
Sudah 1 minggu dari kejadiaan pertemuan tak sengaja antara Christy dengan keluarganya. Kini seluruh keluarga dan teman temannya tak genjar untuk meminta maaf kepada Christy, bahkan setiap hari mereka selalu datang kerumah Christy tetapi tidak pernah ada jawaban.
Bahkan jika mereka kesana, seakan rumah Christy tertutup untuk mereka. Sebenarnya Christy mau mau saja untuk menemui mereka, tetapi apa daya karena keinginan kuat dari anak pintarnya itu ia terpaksa harus menurutinya.
Alkan memang sengaja melarang mommynya untuk bertemu keluarganya. Alasannya adalah ia ingin mengetahui seberapa jaukah mereka berniat meminta maaf kepada mommynya itu. Sudah cukup mommynya merasakan penderitaan, kini ia ingin mommynya mendapatkan yang terbaik.
"Alkan, mommy akan ke kantor", kau disini, temani daddy mu oke!", ucap Christy.
"Siap mom", ucap Alkan.
Christy pun pergi ke kantor dengan menggunakan mobil miliknya.
"Boy, kemana mommymu?", tanya Jeno sembaru menuruni tangga.
"Mommy ke kantor dad", jawab Alkan.
"Dad, sekarang tanggal berapa?", tanya Alkan.
"Tanggal 30 Agustus, kenapa emangnya?", tanya Jeno.
"Daddy lupa?, 3 hari lagi kan ulang tahunnya mommy", ucap Alkan.
"Astaga daddy lupa, terima kasih boy kau sudah mengingatkan daddy", ucap Jeno.
"Dad, bolehkah aku bertanya sesuatu?", tanya Alkan.
"Aku ingin tanya apa boy?", ucap Jeno.
"Dad, sebenarnya daddy itu suka sama mommy kan?", tanya Alkan sembari menaikkan kedua alisnya.
"A....apa maksudmu boy?", tanya Jeno.
"Ayolah dad jawab dengan jujur, Alkan bukan anak kecil yang mudah ditipu lho dad", ucap Alkan.
"Alkan tau daddy itu suka sama mommy, Alkan cuman mau nyaranin kalau daddy memang suka sama mommy, lebih baik daddy cepat cepat dapetin mommy, entar keburu ama mantannya mommy lho. Daddy kan tau mantannya mommy itu masih suka sama mommy, secara mommy itu kan cantik, pintar, berbakat, baik, intinya paket lengkap deh. Ntar diambil orang lho dad", ucap Alkan.
"Iya daddy akuin kalo daddy memang suka sama mommy kamu, tapi daddy takut kalo mommy kamu nolak daddy", ucap Jeno putus asa.
"Belum perang aja udah nyerah dad, dicoba aja dulu", ucap Alkan menyemangati.
"Asal daddy tahu, sebenarnya mommy juga suka sama daddy, taoi mommy ngga mau mengakuinya, jadi jangan membuang kesempatan, dad", bisik Alkan.
"Tapi...", ucap Jeno terpotong.
"Dicoba aja dulu dad, Alkan bantu kok, Alkan juga punya rencana buat ulang tahun mommy", ucap Alkan.
"Apa itu?", tanya Jeno.
"Nanti Alkan beritahu", jawab Alkan.
Ting... tong....
__ADS_1
Tak berselang lama bel mansion berbunyi.
"Siapa paman?, tanya Alkan paa Reson.
"Orang yang sama tuan muda", ucap Reson.
"Biarkan mereka masuk paman", ucap Alkan.
Reson pun menyuruh seorang penjaga untuk membiarkan 2 orang itu yang tak lain adalah Ratih dan David untuk masuk dan menemui mereka.
"Silahkan duduk", ucap Alkan pada dua orang itu.
David dan Ratih pun duduk.
"Paman, ambilkan mereka minuman dan beberapa camilan", ucap Jeno.
"Baik tuan", jawab Reson.
Reson pun kembali dengan sebuah nampan yang berisikan minuman dan beberapa makanan ringan, ia pun menaruhnya di meja.
"Silahkan diminum", ucap Alkan.
"Oh, iya", ucap David.
David dan Ratih pun meminum minuman yang sudah disediakan oleh Reson.
