
Kini keluarga Alexandra Adipati, tengah sarapan pagi bersama.
"Alex, dimana Princess?", tanya Ardel.
"Mungkin masih tidur mom, kecapean kali", jawab Alex.
"Yaudah, setelah sarapan kamu antar makanan ke kamar Christy", ucap Samuel.
"Ya dad", jawab Alex.
Mereka pun makan dengan tenang, bersama para pekerja.
Di kamar, Christy masih bergelut dengan selimut tebalnya. Entah mengapa badannya terasa pegal semua.
Ceklek...
Pintu kamar Christy terbuka dan menampilkan Alex yang memegang nampan berisika makanan dan ditemani oleh Axel.
"Dek, ayo bangun", ucap Alex.
"Dek, makan dulu gih, lu kan belum makan", ucap Axel.
"Dek lu kenapa?", tanya Alex.
"Dingin bang", ucap Christy menggigil.
"Dek lu sakit", tanya Axel.
"Yaudah, makan dulu trus minum obat", ucap Alex.
Christy memakan makanannya dan meminum obatnya. Alex pun mengambil nampan yang kosong lalu menarunya di meja.
"Dek, kok lu bisa sakit?", ucap Alex khawatir.
"Ya bisa lah, namanya juga manusia", ucap Axel geram.
"Ye elu", jawab Alex.
"Gak tau nih bang, tiba tiba aja badan Christy pegel semua", ucap Christy.
"Yaudah gw keluar dulu", ucap Axel sambil membawa nampan kosong.
Axel pun keluar dari kamar Christy dan menuju ke dapur, untuk mengembalikan nampan.
"Xel, Christy gimana?", tanya Ardel.
"Dia lagi sakit mom", ucap Axel.
"Ada apa ini?", tanya Samuel yang tiba tiba datang entah dari mana bersama David dan Ratih.
"Itu dad, Christy sakit", ucap Ardel.
"Sakit", tanya Ratih.
"Iya mah", ucap Axel.
"Udah minum obat?", tanya David.
"Udah pah", jawab Axel.
"Telfon dokter aja", ucap Samuel.
"Iya dad", ucap Alex.
Alex pun segera menelpon dokter keluarga.
Samuel, Ardel, David dan Ratih bergegas menuju kamar Christy.
"Sayang kamu sakit?", tanya Ardel.
"Iya kayaknya mom", jawab Christy.
"Udah minum obat?", tanya Ratih.
"Udah mah", jawab Christy lemas.
Tak lama Axel pun datang bersama Lia dan Regan.
"Dad aku udah telpon dokter Suhan", ucap Axel pada Samuel.
"Kenapa abang telpon dokter", ucap Christy yang tak suka.
"Ini demi kebaikanmu Christy", jawab Samuel.
"Tapi kan dad Christy bisa minum obat", ucap Christy.
"Tidak Christy, kamu harus di periksa sayang", jawab Samuel.
"Tapi dad", ucap Christy.
"Tidak ada tapi tapian", jawab Samuel.
"Ya sudah kamu istirahat dulu, kami akan keluar", ucap Ratih.
Mereka pun keluar meninggalkan Christy sendiri.
Ting... Tong...
"Eh Gan, tolong bukain dong", ucap Axel pada Regan.
Regan pun membuka pintu mansion dan menampilkan Eva dan Arga dkk.
"Bro", ucap Arga.
__ADS_1
"Yoi, Bro, dimana beruang kutub?", tanya Regan yang tidak melihat Devan.
"Ada acara keluarga katanya", ucap Arga.
"Oke Ayo masuk", ucap Regan lagi.
Mereka pun menuju ruang keluarga.
"Eh Lea, Christy dimana?", tanya Regina pada Lea.
"Ada dikamar, orangnya sakit", jawab Lea.
"Hah, sakit", tanya Milla.
"Hooh, sekarang dia lagi istirahat", ucap Lea.
"Oh yaudah kalo gitu", ucap Regina.
Ting... tong...
Tak lama bel rumah berbunyi kembali.
"Siapa bi?", tanya Alex.
"Dokter Suhan den", ucap Bibi Rani.
"Oh, mari dok saya tunjukan jalannya", ucap Alex.
