
"Jadi bagaimana keputusanmu cucuku", tanya Alexandra.
"Sementara ini aku akan tinggal disini dengan identitas baru", ucap Christy.
"Baiklah kakek menerima keputusanmu, kakek akan kembali ke London sebentar lagi pesawat pribadi kakek akan take off, kamu jaga dirimu, jika ada masalah hubungi kakek", ucap Alexandra.
"Iya kakek", jawab Christy.
Alexandra pun pergi menuju bandara bersama dengan tangan kanannya.
"Jeno, buatkan aku identitas baru, aku mau nanti sore sudah ada laporannya", ucap Christy pada tangan kanannya.
"Baik Miss", ucap Jeno.
Christy pun menujuu kamarnya.
"Kayaknya gw harus ngerubah penampilan deh", ucap Christy sambil melihat dirinya didepan cermin.
"Oh ya kok gw baru nyadar ya, warna rambut gw luntur, biarian ah kan warna rambut gw emang gini kan", ucap Christy sambil memegangi rambutnya yang semula hitam menjadi coklat gelap.
"Kayaknya gw harus buat poni deh, gw butuh gunting", ucap Christy.
Christy pun mencari keberadaan gunting untuk memotong rambutnya.
"Ketemu", ucap Christy sambil memegang gunting rambut.
Ia pun menuju ke meja riasnya, sebelum memotong rambutnya ia pun merapikan rambutnya lalu mengukur panjang rambut yang akan ia potong. Ia pun memotong rambutnya.
"Sempurna", ucap Christy saat melihat hasil karyanya.
Ia pun mengembalikan gunting rambutnya dan membersihkan meja rias dari rambut yang ia potong.
Hoam...
"Tidur dulu ajalah", ucap Christy.
Tak berselang lama ia pun tertidur di kasurnya.
Tok....Tok....Tok....
"aduh, siapa sih! ganggu orang lagi tidur aja", ucap Christy.
Dengan terpaksa Christy oun bangun dari tidurnya dan membuka pintu kamarnya.
"ada apa?", tanya Christy yang masih memejamkan matanya.
"Miss, ini laporan yang Anda butuhkan", ucap Jeno sambil memberikan map berwarna merah.
"Oh, thanks ya", ucap Christy.
Christy pun menutup pintu kamarnya, tanpa berlama lama ia pun membuka map merah itu, lalu membacanya.
Nama : Alexix Virkan
Tanggal Lahir : 2 September 2003
Asal : Seoul, Korea Selatan
dan lain lain.......
"Alexix Virkan, baiklah besok kita akan menjadi Alexix Virkan", ucap Christy.
Ia pun menyimpan map merah itu di tempat yang aman. Setelah itu ia pun menuju kamar mandi untuk melakukan ritualnya.
"Sore Bibi Kim", ucap Christy pada Bibi Kim yang merupakan pelayan sekaligus penjaga mansion miliknya yang berada di Korea.
"Sore Miss", balas Bibi Kim.
Bibi Kim merupakan orang Indonesia yang tinggal di Korea. Ia menjadi pelayan Christy karena Christy pernah menolongnya. Sebagai balasan atas perbuatan Christy Bibi Kim menawarkan diri untuk bekerja tanpa digaji di mansion Christy. Dan di saat itu, Christy juga sedang mencari pelayan untuk menjaga rumahnya, ia pun menyetujui penawaran tersebut, tetapi ia tetap memberi Bibi Kim gaji setiap bulannya.
"Bi, aku mau kekantor dulu mungkin pulang malem, ngga usah nunggu Bi", ucap Christy.
__ADS_1
"Iya Miss", ucap Bibi Kim.
Christy pun melangkahkan kakinya menuju garasi untuk mengambil mobilnya. Ia pun melajukan mobilnya menuju kantornya.
Dengan langkah tegas dan aura kepemimpinannya yang membuat siapa saja bertekuk lutut padanya, Christy pun memasuki lobby kantor. Tak lupa ia juga memakai topeng khasnya. Ia pun menuju lift khusus dan menekan tombol lantai 30.
Ting....
Pintu lift pun terbuka, Christy pun menuju ruangannya. Tak lama seseorang mengetok pintu ruangannya.
Tok... Tok... Tok....
"Masuk"
"Miss, ini berkas yang Anda inginkan", ucap seorang pria yang merupakan sekeretaris dan juga tangan kanannya.
"Hmm", ucap Christy.
Jeno pun menaruh berkas berkas itu dimeja. Setelah menaruh berkas berkas itu, Jeno pun memohon ijin keluar dari ruangan.
Christy pun mulai membaca berkasnya satu satu. Saat membaca berkas keuangan perusahaan, ia merasa ada yang janggal dari laporan itu. Ia pun menghubungi sekertarisnya itu.
Tut...
"Jeno, keruanganku sekarang", ucap Christy tegas dan dingin.
"Baik Miss", ucap Jeno.
Jeno pun memasuki ruangan Christy.
Tok... Tok... Tok...
"Masuk"
"Iya Miss", ucap Jeno.
"Duduklah dulu", ucap Christy dengan santai.
Apakah aku membuat masalah", batin Jeno.
Christy yang mendengar batin Jeno hanya tersenyum tipis.
"Aku ingin bertanya padamu, apakah kau sudah memantau para karyawan hingga devisi keuangan?", tanya Christy lembut dan santai.
"Su...sudah Miss", ucap Jeno terbatah batah.
"ayolah, kenapa bicaramu terbata bata?, santai saja, aku tau kau tidak salah", ucap Christy.
