Ardelia Christy

Ardelia Christy
Gadis Itu


__ADS_3

Hari ini adalah hari minggu, Christy tengah bersiap siap untuk kebandara.


"Dek, aku bawain sarapan nih, sarapan dulu gih", ucap Kim.


"Iya bang, bentar lagi", jawab Christy.


Ceklek...


Pintu kamar mandi terbuka dan menampilkan Christy dengan pakaian casualnya dari merek fashion kesayangannya, tak lupa sneakers putih sudah terpasang rapi di kakinya.


"Bang Zain dimana bang?", tanya Christy pada Kim.


"Lagi keluar bentar, nanti juga balik", ucap Kim sambil menata makanan.


"Ayo makan dulu, nanti keburu dingin", ucap Kim.


Ceklek...


"Dari mana bang?", tanya Christy.


"Ambil ini", ucap Zain sambil memperlihatkan sepatunya.


"Ngapain abang ambil sepatu bang?", tanya Christy.


"Ya kali ke bandara pake sendal jepit", ucap Zain.


"Yang pentingkan ada alasnya", ucap Christy.


"Bang ayo makan", ucap Christy lagi pada Zain.


Mereka pun makan dengan tenang. Setelah selesai dengan acara makannya mereka pun berangkat ke bandara.


"Dek, barang barang ngga ada yang tertinggalkan ?", tanya Zain.


"Engga ada bang", ucap Christy.


"Kim, obatnya dah lu bawa?", tanya Zain pada Kim.


"Udah gw masukin di tas", ucap Kim.


"Tikeknya udah?", tanya Zain lagi.


"Udah", ucap Kim.


"Udah bang", ucap Christy.


"Gw pamit ya bro, bentar lagi pesawatnya take off", ucap Kim pada Zain.


"Oke, ati ati jagain Queen gw, awas lu kalo dia kenapa napa", ucap Zain pada Kim.


"Iye iye, lu tenang ae", ucap Kim.


"Queen, jangan lupa minum obatnya, jangan banyak pikiran, jangan sampe kecapean, jangan lupa kamu harus kemo setiap bulan, jangan lupa makan, janga...", ucap Zain.


"Iya abang ku sayang, tapi Christy ngga bisa janji", ucap Christy.


"Ish kamu, pokonya abang ngga mu tau", ucap Zain.


"Iya abang ku sayang", ucap Christy sakbil memeluk abangnya.


"Ekhemmmm, cangkimen cangkimen cangkimen, kacang kwaci permen", ucap Kim dengan segala kegabutannya dan kecemburuannya.


"Sirik ae lu, upil dugong", ucap Zain.


"Yeee, biarin", ucap Kim sambil menjulurkan lidahnya.


"Udah udah, ayo ntar keburu take off", ucap Christy.


"Yaudah, gw balik ya bro", ucap Kim sambil bertos ala pria.


"Woke", ucap Zain.


Kim dan Christy berjalan menuju pesawat yang akan mengantar mereka pulang ke negara tercinta. Mereka pun masuk ke pesawat dan pesawatpun lepas landas.


Di Mansion Diamond, Alex, Axel dan Lea tengah bersama dengan Devan dan Eva dkk yang datang kerumahnya dengan Bella tentunya. Mereka tengah menghabiskan waktu di ruang keluarga.


"Woi, order Pizza dong", ucap Arga.


"Hooh, gw pen Pizza juga", ucap Milla.


"Woke, gw pesenin dulu", ucap Axel.


"Woi, main ToD kuy", ucap Arga.


"Ogah, bosen main ToD mulu", ucap Devan.


"Hooh", ucap Regina.


"Dari pada diem diem bae", ucap Arga.


"Main kartu ae lah, ntar yang kalah wajahnya di kasih bedak", ucap Regina.


"Nah mantep itu", ucap Arga.


"Yudah, gw ambil kartunya dulu", ucap Axel.

__ADS_1


"Gw ambil bedaknya", ucap Lea.


Axel dan Lea kembali sambil sambil membawa barang yang diperlukan.