Dokter Suhan langsung mengikuti Alex dari belakang.
Ceklek...
"Dek ini ada dokter Suhan", ucap Alex.
"Iya, halo dok", sapa Christy.
"Halo, aku akan memeriksamu", ucap Dokter Suhan.
Dokter Suhan mulai memeriksa Christy.
"Apa yang kamu rasakan?", tanya Fokter Suhan.
"Pusing dan lemas dok", ucap Christy.
"Baiklah, kamu terkena hanya demam aku akan memberikanmu obat kebetulan aku juga membawa obatnya", ucap Dokter Suhan.
"Ini minum 1 hari 3× setelah makan dan diminum setiap hari, perbanyak istirahat dan juga minum air yang banyak supaya tubuhmu tidak kekurangan cairan", ucap Dokter Suhan sembari memberikan beberapa obat kepada Christy.
"Terima kasih dok", ucap Christy.
"Sama sama, baiklah aku harus kembali", ucap Dokter Suhan.
"Mari dok saya antar", ucap Alex.
Alex pun mengantar Dokter suhan hingga kemuar mansion, setelah itu ia pun menghampiri temannya.
"Woke", jawab Arga.
"Oke", jawab Regina.
"Yaudah gw ambilin botol dulu", jawab Alex.
Alex pun mengambil botol, dan datang lah Ardel.
"Lho kalian", ucap Ardel.
"Hehe iya mom", jawab Milla.
"Oh yaudah mom mau kedapur dulu", ucap Ardel.
Tak lama Alex datang sambil membawa botol kosong dan beberapa camilan dan minuman dingin. Mereka pun memulai permainannya.
Ditengah permainan mereka tiba tiba seorang pria paruh baya yang tak lain adalah kakeknya memasuki mansion.
"Dimana cucuku", ucap Alexandra.
"Di... dia dikamar kek", jawab Axel tergagap.
Kakek pun bergegas ke lantai 2 dan menuju kamar Christy.
"Dari mana kakek tau kalau Christy sedang sakit?", ucap Axel.
"Aku juga tidak tau", sambung Alex.
Ceklek...
"Cucuku, kenapa kamu bisa sakit", ucap Alexandra.
"Kakek, kenapa kakek bisa ada disini", ucap Christy.
"Kamu pikir kakekmu ini tidak akan tahu begitu, kakek mengetahuinya dari anak buah kakek, dan kebetulan kakek sedang di Singapura jadi cepat sampainya ke sini", ucap Alexandra.
"Kakek akan membuatkan obat tradisional untukmu, tunggu disini kakek harus mengambil barang kakek dulu", ucap Kakek sembari keluar dari kamar Christy.
Oh tidak, kakek akan menjadikanku kelinci percobaan lagi, aku tidak mau, batin Christy.
10 menit kemudian Alexandra kembali, ia membawa sebuah nampan yang diatasnya terdapat sebuah mangkuk berisikan obat tradisional buatannya.
"Minumlah ini cucuku", ucap Alexandra.
"Kakek tidak akan memberiku obat yang aneh aneh bukan", ucap Christy sembari melihat mangkuk putih yang dibawa kakeknya.
"Tidak, minumlah", ucap Alexandra sembari memberikan mankuk putih pada Christy.
__ADS_1
"Hitam sekali", ucap Christy.
"Jangan dilihat dari luarnya", ucap Alexandra.
"Kek apa kakek tidak membawakanku madu", ucap Christy sembari memelas.
Ia tau kalau obat yang ada ditangannya sekarang rasanya pahit, dari baunya saja sudah bisa membuat kepalanya pening, apa lagi menelannya.
"Tidak, sudah jangan banyak tanya cepat minum", ucap Alexandra.
Christy pun meminum obat tradisional buatan kakeknya.
"Jangan dimuntahkan, kakek akan memasukkanmu ke akademi militer jika sampai kamu memuntahkannya", ucap Alexandra saat melihat Christy yang mencoba memuntahkan obat yang ia buat.
Alexandra tau jika cucunya itu sangat anti yang namanya akademi militer. Menurut Christy menjadi pengabdi negara tidak harus masuk dalam kemiliteran, selain itu ia merasa bahwa ia tidak akan bisa menikmati hidupnya dengan bebas jika terjun kedalam kemiliteran.
