
"Na na na na na" senandung Christy sembari mengeringkan rambutnya di meja rias yang berada di walk in closet.
Tak lupa ia mengoleskan krim pelembab dan lip balm pada wajah dan bibirnya. Setelah selesai Christy pun berjalan kearah lemari pakaian dan membukanya.
Christy pun mengambil pakaiannya secara asal. Karena merasa janggal dengan pakaian yang ia pegang, ia pun mencoba membuka lipatan pakaian itu.
"What, apa apaan ini" teriak Christy kaget.
Sontak mata Christy membulat, ia terkejut saat mendapati pakaian yang ia pegang bukanlah piyama, melainkan sebuah lingeri biru yang sangat minim dan memiliki kain yang menerawang. Dirinya bergidik ngeri saat membayangkan lingeri itu melekat pada tubuhnya.
Jeno yang mendengar suara teriakan Christy, langsubg berjalan menuju sumber suara.
Ceklek...
"Ada apa" ucap Jeno.
Mendengar suara Jeno, Christy pun membulatkan matanya. ia lasung membalikkan tubuhnya dan menyembunyikan lingeri yang ada ia pegang dibalik tubuhnya.
"Ah, Anu... em.. tadi ada kecoak" ucap Christy dengan cepat.
"Kecoak?, bukannya kamu ngga takut kecoa ya?" ucap Jeno sembari menyipitkan matanya.
"Emm... kecoanya tiba tiba terbang, jadi aku kaget" ucap Christy.
"Ya sudah kalo ngga kenapa kenapa, cepat ganti baju nanti kamu masuk angin, aku mau ke dapur dulu" ucap Jeno.
"Em yeah" balas Christy.
"Huh akhirnya, hampir aja" ucap Christy saat Jeno menghilang dibalik pintu.
Dengan cepat ia langsung mencari piyamanya, tetapi ia temukan hanya tumpukan lingeri di dalam 1 lemari.
"Sekarang aku menyesal memutuskan untuk membawa semua pakaianku ke rumah Jeno kemarin dan hanya menyisakan beberapa pakaian dilemari ini" ucap Christy lesu.
"Masa iya mau pakek baju Jeno, kan dia cuman bawa 2 setel"
Dengan terpaksa ia pun mengambil salah satu lingeri yang modelnya lebih tertutup, ya meskipun masih bisa dikatan terbuka tetapi ini lebih baik dari pada lingeri lainnya.
Setelah selesai, Christy pun memungut semua lingeri dan memasukannya ke lemari secara asal asalan. ia pun bergegas keluar dari walk in closet sebelum Jeno kembali.
Tetapi naas, sepertinya dewi fortuna tidak berpihak kepadanya kali ini. Tiba tiba saja pintu terbuka saat Christy sedang berjalan menuju kasur, sontak ia langsung membalikkan tubuhnya. Dirinya pun mematung saat melihat Jeno tengah membuka pintu sembari melihat kearahnya dengan tatapan yang tak bisa diartikan.
Mata Jeno mulai menelusuri tubuh Christy dari bawah ke atas, seakan mencari sesuatu yang berbeda dari penampilan Christy.
Lingeri itu...
"Oh tidak", gumannya saat melihat lingeri yang melekat pada tubuh Christy dan menampilkan lekuk tubuhnya secara jelas.
"Oh tidak dia bangun", lanjutnya.
Jeno pun menutup pintu dan bergegas berjalan kearah Christy, Christy pun mulai berjalan mundur. Jeno langsung menarik pinggang Christy dan mendekatkannya tubuhnya agar Christy tidak semakin menjauh.
"Apa yang kamu lakukan, lepaskan", cicit Christy dengan tatapan sayu.
Nafsu Jeno mulai mengendalikan pikirannya, ia membayangkan Christy berada dibawahnya sembari mendesahkan namanya.
__ADS_1
"Kamu sangat sexy dan menawan sayang, aku akan melahapmu hingga kamu tak bisa berjalan", ucap Jeno dengan nada mendesah di telinga Christy, hingga Christy merinding dibuatnya.
Tanpa membuang kesempatan, Jeno langsung melahap bibir Christy dan terjadilah pertempuran diatas ranjang.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=♡♡♡♡\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Pagi pun tiba, matahari menampakkan sinarnya, burung burung saling mengeluarkan kicauan indahnya. Sepasang pasutri muda masih setia bergelud dengan mimpinya. Sementara seorang anak laki laki tengah duduk di meja makan sembari ditemani oleh kepala pelayan.
"Tuan muda, apakah saya harus membangunkan tuan dan nyonya?" tanya Reson.
