ARION The Trouble Maker

ARION The Trouble Maker
Arion is Back


__ADS_3

Sudah satu bulan ini, Arion tidak masuk sekolah karena harus fokus dengan pelajaran yang di berikan oleh guru lesnya. Jack sudah memberitahu kepala sekolah dan para guru bahwa Arion sedang menjalani home schooling selama satu bulan ini sebelum menjalani ujian.


Teman-teman Arion juga sudah putus asa mencari Arion yang sepertinya hilang ditelan bumi. Tidak ada kabar sama sekali tentang keberadaam Arion. Hanya Luna yang tau keberadaan Dinda, tapi tidak tau dimana Arion berada. Sam sendiri tidak tau dimana Arion. Dia hanya dimintai tolong Arion untuk menjaga Dinda sebelum dia mengambil nya.


Hingga hari ini, tepat di hari pertama ujian. Arion datang dengan mobil sportnya. Dia turun dengan kacamata yang bertengger di hidungannya dan perching di telinga, jaket hitam yang menempel di tubuhnya dan rambut yang sedikit acak-acakan membuat Arion benar-benar terlihat fresh dan berbeda. Ia berjalan dengan memasang wajah dingin dan datar saat masuk ke dalam kelasnya yang akan segera memulai ujian. Semua murid teman sekelas Arion terlihat heboh melihat penampilan Arion yang berubah 180°


Semua guru sudah diberitahu kepala sekolah, Jika Arion masuk, maka guru yang berjaga harus memberinya ujian kelas duabelas, bukan ujian kelas sebelas. Awalnya mereka meragukan kemampuan Arion. Tapi kepala sekolah mampu meyakinkan semua dewan guru. Jika Arion gagal maka dia akan kembali ke kelas sebelum nya.


"Eh, itu Arion? " Tanya Bayu kepada teman didepan nya.


"Iya, itu Arion. Gila beda banget dia sekarang. " jawab teman lainnya.


Semua murid di kelas Arion jadi kasak kusuk membicarakan Arion yang tampil beda hari ini.


Roy menatap Arion dengan penuh kerinduan kepada sahabatnya itu. Lalu ia mengirim pesan chat kepada anggotanya yang lain, yang berbeda kelas dengannya.


✉️ "Arion is back. " pesan terkirim kepada seluruh anggota. dengan menyematkan foto Arion dengan penampilan nya yang berbeda.



✉️ "Beneran itu Arion? kenapa beda banget ya? " ujar Leo yang berada di kelas sebelah.


✉️ "Tugas lo Roy. Jangan sampai Arion pergi lagi. dah dulu, ujian mau di mulai. "


Pengiriman pesan berakhir, mereka kini fokus mengerjakan semua soal ujian yang ada dimejanya.


Guru yang menjaga kelas Arion terus memperhatikan gerak gerik Arion. Apakah mencurigakan atau tidak. Namun selama memperhatikan, ia melihat keseriusan di wajah Arion saat mengerjakan soal. Hingga di waktu ke tiga puluh menit, Arion berdiri dari kursinya, dan mengumpulkan lembar jawabannya kepada guru di depan kelas.


"Apa kamu Sudah selesai, Arion? tidak diperiksa lagi?"


Arion menyeringai kepada gurunya, seringaian yang sangat menakutkan untuk guru di depannya.


"Saya Sudah yakin dengan jawaban saya, pak. Jika anda tidak percaya, anda bisa memeriksanya sekarang. "


"Baiklah, jika kamu sudah yakin. Kamu bisa keluar, agar tidak mengganggu yang lain. "


Arion melangkah keluar dengan tenang, Roy yang melihat Arion keluar tidak bisa mengejar nya. Karena dia belum menyelesaikan ujian nya.

__ADS_1


Arion berjalan melewati koridor kelas Luna dan Leo. Jendela kaca yang rendah memperlihatkan sosok Arion yang bejalan melewati kelas mereka. Semua anak yang melihat Arion berjalan melewati kelas merela merasa terpaku selama beberapa saat melihat siapa yang lewat.


"Siapa itu tadi? "


"Apa itu Arion? "


"Gila, sebulan nggak masuk sekolah, masuk-masuk dia berubah jadi ganteng banget.


"keren banget. "


Kelas Luna menjadi heboh setelah dilewati Arion. keadaan itu Berlaku juga untuk Luna, Kevin dan Leo, walau mereka sudah mendapat foto Arion dari Roy. Tapi mereka lebih terkejut lagi saat melihat Arion dengan mata kepala mereka sendiri.


"Arion... " lirih Luna


Luna menggingit bibir bawahnya karena terlalu gusar. Dia ingin menyusul dan mengejar Arion. Tapi, saat ini dia sedang mengerjakan ujiannya. Begitu pula Leo dan Kevin yang ingin mengejar sahabatnya itu. Tapi mereka sadar, mereka harus menghadapi ujiannya dulu.


