Ardelia Christy

Ardelia Christy
Pingsan


__ADS_3

Tak lama mereka pun sampai di sebuah Rumah Sakit Harapan Bunda.


"Ayo kita turun boy", ucap Christy.


Mereka berdua pun turun dari mobil dan langsung masuk kedalam rumah sakit. Di depan rumah sakit sudah terdapat Athur yang sedang menunggu mereka berdua.


"Bang athur?", panggil Christy.


"Kalian", ucap Athur.


"Kenapa abang disini, siapa yang sakit?", tanya Christy.


"Emm nanti abang ceritakan, sekarang kita masuk dulu", ucap Athur.


Athur pun masuk kedalam rumah sakit dan diikuti oleh Chrisry dan juga Alkan. Mereka pun sampai di depan ruang operasi. Disana terdapat Davian, Vano, Dika dan Angga.


"Kalian, kalian juga ada disini?, siapa yang sakit", tanya Christy yang bingung.


Semua orang pun memandang kearah Christy dengan pandangan yang sayu.


"Ada apa ini?", tanya Christy lagi.


Alkan yang mengerti bahwa ini urusan pribadi mommy memilih untuk diam. Davian pun berdiri dan berjalan kearah Christy. Ia pun langsung memeluk Christy.


"A...ada apa ini?", tanya Christy yang setengah terkejut saat Davian memeluknya.


Davian pun melepaskan pelukannya, kemudian menatap Christy.


"Siapa yang sakit?", tanya Christy bingung.


"Jeno", ucap Davian pelan.


"Ada apa dengan Jeno?", tanya Christy yang terkejut.


"Uncle apa yang terjadi dengan daddy?, apa yang terjadi pada daddy?", tanya Alkan saat mendengar nama daddynya.


"Je... Jeno dia", ucap Davian yang mulai tak tega untuk menyampaikan suatu hal.


"Jeno kenapa?", tanya Christy sembari menggoyangkan tubuh Davian.


"Jeno kecelakaan", ucap Davian.


"APA!", ucap Christy yang tak percaya.


Davian dan Athur pun menceritakan kejadian yang menimpa Jeno.


"Bagaimana keadaannya sekarang?", tanya Christy sembari menahan tangisannya.


"Dia sempat dibawa ke IGD, karena mengalami benturan keras dikepalanya akhirnya terpaksa di operasi dan sekarang masih ditangani oleh dokter", ucap Davian.


Mendengar ucapan Davian, air mata Christy pun tumpah.


"Tenang saja mom daddy pasti kuat, mommy kan tahu kalo daddy tidak akan pernah menyerah", ucap Alkan yang ingin menghibur mommynya.


Mendengar ucap Alkan, Christy pun tersenyum.


Tak lama, seorang dokter keluar dari ruang operasi.

__ADS_1


"Siapa keluarga pasien?", tanya dokter itu.


"Saya dok", ucap Christy.


"Bagaimana keadaannya dok?", tanya Christy.


"Operasinya berjalan dengan lancar, pasien mengalami beberapa patah tulang dan juga keretakan pada tempurung kepala karena benturan yang cukup keras", ucap dokter.


"Tetapi karena benturan yang mengenai kepalanya dan juga pendarahan yang dialami pasien menyebabkan pasien kritis", ucap dokter.


"Kami akan memantau pasien dalam 24 jam, jika dalam 3 hari pasien belum juga sadarkan diri, kami terpaksa lepas tangan", ucap dokter.


"Berdoalah agar pasien bisa melewati masa kritisnya", ucap dokter.


Dokter itu pun pergi dari hadapan Christy, sementara Christy dan yang lainnya masih mematung tak percaya.


"Siapa keluarga pasien?", tanya seorang suster.


"Saya sus", ucap Christy.


"Kami akan memindahkan pasien ke ruang ICU, mohon untuk segera menangani registrasi", ucap sang suster.


"Biar aku dan Angga yang mengurusnya", ucap Vano.


Christy pun mengangguk.


"Tolong berikan ruang ICU pribadi yang terbaik untuknya, kami akan mengurus biayanya", ucap Vano.


Sang suster pun mengangguk dan kembali masuk kedalam ruang operasi. Tak lama, beberapa suster keluar sembari mendorong sebuah brankar menuju ruang ICU.


Tiba tiba saja Christy tak sadarkan diri. Saat melihat keadaan Jeno yang penuh dengan perban.


"Mom, bangun mom", panggil Alkan sambil menepuk nepuk pipi Christy.


