Ardelia Christy

Ardelia Christy
Persiapan


__ADS_3

Hari ini adalah hari dimana Christy dilahirkan, tetapi sepertinya Christy tidak ingat tentang itu karena ia disibukkan dengan sebuah virus yang menerobos keamanan data perusahaannya.


"Hoamm, akhirnya selesai juga", ucap Christy sembari merenggangkan otot ototnya.


Ia merasa senang karena portal keamanan data perusahaan sudah berhasil ia perbarui dengan portal keamanan tingkat lebih tinggi lagi.


"Jam berapa sekarang?", ucap Christy sembari melihat angka yang berada pada jam tangannya.


08.00, itulah yang ia lihat pada jam tangannya.


"Lah, udah jam delapan kok gw kagak kerasa ya?", ucap Christy.


"Hoam, sepertinya gw butuh supir deh, kan kagak mungkin nyetir mobil sambil tidur", ucap Christy.


Ia pun mengambil iphone miliknya dan menekan beberapa angka pada layar iphonenya.


Tut...


Panggilan pun tersambung.


"Halo pak", sapa Christy.


"Iya Miss, ada apa?", tanya Pak Joko yang merupakan supirnya.


"Pak, tolong jemput saya di perusahaan A'r Company sekarang", ucap Christy.


"Baik Miss saya akan segera kesana sekarang", ucap Pak Joko.


"Baiklah pak saya tunggu", ucap Christy.


Tut...


Panggilan pun terputus.


Tanpa membuang waktu, Christy pun membereskan meja kerjanya dan ia pun menuju kamar mandi yang ada di ruangannya untuk mencuci muka. Setela selesai ia pun keluar.


Tiba tiba seseorang masuk keruangan Christy.


Ceklek...


"Lho dek, tumben pagi pagi udah disini?", tanya Mishal.


"Dari kemarin gw disini kagak tidur gegara nyelesain portal keamanan data yang baru", ucap Christy.


Mishal hanya mengangguk paham.


"Yaudah gw turun kebawah dulu, supir gw udah jemput gw", ucap Christy sambil melihat kearah iphonenya.


"Yaudah, ti ati", ucap Mishal.


"Yehet", ucap Christy.


Nb: yehet berasal dari kata yehey yang diplesetkan oleh salah seorang idol kpop dan digunakan untuk mengungkapkan rasa senang dalam dirinya. Kata ini juga sering digunakan untuk menyapa member lain.

__ADS_1


Christy berjalan keluar dari ruangan dan berjalan menuju lift.


Ting...


Ia pun berjalan menuju pintu keluar, disana sudah terdapat Pak Joko yang menunggunya di luar mobil.


"Pagi pak", sapa Christy.


"Pagi Miss", jawab Pak Joko.


Christy pun masuk kedalam mobil, mobil pun melaju di jalanan yang masih sepi karena masih pagi untuk orang melakukan aktivitas.


10 menit perjalanan mereka pun sampai di mansion.


Tin... tin...


Mengetahui itu adalah mobil bosnya, sang penjaga langsung membukakan gerbang. Mobil yang ditumpangai Christy melaju pelan memasuki area mansion.


"Terima kasih pak", ucap Christy.


"Sama sama Miss", jawab Pak Joko.


Christy berjalan masuk kedalam mansion.


"Pagi Miss", sapa Reson.


"Pagi", ucap Christy.


"Mommy sudah pulang?", ucap Alkan.


"Eh mom", panggil Alkan.


"Kenapa boy?", tanya Christy.


"Mom nanti malam teman Alkan ngerayain ulang tahun dan mommy sama daddy harus temenin Alkan kesana", ucap Alkan.


"Baiklah boy, mommy akan kekamar dulu", ucap Christy.


Rencana A berhasil, batin Alkan sembari melangkah pergi.


Rencana A?, apa maksud Alkan, batin Christy saat mendengar batin Alkan.


"Sudahlah, nanti akan aku tanyakan", guman Christy sembari memasuki lift dan segera menuju kamarnya.


"Bagaimana boy?", tanya Jeno antusias.


"Beres dad", ucap Alkan sembari mengangkat kedua jempolnya.


"Ayo dad sekarang kita ke lokasi", ucap Alkan.


"Ayo", ucap Jeno.


"Reson kami keluar dulu, jika Miss bertanya jawab saja kami sedang pergi ke mall", ucap Jeno pada Reson.

__ADS_1


"Baik Tuan", jawab Reson.


Jeno dan Alkan bergegas menuju hotel untuk memantau perkembangan lokasi disana mengenai dekorasi yang diperlukan nanti. 20 menit perjalanan mereka pun sampai disebuah hotel yang bernama Chienta White Hotel.


Hotel ini merupakan salah satu hotel milik Jeno, Jeno memilih hotel ini bukan karena hotel ini miliknya tetapi di hotel ini terdapat sebuah taman yang memiliki sungai buatan yang berisikan ikan hias ditengah tengahnya. Ia ingin taman ini menjadi salah satu tempat yang akan menyimpan kenangannya bersama Christy.


"Bagaimana persiapannya?", tanya Jeno pada manager hotel.


"Berjalan dengan baik tuan, persiapannya sudah mencapai 85%, ucap Lucas.


"Aku mau nanti malam sebelum jam 7 sudah selesai semuanya", ucap Jeno.


"Baik tuan", jawab Lucas.


Handphone Jeno tiba tiba bergetar. Ia pun merogok saku celanya dan mengambil handphonenya.


Tut...


Sambungan pun tersambung.


"Selamat pagi tuan Jeno", sapa seorang di telpon.


"Pagi", ucap Jeno.


"Kami dari Paris & Gold ingin menyampaikan bahwa gaun, jas, dan perhiasan yang Anda minta sudah dapat diambil tuan", ucapnya.


"Kirimkan perhisannya ke Chienta White Hotel dan kirimkan gaun beserta jasnya ke alamat yang sudah saya berikan kemarin", ucap Jeno.


"Baik tuan", jawabnya.


Tut...


Sambungan pun terputus.


"Siapa dad?", tanya Alkan.


"Paris & Gold, pesanan kita sudah siap", ucap Jeno.


"Oh", ucap Alkan.


Jeno menggenggam handphonenya di tangan kanannya lalu mengetuk ngetukkannya ditelapak tangan kirinya sembari menatao kearah taman yang sedang didekor.


"Apa kau gugup dad?", tanya Alkan.


"Huh, entahlah daddy tidak pernah merasa gugup seperti ini", ucap Jeno.


Jeno heran mengapa saat ini ia merasa sangat gugup hingga kedua tangannya berkeringat, ia ingat saat bertemu investor asing atau sedang diwawancarai ia hampir tidak pernah merasakan gugup sampai seperti ini.


"Ayo ikut aku dad", ucap Alkan sembari menarik tangan Jeno.


"Mau kemana?", tanya Jeno bingung.


"Latihan dad supaya kau tidak gugup dan akhirnya mengacaukan semuanya", ucap Alkan.

__ADS_1


Jeno pun hanya bisa pasrah mengikuti Alkan dari belakang.


__ADS_2