
Matahari sudah memancarkan sinarmya, Alkan berjalan masuk ke dalam mobil dan diikuti oleh Jeno.
"Jalan pak", ucap Jeno pada sang supir.
Sang supir pun menjalankan mobilnya keluar dari area mansion dan menuju ke salah satu blok yang masih satu perumahan dengan mansion mereka.
Sampailah mereka di sebuah mansion milik keluarga Alexandra Adipati.
"Pak pergilah makan siang dulu, lalu kembalilah kemari", ucap Jeno.
"Baik tuan, terima kasih", ucap sang supir.
"Oh ya pak tolong belikan kami 2 porsi ramen, 2 porsi nasi goreng, dan 2 botol air mineral, kami akan makan siang di mobil nanti", ucap Jeno.
"Ini uangnya, sisanya untuk bapak membeli makan siang", ucap Jeno sembari memberikan uang seratus ribu berjumlah 8.
"Tapi tuan ini terlalu banyak", ucap sang supir.
"Anggap saja bonus untuk hari ini", ucap Jeno.
Alkan dan jeno pun turun dari mobil dan melangkahkan kakinya memasuki mansion itu. Jeno dan Alkan disambut oleh keluarga Alexandra Adipati, Devan dan Eva dkk tak lupa Davian dkk juga ada disana berkat Samuel yang meminta kepala pelayannya untuk menghubungi Athur untuk datang ke mansionnya.
"Selamat datang ke kediamanku", sapa Samuel ramah.
"Silahkan duduk", ucap David.
Jeno dan Alkan pun duduk dan diikuti oleh orang yang ada disana.
"Bagaimana kabar kalian?", tanya Samuel.
"Kami baik baik saja Tuan Samuel", jawab Jeno.
"Hahaha, tidak usah seformal itu", ucap Samuel.
Jeno pun membalasnya dengan senyuman.
"Mohon maafkan saya, tetapi saya sudah terbiasa jadi mohon dimaklumi", ucap Jeno.
"Sebelumnya kedatangan kami kemari untuk membahas rencana, seperti yang Anda sekalian tahu, bahwa 2 hari lagi adalah ulang tahun Christy dan kami berencana untuk melibatkan kalian semua dalam rencana kami", ucap Jeno.
"Kami merasa sangat terhormat, karena Anda sudah melibatkan kami semua dalam rencana Anda", jawab David.
"Sebenarnya ini bukan rencana saya, tetapi ini rencana Tuan muda Alkan", ucap Jeno.
"Hahaha, tolong maafkan daddyku ini, karena orangnya agak kaku dan terlalu formal", ucap Alkan.
"Ah, tidak masalah", ucap Samuel sambil tersenyum.
"Bolehkah saya bertanya sesuatu?", tanya Ratih pada Alkan dan Jeno.
"Silahkan", jawab Jeno.
__ADS_1
"Emmm, saya hanya ingin tahu apa hubungan kalian dengan anak saya?", tanya Ratih.
Sambil tersenyum Alkan pun menjawab pertanyaan Ratih.
"Namaku Alkan dan nona Christy adalah mommy ku, lebih tepatnya mommy angkat ku, dan ini adalah Tuan Jeno beliau adalah tangan kanan dari mommy ku dan sekaligus daddy ku", ucap Alkan.
Jadi Christy sudah menikah, ternyata aku sudah terlambat, batin Davian.
Jadi Christy..., batin Devan.
"Baiklah, sekarang kita membahas rencananya", ucap Alkan.
Mereka pun membahas rencana dan juga rancangan dekorasi apa yang akan digunakan, selain itu mereka juga membahas tentang barang barang yang akan digunakan dalam rencana itu.
"Lalu untuk tempatnya bagaiman Tuan Jeno?", tanya Athur.
"Untuk tempatnya, kami sudah memutuskannya nanti saya akan mengirimkan alamat kepada kalian", ucap Jeno.
"Dan untuk pemasangan dekorasinya serahkan saja pada kami, kami akan melakukannya sesuai dengan rancangan hari ini", ucap Jeno.
"Baiklah, karena rencana dan rancangan sudah kita putuskan, kami pamit undur diri", ucap Jeno.
"Baiklah Tuan Jeno dan Tuan Alkan, terima kasih atas semuanya", ucap Samuel.
"Sama sama Tuan Samuel, baiklah kami harus pulang karena ada kegiatan lainnya yang harus kami lakukan", pamit Jeno.
