
"Baiklah, kamu bisa pergi", ucap Christy pada Willy.
Willy memberi hormat, lalu keluar dari ruangan Christy.
"Jadi, Tuan..."
"Kim Jeno, nyonya", jawabku.
"Baiklah Tuan Jeno, oh ya jangan memanggilku dengan sebutan nyonya, itu sedikit mengganggu pendengaranku"
"Tapi..."
"Ya aku tau, you and me hanya sebatas atasan dan bawahan, tetapi mengingat posisimu sebagai asistenku, pasti tak hanya sekali dua kali kau memanggilku nyonya, bukan?"
"Panggil aku Christy" ucap Christy lagi.
"Maaf, saya tidak berani, bagaimana dengan panggilan Miss, saya dengar Tuan Willy memanggil ada dengan sebutan Miss"
"Huh, ternyata kau sama saja dengannya, ayolah aku tak gila hormat"
Aku pun menyerit bingung.
"Dengannya?, siapa yang dia maksud?", batinku.
"Maaf Miss, tapi Anda adalah atasan saya"
Christy mulai jengah.
"Baiklah baiklah, terserah kau saja"
Mulai saat itu hubungan kami semakin dekat. Bahkan kami saling menganggap keluarga satu sama lain. Dia pernah menceritakan masa lalunya dan itu membuatku tercengang.
Dibalik sikap cerianya tersimpan luka yang mendalam. Dan disaat itu aku pun berjanji akan selalu menjaganya sekuat tenagaku. Tetapi lambat laun, perasaan ingin melindungi berubah menjadi perasaan ingin memiliki.
-----
"Mom, ayo daddy udah nungguin dibawah", ucap Alkan sembari membuka pintu kamar orang tuanya.
"Iya boy, mommy lagi nyari anting mommy nih"
"Wah mom, mommy benar-benar cantik", ucap Alkan yang tengah terpesona dengan kecantikan mommynya.
Christy pun terkekeh.
"Andaikan mommy bukan mommy Alkan, pasti Alkan udah nikahin mommy"
"Hey, pikiranmu terlalu jauh boy, ayo turun daddymu pasti menunggu kita sangat lama, lagi pula anting mommy sudah ketemu", ucap Christy yang merusak imajinasi Alkan.
Mereka berdua keluar dari kamar dan berjalan menyusul Jeno.
"Dad", panggil Alkan saat mendapati daddynya tengah berbincang dengan seseorang.
Jeno pun membalikkan badannya.
Deg...
__ADS_1
Seketika semburat merah menghiasi kedua pipi Jeno. Ia sangat terpesona melihat istrinya yang mengenakan gaun hitam nan elegan.
"Boy, cepat masuk ke mobil", perintah Jeno.
Dengan langkah gontai Alkan pun masuk kedalam mobil padahal dirinya ingin mengetahui reaksi daddynya saat melihat mommynya yang sangat cantik nan anggun itu.
Setelah melihat putranya benar benar masuk kedalam mobil, Jeno pun mendekat kearah Christy dan langsung meraup bibir Christy sembari memeluk posesif pinggang istrinya.
Christy yang mendapat serangan mendadak hanya bisa membulatkan matanya. Ia pun menjauhkan tubuhnya dari Jeno.
"Kau!, jangan merusak riasanku!"
"Kenapa?, bahkan aku rela melakukan itu" ucap Jeno sembari merengkuh kembali pinggang istrinya.
"Kamu sangat cantik, aku jadi tak rela jika semua orang melihat kecantikanmu itu".
"Bagaimana kalau kita tidak hadir di acara itu?, biarkan Alkan yang mewakili kita".
"Apa!, enak saja, aku sudah repot repot merias wajahku untuk menghadiri acara ini".
"Ayolah sayang, kamu terlalu cantik untuk datang ke acara itu, aku jadi ingin mengurungmu dikamar".
"Hey Tuan Jeno yang terhormat, berhentilah berbicara omong kosong, kita sudah telat, ayo cepat!" Christy langsung menggeret tangan Jeno menuju mobil.
-----
"Dimana Christy dan Jeno?", tanya Ardel pada suaminya.
"Entahlah, mungkin sebentar lagi mereka sampai", jawab Samuel.
"Aku tidak sabar untuk menemui cucu kesayanganku".
"Boy, jangan lari", ucap Jeno.
"Cucuku", panggil Ardel.
