
Sudah 3 jam Christy berada di ruang operasi, semua keluarga beserta teman dan anak buah Christy menunggu kabar dari dokter.
Tak lama Kim yang tengah menangani Christy pun keluar. Athur yang melihat itu langsung melemparinya dengan pertanyaan.
"Bagaiman kondisi Christy sekarang?",tanya Athur.
Mendengar pertanyaan Athur Kim pun hanya bisa menunduk, tubuhnya begetar seakan tidak sanggup menjawab pertanyaan Athur.
"Maaf, aku gagal", ucap Kim sambil menangis.
"APA MAKSUDMU KAK?", tanya Athur.
"Aku gagal menyelamatkan Christy, a...aku gagal", ucap Kim sambil menangis.
"jangan bercanda katakan yang sebenarnya kak!", ucap Athur.
"itu kenyataannya", ucap Kim.
Mendengar itu Athur pun terjatuh. Semua keluarga Christy begitu shock.
"Dad Christy dad", ucap Ardel sambil menangis.
"Tidak tidak mungkin", ucap Athur yang tak percaya.
"Itu benar, sekarang dia kritis dan kankernya semakin memburuk, tidak ada harapan lagi untuk menyelamatkannya", ucap Kim.
"Kanker?", tanya Alex.
"Iya, kanker darahnya sudah mencapai stadium 3", ucap Kim sambil menangis, ia pun terduduk dilantai.
"Apa begitu semenderitanya anak kita pa?", tanya Ratih pada David.
"Aku tidak bisa menjadi abang yang baik, aku terus menyakitinya", ucap Axel.
"Tenanglah, ini bukan salah kamu", ucap Lea.
"Tuhan, mengapa engkau harus mengambil anak ku tuhan, tolong kembalikan anak kami tuhan", ucap Ardel.
"Tolong urus pemakaman Christy", ucap Samuel sambil menenangkan istrinya.
Kim mengangguk, ia pun berdiri lalu pergi untuk mengurus pemakaman Christy. Sebelum benar benar pergi, tiba tiba seorang suster memanggilnya.
Ceklek...
"Dokter, dokter", panggil seorang suster.
"Ada apa"?, tanya Kim.
"Dokter, pasien yang ada di ruangan ini tidak ada dok", ucap suster itu.
Mendengar ucapan suster itu, Kim langsung tersentak kaget. Tak hanya Kim, semua orang yang ada disana juga kaget bukan main.
"Apa bagaimana bisa?", tanya Kim.
"Saat kami ingin mengambil jenazah pasien, jenazah itu sudah tidak ada di tempat", ucap suster itu.
Athur pun berjalan masuk ke ruang operasi untuk memastikan ucapan suster itu. Kim pun mengikuti Athur masuk ke dalam ruang operasi.
"Bagaimana bisa", ucap Athur tak percaya.
"Disini tidak ada jendela sama sekali dan satu satunya jalan keluar dari ruang operasi ini adalah pintu itu, bagaimana bisa mayat Christy hilang", ucap Kim.
__ADS_1
"Apa disini ada CCTV?", tanya Athur.
"Didalam ruang operasi tidak ada CCTV", ucap Kim.
"Tunggu dulu, ada CCTV didepan pintu ruang operasi", ucap Kim.
"Dimana ruang CCTV?", tanya Athur.
"Ikut aku", ucap Kim.
Kim dan Athur keluar dari ruang operasi.
"Bagaimana?", tanya Vano.
"Sepertinya sudah ini direncanakan, pelakunya melakukannya dengan sangat mulus hingga tidak meninggalkan jejak.
"Siapa yang berani mengambil jenazah Christy?", tanya Diko.
"Untuk itu kita harus ke ruang CCTV ubtuk memastikannya", ucap Athur.
"Bagaimana?", tanya Samuel.
"Jenazah Christy benar benar menghilang", ucap Vano.
"Apa!", ucap Ardel.
Tiba tiba saja Ardel tak sadarkan diri.
"Tuan sebaiknya Anda istirahat saja dirumah, biar kami yang akan mengurusnya", ucap Angga.
"Apa maksud lu, dia itu adik gw, punya hak apa lu ngelarang ngelarang kita", ucap Regan.
"Iya saya tau dia adik kamu, tapi dia juga adik kami, jadi kami mohon biarkan kami melakukan penyelidikan ini", ucap Athur.
"Dab satu lagi, jangan sampai berita tenrang Chriaty yang menghilang tersebar", ucap Athur.
