Ardelia Christy

Ardelia Christy
Pertemuan


__ADS_3

kring.... kring... kring...


Bel istirahat berbunyi, Christy dkk yang ingin pergi ke kantin dihentikan oleh seseorang.


"Eh tunggu", ucap Ardeila.


"Ada apa", jawab Eva.


"Emm... gw boleh ikut nggak?", tanya Ardeila.


"Serah", jawab Christy.


Christi dkk dan Ardeila pun menuju kantin, berbeda dengan Devan dkk yang masih berada dikelas.


"Guys, kantin yok", ucap Arga.


"Eh..., gw ikut kalian boleh nggak", tanya Regan.


"Hmm", jawab Devan.


Akhirnya Devan dkk dan Regan menuju kantin. Sementara Christy dkk dan Ardeila sudah berada di kantin.


"Guys duduk dimana nih?", tanya Regina.


"Duduk di pojok ae lah kek biasanya", ucap Eva.


Mereka pun duduk di tempatnya. Tak lama Devan dkk dan Regan memasuki kantin.


"Gaes penuh nih tempatnya", ucap Axel.


"Duduk bareng nerd aja, masih cukup tuh", ucap Devan.


Mereka langsung menuju meja Christy dkk.


"Gaes kita duduk bareng kalian ya, tempatnya udah penuh", ucap Arga.


"Duduk aja", jawab Milla.


Devan dkk dan Regan akhirnya duduk, dan mereka langsung memesan makanan.


"Cantik", ucap Devan lirih sambil


memperhatikan Christy yang sibuk dengan hpnya.


Christy yang merasa di perhatikan langsung melihat kearah Devan. Tak sengaja mata mereka bertemu, Arga yang berada disebelah Devan langsung memberitahukan kepada teman temannya, tanpa sepengetahuan dua sejoli itu.


"Sttt... sttt...", kode Arga.


"Apa an sih Ar", jawab Axel.


"Itu, coba kalian lihat Devan dan Christy tp jangan rame", ucap Arga.


Mereka langsung melihat kearah yang ditunjukkan oleh Arga. Sontak saja mereka menjahili kedua sejoli itu.


"Ekhmmm..."


"Ada yang tatap tatapan nih", goda Axel.


"Awas ntar saling suka lho", goda Arga.


"Gw mencium bau bau pj nih", goda Milla.


Devan dan Christy yang mendengar itu langsung memutus kontak mata mereka.


"Wih, dek kenapa pipi lu merah gitu", ucap Alex.


"Mana ada", jawab Christy.


"Cieeee, blusing", goda Axel.


Christy yang merasa terpojojok langsung melihat kearah Devan dkk. Dan tak sengaja mata Christy dan Regan bertemu, tetapi Christy langsung memutuskan kontak matanya.


Deg...


Tatapan itu, batin Regan.


Gw kangen lu bang, batin Christy.


Christy yang mengetahui kehadiran Regan, tak kuasa menahan tangisnya. Ia pun memilih pergi pergi menuju rooftop. Devan yang mengetahui Christy pergi langsung mengikutinya.


"AKKHHH", teriak Christy.


"KENAPA KALIAN BERDUA DATANG DI KEHIDUPAN GW", teriak Christy.


"SAAT GW BAHAGIA KENAPA KALIAN DATANG"

__ADS_1


"GW KANGEN LU BANG"


"Gw kangen lu bang, tapi gw ngga bisa", ucapnya semakin lirih.


Dengan cepat Devan memeluk Christy, untuk menenangkannya.


"Hiks, gw benci hiks"


"Kenapa hidup gw kek gini hiks"


"Apa gw gak berhak bahagia hiks"


"Lu berhak bahagia kok" jawab Devan.


"Tapi kenapa dia datang", ucap Christy.


"Mungkin itu sudah takdir tuhan", jawab Devan.


Tes... Tes...