"Nih kartunya", ucap Axel sambil memberikan setumpuk kartu remi.


Tak lama bi Rani datang menghampiri mereka.


"Den, pesanan den Axel sudah didepan", ucap Bi Rani.


"Iya bi, bi toling ambilkan minum ya bi untuk kami semua", jawab Axel.


Axel pun kembali mengambil pizza yang sudah ia pesan.


"Nih, pesenan kalian", ucap Axel sambil membawa 2 kotak pizza.


Di pesawat, Christy sedang bersantai bersama dengan Kim. Pesawat mereka sebentar lagi akan landing.


"Dek, kamu udah kabarin keluargamu kalo hari ini kamu pulang", tanya Kim.


"Belum bang", ucap Christy.


"Trus yang jemput kamu dibandara siapa dek?", tanya Kim.


"Bang Athur dkk bang, Chrisry juga udah bilang ke pelayan kalo hari ini Christy balik", ucap Christy.


"Oh yaudah kalo gitu", ucap Kim.


Tak lama pesawat mereka yang mereka tumpangi mendarat, mereka pun keluar dari pesawat dan menuju le area penjemputan. Disana sudah terdapat Athur dkk yang menunggu mereka.


"Bang", panggil Christy.


"Princessnya abang gimana jalan jalannya?", tanya Athur yang tidak mengetahui bahwa sebenarnya Chisty pergi ke Singapura untuk kemo.


"Menyenagkan bang, maaf Christy ngga bawa oleh oleh buat abang", ucap Christy.


"Iya, ga papa princess", ucap Athur.


"Bang gantian napa gw pen meluk bunny", ucap Vano.


"Iya bang gw pen meluk juga, dari tadi lu yang meluk terus", ucap Angga.


Athur pun melepaskan pelukannya, Vano, angga dan Dika langsung memeluk Christy bersamaan.


"Ba...ng se....se...k b...bang", ucap Christy yang tidak bisa bernafas akibat terlalu erat pelukan mereka.


Kim yang menyadari itu langsung melepas pelukan mereka secara paksa.


"Woi, adek gw kasian itu", ucap Kim.


"Uhuk uhuk uhuk", Christy pun terbatuk batuk.


"Iya", ucap Christy.


"Dek aku balik dulu ya", ucap Kim.


"Oh ya, ati ati bang", ucap Christy.


Kim pun pergi dari sana dan menuju parkiran.


"Bang ayo", ucap Christy.


"Ayo", jawab Athur.


Mereka pun masuk ke mobil dan menjalankannya menuju Mansion Diamon.


Di Mansion Diamaond para pelayan berlarian kearah pintu utama. Eva, Lea, Regina, Milla, Bella, Arga, Axel, Alex, Regan dan Devan pun kebingungan melihat pelayan berlarian kearah pintu utama.


"Ada apa kok pelayan berlarian kearah pintu utama?", tanya Bella.


"Ngga tau, udah biarin paling juga ngga penting", ucap Axel.


Mereka pun melanjutkan permainannya yang sempat tertunda tadi.


Di dalam mobil, Athur dkk dan Christy tengah berbincang bincang tentang segala hal yang ia lakukan di Singapura terkecuali disaat ia melakukan kemo.


Tak lama mereka sampai di mansionnya. Vano, Angga, Athur dan Diko sudah keluar terlebih dahulu dari mobil, sementara itu masih di dalam mobil Christy.


"Bang gendong", ucap Christy pada Athur.


Dengan senag hati Athur berjongkok dihadapan Christy lalu menggendongnya di punggungnya.


"Kok gw iri ya", guman Vano.


"Ye dasar irian", jawab Christy.


Astaga gw lupa kalo si kuyuk telinganya tajem bangat, batin Vano.


"Bang gw denger ya", ucap Christy.


"Hehehe, sorry", ucap Vani sambil menyengir.


Mereka pun berjalan masuk ke mansion, pintu utama pun terbuka dan menampilkan para pelayan yang berjejer rapi di samping pintu.


