
"Dav, udah siap?", tanya Kenan.
"Udah, eh tunggu bentar gw mau ambil hp gw", ucap Davian.
"Cepetan jan lama lama", ucap Kenan.
"Iya iya", balas Davian.
Tak lama Davian pun kembali dari kamarnya.
"Yok", ajak Davian.
"Eh ayam dua seringgit, jan ngagetin napa", ucap Kenan latah.
"Lu ae yang kaget gw mah enggak", ucap Davian.
"Semerdeka lu aje lah", ucap Kenan.
Davian pun berjalan keluar dari mansionnya dan menuju ke mobilnya, sementara Kenan mengekorinya di belakangnya.
Seperti biasa, Davian akan duduk di belakang sementara Kenan yang mengemudikan mobilnya. Tanpa membuang waktu lagi, Kenan pun menjalankan mobilnya dan menuju A'r Cafe.
Tak lama, mereka pun sampai di A'r Cafe. Mereka pun turun dari mobil dan berjalan masuk ke A'r Cafe.
Ting....
"Selamat datang di A'r Cafe", sapa salah satu pegawai disana.
"Dengan tuan Kenan?", tanya pegawai itu.
"Iya", ucap Kenan.
"Mari saya antar", ucap pegawai itu.
Pegawai itu pun mengantar Kenan dan Davian ke salah satu ruang VIP di lantai 3 yang ada di cafe itu.
"Silahkan tuan, nona Minseo sudah menunggu Anda", ucap pegawai itu.
"Ah ne, kamsahamnida(terima kasih)", ucap Kenan.
"Ne tuan", jawab Pegawai itu.
Pegawai itu pun pergi dari hadapan Kenan dan Davian. Sementara Kenan dan Davian masuk kedalam ruangan itu.
Tok... Tok... Tok...
Ceklek
"Ah, tuan Kenan silahkan duduk", ucap Minseo.
"Ah ne", ucap Kenan.
Kenan dan Davian pun duduk di kursi yang sudah disediakan.
"Dimana modelmu itu?", tanya Kenan.
"Sebentar lagi dia akan sampai", ucap Minseo.
"Ah Davian, kenalkan ini Minseo dia adalah manager model yang akan jadi patnermu untuk projek majalah besok", ucap Kenan.
"Ah ne, Davian", ucap Davian sambil mengulurkan tangannya.
"Minseo", ucap Minseo sambil berjabat tanagn dengan Davian.
"Aku sudah tahu banya tentang dirimu, jadi jangan sungkan sungkan padaku", ucap Minseo.
"Ah ne", jawab Davian.
Tak lama Christy pun sampai di A'r Cafe. Saat masuk ke A'r Cafe, ia disambut oleh pegawainya.
"Nona Alexix?", tanya salah satu pegawainya.
"Iya", jawab Christy.
"Nona Minseo sudah menunggu Anda di ruang VIP nomor 20", ucap pegawainya.
"Baiklah", jawab Christy.
"Mari saya antar nona", ucap pegawainya.
"Tidak usah, kamu bisa kembali bekerja", ucap Christy.
"Ah ne nona", jawab pegawai itu.
__ADS_1
Christy pun melangkahkan kakinya menuju ruang VIP itu. Ia pun sampai di ruang VIP yang dimaksud pegawai itu. Ia pun masuk membuka pintu ruangan itu.
Tok.... Tok... Tok...
Ceklek
"Maaf, saya terlambat", ucap Christy.
Deg...
Christy, batin Davian saat melihat seorang perempuan yang masuk ke ruang VIP mereka.
Bukannya itu gadis yang dibicarakan Davian beberapa hari yang lalu, batin Kenan.
Christy yang mendengar namanya disebut lagsung melihat ke arah sumber suara.
Deg....
Davian, batin Christy.
"Kau harus menutupi identitasmu jangan sampai Davian mengetahui siapa dirimu sebenarnya untuk sementara waktu, biarkan dia mengetahuinya sendiri", ucap Mawar.
Christy pun menutup pintunya dan duduk di kursi sebelah Minseo.
"Christy?", dengan keberaniannya Davian pun bertanya.
"Ah maaf, Alexix Virkan", ucap Christy.
"Ah ne, Davian Victor", ucap Davian.
"Baiklah, kita mulai meetingnya", ucap Minseo.
Mereka pun memulai meetingnya. Disaat meeting sedang berlangsung, Devan selalu melirik kearah Christy. Christy yang dilirik hanya merasa acuh tak acuh. Toh dia masih kesal karena Davian meninggalkannya tanpa memberitahu sebabnya. Satu jam kemudian pertemuan pun diakhiri.
"Terima kasih tuan Kenan sudah mau bekerja sama dengan kami", ucap Minseo.
"Santai saja nona Minseo", ucap Kenan.
Mereka pun keluar dari ruangan VIP.
"Maaf, bisakah kita bicara empat mata saha nona Alexix?", tanya Davian.
Christy langsung menatap kearah Minseo, kemudian ia menyetujui ucapan Davian.
"Ah, ne tuan Davian", ucap Christy.
"Emmm, kami akan menunggu kalian bawah", ucap Minseo.
