Ardelia Christy

Ardelia Christy
Kurang Tidur


__ADS_3

"Miss, jetnya sudah siap", ucap Andy.


"Hmmm", jawab Christy.


"Bang ayo", ucap Christy pada Athur.


"Iya, abang ambil ini dulu", jawab Athur.


"Ayo", ucap Christy.


"Iya iya", ucap Athur.


Christy dan Athur melangkahkan kakinya menuju jetnya. Disana terdapat Riko dan beberapa anak buahnya.


"Jaga markas", ucap Christy.


"Siap Miss", ucap Riko.


Christy dan Athur memasuki jet, jet pun lepas landas.


"Bang", panggil Christy.


"Ada apa", jawab Athur.


"Laper", ucap Christy.


"Yaudah aku suruh koki masak", ucap Athur sembari memainkan ponselnya.


"Ngga mau", ucap Christy.


"Lah, napa?", tanya Christy.


"Pengen nasgor seafood abang", ucap Christy.


"Yaudah tunggu sini, abang masakin", ucap Athur.


Athur menuju dapur kecil yang ada di dalam jet Christy. Ia pun mengambil bahan masakan dan mencucinya. Setelah itu ia memotong beberapa seafood dan beberapa sayuran.


Tak lama makanannya pun jadi, ia membawanya ke tempat Christy.


"Ini", ucap Athur sambil memeberikan piring berisikan nasgor seafood.


"Yey", ucap Christy kegirangan.


Mereka pun menghabiskan makanannya.


"Woah, dah lama ngga makan masakan abang", ucap Christy.


Athur pun hanya tersenyum, ia pun mengambil piring bekas Christy dan membawanya ke dapur untuk dicuci.


Athur pun kembali ke tempat duduknya, sementara Christy tengah sibuk dengan e-mailnya.


"Miss, 5 menit lagi kita akan mendarat", ucap salah satu pramugari.


"Hmm", jawab Christy.


Chrisry dan Athur pun membenahi duduk dan sabuk pengaman mereka. Jet pun mendarat dengan selamat di lintasan pribadi yang ada di markas.


Mereka pun keluar, Vano, Diko dan Angga menyambut mereka.


"Gimana?", tanya Christy pada Vano.


"Sip lah", ucap Vano.


Sebenarnya sebelum berangkat Christy meminta Vano untuk membelikan beberapa barang dari L.A untuk memenuhi keinginan abang tercintanya.


"Gw balik dulu", ucap Christy.


"Woke", ucap Vano.


"Tiati", ucap Athur.


Christy pun memasuki mobilnya. Ia pun menjalankannya menuju Mansion Diamond.


Tak lama ia pun sampai di mansion Diamond. Christy memarkirkan mobilnya digarasi. Ia pun memasuki mansion. Di dalam manson sangat sepi karena sebelum ia berangkat ke Jepang, ia sudah menelpon kepala pelayan untuk tidak menunggunya pulang karena besok ia akan pulang.

__ADS_1


Christy pun menuju kamarnya. Ia pun mengganti bajunya, tak lupa ia juga meminum obatnya dan langsung tidur di kasur kesayangannya.


Kring.... kring... kring....


Alaram pun berbunyi.


Christy yang mendengar alaramnya bebunyi langsung mematikannya. Ia pun melihat kearah alaramnya dan melihat pukul berapa sekarang. Alaram itu menunjukan pukul 6.30 pagi yang artinya ia hanya tidur setengah jam.


"Oh astaga, cepet banget dah paginya. Padahal gw baru tidur jam 5 dan sekarang udah pagi ae", guman Christy sambil memjamkan matanya.


Karena lapar, dengan terpaksa Christy pun bangun dari tidurnya. Ia pun memilih menuju kamar mandi.


"Aigo, kenapa wajah cantik gw kek gini", ucap Christy sambil memegang wajahnya, karena melihat adanya kantung mata yang disebabkan kekurangan tidur.


Ia pun memilih mandi dan berendam di bathub. Setelah selesai dengan acara berendamnya ia, pun keluar dari kamar mandi dan menuju walk in closetnya.


Ia pun memakai baju santainya, tak lupa ia memakaikan bedak dan menyisir rambutnya.


Di ruang makan, Ardel dan Ratih tengah menyiapkan sarapan pagi, sedangkan Samuel dan David sedang berbincang di meja makan.


Tak lama anak anak mereka pun turun. Mereka pun menuju ruang makan dan duduk di kursi mereka masing masing.


"Alex, Axel, Regan, Lia, dimana adik kalian?", tanya Samuel pada anak anaknya.


"Katanya nanti princess pulang dad", ucap Alex yang belum mengetahui bahwa Christy telah pulang.


"Oh, ya nanti Diana dateng kesini buat titip Reno, tolong kalian jagain ya", ucap Samuel.


"APA....", ucap Alex dan Axel serentak.


"Gak dad, Alex gak mau", ucap Alex.


"Axel juga", ucap Axel.


"Kalian kan tau kalo Christy belum pulang, jadi daddy mohon sama kalian ya", ucap Samuel.


