Ardelia Christy

Ardelia Christy
Haruskah?


__ADS_3

Kini Christy dan Jeno tengah berada di ruang kerja Christy.


"Ini berkasnya, disana sudah tertera nama perusahaan yang sudah menjalin kerja sama dengan kita, baik A'r Company dan Axim Group", ucap Jeno sambil memberikan beberapa berkas.


"4 hari lagi akan ada rapat besar bersama perusahaan perusahaan yang sudah menjalin kerja sama dengan kita di Indonesia, 3 hari setelahnya A'r Company akan berulang tahun", ucap Jeno.


"Hmm hubungi Mishal, suruh gantikan aku untuk rapat ini, dan persiapkan juga untuk acara ulang tahun perusahaan", ucap Christy.


"Kenapa ngga lu aja", ucap Jeno sambil mengganti aksennya.


"Huh, gw belum siap ketemu mereka", ucap Christy.


"Ini udah 6 tahun sejak kamu membuat kematian palsu dan memilih menetap disini", ucap Jeno sambil mengganti aksennya lagi.


"Sampai kapan kamu mau menghindar dari mereka?, apa kamu ingin menghabiskan seumur hidupmu hanya untuk menghindar?, ayolah Chris, sudah saatnya kamu menghadapi mereka, pada akhirnya mereka akan tau kamu masih hidup", ucap Jeno.


"Tapi aku harus bagaimana lagi?", tanya Christy.


"Temui mereka lah, mau apa lagi?", ucap Jeno.


"Haruskah?", ucap Christy.


"Iya Christy sayang, aku dan Alkan akan selalu menemanimu, jadi jangan khawatir", ucap Jeno.


"Baiklah kalau begitu", ucap Christy.


"Aku sudah mengurus keberangkatan kita, besok pagi kita berangkat", ucap Jeno.


"Mwo(apa)?, besok pagi?", ucap Christy kaget.


"Hooh, wae(kenapa)? Ada masalah?", tanya Jeno.


"Bukankah itu terlalu cepat?", tanya Christy.


"Aniyo (tidak), menurutku lebih cepat lebih baik", ucap Jeno.


"Sak karepmu wes, aku manut wae ( terserah padamu saja, aku menurut saja)", ucap Christy dengan bahasa jawa.


Jeno pun hanya tertawa.


"Oh iya, 3 tahun belakangan ini apa temanmu itu masih mengikutimu?", tanya Jeno.


"Siapa?", tanya Christy.


"Davian", ucap Jeno.


"Entahlah aku juga baru menyadari hal itu, mungkin dia sudah menyerah", ucap Christy sambil tertawa.


"Kau ini bisa saja", ucap Jeno sambil tertawa.


"Dimana Alkan?, sejak tadi pagi aku belum menemuinya"; tanya Jeno.


"Biasa, dia sedang membaca buku yang kau berikan di ruangannya sepertinya dia sangat menyukainya", ucap Christy.


Alkan memang memiliki ruangan pribadi yang ia gunakan untuk membaca dan melakukan penelitiannya. Ruangan itu dilangkapi sebuah meja yang ia gunakan untuk belajar ataupun membaca buku, meja penelitian yang dilengkapi peralatan penelitian, sebuah meja komputer, beberapa rak yang berisikan buku koleksi miliknya, beberapa loker, dan kulkas kecil.


"Terkadang aku bingung, bagaimana bisa seorang anak kecil yang masih berumur 9 tahun bisa membaca dan mengerti isi buku itu, bahkan aku saja tidak mau jika disuruh membaca buku setebal itu apa lagi dengan bahasa bahasa kuno", ucap Jeni


"Hahaha, itu karena kau sangat tidak menyukai buku", ucap Christy.


"Hey aku menyukainya bahkan aku membacanya", ucap Jeno.

__ADS_1


"Benarkah?, bukankah kau membaca buku karena terpaksa?", tanya Christy.


"A....Ani, aku membacanya karena aku menyukainya", ucap Jeno sambil menutupi kegugupannya.


"Benarkah?, tanya Christy sambil menatap Jeno.


"I...iya", ucap Jeno.


Christy pun berdiri dari kursinya lalu berjalan kearah rak buku yang ada di pojok ruang kerjanya. Ia pun mengambil sebuah buku tentang meramu obat lalu ia berjalan kearah Jeno.


"Karena kau menyukai buku jadi, baca dan pelajari buku ini dalam 1 minggu", ucap Christy sambil memberikan buku itu kepada Jeno.


"Yang benar saja, bagaimana kau bisa menyuruhku membacanya apa lagi mempelajarinya dalam seminggu", ucap Jeno.


Astaga buku ini memuat 1000 halaman, belum lagi tulisan tulisan rumit dan juga bahasa ilmiah yang sangat membingungkan, batin Jeno yang masih bisa didengan Christy.


"Kenapa?, kau tidak sanggup, aku saja bisa mempelajari buku itu dalam 2 hari", ucap Christy.


"Hah 2 hari?", ucap Jeno tak percaya.


"Iya, bahkan Alkan yang masih kecil bisa memahaminya dalam 4 hari saja", ucap Christy.


"Astaga apakah kalian memakan modem setiap hari sehingga bisa mempelajarinya", ucap Jeno.


"Tidak hanya saja aku memakan buku itu", ucap Christy.


"Memakannya?", tanya Jeno.