Ardel pun langsung memeluk Alkan.
"Dimana Christy?", tanya David pada Jeno saat tak melihat keberadaan anaknya.
"Christy sedang ke toilet", jawab Jeno.
"Bagaimana?, apakah ada kendala?", tanya Christy.
"Untuk saat ini masih belum ada kendala, hanya saja..." ucap Vendi yang terpotong.
Christy menyeritkan dahinya.
"Saya tidak bisa memastikan apakah acara ini akan berjalan sesuai rencana atau tidak setelah Miss membuka jati dirinya"
Itulah yang Christy khawatirkan sejak 2 hari sebelum acara ini berlangsung. jika ia membuka jati dirinya, maka akan ada banyak musuh yang mengincar orang terdekatnya, mengingat dirinya sudah berhasil membangun 4 perusahaan besar sekaligus.
Jika tidak, maka pesaingnya akan berbondong bondong untuk menguak siapa dirinya dan itu akan membahayakan keluarganya juga.
"Baiklah, apa boleh buat".
__ADS_1
"Kita gunakan rencana B", ucap Christy.
"Baik nona".
"Selamat malam, tuan tuan dan nyonya nyonya", ucap MC yang membuka acara pada malam ini.
"Terima kasih karena telah hadir diacara yang penting ini. Seperti yang Anda sekalian tau bahwasanya di malam ini CEO terkemuka akan hadir untuk menjadi bintang tamu acara ini".
"Mommy ngga sabar liat calon menantu mommy", ucap Ardel.
"Calon menantu apa mom?" tanya Axel bingung.
"Itu lho mommy mau ngejodohin kamu, Alex dan Regan sama CEO ".
"Tak hanya cantik, CEO muda ini juga yang memiliki sejuta prestasi, mari kita sambut CEO A'r Company".
Sorakan tepuk tangan tamu undangan menggema diseluruh ruangan.
Seorang wanita cantik yang memakai
dress hitam yang sudah ia modifikasi melangkah menuju pangung.
"Selamat malam semuanya", sapa Christy.
"Malam..."
Semua orang menatap Christy penuh damba, tak terkecuali orang terdekatnya.
Deg...
"Christy", ucap Regan.
"Pa itu Lia pa, anak kita ", ucap Ratih sembari menatap tak percaya.
"Daddy tidak menyangka anak kita sehebat ini mom", ucap Samuel.
Ardel pun tersenyum menanggapi perkataan suaminya.
"Mommy juga ga menyangka dad, anak kita benar-benar hebat", ucap Ardel.
Semua orang terdekat Christy tercengang tak menyangka.
"Terima kasih saya sampaikan pada tamu undangan yang telah hadir pada malam hari ini. Seperti yang hadirin ketahui, saya adalah Ardeila Christy pemilik perusahaan A'r Company".
"Sebetulnya saya juga tidak menyangka bisa mendirikan dan menjalankan 4 perusahaan sekaligus. Tetapi karena kecintaan saya terhadap dunia bisnis, saya berhasil mendirikan 3 perusahaan lagi selain A'r Company".
Disaat Christy berada di atas panggung, terlihat beberapa bodyguard yang menyamar sebagai tamu undangan berkeliling sembari mengawasi keadaan.
"Dan pada acara malam hari ini, saya Ardelia Christy Presdir dari A'r Company, mengumumkan 3 perusahaan saya yaitu Axim Group, Second Group, dan Alzeen Group resmi menjadi bagian dari A'r Company. Mulai saat ini Axim Group, Second Group, dan Alzeen Group resmi berada di naungan A'r Company".
Mendengar pengumuman dari Christy, sontak seluruh hadirin bertepuk tangan. Selesai memberi pengumuman itu Christy lantas menandatangani surat pernyataan, tak lupa puluhan kamera memotret dirinya yang sedang menguraikan tinta di atas kertas itu.
Setelah menandatangani sebuah berkas, para petinggi di masing-masing perusahaan menyempatkan diri untuk foto bersama dengan Christy sekaligus memberikan ucapan selamat kepadanya.
Selesai berfoto, para petinggi dan kolega turun dari panggung kehormatan di ikuti dengan Christy yang masih berbincang-bincang dengan salah satu koleganya.
__ADS_1
Dor...
Tiba tiba suara tembakan muncul ditengah-tengah kemeriaan. Sontak seluruh hadirin berlarian mencari perlindungan.