"Baiklah, aku akan serahkan semuanya padamu", ucap Alex.
Hari pun semakin gelap, keluarga dan orang terdekat Christy pun memutuskan untuk pulang.
---
Hari silih berganti, sudah 6 bulan semenjak menghilangnya Christy dari rumah sakit dan sudah 6 bulan lamanya Athur dkk mencari keberadaaan jasad Christy tetapi tetap saja mereka belum menemukan sebuah petunjuk sama sekali.
Kini Athur dkk tengah berada di Mansion Diamond. Seperti biasa mereka akan melapor pada Samuel tentang pencarian jasad Christy.
"Maaf tuan, sampai saat ini kami belum bisa menemukannya", ucap Athur.
"Kami sudah mengerahkan seluruh anggota kami untuk mencari Christy tetapi tetap saja kami belum menemukan petunjuk apapun", ucap Vano.
"Benar tuan, kejadian itu benar benar sudah direncanakan dengan matang, dan sepertinya ada orang besar dibalik rencana itu", ucap Angga.
"Orang besar?", tanya David.
"Iya tuan", ucap Angga.
"Tunggu dulu, apa katamu tadi?, orang besar", tanya Athur pada Angga.
"Iya", jawab Angga.
"Astaga kenapa aku bisa melewatkan itu", ucap Athur.
__ADS_1
"Ada apa?, apa kau menemukan petunjuk?", tanya Vano.
"Iya, dan sayangnya kita melewatkan hal itu", ucap Athur.
"Mr.Alexandra, hanya Mr.Alexandra yang bisa melakukan ini", ucap Athur.
"Astaga, kenapa kita tidak memikirkan hal itu", ucap Vano.
"Kita benar benar melewatkan hal yang sebenarnya penting", ucap Angga.
"Tuan coba Anda hubungi tuan Alexandra, saya yakin Christy pasti bersama dengannya", ucap Athur.
"Ayah?", ucap Samuel.
"Iya tuan", ucap Athur.
Dengan ragu-ragu, Samuel pun menghubungi Alexandra.
Tut...
Panggilan pun tersambung...
"Halo ayah", ucap Samuel.
"Dasar iblis kecil, sudah berapa lama kamu tidak menelpon ayahmu hmm?", tanya Alexandra.
"Maafakan aku ayah, aku sedang sibuk sekarang", ucap Samuel.
"Sesibuk apa kamu sampai melupakan ayahmu ini?", tanya Alexandra.
"Maafkan aku ayah, amu benar benar sibuk mengurus perusahaan", ucap Samuel.
"Rasanya aku ingin memebakar perusahaanmu itu", ucap Alexndra.
"Ayah aku ingin bertanya seseuatu, apa Christy sedang bersamamu?", tanya Alexandra.
"Kenapa kamu menyakan itu?, sesibuk apa kamu sampai menelantarkan cucuku?", tanya Alexandra dingin.
"Kamu benar benar tidak becus menjaganya, jika kamu tidak bisa menjaganya biarkan aku yang menjaganya", ucap Alexandra.
"Maafakan aku ayah", ucap Samuel menyesal.
"Yang kamu lakukan hanya bisa meminta maaf lihatlah cucuku ini, wajahnya yang dulu selalu ceria dan berseri sekarang berganti dengan wajah yang sangat pucat", ucap Alexandra.
Samuel pun meneteskan air mata, ada rasa penyesalan didalam dirinya saat membayangkan ucapan Alexandra.
"Ayah, bisakah aku bertemu Christy?, paling tidak biarkan aku melihatnya sebentar saja", ucap Samuel.
"Tidak, aku tidak akan memberikanmu kesempatan untuk melihatnya, dan jangan harap kamu bisa bertemu dengannya saat ini", ucap Alexandra.
"Tapi ayah...", ucap Samuel terputus.
Tut...
Panggilan diakhiri oleh Alexandra. Samuel hanya bisa menghela nafasnya.
"Kamu benar, ayah yang membawanya", ucap Samuel pada Athur.
"Apa Crhristy masih hidup?", tanya Davud.
"Iya Christy masih hidup", ucap Samuel.
__ADS_1
"Ya sudah kalau begitu tuan, kami pamit undur diri", ucap Athur.
Samuel pun mengangguk, setelah mendapat anggukan dari Samuel Athur dkk pun keluar dari ruang kerja Samuel dan David.