
Seperti biasa, di pagi Christy, Jeno, dan Alkan melakukan sarapan bersama. Setelah itu mereka melakukan aktivitas seperti biasa.
Disaat mereka tengah melakukan kegiatan masing masing, demi berjalannya rencana Alkan, Jeno berpura pura mengajak Alkan pergi dengan alasan ingin berjalan jalan santai dan alasan itu pun disetujui Christy tanpa rasa curiga.
"Kalian ingin kemana?", tanya Christy saat melihat Jeno dan Alkan sudah berpakaian rapi.
"Kami akan pergi jalan jalan sebentar", ucap Jeno.
"Baiklah, hati hati dan nikmati waktu kalian dengan baik", ucap Christy.
"Sampai jumpa mom", pamit Alkan.
Jeno dan Alkan pun segera pergi dari mansion.
Sebenarnya Christy bisa mengetahui isi pikiran kedua orang itu, tetapi kerena kelelahan dan terlalu banyak pikiran, membuat Christy enggan untuk membaca pikiran mereka.
Jeno dan Alkan memutuskan untuk pergi ke sebuah perpustakaan daerah yang memiliki akses internet berkecepatan tinggi. Setelah sampai, mereka pun langsung menjalankan rencananya.
"Dad, apa kau sudah menyelesaikan bagian itu?", tanya Alkan pada Jeno.
"Belum, kurang sedikit lagi", jawab Jeno.
"Baiklah, aku akan menangani bagian yang ini", ucap Alkan.
Alkan dan Jeno tengah mencoba menerobos masuk keamanan data perusahaan milik Christy. Ini merupakan salah satu rencana milik Alkan untuk menerobos masuk keamanan data perusahaan agar membuat Christy sibuk selama 1 hari penuh, mungkin bisa memakan waktu sampai 2 hari.
"Selesai, dad apa kau sudah menyelesaikannya?", tanya Alkan.
"Sudah, tinggal menunggu aba aba darimu", jawan Jeno.
"Huh baiklah ayo kita lakukan sekarang, aku sunggu tidak sabar ingin melihat hasilnya", ucap Alkan.
Menurut Alkan hal yang paling ia nanti adalah saat dimana virus ciptaannya menerobos paksa portal data data perusahaan.
Alkan pun mulai menghitung mundur.
3...
2...
1...
"Go", ucap Alkan dan Jeno bersamaan sembari menekan tombol enter secara bersamaan.
Sebuah portase muncul di layar laptop mereka berdua. Portase itu menunjukkan angka yang semakin lama semakin besar jumlahnya.
Sementara di perusahaan A'r Company, tepatnya di bagian IT tengah disibukkan oleh sebuah virus yang mencoba menerobos masuk keamanan data perusahaan. Semua orang yang berada di bagian IT benar benar dibuat kerepotan oleh virus ini.
Christy yang mendapat kabar tentang hal ini, langsung bergegas menuju perusahaannya.
__ADS_1
"Apa kalian sudah berhasil menghentikan virus ini?", tanya Christy.
"Saat ini kami belum bisa menghentikannya Miss", ucap karyawannya sekaligus anggota Blue Black.
"Apa kalian sudah menganalisis virus apa yang menerobos masuk keamanan data perusahaan?", tanya Christy.
"Sudah Miss, kami sudah mengetahui virus apa itu", ucap karyawannya.
"Lalu kenapa kalian tidak memghentikannya", ucap Christy geram.
"Kami sudah mencobanya tetapi tidak berhasil, sepertinya virus ini hasil modifikasi seorang hacker handal", ucap karyawannya.
"Modifikasi?, berikan laptopku akan aku coba menghentikan virus itu agar tidak membuat kerugian yang sangat besar, dan kalian tangani masalah ini agar tidak sampai diketahui oleh publik dan para pemegang saham", ucap Christy.
"Baik Miss", jawab karyawannya semua.
Christy pun menyalakan laptopnya dan kemudian menyambungkannya ke portal keamanan data perusahaan, dengan lihai ia pun mencoba menghentikan virus itu.
Benar ucapannya, virus ini hasil modifikasi tapi siapa yang melakukan ini?, batin Christy.
"Sepertinya orang itu tidak berniat untuk mengambi data perusahaan", ucap Mawar yang merupakan alter agonya.
"Benar juga, tapi siapa yang berani melakukannya?", tanya Christy.