"Panggil semua devisi keuangan, suruh mereka menemuiku di ruang rapat sekarang!!!!!!", teriak Christy.
"Ba....baik Miss", ucap Jeno.
Jeno pun melaksanakan perintah yang diberikan atasannya itu.
"kau telah salah memilih musuh kawan!", ucap Christy sambil tersenyum menyeringahi.
Kini semua devisi keuangan sudah berada di ruang rapat. Langkah sepatu kian mendekat, tak lama pintu pun terbuka dan menampilkan seorang wanita atau lebih tepatnya seorang gadis dengan diikuti oleh sekertarisnya, memasuki ruang rapat.
Semua orang pun berdiri menyambut atasan mereka.
"Duduklah, jangan begitu formal", ucap Christy dengan santai tetapi tak menghilangkan ketegasannya.
"Jadi tuan, bagaimana pemasukan perusahaan tahun ini?", tanya Christy.
"Sangat baik Miss, keuntungan kita semakin bertambah", ucap salah satu dari mereka.
"Bagus, aku suka kinerja kalian", ucap Christy.
Kepala devisi keuangan pun merasa bangga akan dirinya karena telah menipu atasannya.
Kau pikir aku tidak tau niat busukmu itu, batin Christy.
__ADS_1
"Tapi mengapa saya menemukan keganjalan dengan laporan yang Anda berikan pada saya, karena laporan Anda dan laporan yang saya buat memiliki perbedaan?", tanya Christy.
"Mungkin laporan Anda salah Miss, karena saya yakin betul bahwa laporan yang saya buat sudah benar Miss", ucap Kepala devisi keuangn itu.
"Benarkah tuan Lee?, apa mungkin aku salah dalam perhitungannya?", ucap Christy.
"Itu bisa terjadi Miss", ucap tuan Lee dengan pedenya.
"Tapi mengapa akhir akhir ini saya menerima laporan tentang penggelapan uang?", ucap Christy.
Tuan Lee yang mendengar itu langsung menengang.
"Apakah anda terlibat dalam hal ini tuan Lee?, bukankah Anda tau tentang peraturan yang ada diperusahaan ini", tanya Christy.
"Ah... bagaimana mungkin saya terlibat dalam penggelapan uang tersebut, tidak mungkin saya menggelapkan uang perusahaan", ucap tuan Lee.
"Tampilkan", ucap Christy pada Jeno.
Tiba tiba sebuah gambar tetampang jelas di layar persentasi.
"Bagaimana tuan apakah Anda masih tidak ingin mengaku?", tanya Christy.
"A....apa ini Miss, ini semua tidak benar", ucap tuan Lee.
"Kau pikir aku tidak tau tentang penggelapan uang yang kau lakukan?", ucap Christy santai.
"30 milyar, hilang dari pemasukan perusahaaan dan tiba tiba berpindah ke rekeningmu, tuan Lee", ucap Christy.
"Apakah kau begitu membutuhkan uang, apakah gaji yang aku berikan tidak cukup, hmm?", ucap Christy.
"Bukankah kau sudah tau konsekuensinya melakukan tindakan ini?", ucap Christy.
"A....ampun Miss, ampuni saya Miss, saya bersalah saya tak sengaja melakukannya Misa", ucap tuan Lee.
"Tak sengaja?, 30 milyar tak sengaja katamu, hah!!!!", teriak Christy.
"Aku tidak butuh pekerja yang berkhianat padaku", ucap Christy.
"Jeno, eksekusi dia", ucap Christy pada sekertarisnya.
Jeno pun menarik tuan Lee secara paksa menuju lobby kantor. Christy pun menyusul Jeno menuju lobby menggunakan lift yang berbeda.
Ting....
Jeno pun terus menyeret tuan Lee ketengah tengah lobby kantor, lalu menjatuhkannya.
Ting...
Christy pun keluar dari lift. Dengan aura mematikan yang membuat siap saja bertekuk lutut padanya ia pun berjalan menuju kerumunan para pekerjanya. Para pegawai yang mengetahui atasannya berjalan kearah mereka, langsung membuka jalan untuk bosnya.
"Perhatian semuanya!!!, inilah yang terjadi jika kalian berani berkhianat pada Miss!!!", teriak Jeno.
"Kau bawa dia, aku tak ingin kantor bos menjadi kotor karenanya", ucap Jeno pada bodygoard yang bertugas menjaga lobby kantor.
"JIKA SALAH SATU DARI KALIAN MENCOBA BERKHIANAT PADAKU, JANGAN HARAP KALIAN MASIH BISA BERNAFAS DENGAN TENANG, INGAT ITU!!!!", teriak Christy dengan aura kepemimpinannya.
"KEMBALI BEKERJA!!!", teriak Christy
Christy pun kembali ke ruangannya dan diikuti oleh sekertarisnya. Setelah memasuki ruangannya, ia langsung mengerjakan berkas yang berada di meja kerjanya.
"Miss, besok Anda harus ke Axim Group, untuk meresmikan gedung baru Miss", ucap Jeno pada bosnya.
"Jam berapa?", tanya Christy.
"Jam 10 Miss", ucap Jeno.
"Hmm", ucap Christy.
Axim Group merupakan perusahaan yang baru dibangun Christy setelah A'r Company.
Perusahaan ini sudah masuk 10 besar dalam waktu 5 bulan. Karena kemampuan para pekerjanya, Christy menaikan gaji mereka sebesar 20%.
__ADS_1