Christy dan Davian pun mengangguk, kemudian Christy dan Davian masuk keruangan VIP yang mereka gunakan tadi. Sementara Kenan dan Minseo turun dari lantai 3.
Grep....
Davian langsung memeluk Christy erat.
"Kamu masih hidup swetty, aku ngga nyangka kamu masih hidup, aku sangan hancur saat mendengar bahwa kamu sudah tiada", ucap Davian sambil mengeluarkan keluh kesahnya.
Christy pun mendorong Davian untuk melepaskan pelukannya.
"Maaf tuan, siapa yang Anda maksud?", tanya Christy yabg berusaha menutupi kegugupannya.
"Christy tolong maafkan aku, kerena sudah meninggalkanmu, tolong maafkan aku", ucap Davian penuh penyesalan.
"Maaf tuan Davian, aku adalah Alexix bukan Christy yang Anda maksud", ucap Chrusty sambil melepakan genggaman tangan Davian.
"Aku sangat yakin jika kamu adalah Christy ku", ucap Davian dengan penuh keyakinan.
"Bagaimana Anda bisa yakin jika saya adalah orang yang Anda maksud, bahkan saya tidak mengenal siapa Anda", ucap Chrusty.
Mendendengar hal itu, hati Davian terasa seperti ditusuk ribuan pisau tajam.
"Maaf tuan, Anda telah membuang waktu saya, saya harus pergi", ucap Christy.
Christy pun melangkahkan kakinya kearah pintu, lalu membukanya.
"Aku akan membuktikan bahwa kau adalah Christy ku", ucap Davian.
"Kuharap begitu", jawab Christy.
Christy pun melenggang pergi, sementara Davian terduduk lemas di lantai sambil merenungkan kata kata Christy tadi.
--------
"Mommy pulang", ucap Christy sambil membawa paper bag yang berisikan mainan.
__ADS_1
"Mommy", ucap Alkan.
Alkan pun berlari kearah Christy.
"Boy, jangan lari", ucap Christy.
"Hehehe, mianhe(maaf) mom", ucap Alkan.
"Lihatlah, mommy membawa apa?", ucap Christy sambil memberikan paper bag pada Alkan.
"Woah mobil mainan, terima kasih mom Alkan suka", ucap Alkan.
"Sama sama sayang, mommy mau kekamar dulu", ucap Christy.
"Iya mom", jawab Alkan.
Christy pun menuju kamarnya. Sesampainya di kamarnya ia langsung mendudukkan dirinya kursi yang ada dibalkon kamarnya. Dengan tatapan kosong ia memandang langit biru sembari merenungkan perkataan Davian.
Tokkek....Tokkek.... Tokkek...
Bunyi rington iphone Christy.
Lamunan Christy pun buyar saat mendengar nada dering iphonenya. Ia pun mengambil iphonenya lalu mengangkat panggilan itu.
"Halo"
"Aku sudah menemukan data datanya, aku akan kesana 10 menit lagi", ucap Jeno.
"Hmm"
Tut....
Panggilan pun terputus, ia langsung masuk kedalam kamarnya untuk mengganti pakaiannya.
Tak membutuhkan waktu lama, Christy pun selesai mengganti pakaiannya dengan pakaian rumahan. Christy punturun kebawah untuk menemui Alkan.
"Alkan?", panggil Christy.
"Iya mom", jawab Alkan.
"Malam ini Alkan tidur sama mommy ya?", tanya Alkan.
"Iya mom", ucap Alkan.
"Good boy", ucap Christy sambil mengelus rambut Alkan.
Tak lama Jeno datang sambil membawa beberapa berkas.
"Mom dia siapa?", tanya Alkan saat melihat Jeno berjalan kearahnya.
Christy pun menggendong Alkan.
"Kenalkan ini asisten sekaligus sahabat mommy, mommy sudah menganggapnya bagian dari keluarga mommy, namanya Jeno", ucap Christy.
"Hey boy", sapa Alkan.
"Hallo samchon", sapa Alkan.
"Apakah aku setua itu hingga dia memanggilku samchon", tanya Jeno pada Christy.
Christy hanya terkekeh melihat itu.
"Hey boy, apakah kau Alkan?", tanya Jeno.
"Kok samchon tau nama Alkan?", tanya Alkan.
"Kemarilah", ucap Jeno sambil mengambil Alkan dari gendongan Christy.
"Karena samchon tau banyak hal", ucap Jeno sambil mencubit hidung Alkan.
"Jangan cubit hidung Alkan, nanti hidung Alkan hilang", ucap Alkan sambil cemberut.
"Ih gemasnya", ucap Jeno.
Karena gemas Jeno pun mencium ke dua pipi Alkan.
"Samchon bolehkah Alkan memanggil samchon daddy", tanya Alkan.
"Kenapa kamu ingin memanggil samchon dengan panggilan daddy?", tanya Jeno.
"Kalena Alkan pengen punya daddy kayak samchon", ucap Alkan.
"Baiklah boy, kamu boleh menganggap samchon daddy kamu", ucap Jeno.
__ADS_1
"Yey, Alkan punya daddy sama mommy", ucap Alkan kegirangan.
Sementara Christy dan Jeno tersenyum melihat Alkan yang bahagia.