
Singapore Changi Airport~
Kini Christy dan Kim berjalan menuju area penjemputan. Disana sudah ada beberapa bodyguard yang menjemput mereka. Mereka pun menuju Hotel.
Sebenarnya ia memiliki apartemen pribadi di negara ini, tetapi letaknya sangat jauh dari A'r Hospital , akhirnya mereka memilih menginap di hotel milik Christy yang tempatnya sangat dekat dengan rumah sakit.
Christy dan Kim pun sampai di A'r Hotel. Mereka pun melakukan chek-in, barang barang mereka sudah dibawa terlebih dahulu ke Singapura sebelum keberangkatan mereka, jadi mereka tak khawatir membawa banyak barang.
"Dek ini kunci kamar kamu, setelah ini langsung istirahat, jangan begadang besok kamu harus kemo", ucap Kim.
"Siap bang", ucap Christy.
Mereka pun menuju kamarnya masing masing.
Hari pun berganti, tetapi Christy masih bergelut dengan selimut tebalnya.
Tok... tok... tok...
Dek..
Christy yang mendengat suara ketukan pintu pun terbangun.
"Duh siapa sih, masih pagi juga", ucap Christy geram.
"Dek", panggil Kim lagi.
"Iya bentar", jawab Christy.
Christy pun turun dari kasurnya dan berjalan kearah pintu, lalu membukanya.
"Siapa sih", ucap Christy sambil membuka pintu.
"Astaga dek, kamu baru bangun?", tanya Kim.
Mereka pun langsung masuk ke kamar Christy. Christy pun menuju kasurnya dan tidur lagi. Kim yang melihat itu langsung menarik tangan Christy hingga ia terduduk.
"Aduh bang, Christy ngantuk nih mau tidur lagi", ucap Christy yang masuh memejamkan matanya.
"Dek sekarang udah jam 8, kamu kemonya jam 9 lho dek", ucap Kim.
"Kan masih lama", ucap Christy sambil memposisikan tubuhnya untuk tidur lagi.
"Engga engga, pokoknya kamu harus bangun trus mandi", ucap Kim tegas.
Dengan berat hati Christy pun berjalan menuju kamar mandi, sementara Kim tengah menyiapkan sarapan dan keperluan untuk nanti.
Tak lama pintu kamar mandinya terbuka dan menampilkan Christy yang terbalut pakaian casualnya.
"Dek ayo kita sarapan, abang udah siapin makanannya", ucap Kim.
"Woah, oseng oseng kangkung", ucap Christy saat melihat makanan kesukaannya ada disana.
"Ayo ayo kita makan, setelah itu kita berangkat", ucap Kim.
__ADS_1
Mereka pun makan dengan tenang. Setelah selesai sarapan Christy dan Kim langsung menuju A'r Hospital.
Tak butuh waktu lama mereka pun sampai di A'r Hospital.
"Permisi saya ingin bertemu dengan Dr. Zain, kami sudah membuat janji dengannya, ucap Kim pada resepsionis.
" Dr. Zain ada di ruangannya", ucap Resepcionis itu.
"Terima kasih", ucap Kim.
Kim dan Christy pun menuju ruangan Dr. Zain.
Tok... tok... tok...
"Masuk"
Ceklek...
"Oh, kamu", ucap Zain.
"Queen?", ucap Zain yang terkejut melihat Christy.
"Abang?", balas Christy.
"Kalian saling kenal?", tanya Kim.
"Ya dia adalah salah satu anggota kita yang aku tugaskan di Singapura, dia juga yang menanganiku dulu", ucap Christy.
"Jadi, penyakitnya memburuk?", tanya Zain.
"Kau ini selalu begitu Queen, kapan kau akan berubah, kami sangat menyayangimu Queen jika kau tidak ingin meminum obatmu atau melakukan kemo setidaknya lakukanlah demi kami", ucap Zain.
"Iya dek, yang dikatakannya memang benar, setidaknya kau melakukannya demi kami", ucap Kim.
Christy hanya bisa menghembuskan napas dengan kasar.
"Kami tau apa yang kamu rasakan, tapi lakukanlah pengobatan ini demi kami, demi keluarga dek, abang mohon turuti apa yang abang katakan mulai sekarang", ucap Kim sambil menggenggam tangan Christy.
"Christy akan melakukannya, tetapi jika ini tidak bisa menyembuhkan kanker ini, Christy tidak akan melakukannya lagi", ucap Christy.
"Baiklah Queen", jawab Zain.
"Baiklah dek", ucap Kim.
"Apakah kamu siap Queen?", ucap Zain.
"Aku siap", ucap Christy.
"Ayo kita lakukan prosedurnya", ucap Zain lagi.
Zain pun melakukan prosedur kemo dibantu dengan Kim.
Di Mansion Diamond, Alex, Axen, Devan, Arga, Regan, Lea, Eva, Milla dan Regina tengah bermain ToD di ruang keluarga.
__ADS_1
"Truth or Dare?", tanya Arga pada Axel.
"Karna gw gentle, gw pilih Dare", ucap Axel dengan PD nya.
"Lu harus cium orang yang lu suka, kalo ngga lu harus traktir kita Starbucks seminggu", ucap Regan.
"What, lu gila ya, lainnya napa", ucap Axel.
"Lu harus pilih salah satu", ucap Alex.
"Yaudah gw pilihhhhhh........", ucap Axel sambil menjeda ucapannya.
"Traktir lu semua di Starbucks", ucap Axel lagi.
"Yah lu mah ngga gentle, ucap Regan.
"Bodo amat, yang penting lu semua gw traktir 1 minggu", ucap Axel.
Tak lama Samuel dan Ardel berjalan kearah mereka.
"Dad, udah pulang?", tanya Alex.
"Udah", ucap Samuel.
"Loh, kalian", ucap Ardel.
"Hai mom", ucap Milla.
"Hai sayang, gimana kabar kalian?", tanya Ardel.
"Kami baik kok mom", ucap Eva.
"Dad mereka mau nginep disini boleh ngga mom?", tanya Alex.
"Boleh banget dong, jadi mommy kamu ngga akan kesepian lagi", ucap Samuel
"Ya sudah, mommy sama daddy akan kekamar dulu", ucap Ardel pada Axel.
"Siap mom", ucap Axel.
Samuel dan Ardel pun pergi menuju kamarnya.
"Yuk lanjut", ajak Milla.
Permainan pun berlanjut.
Di Singapura, Christy Zain dan Kim baru selesai melakukan prosedur kemo pada Christy.
"Queen ini obatnya, jangan lupa minum yang teratur", ucap Zain pada Christy.
"Kamu harus kemo teratur selam 2 minggu kedepan", ucap Zain.
"Siap kak", ucap Christy.
__ADS_1
"Yaudan Kita balik dulu", ucap Kim.
Kim dan Christy keluar dari ruangan Zain dan menuju apartemen untuk istirahat.