Karena mendapat ancaman dari kakeknya, dengan terpaksa Christy pun menelan obat yang ada di mulutnya.
"Kakek ini sangat sangat pahit", ucap Christy sembari menaruh kembali mangkuk bekas di atas nampan.
"Namanya juga obat, jika kamu tidak mau meminumnya maka jangan sakit", ejek Alexandra.
Yang benar saja, emangnya aku robot yang ngga bisa sakit, batin Christy.
"Istirahatlah, kakek akan mengembalikan mangkuknya", ucap Alexandra sembari berjalan keluar dari kamar Christy.
"Hey son", panggil Alexandralada Axel saat melintasi ruang santai dan melihat Duo A berada disana bersama kawan kawannya.
"Ada apa kek?", ucap Axel sembari menghampiri Alexandra.
"Tolong kamu kembalikan ini", ucap Alexandra sembari memberikan mangkuk bekas.
"Yah kakek", protes Axel.
"Jangan membantah kakek son", ucap Alexandra.
Dengan langkah gontai Axel berjalan menuju dapur. Sementara Alexandra memilih beristirahat dikamarnya.
---
Hari pun semakin siang, sudah waktuya makan siang.
"Alex dimana Axel?", tanya Alexandra.
"Axel sedang hangout dengan temannya kek", ucap Alex.
"Hais anak itu", ucap Alexandra.
"Boy, tolong kamu cek keadaan Christy, sudah waktunya makan siang", ucap Alexandra.
"Iya kek", ucap Alex.
Alexandra pun berjalan menuju ruang makan, sedangkan Alex berjalan menuju lift untuk ke lantai 4 melihat keadaan adiknya itu.
Ceklek...
Alex membuka pintu kamar Christy, ia menemukan sang empunya kamar sedang terlelap dibamim selimut tebalnya. Alex pun mendekati Christy dan langsung mengecek keadaan Christy.
"Hmm, sudah tidak panas", ucap Alex saat menempelkan telapak tangannya pada kening Christy.
Christy yang merasakan sentuhan di keningnya langsung membuka matanya.
"Kenapa abang disini?", tanya Christy sembari mengubah posisinya menjadi duduk.
"Kakek menuruh abang untuk mengecek keadaanmu", ucap Alex.
"Sudah waktunya makan siang, abang akan mengambilkan makananmu dulu", ucap Alex.
"Tidak usah bang, Christy akan makan dibawah aja", ucap Christy.
"Tapi kamu masih sakit princess", ucap Alex.
"Christy udah mendingan kok bang", ucap Christy.
"Ya sudah kalau begitu, kamu cuci muka dulu lalu kita turun bersama", ucap Alex.
Christy langsung menjalankan perintah Alex. Mereka pun turun untuk menuju ruang makan.
"Alex, Christy ayo waktunya makan siang", ucap Ardel yang melihat kedua anaknya turun bersama.
Alex dan Christy pun sampai di meja makan mereka pun duduk di kursi mereka.
"Kek", panggil Christy.
"Ada pa cucuku", jawab Kakeknya.
"Kemarin daddy sakit kek", ucap Christy sambil melihat kearah daddynya.
"A.... a....a tapi, sekarang sudah sembuh", ucap Samuel gagap.
"Kek coba periksa aja kek, siapa tau masih sakit", ucap Christy menjahili daddynya.
"Nanti aku akan mengurusmu", jawab Kakek.
Christy pun menjulurkan lidahnya.
"Dasar iblis kecil", ucap daddynya yang masih bisa didengar Christy dan Kakeknya.
"Kek lihatlah, cucumu yang cantik ini dibilang iblis kecil oleh anakmu sendiri kek", ucap christy.
"Ti... tidak ayah, itu tidak benar", ucap Samuel dengan wajah pucat pasinya.
"Kamu pikir, ayah tidak mendengarnya, sepertinya kau memang sakit, kita akan lakukan setelah makan", ucap Kakek.
__ADS_1
"Ya kek, itu akan lebih baik", ucap Christy sambil menahan gelak tawanya.
Mereka pun makan dengan tenang.