"Tidak perlu paman, mungkin mereka kelelahan" ucap Alkan sembari tersenyum menyeringahi.
Reson yang mengetahui maksud Alkan hanya mengangguk paham.
"Tolong sajikan makanannya paman, aku sudah lapar, oh ya tolong minta kepada kepala chef untuk membuatkan makanan pemulih stamina" ucap Alkan sembari mengedipkan matanya.
"Baik tuan muda" ucap Reson.
Dikamar sepasang pengantin baru, Jeno mulai membuka matanya.
"Hoam" nguap Jeno sembari merengganglan otot ototnya.
(napa author jadi ngikut nguap ya!ಥ_ಥ)
Pikirannya mulai membayangkan kejadian yang ia lakukan kemarin malam dengan Christy, sebuah senyuman puas pun terukir di wajahnya.
Dengan tersenyum ia melihat kearah wanitana berada. Terlihat seorang wanita tengah terlelap disampingnya. jejak bekas bercinta menghias indah di leher sang istri. Ia pun kembali tersenyum melihat maha karyanya terpampang indah dileher sang istri.
Tak lama mata indah istrinya terbuka.
"Too", balasnya.
"Tidurlah lagi ini masih pagi", ucap Jeno dengan suara seraknya.
"Jam berapa sekarang?" tanya Christy.
"Jam 8", jawab Jeno.
"What", ucap Christy terkejut.
Ia langsung melepas pelukan Jeno tetapi Jeno malah mengeratkan pelukannya.
"Sayang lepasin, aku mau mandi ini sudah siang pasti Alkan makan sendirian", ucap Christg sembari meronta ronta.
"Sayang tenang lah, Alkan tidak mungkin makan sendiri, Reson yang akan menemaninya", ucap Jeno sembari menutup matanya.
"Lagi pula Alkan pasti mengerti alasan kita tidak ikut sarapan", lanjutnya.
"Tapi sayang", rengek Christy.
"Sayang", ucap Jeno.
"Huh baiklah, tapi lepaskan dulu pelukannya".
"Tidak".
__ADS_1
"Sayang, aku mau mandi badanku sangat lengket"
"Berikan aku morning kiss baru aku lepaskan".
"Sayang, jangan bercanda".
"Aku serius, berikan dulu morning kissnya".
Christy pun menghela nafas, ia langsung menempelkan bibirnya ke bibir Jeno, kemudian menariknya kembali.
"Sayang, aku ingin ciuman".
"Tapi aku sudah menciumu kan".
"Itu bukan ciuman tapi kecupan, berikan aku ciuman" rengek Jeno.
"Hais, iya baiklah" ucap Christy.
Ia pun kembali menempelkan bibirnya ke bibir Jeno, kemudian melahapnya sebentar. Karena tak ingin kehilangan kesempatan, Jeno langsung menarik tengkuk Christy dan langsung mencium habis bibir Christy.
Sekitar 5 menit, mereka pun baru melepaskan ciumannya.
"Kau bercanda sayang, kau ingom membuatku kehilangan nyawa", protes Christy sembari terengah engah.
"Maaf".
"Yasudah aku mau mandi".
Christy pun melilitkan tubuhnya dengan selimut sembari bangkit dari kasurnya dan untungnya Jeno mengenakan boxer. Tiba tiba Christy merasakan sakit di pusat tubuhnya.
"Auu".
"Sayang", ucap Jeno sembari bangkit dan menghampiri Christy yang tengah terjatuh di sebelah kasur.
"Apa masih sakit?" tanya Jeno.
"Ya iyalah, ini tuh semua karena kamu kalo kamu mainnya ngga lama aku ngga bakal ngerasain sesakit ini", ucap Christy.
"Mana gede lagi", guman Christy pelan tapi masih bisa didengar Jeno.
"Tapi kamu suka kan", ucap Jeno dengan nada menggoda dan membuat merah pipi Christy.
Tanpa basa basi, Jeno langsung menggendong Christy ala bridal style dan membawanya menuju kamar mandi.
"Sayang apa yang kamu lakukan?" jerit Christy kaget.
"Stt, diam", ucap Jeno.
Mereka pun mandi bersama. Entah apa yang mereka lalukan didalam sana sehingga menghabiskan waktu 1 jam.
Ceklek...
"Hais, singa ini benar benar menggempurku habis habisan", ucap Christy sembari berjalan menuju walk in closet dengan di ikuti Jeno dari belakang.
"Salah sendiri kamu jadi canduku", ucap Jeno sebari mengecup pipi Christy.
__ADS_1
"Jeno", teriak Christy kesal.