Ardelia Christy

Ardelia Christy
Basket


__ADS_3

Kini Christy berada di sebuah gedung yang biasanya digunakan untuk pertandingan basket. Ia pun mengambil bola basket yang berada di pinggir lapangan.


Christy pun mendribel bola itu (memantulkan bola kelantai) sambil berlari mengelilingi lapangan sebanyak 3 kali. Ia pun memasukkan bola itu ke ring yang berada didepannya.


Saat sedang bermain basket, Devan yang ingin mengambil botol minum yang ketinggalan, tak sengaja melihat seseorang sedang mendribel bola basket.


Dengan penasaran Devan pun melihat lebih dekat. Ia pun terkejut saat mengetahui bahwa yang bermain basket adalah Christy. Ia pun memutuskan untuk menonton dari bangku penonton.


Devan pun dibuat terkejut dengan cara bermain Christy yang seperti pemain Internasional.


Wah, batin Devan.


Christy yang mendengar batin Devan pun mencari sumber suara. Ia menemukan Devan yang tengah duduk di bangku penonton sambil memegang botol minum.


Christy pun menghampiri Devan.


"Hai", ucap Christy.


"Hai", jawab Devan.


"Kamu jago banget, main basketnya", ucap Devan.


"Hahaha, biasa aja tuh", ucap Christy.


"Biasa apanya, udah kayak pemain Internasional tau", ucap Devan.


"Hahaha, bisa aja kamu", ucap Christy.


"Eh, gimana kalo kita duel basket", ucap Devan.


"Eh, boleh juga tuh, yok", ucap Christy.


Mereka menuju tengah lapangan. Christy pun mulai mendribel bola, pertandingan dimulai.

__ADS_1


Christy pun memutari Devan sambil mendribel bola. Devan pun berusaha merebutnya, dalam sekejab bola itu berada di tangan Devan. Ia pun memasukannya ke ring.


"1- 0", ucap Devan.


Christy pun berbalik arah, ia pun menampilkan smirknya tanpa diketahui oleh Devan.


Pertandingan pun berlanjut. Tak lama, berita bahwa Christy dan Devan tengah bertanding basket pun tersebar di penjuru sekolah.


Mereka berbondong bondong menonton pertandingan itu, termasuk guru dan para staf.


Suasana pertandingan ini berubah menjadi menegangkan. Dimana seorang nerd yang dikenal sebagai sampah melawan kapten basket yang sudah sering menjuarai pertandingan basket hingga nasional.


Para penonton menyoraki nama Devan, begitu juga dengan geng Sisca dkk. Hanya beberapa yang mendukung Christy dan itu pun hanya teman dan anak buah yang sedang menyamar.


Sudah 30 menit pertandingan ini berlangsung, poin pertandingan ini 30-0. Poin 30 untuk Devan dan poin 0 untuk Christy.


Jika mereka tidak mengetahui bahwa Christy membiarkan dirinya kalah, mereka akan menganggap bahwa Christy benar benar kalah, tapi kenyataannya tidak.


Devan pun berusaha merebut bola, tetapi aksinya itu sudah terbaca oleh Christy. Christy pun memantulkan bola dan bola itu memantul kebelakang tubuh Devan. Christy pun langsung memutari Devan dan segera mendrible bola kembali.


Ia pun memasukan bola ke ring. 30-1 itulah poin mereka. Poin Christy masih sangat jauh untuk mengejar poin Devan.


Pertandingan pun berlanjut, poin yang didapatkan Christy semakin banyak. Dengan gerakan dan cara bermain Christy bak pemain internasional membuat semua orang termasuk Devan menatap kagum.


What, cara bermainya udah kayak pemain internasional, batin Devan.


Christy yang mendengar batin Devan pun tersenyum tipis. Waktu pertandingan kurang 1 menit, dan poin yang didapatkan Christy yaitu 28. Yang berarti ia masih harus mendapatkan 3 poin untuk melampaui poin Devan.


Christy pun berusaha merebut bola dari Devan, penonton pun mulai menghitung mundur.


10...


9...

__ADS_1


8...


7...


Christy pun berhasil merebutnya. Ia pun mendribel bola.


6...


5...


4...


Christy pun memasukan bola ke ring dari tempat threepoin. Threepoint sendiri adalah garis lengkung yang mengelilingi ring basket, apabila bola dilempar dari sana akan mencetak skor 3 poin.


3...


2...


1...


Teeettttttttt...


Bola itu masuk ke dalam ring sebelum bel berbunyi. Itu tandanya poin Christy bertambah 3 poin.


Juri pun mengumumkan pemenangnya. Devan pun memberi ucapan selamat pada Christy.


Saat para siswa, guru beserta staf kembali, Sisca dkk menghampiri Christy.


"Eh nerd, kali ini lu menang", ucap Sisca.


"Tapi lain kali gw pasti in lu kalah", ucap Sisca lagi.


Christy hanya menaikkan bahunya, Sisca dkk pun pergi dari gedung dan meninggalkan Christy disana.

__ADS_1


__ADS_2