Para karyawan yang bekerja dibagian IT dan bertanggung jawab pada portal keamanan data hanya bisa melihat portase yang ada di layar led besar. Portase itu terus menunjukkan angka yang semakin besar, saat portase berjalan ke angka 65%, portase itu pun berhenti bergerak.
Christy pun merenggangkan ototnya.
"Baik Miss", jawab semua karyawan.
"Huh, sepertinya aku harus lembur", guman Christy sembari berjalan keluar ruangan IT.
"Aku akan menghubungi Reson nanti", guman Christy lagi.
"Ayo dad kita harus melakukan persiapan untuk besok", ucap Alkan pada Jeno.
"Tapi apa kau yakin kita tidak akan ketahuan?", tanya Jeno.
"Tenang saja dad, meskipun kita ketahuan itu tidak akan menjadi masalah dad, dan lagi pula saat kita mengatakan alasan yang sebenarnya mommy akan mengerti", ucap Alkan meyakinkan Jeno.
"Sudahlah dah, ayo kita lakukan persiapannya sekarang", ucap Alkan.
Jeno pun menuruti ucapan Alkan. Mereka pun bergegas melakukan persiapan untuk kejutan ulang tahun Christy.
"Bagaiman dad, apa yang kurang?", tany Alkan pada Jeno.
"Sepertinya sudah semua tapi...", ucap Jeno terputus.
"Tapi apa dad?", tanya Alkan.
__ADS_1
"Ada 1 masalah", ucap Jeno.
"Masalah?, masalah apa dad?", tanya Alkan bingung.
"Kau taukan kalau daddy tidak bisa bernyanyi jadi....", ucap Jeno terputus.
"Oh itu, Alkan akan ajarkan daddy latihan vokal", ucap Alkan.
"Tapi apa kau bisa boy?", tanya Jeno.
"Kau meremehkanku dad?", ucap Alkan dengan pdnya.
"Ya ya, baiklah", ucap Jeno.
Mereka pun untuk pulang dan melakukan sesi latihan vokalnya. Saat latihan vokal, mereka membutuhkan waktu berjam jam untuk melatih vokal Jeno dari nol.
"Stop dad, stop", ucap Alkan.
"Lama lama kuping Alkan pecah kalo daddy nyanyinya gitu terus", protes Alkan.
"Dad ini seharusnya nadanya ke do bukan mi", ucap Alkan.
"Ulang sekali lagi dad kalo masih belum benar, Alkan tinggalin daddy", protes Alkan.
Sudah ke 20 kalinya Jeno berlatih vokal tetapi tetap saja suara Jeno yang bagusnya melebihi penyanyi papan triplek itu masih bisa membuat gendang telinga orang pecah saat mendengarnya.
"Huh, ayo semangat demi pujaan hati", guman Jeno.
Mau tidak mau Jeno pun mengulang kembali latihannya dengan benar. Dengan konsentrasi tinggi Jeno pun berhasil menyanyikan sebuah lagu dengan nada yang sempurna dan tanpa ada kesalahan sedikit pun. Alkan pun tersenyum puas melihatnya.
"Beginikan enak, telingan Alkan tidak akan dibuat sakit jika kau bernyanyi dengan sempurna seperti ini", ucap Alkan.
"Ya ya ya, terserah kau saja", ucap Jeno malas.
Hari pun mulai gelap, mereka pun menyudahi sesi latihan vokalnya.
"Dad ayo kita makan malam, sepertinya mommy tidak akan pulang malam ini", ucap Alkan.
Alkan dan Jeno berjalan menuju meja makan, disana sudah terdapat Reson yang berdiri menyambut mereka di meja makan.
"Tuan, Miss Christy memintaku memberitahukan kepada kalian bahwa beliau tidak akan pulang malam ini", ucap Reson.
"Baiklah kalau begitu, jika sudah tidak ada tugas lain kamu bisa pulang", ucap Jeno.
"Baik tuan", jawab Reson.
Jeno dan Alkan pun menikmati makan malam mereka dengan tenang.
"Dad aku pergi kekamar dulu", pamit Alkan setelah menyelesaikan makan malamnya.
__ADS_1
"Iya", jawab Jeno.
Tak lama Jeno pun pergi kekamarnya sendiri. Karena kelelahan melakukan aktivitas seharian, Jeno pun langsung terlelap.