Jeno dan Alkan memasuki mobil.
"Tuan ini pesanan Anda", ucap supir sambil memberikan beberapa bungkus makanan.
"Jalan pak", ucap Alkan.
Sang supir pun menjalankan mobilnya keluar area mansion keluarga Alexandra Adipati.
"Pak kita ke La Dera decoration dulu", ucap Jeno pada sang supir.
"Baik tuan", jawab sang supir.
Mobil pun berjalan menuju La Dera decoration.
Ditengah perjalanan Jeno menarik sebuah papan yang ada dibalik kursi pemgemudi dan kursi depan dan menjadikannya sebuah meja. Ia pun mengambil sebuah box berwarna abu abu yang berisikan peralatan makan. Jeno mengeluarkan beberapa piring, mangkuk, sendok dan garpu. Ia pun menutup kembali box itu dan mengembalikannya ketempat semula.
Sementara Alkan sedang memindanhkan makanan ke tempat piring dan juga mangkuk. Ia pun menaruh sebuah piring dan mangkuk yang sudah terisi makanan pada meja yang ada di depan Jeno.
"Selamat makan", ucap Jeno dan Alkan berbarengan.
Mereka pun menghabiskan makanannya. Setelah selesai Jeno pun mengembalikan peralatan makannya pada box abu abu, sementara Alkan mengembalikan papan yang telah dibuat menjadi meja oleh mereka berdua.
"Tuan sudah sampai", ucap sang supir.
Alkan dan Jeno pun turun dari mobil dan berjalan masuk ke La Dera decoration. Mereka pun disambut oleh pemilik La Dera decoration.
__ADS_1
"Selamat datang Tuan Jeno", ucap Dera sambil berjabat tangan dengan Jeno.
Jeno pun membalas jabatan tangan itu.
"Silahkan duduk", ucap Dera.
Alkan dan Jeno pun duduk di sofa.
"Ada perlu apa kemari?, apa yang bisa saya bantu?", ucap Dera.
"Saya ingin Anda merancang sebuah dekorasi pesta ulang tahun untuk tanggal 2 September", ucap Jeno.
"Baiklah Tuan, rancangan apa yang ingin Anda gunakan?", tanya Dera.
Jeno pun menjelaskan rancangan yang sudah diputuskan pada saat pembahasan rencana tadi.
"Aku ingin sebelum jam 7 malam, semua persiapan sudah selesai", ucap Jeno.
"Baik Tuan", jawab Dera.
Sesudah perbincangan tadi, Jeno dan Alkan memutuskan untuk pergi dari La Dera decoration.
"Pak, kita langsung menuju ke Paris & Gold", ucap Jeno.
Sang supir pun menjalankan mobilnya menuju Paris & Gold.
Paris & Gold adalah sebuah brand ternama yang mendesain dan memproduksi pakaian dan juga perhiasan milik brandnya sendiri.
Tak lama mereka pun sampai di srbuah gedung yang bertuliskan Paris & Gold.
"Dad, aku akan menunggu daddy di mobil saja", ucap Alkan.
"Baiklah boy", jawab Jeno.
Jeno pun keluar dari mobil dan berjalan memasuki gedung itu.
"Selamat datang Tuan Jeno, silahkan duduk Tuan", ucap Jevan yang merupakan manager dari Paris & Gold.
"Apakah ada yabg bisa saya bantu?", tanya Jevan.
"Saya ingin Anda membuatkan satu set cincin dan juga beberapa style pakaian seperti yang ada pada desain ini", ucap Jeno sambil memberikan beberapa desainnya pada Jevan.
"Saya ingin di tanggal 2 Sepetember sebelum jam 10 pagi pakaian dan satu set cincin sudah sampai di rumah saya", ucap Jeno.
"Kami akan membayar berapa pun itu, asalkan Anda bersedia membuatnya", ucap Jeno lagi.
"Baik Tuan kami akan membuat pesanan Anda sesuai dengan desain ini", ucap Jevan.
Setelah urusan mereka selesai, Jeno memutuskan untuk pergi dari Paris & Gold.
"Apakah sudah selesai dad?", tanya Alkan sembari memainkan ipadnya.
__ADS_1
"Sudah beres, pak kita pulang sekarang", ucap Jeno.
Mobil mereka pun berjalan menuju arah pulang.