Ardelia Christy

Ardelia Christy
Blue Black


__ADS_3

Christy menempelkan tangannya ke salah satu batang pohon yang merupakan alat pemindai tangan. Dengan cepat sensor pemindai bekerja, sebuah sinar terpancarkan dari 2 batang pohon bersebelahan yang berjarak 3 meter. Sinar itu membentuk sebuah ilusi hutan dan membuat Christy, Jeno dan Alkan yang berada dibalik sinar itu tak terlihat.


Christy pun melepas cincin yang berada di jari kirinya lalu menempelkannya pada ukiran di pohon yang berbentuk cincin. Ia pun menekan dan memutar cincin itu.


Grek.....


Tek... tek... tek... tek....


Jrigh.... Jrigh....


Kriet.....


Suara gesekan benda bergerigi terdengar, menandakan bahwa sebuah mesin telah bekerja. Sebuah pintu besi dengan ukiran yang terkesan elegan muncul secara tiba tiba. Pintu itu pun terbuka dengan sendirinya.


Mereka bertiga masuk melewati pintu itu, dan setelah beberapa saat mereka masuk pintu itu pun kembali tertutup secara otomatis dan mulai menyatu dengan dinding yang ada disekitarnya dan membentuk ilusi pohon dari luar. Sinar yang terpancarkan dari 2 batang pohon bersebelahan yang berjarak 3 meter dan membentuk sebuah ilusi hutan pun mati dan menampilkan pintu yang sudah menyatu dengan ilusi.


Mereka pun berjalan melewati sebuah lorong. Warna biru dongker dan hitam mendominasi lorong itu. Pajangan seperti senjata, kerangka kepala hewan dan beberapa simbol tertata rapi menggantung di dinding.


Sampailah mereka pada ujung lorong. Christy pun membuka pintu itu dengan memasukkan kombinasi angka yang menjadi kunci untuk membuka pintu itu. Pintu bercatkan hitam dengan ukiran ukiran yang rumit namun terkesan elegan terbuka dengan sendirinya dan menampilkan sebuah ruangan luas. Ruangan luas, mewah, dan indah adalah ruang utama markas itu. Ruangan itu bercatkan warna biru, hitam dan silver.


Dari ruangan ini kita bisa melihat orang yang sibuk berlalu lalang dari lantai utama hingga lantai 7. Bangunan ini memiliki 8 lantai, lantai 1 sampai 7 merupakan tempat dimana semua orang tinggal, bekerja, berlatih, mengadakan rapat dan sebagainya. Sedangkan dilantai 8 hanya terdapat beberapa helipad.


Mengetahui bos besar mereka datang, semua orang yang ada disana langsung menghentikan aktivitas mereka dan beralih menghadap Christy lalu membungkukkan badan sebagai tanda hormat.


Christy pun hanya mengangguk.


"Lanjutkan pekerjaan kalian", ucap Christy yang menggema hingga lantai 7.


Semua orang langsung melanjutkan aktivitas mereka yang sempat tertunda karena memberikan hormat terlebih dahulu kepada bos mereka.


"Boss?", panggil salah satu orang dari mereka.


"Hmm", jawab Christy.


"Jendral udah menunggu boss di ruangan boss", ucap orang itu.


Setelah mendengar ucapan seorang pria, ia langsung melangkahkan kakinya menuju ruangannya yang ada di lantai 7. Jeno dan Alkan pun mengikuti Christy dari belakang.


Ceklek....


"Hey Big boss, welcome to markas", ucap Kharan yang merupakan jendral Blue Black.


Christy hanya memutarkan matanya malas sembari duduk di kursi kebesarannya.

__ADS_1


"Lu bawa siapa?", tanya Kharan.


"Tuan muda Alkan",sapa Kharan.


Alkan hany menatap Kharan, ia pun memilih pergi mendekati mommynya dan bertanya.


"Mom, dia siapa?, kenapa dia tau nama Alkan mom", bisik Alkan pada Christy.


"Dia tangan kanan sekaligus jendral di Blue Black sayang", ucap Christy sambil terkekeh.


"Oh", jawab Alkan.


"Yaudah, katanya mau belajar biar uncle ini yang mengajarimu", ucap Christy pad Alkan.


"What!, uncle?, yang benar ae lah gw masih muda, kenapa dipanggil uncle sih", protes Kharan.


"Trus apa dong?, om, paman, pakde, paklik atau Ajushi?", tanya Christy.


"Kalo gitu mah sama aja kagak ada bedanya sama sama uncle", ucap Kharan.


"Gw mah bodo amat", ucap Christy.


"Panggil gw hyung", ucap Kharan.


"Dih ogah, gw masih suka lubang kale", jawab Kharan.


"Udah udah, dari tadi kagak berhenti ngomong, kesian anak gw yang ganteng ini jadi terlantar kan", ucap Christy.


"Ih mom", beo Alkan.


"Udah cepet sana, katanya mau belajar", ucap Christy.


"Yaudah yok, panggil nama bae lah dari pada lama", ucap Kharan.


"Xecal mana?", tanya Christy.


(Xecal bacanya Sekal)


"Ada noh di kamarnya lagi tidur, mau gw panggilin?", ucap Kharan.


"Kagak usah, ntar gw samperin", ucap Christy.


"Gw mau ajarin anak lu nih jan kangen", ucap Kharan sambil keluar dari ruangan Christy.

__ADS_1


"Gr banget dah jadi orang", ucap Jeno.


"Yaudah yok samperin Xecal", ajak Christy.


Christy dan Jeno pun keluar dari ruangan Christy dan menuju kamar Xecal.


Tok... tok... tok...


"Nih mana orangnya", beo Jeno.


Ceklek...


"Kagak dikunci", ucap Jeno.


"Langsung masuk ae lah", ucap Christy.


Christy dan Jeno memutuskan masuk ke kamar Xecal.


"Lah ni anak tidur, katanya mau ngadain rapat?", ucap Jeno.


"Dasar kebo", ucap Christy.


"Oi bangun oi", ucap Christy sambil menggoyangkan tubuh Xecal.


"Woi bangun woi", ucap Jeno yang mencoba membantu Christy untuk membangunkan Xecal.


"DUH SIAPA SEHH, BRISIK BAT DAH KAGAK TAU GW LAGI TIDUR NAPA, GW BUNUH LU LAMA LAMA", protes Xecal.


"Wah berani nih anak mau bunuh big boss", ucap Jeno.


"APA LU MAU BUNUH GW HEH?", teriak Christy sambil menarik telinga Xecal.


"ADUH SAKIT WO.... eh nyai", ucap Xecal sambil menyengir tak jelas karena baru menyadari kehadiran Christy.


Mati gw, tuhan selamatin Xecal yang ganteng ini, batin Xecal.


"Kagak ada yang bisa bantuin lu", jawab Christy saat mendengar batin Xecal.


"Aduh big boss, tolong lepas ya, nanti telinga Xecal copot gimana kan kagak lucu", ucap Xecal sambil memelas.


"Kagak ada, sebagai hukuman lu mandiin king sekarang juga", ucap Christy tak terbantahkan.


Nih anak mau gw mati pa gimana, batin Xecal.

__ADS_1


Pasalnya King adalah seekor harimau jantan yang buas, hanya Christy saja yang bisa menjinakkan hewan itu.


__ADS_2