Ardelia Christy

Ardelia Christy
Welcome Indonesia


__ADS_3

Bandara Soekarno-Hatta~~


Entah sudah berapa lama keluarga kecil itu berada di pesawat. Kini mereka telah sampai di Bandara Soekarno-Hatta. Langkah kaki seolah menuntun mereka keluar dari pesawat. Beberapa orang dengan setelan jas hitam berbaris rapi menyambut orang yang mereka anggap penting.


Disaat langkah kaki sudah menggapai tanah, semua orang yang berada disekitarnya seolah tersihir akan aura kepemimpinan sang bosnya. Seolah tahu bahwa orang yang mereka nantikan bukanlah orang sembarangan.


Christy dan Jeno berjalan melewati anak buahnya yang sudah menantinya dengan Alkan yang berada di dalam gendongan Jeno. Dengan cepat mereka pun menuju mobil yang sudah disiapkannya untuk menjemput mereka.


Sang supir membawa mereka menuju kawasan perumahan elit yang masih satu kawasan dengan Mansion Diamond, hanya saja berbeda beberapa blok.


Sampailah mereka di sebuah mansion megah berwarna hitam putih. Di halaman mansion yang begitu luas terdapat sebuah air mancur yang berada ditengah tengah halaman. Sang supir pun memberhentikan mobilnya didepan pintu utama mansion.


2 orang pria yang merupakan penjaga mansion langsung membuka pintu mobil tuannya. Christy dan Jeno keluar dari mobil dengan Alkan yang masih di gendongan Jeno karena tengah tertidur.


Mereka pun masuk kedalam mansion itu, didalam mansion sudah ada pelayan yang menyambut kedatangan mereka.


"Selamat datang Miss dan tuan", ucap Reson, seoramg pria yang merupakan kepala pelayan.


"Hmm", jawab Christy.


"Aku akan membawa Alkan kekamar", ucap Jeno.


Jeno pun membawa Alkan kekamar Alkan yang berada disebelah kanan kamar Christy, sedangkan kamar Jeno berada di depan kamar Christy.


"Aku akan kekamar", ucap Christy pada Reson.


Reson menunduk hormat, Christy langsung melangkahkan kakinya menuju kamarnya. Karena kelelahan ia pun terlelap tanpa berniat membersihkan dirinya terlebih dahulu.


Malam pun tiba, Christy terbangun dari tidurnya. Ia mengerjapkan matanya, setelah dirasa kesadarannya sudah terkumpul ia langsing bergegas membersihkan dirinya.


Christy pun selesai dengan ritualnya, ia langsung keluar dari kamarnya dan menuju ruang makan. Disana sudah ada Reson yang menunggunya untuk makan malam.

__ADS_1


"Dimana Jeno dan boy?", tanya Christy.


"Mungkin dikamar Miss, karena semenjak Miss berada disini saya masih belum melihat mereka Miss", ucap Reson.


"Hmm, panggilkan mereka", ucap Christy.


Reson pun menunduk hormat lalu pergi dari hadapan Christy. Tak lama Jeno dan Alkan datang menghampiri Christy sambil diikuti Reson.


"Malam mom", ucap Alkan sembari mencium pipi Christy.


"Malam boy", jawab Christy.


Jeno pun melakukan apa yang dilakukan Alkan kepada Christy. Christy dan Alkan bingung, mengapa Jeno mendekat kearahnya sembari menyodorkan pipinya.


"Kenapa?", tanya Christy.


"Cium", ucap Jeno.


"Apa yang kau lakukan dad?", tanya Alkan.


"Daddy ingin dicium", ucap Jeno sembari memasang tampang polosnya.


"Tidak dad, mommy hanya mencium Alkan saja", ucap Alkan.


"Tapi daddy ingin", jawab Jeno.


"Tidak dad", ucap Alkan.


"Iya", jawab Jeno.


"Tidak", balas Alkan.

__ADS_1


"Iya", jawab Jeno.


"Tidak", jawab Alkan.


Christy yang tak tahan mendegar pertengkaran Jeno dan Alkan langsing melerai mereka.


"Sudah cukup, hentikan", ucap Christy.


Jeno dan Alkan menghentikan pertikaian mereka.


"Mommy sangat malas mendengar perdebatan kalian yang tidak ada habis habisnya, besok mommy akan mendaftarkan kalian ke kelas debat biar kalian puas berdebat", ucap Christy


"Tapi mom, daddy yang memulainya dulu", ucap Alkan.


"Hey, daddy hanya ingin dicium", balas Jeno.


"Sudah cukup", lerai Christy.


Bisa gila aku lama lama, batin Christy.


"Duduk ditempat masing masing", ucap Christy tegas.


"Cium", ucap Jeno memelas.


Chisty menghembuskan nafas dengan kasar, ia pun mencium pipi Jeno.


"Sudah, ayo duduk mommy sangat lapar", ucap Christy.


Jeno pun menuju kursinya sembari tersenyum kemenangan kearah Alkan. Alkan yang melihat itu hanya bisa meredam kekesalannya.


Awas kau dad, batin Alkan.

__ADS_1


Chisty yang mendengar batin Alkan hanya diam sembari menikmati makanannya.


__ADS_2