"Ya tidaklah, bagaimana kau bisa mempercayainya, berikan buku itu pada ku aku tau kau tidak akan sanggup, membacanya saja sudah pusing apalagi mempelajarinya", ucap Christy.


"Ya aku mengaku kalah", ucap Jeno sambil memberikan buku itu kepada Christy.


Christy pun mengembalikan buku itu ketempat semula.


"Aku ikut", ucap Jeno sambil mengekori Christy.


Tok... Tok.. Tok...


"Siapa?", tanya Alkan.


"Mommy dan Daddy", ucap Christy.


"Masuklah mom,dad", jawab Alkan.


"Hey boy, kau sedang apa?", tanya Jeno.


"Aku sedang membaca buku yang kau berikan dad", ucap Alkan.


"Boya, ini sudah larut malam tetapi kau masih membaca buku itu?, ayo kita tidur besok kau boleh membacanya lagi dipesawat", ucap Christy.


"Memang kita mau kemana mom?", tanya Alkan.


"Besok kita akan pergi ke negara kelahiran mommy", ucap Christy.


"Benarkah mom?, sudah lama Alkan ingin kesana mom", ucap Alkan.


"Hahaha kalau begitu ayo kita tidur, besok kita berangkat pagi boy", ucap Jeno.


"Iya dad tunggu sebentar", ucap Alkan.


Alkan pun membereskan meja belajarnya dan tak lupa mengembalikan buku yang telah ia baca ke rak buku.

__ADS_1


"Dad mom, Alkan ingin tidur bersama kalian", ucap Alkan.


"Baiklah boy kita akan tidur bersama", ucap Jeno sambil menggendong Alkan dipundaknya.


"Jadi kita tidur dikamar siapa sekarang?", tanya Christy.


"Bagaimana kalau dikamar daddy", ucap Jeno.


"Tidak dad 2 minggu yang lalu kita sudah tidur dikamar daddy, terus minggu kemarin kita tidur di kamar mommy, dan sekarang kita tidur dikamar Alkan", ucap Alkan.


Mereka memang sering tidur bersama karena permintaan Alkan, Jeno dan Christy pun tak keberatan karena mereka memang sudah terbiasa tidur bersama, hanya tidur bersama tidak ada hal lainnya.


"Baiklah kalau begitu, kita tidur di kamar Alkan", ucap Jeno sembari keluar dari ruangan Alkan.


"Tidak boy, kita harus kedapur dulu mommy akab menyiapkan susu untuk kalian", ucap Christy.


"Baiklah mom, ayo dad kita kedapur", ucap Alkan.


Mereka pun menuju dapur, Alkan dan Jeno memilih duduk di patry sementara Christy sedang menyiapkan susu untuk dirinya dan kedua pangerannya.


"Dad bagaimana kencanmu kemarin malam?", tanya Alkan sambil menaikan kedua alisnya.


"Tidak berjalan dengan lancar", ucap Jeno.


"Ada apa?", tanya Christy.


"Kemarin daddy berkencan dengan seorang wanita tetapi sepertinya tidak berjalan demgan baik", ucap Alkan.


"Benarkah itu?", tanya Christy sambil menuangkan air panas ke dalam gelas.


"Yang benar saja boy bagaiman mau lancar jika kau mencarikan daddy gadis seperti itu", ucap Jeno.


"Bukankah seperti itu yang kau mau dad", ucap Alkan.


"Gadis seperti apa yang kau maksud?", tanya Christy.


"Kau tau gadis yang kemarin aku kencani, tampilannya seperti kurbel, bergelayutan kayak monyet, melihatnya saja sudah membuatku muak apalagi harus hidup selamanya dengan gadis itu", ucap Jeno.


"Bwahahahaha", tawa Christy.


"Aku tak salah dad, kemarin daddy bilang ingin gadis yang cantik, body seperti gitar spanyol, suka mengikuti daddy kemana daddy pergi, membuat daddy selalu puas, jadi salahku dimana?", tanya Alkan.


"Bwahhahahahhahahah aduh aduh hahahhahah", tawa Christy sambil memegangi perutnya.


Alkan dan Jeno langsung terpanah saat melihat Christy tertawa.


"Mommy sangan cantik jika tertawa", ucap Alkan.


"Apa kau tau boy, seperti itulah yang daddy inginkan", ucap Jeno sambil menatap kagum kearah Christy.


"Kanapa daddy tidak mengencani mommy saja?", tanya Alkan.


"Tidak boy, aku sudah menganggapnya seperti adikku sendiri, melihatnya tertawa seperti ini sudah cukup untukku boy", ucap Jeno.


"Ini susu kalian", ucap Chrusty sambil memberikan 2 gelas susu rasa coklat kepada Jeno dan Alkan.


"Thanks mom", ucap Alkan.


Mereka langsung meminum susunya masing masing, setelah selesai Alkan dan Jeno menuju kamar Alkan sementara Christy masih harus mencuci gelas dan juga membereskan dapur. Setelah selesai ia langsung bergegas menuju kamar Alkan.


Ceklek

__ADS_1


Saat ia masuk kedalam kamar Alkan, Jeno dan Alkan pun sudah tertidur pulas dengan posisi Jeno sedang memeluk Alkan. Christy pun menghampiri mereka lalu menyelimuti mereka berdua, ia pun mencium kepala Alkan dan mengelus kepala Jeno. Setelah itu ia membaringkan tubuhnya disebelah Alkan lalu memeluk Alkan. Tak lama Christy pun ikut menyusul mereka ke alam mimpi.


__ADS_2