jeno.


Jeno pun menerimanya, ia langsung memasukan kedua kaki Christy kedalam wadah itu dengan hati hati.


Rasa hangat menjalar di seluruh telapak hingga mata kaki Christy.


"Bagaimana, apakah masih sakit?" tanya Jeno.


"Tidak, sudah mendingan", ucap Christy sembari menatap kakinya dan memainkan kakinya yang tengah direndam oleh air hangat.


Jeno yang melihat tingkah Christy merasa gemas sendiri. Ingin rasanya segera mengurung Christy dibawah kungkungannya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=♡♡♡♡\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Hua, akhirnya", ucap Christy sembari berguling guling di kasur miliknya.


Baju pengantin masih melekat di tubuhnya tak lupa aksesoris yang ia pakai juga masih melekat dibagian tubuhnya. Ia ingin segera mandi tetapi kamar mandinya masih dipakai oleh Jeno.


Ceklek...


Tak berselang lama, Jeno pun keluar dari kamar mandi dengan berbalutkan handuk yang hanya menutupi bagian pinggang kebawah.


"Sayang mandilah, aku sudah selesai memakai kamar mandinya", ucap Jeno sembari memberikan handuk yang berada di kepalanya.


"Mendengar panggilan sayang dari Jeno, sontak saja pipi Christy memerah karena ini pertama kalianya Jeno memanggilanya sayang setelah resmi menjadi suami sahnya.


Terlebih lagi Jeno yang hanya memakai handuk dipinggangnya dan membuat tubuh sispaxnya terlihat jelas dihadapannya.


Christy pun bangkut, ia lantas mengambil handuk di tangan Jeno dan bergegas masuk ke kamar mandi.


"Huh, apa itu tadi", ucap Christy yang tengah bersender dibalik pintu kamar mandi.


Hatinya berdebar kencang, pipinya mulai memerah pikirannya semakin tak karuan.


"Ayo Christy, kamu harus mandi dan melakukan malam pertamamu", ucap Mawar yang merupakan alter agonya.


"Pikiranmu sangan tak layak nona, perlukah aku membersihkan pikiranmu itu", ucap Christy dengan sinis.


"Tumben muncul", ucap Christy yang kebingungan karena sudah lama alter agonya tak menampakan batang hidungnya.


"Hehehe, kau kan baru saja menikah dan aku ingin melihat bagaimana malam pertama kalian", ucap Mawar sembari tersenyum membayangkan malam pertama Christy dengan Jeno.


"Diam kau, pergi sana jangan menggangguku, aku mau mandi", ucap Christy.


Christy pun melakukan ritual mandinya.

__ADS_1


__ADS_2