Christy yang merasakan ada sesuatu dihidungnya langsung menyentuhnya, ia hanya tersenyum miring saat mengetahui bahwa itu adalah darah, tak lama Christy pun pingsan di pelukan Devan. Devan yang tidak merasakan gerakan dari Christy mencoba melihat apa yang terjadi. Ia pun kaget dengan apa yang ia lihat, Christy pingsan dengan darah mengalir dari hidung Christy.


Dengan sigap ia langsung membawa Christy ke uks. Ia sudah tak peduli dengan penampilanya yang seperti gembel, rambut yang acak acakan, baju yang lusuh dan penuh darah dan tak lupa ia menggendong Christy ala bridal style.


Sesampainya di uks ia langsung memanggil dokter yang menjaga di uks sekolahnya dan tak lupa memanggil teman temannya.


Tak lama kemudian Alex dkk dan Eva dkk (ya tentunya tanpa Regan dan Ardeila) menghampirinya, ia pun menceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada Christy.


"Bagaimana dok, keadaannya?", tanya Devan.


"Dia tidak apa apa, hanya saja sepertinya dia tertekan dan kecapean sehingga membuatnya mimisan.


Dokter itu terpaksa berbohong karena ia tahu bahwa missnya mengidap kanker darah stadium 1.


"Bolehkah kita melihatnya dok", ucap Alex.


"Silahkan", jawab dokter.


Mereka pun langsung masuk melihat keadaan Christy. Alex dan Axen langsung menghampiri Christy yang masih setia menutup mata.


"Dek, lu kok bisa kayak gini", ucap Alex.


"Dek, maafin abang, abang nggak bisa jaga kamu", Axel.


"Lex, sebenarnya Christy itu siapa sih?", tanya Arga.


Alex langsung menghembuskan nafasnya.


"Va, tolong lepas peralatan nerdnya dong, kayaknya dia ngerasa nggak nyaman", ucap Alex.


"Dan kalian, lepas aja peralatan kalian gw liat kayak risih banget gitu", ucap Eva kepada kawan kawannya.


"Dan kalian gw mohon setelah mengetahui siapa kita sebenarnya kalian nggak ngebongkar hal ini kepada siapapun" ucap Eva kepada Devan dkk.


"Oke kita nggak akan ngebongkar rahasia kalian", ucap Arga.


Eva dkk langsung melepaskan atribut mereka, begitu juga dengan Christy. Semua yanga ada di ruangan itu kaget setelah mengetahui wajah asli mereka.


"Whattt", ucap Devan dkk kaget kecuali Devan yang hanya mendelikkan matanya.


"Stttt, jangan teriak", ucap Milla.


"Jadi Christy itu adik lo lex dan kalian adalah anak dari keluarga tersukses ke 4, 5 dan 7", ucap Arga.


"Iya, gw mohon kalian nggak ngebocorin hal ini", ucap Alex.


Tiba tiba Cristy bergerak perlahan mengambil gelas berisi air yang ada disebelahnya dan meminumnya tanpa diketahui oleh Eva dkk dan Devan dkk yang tengah membelakanginya. Sebenarnya Christy sudah sadar dari tadi hanya saja ia sangat malas untuk menjawab pertanyaan yang akan dilontarkan kepadanya.


Setelah menaruh gelasnya, ia pun dengan gesitnya keluar dari uks tanpa diketahui oleh kawan kawannya tak lupa ia memasang atribut nerdnya lagi. Ia pun menuju ruangannya dan mengganti seragam yang penuh darah, setelah mengganti seragamnya ia langsung pergi menuju taman belakang yang katanya angker, padahal menurut Christy tidak.


Devan dkk dan Eva dkk yang selesai berbincang langsung melihat kearah Christy, betapa kagetnya mereka, saat mengetahui Christy tak ada di brangkar yang tadi ia tempati.


"Woi, Christy ngilang", ucap Axel.


"What, bukannya tadi dia masih pingsan", ucap Devan.


"Coba Cari", ucap Eva.


Mereka pun mencarinya dimana mana.