"Bukannya ngga mau dad tapi kan daddy tau sendiri", ucap Axel.


"Heh, kalian tuh napa sih?", tanya Regan yang kebingungan.


"La terus?",ucap Lea.


"Masalahnya si Reno itu anaknya ngga bisa diem", ucap Axel.


"Bukan hanya itu, dia itu jahilnya minta ampun", ucap Alex.


"Masa sih?", ucap Regan.


"Wih, dulu pas di Mansion lama dia pernah masuk kekamar gw, trus dia ngeberantakin semuanya yang ada dikamar gw, barang barang semua rusak", ucap Axel.


"Wih, ampe segitunya",ucap Regan.


"Ya gitu deh, cuman Christy yang bisa jaga tuh anak", ucap Alex.


"Lah, kok bisa", tanya Lea.


"Reno tuh lengket banget sama Christy", ucap Axel.


"Udah udah, yok makan", ucap Ardel.


Mereka pun makan dengan tenang. Sementara itu, Christy pun turun kebawah menuju dapur. Hari ini ia ingin makan jajangmyeon pedas.


"Bi... bibi", ucap Chriaty memanggil kepala pelayannya sambil melewati ruang makan.


"Iya Miss", tanya Rani.


"Tolong buatkan aku jajangmyeon paling pedas", ucap Christy.


"Iya Miss, ada lagi yang Miss inginkan", tanya Rani.


Christy pun melihat kearah meja makan, disana keluarganya sedang melihat kearah Christy.


"Sudah sarapan?", tanya Christy saat mengetahui kalo pelayannya tak ikut makan dengan keluarganya.


"Su...sudah Miss", ucap Rani tergagap.

__ADS_1


"Aku tahu kau berbohong", ucap Christy.


Rani pun menunduk.


"Sudahlah, aku akan memasak untuk kalian, kita akan makan didekat danau jadi siapkan karpen dan meja kecil", ucap Christy.


Rani pun melaksanakan tugasnya.


"Dek, kapan lu pulang?", tanya Alex.


"Tadi, jam 4 pagi", ucap Christy.


Christy pun menuju dapur dan mulai memasak. Sebenarnya ia mempunyai koki, tetapi ia ingin memasak sendiri.


Tak lama Christy pun selesai memasak beberapa makanan dan minuman. Ia pun memanggil pelayan untuk membawa makanannya.


"Bi, apakah bibi sudah menyiapkannya?", tanya Christy.


"Sudah Miss", ucap Rani.


"Suruh yang lainnya membawa makanannya dan panggil pelayan dan pekerja lainnya kita akan makan bersama, dan jangan sampai aku melihat ada yang bekerja disaat kita sedang sarapan", ucap Christy mutlak.


"Baik Miss", ucap Rani.


Christy pun berjalan keluar mansion. Saat melewati ruang keluarga, ia melihat Devan dkk, ia pun melanjutkan perjalanannya.


Sesampainya di danau buatan, ia pun duduk di karpet yang telah disediakan. Mereka pun memulai sarapan dengan canda tawa.


Setelah menyelesaikanan sarapan, para pekerja Christy kembali melakukan pekerjaannya. sementara itu Christy memilih masuk ke mansion.


Ia pun menuju ruang keluarga. Disana terdapat abang abangnya dan juga Devan dkk. ia pun memilih duduk di samping Alex.


"Dek, itu kenapa kantung matamu hitam?", tanya Alex yang membuat semua orang nyang ada disana melihat kearah Christy.


"Kurang tidur", ucap Christy.


"Emang pulang jam berapa?", tanya Regan.


"Jam 4, trus tidur jam 5 bangun jam 6.30", ucap Christy.


"Lah, lu ngapain aja disana sampe gak tidur", tanya Regan.


"Cari uang", ucap Christy sinis.


"Yang bener napa jawabnya", ucap Regan.


"Lah, bener kok gw disana cari uang, buat makan", ucap Christy.


"Semerdeka lu aja dah, oh ya mana oleh oleh yang gw minta?", ucap Axel.


"Dikamar", ucap Christy.


"Oh ya, nanti kak Diana kesini", ucap Alex.


"ngapain?", tanya Christy.


"Nitip Reno", ucap Axel.


"HAH...",ucap Christy sambil membulatkan matanya.


"Reno kesini", ucap Alex.


"Gawat", ucap Christy sambil menepuk jidatnya.


Christy pun berlari menuju kamarnya. Ia pun mengamankan barang barang pentingnya dan menaruhnya di ruang rahasia. Ia pun turun sambil membawa paper bag.


"Nih", ucap Christy sambil memberikan kotak beludru warna biru tua.


"Astaga, jam yang gw pingin", ucap Axel sambil melotot tak percaya.


Christy pun memberikan kotak yang sama kepada seluruh keluarganya dan juga Devan dkk.


"Christy, ini beneran?", tanya Alex tak percaya, bagaimana bisa Christy dapat membelinya dikarenakan harganya mencapai 500 juta untuk 1 jam tangan.


"Hmm", jawab Christy malas.

__ADS_1


__ADS_2