Arion menuju rooftop sekolah nya dan duduk di salah satu kursi usang yang ada di sana. Lalu ia menyulut Sebatang rokok dan menikmatinya. Terdengar langkah kaki berjalan mendekatinya, namun Arion tidak memperdulikannya sama sekali.


"Kenapa baru muncul. " suara asing itu menyapa indera pendengaran Arion.


Arion membuka matanya dan melihat sosok yang jarang bergaul dengannya itu sudah berada disebelahnya.


"Nggak, gue nggak mau apa-apa dari lo. Gue mau tanya alasan lo menghilang sebulan ini setelah dikeroyok anak-anak Smk. " tanya Lucas kembaran Luna yang menemui Arion di rooftop.


Lucas adalah salah satu murid jenius di sekolah itu. Jadi dia bisa cepat mengerjakan ujiannya sama seperti Arion. Lucas segera mengejar Arion saat melihat dia sudah keluar dari kelasnya.


"Gue lagi fokus menata masa depan gue. " jawab Arion enteng sambil menghisap rokok nya


Lucas menggeleng tak mengerti mendengar jawaban Arion.


"Arion, gue mau ngasih tau lo. Saat lo pergi, saudara gue selalu mencari lo seperti orang gila. "


Arion meyeringai. "Mana ada saudara lo nyariin gue. Dia kan udah punya cowok yang dia cintai. Lalu untuk apa nyariin gue. Kurang kerjaan aja."


"Karena gue rasa Luna suka sama lo. "


"Bullshit . Luna nggak pernah suka sama gue. Dia sukanya sama cowok keren dan pintar kayak Alex bukan cowok brandal kayak gue. "

__ADS_1


"Tapi, Aarrrrrr..... "


Arion segera meninggalkan rooftop dan meninggalkan Lucas sendirian di sana.


Namun ditengah anak tangga ada beberapa langkah kaki yang menuju ke atas. Arion tidak bersembunyi atau menghindar. Karena itu tempat umum jadi siapapn Berhak naik ke atas.


Sosok wanita cantik dengan kuncir kudanya, berlari mendekati Arion lalu menabrakkan tubuhnya di tubuh kekar Arion. Membuat Arion terkejut.


"Elo kemana aja Arion? gue kangen sama lo. Gue kepikiran sama lo. " ujar Luna di pelukan Arion, ia sudah tak bisa mengontrol emosinya.


Lucas yang mengikuti Arion turun, tak percaya dengan adegan yang baru dia lihat. Saudara nya itu memeluk dan menangis di dekapan Arion.


"Lo kenapa jadi Cengeng sih Lun. " Arion mencoba melepaskan pelukan dari Luna, tapi tidak bisa Luna memeluk Arion dengan kuat.


"Nggak, janganbdi lepas. Gue pengen kayak gini, sebentar aja. " kekeh Luna.


"Nggak bisa Lun, lo udah punya cowok, okey. Jadi, gue nggak mau ada salah paham antara lo, gue dan Alex. Udah ya... " Arion berjalan meninggalkan Luna, setelah Arion berhasil melepaskan pelukan Luna.


Luna yang mendapat ponolakan itu merasa tecengang dengan sikap Arion yang sudah berubah, dia tak lagi hangat seperti dulu dan hanya sikap dingin dan arogan yang ia tampilkan.


Sampai dibawah, Arion mendapat tatapan tajam dari para sahabatnya.


"Puas lo, udah Ninggalin kami tanpa kabar, hah. " Sengit Leo yang merasa kesal dengan sahabatnya itu. Tapi tak Ayal ia langsung memeluk tubuh Arion.


"Kita semua kangen sama lo , Ar. " ucap para sahabat Arion dan langsung memeluk Arion yang sedang dipeluk Leo.


"Gue juga kangen sama kalian. "


"Bohong, kalau lo kangen sama kita, pasti kita bisa nemuin lo. Tapi lo kemana aja, hah. " pekik Roy yang tak kalah murka dengan Leo.


Arion sendiri merasa geli, mendengar omelan sahabatnya. Kedekatan Arion dengan sahabatnya membuat Luna cemburu, hingga ia tanpa sadar mengerucutkan bibirnya.


"Jika lo suka sama Arion, maka lo harus mutusin Alex. Karena Arion sangat membenci hubungan rahasia. "


" Tapi papa...."


"Jika, lo menyukai Arion. Maka lo harus bersiap menghadapi papa dan meminta restu dari nya. "

__ADS_1


Ucapan Lucas membuat Luna tertunduk lemas.


__ADS_2