"Lu ketemu Christy nggak?, gw udah cari dimana mana nggak ketemu", tanya Axel.


"Gw juga", ucap Arga.


"Sama", ucap Milla.

__ADS_1


"Sebentar sebentar, kita belum nyari di taman belakang", ucap Eva.


"Bukannya tuh tempat angker", jawab Alex.


"Coba kita cek mungkin dia disana", ucap Devan.


Mereka pun melesat pergi ke taman belakang, tetapi mereka masih tidak menemukan Christy. Mereka memutuskan untuk berhenti sejenak dan duduk dipohon rindang.


"Gaes, kita kan udah nyari dimana mana tapi kita tetep nggak ketemu Christy", ucap Regina.


"Dimana ya dia, apa di bolos, tapi kata salah satu temen kelasnya tasnya masih di dalam kelas", jawab Milla.


"Gimana ya?", ucap Eva.


"Masak kita lapor bk sih, ntar yang ada kita dihukum gegara kagak masuk kelas", ucap Arga.


Tiba tiba sesorang berbicara kepada mereka


"Kalo nyari tuh yang bener"


Sontak mereka langsung terkejut.


"Eh, gaes siapa yang ngomong tadi", tanya Axel.


"Gw kagak ngomong", ucap Arga.


"Trus siapa?, yang ada disini kan cuman kita", ucap Eva.


Tiba tiba terdengar suara lagi.


"Brisik, gw mau tidur"


"kok kayak suaranya Christy", ucap Alex.


"Kok suaranya kayak diatas kita ya", ucap Milla.


Mereka pun langsung mendongak ke atas, mereka melihat seorang perempuan duduk bersandar disebuah dahan sambil memjamkan matanya, sontak mereka berteriak.


"SETANNN", teriak mereka bersamaan.


"LO BISA DIEM NGGAK, GW LAGI MAU TIDURRR", teriak Christy.


"Dek, lu kenapa disitu, turun napa, ntar lu jatuh", ucap Alex.


Dengan berat hati Christy pun lincat dari dahan dan turun kebawah. Mereka yang melihat itu terkejut, bagaimana bisa seorang perempuan turun dari pohon dengan cara loncat dari dahan pohon yang tingginya 5 m dari tanah.


"Dek, lu buat gw jantungan ae", ucap Axel.


"kok kamu bisa loncat dari dahan itu?" tanya Devan.


Semua orang melongo ke arah Devan, baru kali ini ia berbicara panjang, biasanya paling banyak 3 kata.


"Wih, bro baru kali ini lu bicara panjang, biasanya kan paling banyak 3 kata doang", ucap Arga, Devan yang mendengar itu hanya memutarkan bola matanya saja.


"Tinggal loncat ae lah kan pendek", ucap Christy dengan enteng.


"Gila lu dek, pendek dari mana itu 5 meter lho dek", ucap Alex.


"Lu bisa loncat sampe berapa meter", tanya Arga.


Christy mengetuk ketuk dahinya tandanya ia sedang berpikir.


"Sekitar 10 meter keatas", jawab Christy.


"Whattttt", ucap mereka semua tak percaya.


"Jangankan loncat 10 m, 2 m aja gw kagak berani", ucap Arga.


"Udah udah, balik ke kelas ae lah", ucap Alex.


"Yok", jawab Axel.


Mereka berjalan menuju kekelas tetapi tidak dengan Christy, ia masih duduk di bawah pohin ridang, Devan dkk dan Eva dkk yang menyadari bahwa Christy tidak mengikuti mereka, langsung berbalik dan bertanya.


"Chris, lu kagak balik ke kelas?", tanya Eva.


Ia pun melihat jam lalu mulai menghitung mundur.


"10, 9, 8, 7, 6, 5, 4, 3, 2, 1", ucap Christy yang sedang menghitung mundur.


Kringg..... Kring.... kring....


Bel pulang berbunyi.


Mereka langsung menuju kelas dan mengambil tas mereka masing masing.

__ADS_1


__ADS_2