Para pelayan pun melakukan tugasnya, seperti melepas sepatu Christy dan memasangkan sandal rumah, melepas mantel yng ia gunakan, mengambil barang barang yang Christy bawa dan lain sebagainya.

__ADS_1


Dengan santai Christy berada digendongan Athur dan pelayan pun melakukan tugasnya. Sebenarnya Christy tak meminta diperlakukan seperti itu, tapi apa boleh buat para pelayannya memaksa ingin melakukannya karena mereka ingin berterima kasih karena sudah memberikan pekerjaan dan menghidupi mereka.


Samuel, David, Ardel dan Ratih yang tadinya sedang bersantai di taman belakang, kini sudah berada di ruang keluarga karena melihat para pelayan yang berlari kearah pintu utama.


"Ada apa ini, kenapa semua pelayan berlarian ke arah pintu utama?", tanya David.


"Ngga tau pah, dari tadi kami juga kebingungan pah", ucap Axel.


Athur dkk dan Christy pun masuk kedalam mansion.


"Ih abang jangan gelitik ih", ucap Christy lagi mode manja manjanya.


"Biarin", ucap Vano.


"Ih abang nanti Christy jatoh", ucap Christy.


"Biarin", ucap Angga.


"Abang, liatin nih bang Angga ma bang Vano", ucap Christy pda athur.


"Vano Angga udah nanti jatoh ini", ucap Athur.


"Kalo jatoh ya tinggal jatoh", ucap Vano.


"Hooh", ucap Diko.


"Bang ntar gw panggilin Kitty lho", ucap Christy sambil mengubah crara biaranya menjadi lu-gw.


"Eh jangan, iya gw berhenti kok", ucap Vano.


"Sukurin lu", ucap Diko.


"Apa lu", jawab Vano.


Athur pun mendekat kearah sofa, lalu menaruh Christy di pangkuannya.


"Dek lu pulang, gw kangen sama lu dek", ucap Axel.


"Gw juga bang", ucap Christy.


Christy pun melihat ke arah Devan, Arga dan lainnya.


"Hai kalian", sapa Christy.


"Hai", ucap mereka dengan wajah yang tidak bisa diartikan.


"Mom, dad, pah, mah?", panggil Christy.


"Kok kalian kek ngga bahagia ya kalo aku pulang kemansion", ucap Christy lagi.


"Engg... engga sayang kami seneng kok kamu pulang lebih awal", ucap Ardel.


Christy pun turun dari pangkuan Athur dan langsung memeluk Devan. Tak lama Alex dan Regan memasuki mansion.


"Devan, selamat ya atas pertunagan kamu", ucap Christy sambil memeluk Devan.


Devan pun membalas pelukan Christy.


"Hai", sapa Christy pada Bella.


"Hai juga", ucap Bella.


"Kamu pasti tuangannya Devan, kamu cantik banget", ucap Christy.


"Hahaha, terima kasih", ucap Bella.


"Dek kok kamu tau Devan udah bertunangan?", tanya Alex bingung.


"Taulah, Christy gitu lho", ucap Christy


"Hai NONA ARSENDA BELLA TAMIRA", ucap Christy dengan santai.


"Kamu mengenalnya Christy?", tanya David heran.


"Oh kenal dong, sangat sangat kenal sekali", ucap Christy.


"Bang inget ngga gadis yang kita selamatkan waktu kebakaran?", tanya Christy.


"Iya iya, abang ingat", ucap Athur.


"Gadis itu sekarang ada di depan kita", ucap Christy.


"Apa, jadi...", ucap Vano.


"Iya, ini orangnya", ucap Christy sembari menunjuk ke arah Bella.


"Apa kamu masih mengingatku nona?", ucap Christy.


"Jadi kamu Lia, yang udah nyelamatin aku waktu kebakaran itu?", tanya Bella tak percaya.


"Iya", jawab Christy.


"Yaudah kalo gitu gw mau kekamar dulu, bye bye", ucap Christy.


Christy pun berjalan menuju lift.

__ADS_1


"Dek kita balik dulu", ucap Vano.


"Woke", teriak Christy.


__ADS_2