"Dokter suster, tolong kami", panggil Athur.


Merasa terpanggil, beberapa suster menghampiri mereka sambil membawa sebuah brankar. Davian pun langsung menggendong Christy lalu memindahkannya ke atas brankar. Suster itu pun membawa Christy menuju ruang inap untuk melakukan pemeriksaan.


"Bagaimana keadaanya dok?", tanya Davian.


"Pasien mengalami tekanan dan ditambah lagi kurangnya nutrisi yang masuk kedalam tubuhnya, saya sudah memberinya obat tidur dan juga infus untuk menambah nutrisinya jadi kalian tenang saja", ucap dokter.


"Jangan membuat pasien merasa tertekan dan juga banyak bergerak, tubuhnya masih terlalu lemah, 3 jam lagi saya akan kembali untuk mengecek keadannya", ucap Dokter.


"Baik dok, terima kasih", ucap Athur.


"Sama sama", ucap dokter.


Dokter dan beberapa suster pun keluar dari ruang inap.


---


Hari silih berganti, tak terasa 2 hari sudah berlalu semenjak Jeno mengalami tragedi mengenaskan.


Sudah 2 hari lamanya Christy dan Alkan senantiasa menunggu Jeno untuk sadar dari komanya. Dan hari ini adalah hari terakhir jangka waktu yang ditentukan oleh dokter.


Ceklek...

__ADS_1


"Selamat siang nona Christy", sapa sang dokter yang bername tag Rafa.


"Siang dok", jawab Christy.


"Permisi, kami harus melakukan pemeriksaan untuk pasien", ucap Dokter Rafa.


"Silahkan Dok", jawab Christy.


Dokter Rafa pun mulai memeriksa Jeno.


"Bagaiaman dok keadaannya?", tanya Christy saat Dokter Rafa selesai melakukan pemeriksaan.


"Keadaanya tetap sama, pasien belum menunjukkan tanda tanda kemajuan yang signifikan, kami akan terus memantau kondisi pasien jika sampai besok pasien belum sadar dari kritisnya, kami mohon maaf", ucap Dokter Rafa.


Christy pun menatap sendu ke arah Jeno.


Apa kamu ingin meninggalkanku?, batin Christy.


Sadarlah sayang, aku dan Alkan masih membutuhkanmu, batin Christy.


"Baiklah kalau begitu kami harus pergi", ucap Dokter Rafa.


Christy pun mengangguk.


"Terima kasih dok", ucap Christy.


Dokter Rafa dan beberapa suster keluar dari ruangan Jeno. Setelah dokter dan suster itu pergi, Christy berjalan mendekat kearah Jeno.


"Sayang, sampai kapan kamu seperti ini, apa kamu mau meninggalkan kami?", tanya Christy sembari menggenggam tangan Jeno.


"Sayang, apa kamu lupa sebentar lagi acara pernikahan kita diadakan", ucap Christy.


"Sadarlah", ucap Christy sembari menundukkan kepalanya.


Tanpa disadari, setetes air mata meluncur membasahi pipi Christy. Ia sungguh tak rela jika Jeno meninggalkannya dengan Alkan.


Ceklek...


Davian, Diko dan Angga masuk kedalam ruangan Jeno sambil menenteng beberapa kantong plastik, sementara Vano dan Athur tengah pergi menjemput Alkan di sekolahnya.


Davian pun berjalan mendekati Christy, ia pun mengelus kepala Christy. Chrisry yang merasa seseorang mengelus kepalanya langsung mengangkat kepalanya dan melihat kearah orang itu.


"Jendral", ucap Chrsity sambil mengusap air matanya.


"Ayo makan dulu, dari kemarin kamu belum makan Christy", ucap Davian sambil mengelus kepala Christy.


"Aku tidak lapar", ucap Christy.


Davian pun menghela nafas, ia lantas mengambil sebuah kotak makan yang ia bawa dari rumah. Ia pun membuka kotak itu kemudia ia menyendok nasi dan beberapa lauk lalu menyodorkannya di depan mulut Christy.


"Buka mulut", ucap Davian.


"Sudah kubilang aku tidak...", ucap Christy yang terpotong.


"Makan atau kita pulang", ucap Davian yang memotong ucapan Christy.


Dengan terpaksa Christy pun membuka mulutnya, ia tidak mau jika harus disuruh pulang dan meninggalkan Jeno di rumah sakit.

__ADS_1


__ADS_2