"Dad kau ingin kemana?", tanya Alkan saat melihat Jeno melangkah pergi.
Kucing besar yang dimaksud Jeno adalah, kucing peliharaan yang memiliki badan agak sedikit gemuk.
"Berikan saja tulang rusuk sisa kemarin dad, ada di frizeer sebelah kanan bawah", ucap Alkan.
Glek...
Raut wajah David dan Ratih berubah seketika.
Sebenarnya ucapan Alkan bukanlah omong kosong belakang, ia memang membeli 5 kg daging ayam untuk dibuat menjadi sosis dan menyisakan daging yang masih melekat di tulang rusuk ayam.
"Nak...", ucapan Ratih terpotong.
"Alkan sudah tahu, kakek dan nenek kesini untuk meminta maaf kepada mommy kan?", ucap Alkan.
Mendengar Alkan menyebut mereka dengan panggilan kakek dan nenek, mereka menjadi sangat terharu. Baru kali ini mereka di panggil dengan sebutan kakek dan nenek. Mereka berdua sangat tak menyangkan atas apa yang terjadi. Meskipun mereka melakukan kesalahan tetapi Alkan masih menghormati mereka yang merupakan orang tua dari mommynya itu.
"Alkan sudah melihat kegigihan kalian untuk mendapatkan permintaan maaf dari mommyku, sebenarnya mommyku sudah memaafkan kesalahan kalian saat itu juga, tetapi aku hanya ingin melihat seberapa gigih kalian untuk mendapatkan permintaan maaf dari mommyku", ucap Alkan.
"Dan kalian membuktikan kalau dugaanku salah, jadi Alkan, daddy, dan juga mommy sudah memaafkan kalian semua, meski pun kalian melakukan kesalahan kalian berhak mendapatkan permintaan maaf", ucap Alkan.
Ratih dan David pun terharu mendengar ucapan Alkan.
"Meskipun begitu, kami masih menganggap kalian sebagai keluarga kami", ucap Alkan.
__ADS_1
"Terima kasih nak, kami sungguh menyadari kesalahan kami", ucap Ratih sambil menitihkan air mata kebahagiaannya.
"Kakek, nenek, Alkan mempunyain 1 permintaan", ucap Alkan.
"Apa itu nak?", tanya David.
"Alkan ingin kakek dan nenek ikut dalam rencanaku, 3 hari lagi adalah ulang tahun mommy, dan Alkan sudah memiliki rencana untuk itu, maukah kalian ikut ke dalam rencanaku ini?", tanya Alkan.
"Dengan senang hati", ucap David.
"Baiklah, besok Alkan akan kerumah kalian untuk membahas rencana itu dan tolong beritahu yang lainnya", ucap Alkan.
"Baik nak, kami akan memberitahukan hal ini kepada yang lainnya", ucap David.
"Kami pamit dulu", ucap Ratih.
Ratih dan David pun pergi dari kediaman Christy.
"Tolong bereskan ini", ucap Alkan pada salah satu pelayannya.
Pelayan itu pun menjalankan perintahnya.
"Pamn, dimana daddy?", tanya Alkan pada Reson.
"Tuan sedang di kamarnya, tuan muda", ucap Reson.
"Baiklah, Alkan mau menemui daddy, sampai jumpa paman", ucap Alkan sambil menaiki tangga.
Tok... tok... tok...
"Siapa?", ucap Jeno.
"Ini Alkan dad", jawab Alkan.
"Masuk boy", ucap Jeno.
Alkan pun masuk kedalam kamar Jeno.
"Dad, Alkan punya rencana supaya daddy bisa dapetin mommy", ucap Alkan.
"Apa itu?", tanya Jeno.
Alkan pun memberitahukan rencananya pada Jeno. Mereka pun mulai mendiskusikan rencanany itu.
"Ntar daddy beli cincin, trus jangan lupa ngapalin lagunya", ucap Alkan.
"Kalau itu sih gampang tenang aja", ucap Jeno.
Ya udah dad Alkan mau balik ke kamar dulu", ucap Alkan.
Alkan pun keluar dari kamar Jeno dan berjalan masuk ke kamarnya.
__ADS_1